investigasihukumkriminal.com NAGAN RAYA – 11/10 – Ajakan perang terhadap barang haram kembali digaungkan . Menanggapi Instruksi Operasi Serentak yang dikeluarkan Kapolri pasca-pelantikannya pada 1 Oktober 2026, Investigasi Hukum dan Kriminal Provinsi Aceh menyatakan siap memberi dukungan maksimal untuk menghancurkan jaringan peredaran gelap narkotika.
Kepala Regional Investigasi Hukum & Kriminal Provinsi Aceh, Yu Salim A.Rachman menegaskan pihaknya siap melibatkan timnya untuk mebantu kepolisian . Langkah ini diambil untuk merealisasikan perintah langsung Kapolri terkait gerakan sapu bersih ” narkoba”.
“Instruksi Kapolri sudah sangat jelas: Gempur Habis Sarang Narkoba. Kami dari Investigasi Hukum dan Kriminal Aceh tidak akan tinggal diam. Tim yang dibentuk akan memperkuat fungsi pengawasan, pemetaan jaringan, dan mendukung tindakan tegas Polres Nagan Raya di lapangan,” ujar Yu. Salim A.Rachman
Sinergi ini diharapkan menjadi pukulan telak bagi para pengedar dan bandar narkoba yang beroperasi di wilayah Nagan Raya, sekaligus mempersempit ruang gerak peredaran barang haram demi melindungi masa depan generasi muda Aceh. (Red_Aceh)
Kriminal
Sindikat Pembuat dan Pengedar SIM Palsu di Riau Dibongkar Polres Siak, 8 Tersangka Diamankan

investigasihukumkriminal Riau|Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siak berhasil membongkar jaringan pemalsuan Dokumen Surat Izin Mengemudi (SIM) lintas wilayah yang beroperasi di Kabupaten Siak dan Kota Pekanbaru.
Hal ini diterangkan secara rinci oleh Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, SH,SIK MH pada saat Konferensi Pers, Selasa ( 15/06/2026 ), dalam keterangan nya pengungkapan bertahap sejak akhir Agustus hingga awal September 2026 tersebut, polisi mengamankan 8 orang tersangka beserta puluhan lembar blangko dan peralatan cetak.
Didampingi Kasat Reskrim Dr.Raja Kosmos Parmulais, SH, MH dan Kasat Lantas AKP Denny Maulana, STrk, MH Kapolres Mengatakan sindikat ini telah mengedarkan sedikitnya 33 lembar SIM palsu di wilayah hukum Kabupaten Siak, serta sekitar 500 lembar SIM palsu yang tersebar di berbagai daerah di Provinsi Riau.
Pengungkapan kasus ini mengungkap rantai kejahatan yang terorganisir rapi, mulai dari penyedia bahan baku, editor, pencetak, hingga tenaga pemasar online
Adapun yang menjadi modus operandi yang dilakukan para pelaku adalah dengan cara menawarkan pembuatan SIM (Surat Izin Mengemudi) kepada masyarakat dengan membuat pemberitahuan jasa pembuatan SIM melalui pesan dan status Whatsapp, Market Place Facebook dan melalui perentara orang ke orang.
Adapun pemberitahuan tersebut bertuliskan menerima pemesanan dan pembuatan SIM A, SIM C, SIM BI, SIM BI UMUM, SIM BII UMUM lengkap dengan harga pembuatan (SIM A Rp.750.000.- SIM C Rp.550.000.- SIM B1 Rp.1.200.000.- SIM B1 umum Rp.1.500.000.- SIM B.11 Umum Rp.1.700.000.-)
Pelaku membuat SIM Palsu yaitu dengan meminta pembuat SIM untuk mengirimkan photo dan KTP selanjutnya pelaku akan mengedit Identitas dan photo dengan menggunakan Handpone melalui Aplikasi tambahkan Teks dan membuat kode barkode melalui aplikasi Me.QR sehingga apabila barkode yang ada di SIM discane maka akan keluar data identitas pemilik SIM dengan logo Korlantas Polri.
Data yang sudah diedit oleh pelaku kemudian diprint warna dengan kertas stiker bening sesuai ukuran SIM yaitu 8,4 x 4,4 dengan harga cetak perlembar Rp.10.000.- di Toko Photo Copy, hasil cetakan akan ditempelkan ke blanko/kartu lembaran SIM bekas yang sudah dibersihkan dengan menghapus data identitas terdahulu pemilik SIM tersebut.
Pelaku dan perannnya ;
A alias DG (43): Pemasok utama blangko SIM yang mencuri material blangko SIM lama dari Gudang Arsip Kantor Riau Safety Driving Centre (RSDC) Rumbai.
H alias U (28): Perantara yang membeli blangko dari Agustam dan menjualnya kembali seharga Rp150.000 per lembar.
HS (28) & MAP (27): Bertindak sebagai pencetak, pengedit foto/format SIM, dan pemasar jasa melalui Marketplace Facebook.
R alias K (DPO): Pengedit dan pembuat SIM palsu yang kini masih dalam perburuan petugas.
SWL (30) & RNF (23): Pemasar aktif yang menawarkan jasa pembuatan SIM palsu melalui unggahan Status WhatsApp.
AY (35) & TR (28): Pengantar/kurir SIM palsu kepada para pemesan.
Pengungkapan kasus bermula pada Jumat, 28 Agustus 2026 sekira pukul 08.00 WIB, saat Tim Opsnal Polres Siak menerima laporan masyarakat mengenai maraknya SIM palsu di wilayah Desa Suka Mulia, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.
Atas perintah Kasat Reskrim Polres Siak AKP Dr. Raja Kosmos Parmulais, S.H., M.H., tim yang dipimpin Kanit I Satreskrim IPDA Shahum Yovino Harzi, S.H., M.H. bergerak melakukan penyelidikan.
Pukul 10.58 WIB (Dayun, Siak): Polisi menangkap tangan SWL di Dusun Wonosalam saat hendak menyerahkan 5 lembar SIM C diduga palsu kepada pemesan dengan uang tunai Rp650.000. Dari intimidasi awal, Sonia mengaku memperoleh SIM tersebut dari RNF.
Pukul 16.00 WIB (Pekanbaru): Tim bergerak ke Pekanbaru dan meringkus R di depan warung makan kawasan Jalan Pramuka, Rumbai Timur, beserta 3 lembar SIM palsu.
Sabtu, 29 Agustus 2026 (Undercover & Delivery Control): Petugas melakukan taktik delivery control di salah satu kafe Jalan Sembilang, Rumbai Timur. Polisi mencegat AY (pengemudi ojek online) yang membawa 2 lembar SIM palsu pesanan. Dari pengembangannya, pada malam hari pukul 22.00 WIB, petugas mengamankan H alias U di depan Masjid Ubuhdiyah Jalan Pesisir.
Minggu, 30 Agustus 2026 (Penggerbekan Tempat Cetak): Petugas menyatroni Toko Fotokopi Adib Grafika di Jalan Kayangan, Meranti Pandak. Di lokasi ini, polisi mengamankan HS serta pasangan kekasih MAP dan TR yang tengah mendatangi toko untuk mencetak format SIM editan. M mengaku telah menjalankan aksi ini sejak Juni 2026.
Rabu, 9 September 2026 (Penangkapan Otak Pemasok): Setelah beberapa hari buron, tersangka Agustam berhasil diringkus pada pukul 04.00 WIB saat bersembunyi di sebuah rumah warga dekat TPU SKM Masjid Nurul Ilmi, Sri Meranti, Pekanbaru.
Dari tangan para tersangka, penyidik Satreskrim Polres Siak menyita sejumlah barang bukti berharga, di antaranya:
48 lembar blangko SIM siap daur ulang.
Puluhan lembar SIM palsu atas nama berbagai pemesan.
Peralatan cetak/elektronik: 1 unit komputer (Monitor LG, CPU Power Logic, Keyboard Logitech, Mouse HP), printer Epson L3210, serta 8 unit smartphone berbagai merk.
Kendaraan operasional: 1 unit Mobil Toyota Innova (BM 1746 LQ) dan 4 unit sepeda motor.
Uang tunai hasil transaksi senilai jutaan rupiah.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 391 Ayat 1 Jo Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait Pemalsuan Surat/Dokumen.
Para pelaku terancam hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun. Polisi hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap satu tersangka lainnya yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni R alias K.
Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Jakarta Utara

investigasihukumkriminal Jakarta Utara | Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap pria berinisial VIJAP (26) yang diduga pelaku pencabulan terhadap anak laki-laki di bawah umur, yakni pelajar berusia 14 tahun di kamar kos pelaku di kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut).
“Pelaku mengaku sudah dua kali melakukan aksi pidana tersebut kepada korban setelah melakukan bujuk rayu. Pelaku menyodomi korban,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP A.A. Ngurah Made Pandu Prabawa di Jakarta Utara, Selasa, (15/9/2026).
Dia mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari perubahan sikap pelajar itu di sekolah dan di rumah, yang juga dirasakan oleh guru dan orang tua korban.
Anak tersebut awalnya bersikap aktif bersosialisasi dan ceria di sekolah. Namun, tiba-tiba perilakunya berubah, sehingga mereka menanyakan kondisi anak tersebut.
Melalui kegiatan Police Goes to School yang kerap dilaksanakan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok, sesuai arahan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok dan Kapolda Metro Jaya, terjadi komunikasi dan terbangun kepercayaan dari masyarakat.
Korban, kata Pandu, mengaku mendapatkan perlakuan bejat sehingga membuat orang tua korban marah, dan sejumlah warga yang mengetahui kejadian tersebut ikut terpancing amarah dan berniat mendatangi kos pelaku.
Pada 21 Agustus 2026, sejumlah warga dan pihak sekolah melapor kepada polisi bahwa mereka akan mendatangi rumah kos pelaku yang berjarak dekat dengan rumah korban.
“Petugas datang dan menginterogasi pelaku . Pria yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta ini mengakui perbuatan bejatnya,” ujar Pandu.
Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku, yakni membangun komunikasi dengan calon korban lewat media sosial.
Pelaku yang sudah dekat itu kemudian mengajak calon korban bertemu, bahkan pelaku berpindah kos ke dekat rumah korban.
Awalnya, pelaku kos di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, kemudian pindah ke kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, agar lebih dekat dengan rumah korban.
Setelah pindah tempat tinggal, pelaku semakin intens berkomunikasi dengan korban dan mengajaknya main ke tempat tinggal pelaku.
“Pelaku mulai kenal dengan korban sejak April 2026 dan aksi pidana ini dilakukan pada Agustus,” ungkap Pandu.
Saat ini, pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Pelaku dijerat Pasal 473 ayat 3 huruf a dan ayat 4 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun, serta Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dengan ancaman pidana 12 tahun.
Polisi Tangkap Mekanik Spesialis Pencurian 12 Electronic Control Unit (ECU) di Tanjung Priok

investigasihukumkriminal Jakarta Utara | Polisi menangkap seorang mekanik berinisial FF yang telah mencuri 12 (dua belas) Electronic Control Unit (ECU) head unit pada truk trailer di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
“Kami melakukan pengintaian dan penyelidikan selama dua bulan untuk menangkap pelaku ini,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP A. A. Ngurah Made Pandu Prabawa di Jakarta Utara, Selasa, (15/9/2026).
Ia mengatakan pelaku FF ditangkap pada Rabu (26/8) setelah petugas melakukan penyelidikan kasus pencurian ECU yang terjadi 19 kali di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.
“Pelaku mengaku bahwa 12 kejadian memang dilakukan dirinya seorang. Ini pelaku tunggal,” kata Pandu.
Setelah mencuri, pelaku menjual barang curiannya tersebut di marketplace seharga Rp1,7 juta hingga Rp3,5 juta. Sementara untuk harga ECU ini dalam kondisi baru mencapai Rp25 juta hingga Rp35 juta.
Saat dilakukan pemeriksaan di ponsel pelaku, terdapat foto-foto ECU hasil pencurian yang dilakukan pelaku dan dijual secara online.
“Pelaku ini melakukan aksi ini untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya.
Penangkapan ini berawal dari adanya laporan kehilangan ECU truk trailer di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Dari 19 lokasi kehilangan hanya delapan laporan yang masuk ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Petugas langsung melakukan penyelidikan dan patroli di jam-jam sibuk.
Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok melibatkan Port Facility Security Officer (PFSO) Pelindo Pelabuhan Tanjung Priok untuk ikut memantau pergerakan pelaku.
“Pelaku ini kerap melakukan aksi di jam rawan, yakni pukul 02.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB serta kerap masuk ke kawasan pelabuhan,” kata dia.
Setelah melakukan penyelidikan dan pemantauan, petugas berhasil mengantongi ciri pelaku dan menangkap pelaku pada Rabu (26/8).
Pelaku FF ini dijerat pasal 477 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Hukum Undang Undang Pidana terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan pasal 476 KUHP tentang tindak pidana pencurian biasa.
“Pelaku diancam pidana penjara tujuh tahun,” kata Pandu.
Kerugian Rp. 40 Juta!, iPhone 17 Pro Max Raib dari Kamar Kost, Polisi Kandis Tangkap Terduga Pelaku

investigasihukumkriminal SIAK | Pagi yang semula berjalan biasa berubah menjadi kepanikan bagi seorang perempxuan di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Saat terbangun dari tidur, sejumlah barang berharga miliknya mendadak raib dari kamar kost.
Satu unit iPhone 17 Pro Max, handphone Vivo Y05 hingga kartu ATM Bank Mandiri dilaporkan hilang.Peristiwa itu terjadi di kawasan Simpang Pemadam, Desa Telaga Sam-Sam, Kecamatan Kandis, pada 25 Agustus 2026.
Korban baru menyadari kehilangan tersebut saat bangun tidur sekitar pukul 06.00 WIB. Handphone yang sebelumnya diletakkan di atas tempat tidur dalam kondisi sedang diisi daya sudah tidak ada.
Tak hanya itu. Tas sandang berwarna hitam yang berisi kartu ATM dan dokumen identitas juga ikut raib.
Saat memeriksa kondisi rumah, korban mendapati jendela dan pintu belakang rumah kost dalam keadaan terbuka.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Kandis pada 7 September 2026. Kerugian korban ditaksir mencapai Rp40 juta.
Polisi Bergerak Cepat
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti personel Polsek Kandis. Polisi melakukan pengecekan tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan barang bukti serta melakukan serangkaian penyelidikan.
Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang pria berinisial AA (28).
Polisi kemudian berhasil mengamankan pria tersebut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam pengungkapan kasus ini, penyidik turut mengamankan satu kotak handphone iPhone 17 Pro Max sebagai barang bukti.
Terduga pelaku kini telah diamankan dan ditahan untuk kepentingan proses penyidikan.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kandis Kompol H. Herman Pelani, S.H., M.H., menegaskan bahwa polisi tidak akan membiarkan laporan masyarakat berhenti tanpa kepastian.
“Kami bergerak cepat menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polsek Kandis dalam menjaga keamanan dan memberikan kepastian hukum. Proses hukum akan kami lakukan secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dalam menjaga barang berharga, terutama saat berada di rumah kost maupun lingkungan tempat tinggal.
Terhadap terduga pelaku, penyidik menerapkan Pasal 477 ayat (1) huruf e Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Kasus tersebut kini masih dalam proses penyidikan untuk mendalami rangkaian kejadian serta kemungkinan adanya barang bukti lain yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut.
Modal Foto Pejabat, Wahyudi dan Istrinya Cindy Tega Kuras Rp2,9 Miliar Milik Pengusaha RS Lewat Investasi Minyak Fiktif!
investigasihukumkriminal, JAKARTA — Aksi dugaan penipuan bernilai miliaran rupiah mencuat setelah seorang pengusaha sukses berinisial RS menjadi korban komplotan mafia investasi bodong.
Korban yang tergiur proyek minyak fiktif internasional dipaksa menelan kerugian total mencapai Rp2,93 miliar setelah seluruh uangnya dikuras habis oleh pelaku bernama Wahyudi Setiawan dan istri bernama Cindy Atika Putri.
Modus operandi yang digunakan pelaku tergolong sangat rapi dan manipulatif. Bermula pada September 2025, korban RS yang mempercayai rekomendasi dokter langganannya, diperkenalkan kepada pelaku. Awalnya, pelaku memeras korban berkedok biaya jasa konsultan rumah sakit sebesar Rp200 juta.
Tak berhenti di sana, pelaku melancarkan aksi yang lebih ekstrem dengan menawarkan investasi minyak mentah fiktif di Pulau Sambu. Pelaku menjanjikan keuntungan fantastis dari pasokan 100.000 MT minyak per pengiriman dari Dubai untuk pasar Asia Tenggara. Demi menjerat korbannya, Wahyudi nekat menjual nama PT TAW dan memamerkan foto-foto kedekatannya dengan sejumlah pejabat tinggi negara.
Wahyudi juga mengaku punya kedekatan dengan pihak kedutaan UEA (Dubai) di Jakarta, yang selalu membawa nama inisial Ahmed dan Mohammed sebagai relasi nya utk meyakinkan para korban penipuan
Tragisnya, korban yang terlanjur percaya langsung mentransfer uang sebesar Rp2,3 miliar ke rekening pribadi pelaku. Bahkan, korban kembali diperas dengan dalih biaya tambat kapal hingga total kerugian membengkak menjadi Rp2,930 miliar.
Pelaku juga sempat membawa korban langsung ke Pulau Sambu untuk meyakinkan skenario busuknya melalui penunjukan kerja sama fiktif dengan PT. Lepen selaku pemilik kilang.
Sandiwara ini akhirnya terbongkar setelah korban melakukan konfirmasi langsung ke pihak Pertamina di Pulau Sambu dan PT . Lepen , Hasilnya mengejutkan: Pertamina dan PT Lepen menegaskan tidak pernah ada sepeser pun uang sewa kilang yang masuk serta perjanjian kerjasama pun belum di tanda tangani . Kuat dugaan, institusi besar seperti Pertamina dan pihak luar negeri dari Dubai sengaja diperalat oleh pelaku untuk memuluskan aksi kejahatannya.
Merasa dikhianati dan mengalami kerugian materiil serta inmateriil yang luar biasa, pengusaha RS resmi menyeret kasus ini ke ranah hukum. Korban telah melaporkan Wahyudi Setiawan beserta istri Cindy Atika Putri ke Polres Kabupaten Tangerang Selatan atas dugaan penipuan kelas kakap.
Berdasarkan keterangan korban dalam laporan yang telah disampaikan kepada penyidik, sebagian komunikasi dan proses meyakinkan korban disebut tidak hanya dilakukan oleh Wahyudi seorang diri. Nama Cindy Atika Putri disebut beberapa kali muncul dalam rangkaian hubungan bisnis yang dibangun terhadap korban. Korban menduga pasangan suami istri tersebut bertindak secara bersama-sama dalam membangun kepercayaan terhadap proyek minyak mentah yang diklaim memiliki koneksi dengan jaringan bisnis besar dan pihak luar negeri. Korban menilai ada peran aktif pihak lain selain terlapor utama, termasuk dugaan keterlibatan dalam menikmati maupun mengetahui aliran dana yang masuk dari korban.
Kini, korban hanya bisa berharap adanya itikad baik pelaku untuk mengembalikan uangnya, sementara polisi mulai memburu sang pelaku investasi bodong tersebut.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp wahyudi setiawan sampai berita ini ditayangkan belum memberikan komentarnya.
Polisi Tangkap Pria Tipu Korban Rp.160 Juta di Muara Angke Jakut
investigasihukumkriminal, Jakarta – Polsek Kawasan Sunda Kelapa Polres Pelabuhan Tanjung Priok, menangkap pria berinisial ARK (35) yang diduga menipu dengan modus menjual sebidang tanah di Muara Angke PHPT Blok G Nomor 24 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara yang merugikan korban senilai Rp160 juta.
“Pelaku ditangkap pada Selasa (7/2) sekitar pukul 13.00 WIB di pinggir jalan di RT 10, RW 11 Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara,” kata Kanit Reskrim Polsek Sunda Kelapa Iptu Indra Basuki, S.H., M.H., di Sunda Kelapa, Jumat 10/4/2026.
Ia mengatakan pelaku dijerat pasal 486 dan atau 492 UU Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman penjara maksimal empat tahun.
“Modus operandi yang digunakan pelaku adalah menawarkan dan menjual objek tanah dan bangunan yang bukan miliknya tanpa seizin pemilik sah,” kata dia.
Ia menjelaskan kejadian ini berawal pada Sabtu (24/1) pelaku menemui korban untuk menawarkan sebidang tanah beserta bangunan di kompleks PHPT Muara Angke, Kemudian korban dan pelaku dengan didampingi oleh saksi melakukan negosiasi terkait harga dan proses pengurusan dokumen.
Mereka bersepakat harga tanah dan bangunan tersebut senilai Rp260 juta dan cara pembayaran dibayarkan pada Senin (26/1) di kediaman korban. Uang sebesar Rp160 juta ditransfer ke rekening pelaku sebagai pembayaran di awal pembelian tanah.
Setelah menerima pembayaran, pelaku menjanjikan akan segera mengurus dokumen dan menyerahkan dokumen tersebut kepada korban. Lalu setelah beberapa waktu, korban merasa agak sulit berkomunikasi dengan pelaku dan korban mencari informasi terkait objek yang dibelinya tersebut.
Setelah itu, korban mendapatkan informasi kalau objek yang dibelinya sudah menjadi milik orang lain dan korban mencoba menghubungi pelaku untuk meminta penjelasan tentang hal tersebut tapi tidak ditanggapi.
Lalu Korban melapor dan petugas langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap pelaku,.
“Kami masih mendalami kasus ini dan masih dalam tahap penyidikan,” kata dia.
Reserse Jatanras Simalungun Kejar Tersangka Sampai Subu
Investigasihukumkriminal Simalungun- Seperti detektif di film-film action, tim Unit I Jatanras Polres Simalungun membuktikan kehebatan teknik reserse mereka. Berbekal informasi intelijen dan keuletan mengendus jejak, mereka berhasil membongkar sindikat pencurian truk yang beroperasi lintas kabupaten, bahkan menangkap pelaku di tengah malam buta. Jumat 06/02/2026
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Simalungun, AKP Herison Manullang, SH, saat dikonfirmasi Jumat malam sekitar pukul 19.30 WIB, mengungkapkan kehebatan teknik reserse timnya. “Ini bukan penangkapan biasa. Tim kami menggunakan teknik penyelidikan canggih, mulai dari penggalangan informan, analisis pola kejahatan, hingga operasi tangkap tangan di dini hari,” ujar Kasat Reskrim dengan bangga.
Kasus pencurian truk senilai Rp350 juta ini dilaporkan korban berinisial AY pada 5 Januari 2026 ke Polsek Serbalawan. Truk Mitsubishi Canter BM 8744 TX warna kuning miliknya raib pada Jumat, 2 Januari 2026, sekitar pukul 11.30 WIB di Jalan Gotong Royong, Nagori Kahean, Kecamatan Dolok Batu Nanggar.
Kepala Unit I Jatanras, IPTU Ivan Roni Purba, SH, menjelaskan teknik reserse yang digunakan untuk mengungkap kasus ini. “Kami tidak main tembak langsung. Pertama, kami analisis modus operandi. Pencurian truk biasanya melibatkan sindikat dengan jaringan penadah. Kedua, kami aktivasi jaringan informan di lapangan,” ungkap Kanit Jatanras membuka rahasia kerja timnya.
Teknik pertama yang digunakan adalah intelligence gathering atau pengumpulan intelijen. “Kami tidak langsung turun tangkap orang sembarangan. Kami kumpulkan informasi dari berbagai sumber, verifikasi silang, baru kami tentukan target operasi,” kata IPTU Ivan menjelaskan pendekatan sistematis.
Setelah tiga minggu melakukan penyelidikan tertutup, pada Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, tim mendapat informasi terpercaya tentang keberadaan pelaku pertama berinisial JI di Huta Senjayu, Nagori Silenduk. “Informasi ini kami dapat dari jaringan informan yang sudah kami bangun bertahun-tahun. Ini aset berharga tim reserse,” ungkap Kanit Jatanras.
Teknik kedua yang diterapkan adalah surveillance atau pengawasan tertutup. “Kami tidak langsung tangkap. Kami awasi dulu gerak-geriknya, pastikan dia benar-benar target yang kami cari. Kami lakukan penyelidikan selama semalam penuh,” kata IPTU Ivan menjelaskan kesabaran yang diperlukan.
Dini hari Sabtu, 24 Januari 2026, tepat pukul 04.30 WIB, tim melakukan strike atau serangan presisi. “Waktu subuh dipilih karena biasanya target sedang lengah, tidak waspada. Kami berhasil mengamankan JI alias Joko tanpa perlawanan,” ungkap Kanit Jatanras menjelaskan timing yang tepat.
Teknik ketiga adalah interrogation atau teknik interogasi untuk menggali informasi. “Dari interogasi mendalam terhadap JI, kami dapat informasi bahwa dia bekerja sama dengan pelaku utama bernama PJ alias Jafar. JI mendapat bagian Rp17 juta dari hasil penjualan truk,” kata IPTU Ivan membongkar hasil interogasi.
Yang mengejutkan, database kriminal menunjukkan Jafar adalah residivis. “Teknik keempat kami adalah record checking. Kami cek rekam jejak kriminal, ternyata Jafar sudah kami tangkap tahun 2017 dan 2020 untuk kasus serupa. Dia baru bebas dari Lapas 20 November 2025, belum tiga bulan langsung beraksi lagi,” ungkap Kanit Jatanras dengan kecewa.
Pengejaran berlanjut dengan teknik kelima: cross-jurisdiction operation atau operasi lintas wilayah. “Selasa, 3 Februari 2026, pukul 15.00 WIB, kami dapat info Jafar sembunyi di Kisaran, Kabupaten Asahan. Kami koordinasi dengan Polres Asahan, lakukan penyelidikan bersama,” kata IPTU Ivan menjelaskan kerja sama antar-institusi.
Dini hari Rabu, 4 Februari 2026, pukul 03.30 WIB, tim kembali melakukan operasi subuh. “Kami gerebek rumah teman Jafar di Dusun VII Desa Air Putih, Kecamatan Meranti. Target berhasil diamankan dalam kondisi terkejut dan tidak berdaya,” ungkap Kanit Jatanras menceritakan momen penangkapan.
Teknik keenam adalah follow the money atau lacak aliran uang. “Dari interogasi Jafar, kami lacak kemana truk dijual. Ternyata dia jual ke penadah ZA alias Zai seharga Rp45 juta melalui perantara S alias Awal. Harga jual jauh lebih murah dari harga asli Rp350 juta,” kata IPTU Ivan membongkar jejak finansial.
Sekitar pukul 05.15 WIB, tim mengamankan pelaku ketiga S alias Awal. “Teknik ketujuh adalah rapid successive arrest atau penangkapan beruntun cepat. Dalam hitungan jam, kami tangkap satu per satu anggota sindikat sebelum mereka sempat kabur atau hancurkan barang bukti,” ungkap Kanit Jatanras menjelaskan strategi cepat.
Pukul 05.30 WIB, tim melakukan penggeledahan gudang milik penadah ZA alias Zai. “Teknik kedelapan adalah crime scene processing. Kami sita berbagai komponen truk yang sudah dibongkar: sayap cabin, terpal, bumper, rak besi, dan suku cadang lainnya. Total 13 item barang bukti dari gudang,” kata IPTU Ivan merinci temuan.
Sayangnya, pelaku keempat ZA alias Zai sudah kabur saat tim tiba. “Kami dapat informasi dia sudah mencium gelagat penangkapan dan melarikan diri. Tapi kami tidak akan menyerah. Teknik kesembilan adalah manhunt atau perburuan buronan. Kami terus kejar sampai dapat,” ungkap Kanit Jatanras dengan tekad bulat.
Selain komponen truk, tim juga menyita tiga unit HP, satu tas sandang, dua pasang pakaian, dan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion. “Semua barang bukti ini hasil dari teknik kesepuluh: evidence collection yang sistematis. Setiap barang dicatat, difoto, diberi label untuk keperluan persidangan,” kata IPTU Ivan menjelaskan prosedur forensik.
Kasat Reskrim AKP Herison Manullang mengapresiasi teknik reserse timnya. “Sepuluh teknik reserse yang kami terapkan membuktikan profesionalisme Jatanras Polres Simalungun. Dari intelligence gathering sampai evidence collection, semua dilakukan dengan standar internasional,” ungkap Kasat Reskrim.
Ketiga tersangka yang sudah diamankan kini menjalani pemeriksaan intensif. “Kami akan lengkapi berkas perkara, lakukan pemeriksaan mendalam, dan terus buru pelaku keempat. Tidak ada tempat sembunyi untuk penjahat di negeri ini,” pungkas Kasat Reskrim menutup keterangannya dengan penuh percaya diri atas kemampuan teknik reserse timnya.

Polisi Ringkus Komplotan Begal Remaja, Dua Pelaku Utama Dan Satu Penadah Diamankan
Jabar, investigasihukumkriminal – Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Polres Indramayu Polda Jabar mengungkap tindak kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.
Melalui kegiatan press release di Aula Atmaniwedhana Polres Indramayu, Kamis (4/12/2025), Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang membeberkan penangkapan komplotan pelaku pencurian dengan kekerasan (begal) yang menimpa seorang remaja perempuan di wilayah Kecamatan Kandanghaur.
Dalam kasus ini, Polres Indramayu mengamankan dua pelaku utama diantaranya W alias Black (19), dan S alias Denggol (18), warga Kecamatan Bongas.
Sementara satu pelaku lainnya, S alias Dabut (27), ditangkap karena berperan sebagai penadah barang hasil kejahatan. Sedangkan satu pelaku lain, Y alias Cungur, masih dalam pencarian (DPO).
Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang menyampaikan bahwa aksi pelaku terbilang nekat karena dilakukan secara terang-terangan dan menggunakan kekerasan.
“Para pelaku memepet motor korban dan mengacungkan celurit berukuran sekitar 1,5 meter hingga korban terjatuh. Setelah korban tidak berdaya, pelaku membawa kabur sepeda motor korban untuk dikuasai,” jelasnya.
Dalam aksinya, W alias Black berperan menakut-nakuti korban menggunakan celurit, S alias Denggol membawa kabur motor korban, sementara Y alias Cungur (DPO) menjadi joki.
Motor hasil kejahatan itu kemudian dijual kepada seorang penadah yang namanya sudah di kantongi Polisi (DPO) seharga Rp3 juta. Uang hasil kejahatan lantas dibagi-bagi di antara para pelaku.
Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 1 unit Honda Beat hitam (2019), 1 unit Honda Beat Deluxe biru (2023), 1 bilah celurit panjang 1,5 meter serta Helm, pakaian pelaku, serta dokumen kendaraan (BPKB & STNK)
Kapolres menegaskan bahwa Polres Indramayu berkomitmen memastikan keamanan masyarakat.
“Kami tidak akan mentolerir segala tindak kejahatan. Polisi akan bertindak tegas dan terukur terhadap para pelaku agar memberikan efek jera,” tegas AKBP Fajar Gemilang.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor ketika melihat potensi gangguan keamanan melalui layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU via WhatsApp 081999700110 atau call center 110,
Atas perbuatannya pelaku pelaku dijerat dengan Pasal 365 ayat (2) ke-1 dan ke-2 KUHP ancaman maksimal 12 tahun penjara dan Pasal 480 KUHP untuk pelaku tadah ancaman maksimal 4 tahun penjara

Gerak Cepat Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ungkap Begal Bersenjata Softgun Dan Celurit Di Marunda
Jakarta, investigasihukumkriminal – Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Pasal 365 KUHP) yang terjadi di Marunda, Jakarta Utara.
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP IGNP Krisnha Narayana, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa penanganan kasus ini berawal dari adanya Laporan masyarakat pada Rabu, tanggal 26 November 2025.
Peristiwa bermula pada Selasa, 25 November 2025, sekitar pukul 03.00 WIB di Jl. Sungai Kendal, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, korban bernama Tubagus Wawan Setiawan tengah mengendarai motor Honda Stylo warna cream, saat dijalan tiba-tiba dipepet oleh 2 orang yang berboncengan dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Nmax hitam.
Menurut keterangan korban, para pelaku yang mengendarai Nmax membentak dan memaksa korban untuk berhenti, saat korban mencoba melaju, pelaku mengejar dan menembakkan softgun, hingga mengenai topi korban.
Korban menceritakan saat pelaku berhasil memepetnya, kemudian korban dipukul menggunakan sajam cerurit yang mengenai bagian dada serta tertembak softgun hingga mengenai perut kanan korban sambil pelaku mengancam, “Gue tembak mati lo, mati lo!”. Korban akhirnya terduduk di pinggir jalan, sementara motor miliknya dibawa kabur oleh para pelaku.
Selanjutanya pada Kamis, 27 November 2025, pukul 19.30 WIB, Tim Opsnal Unit II Satreskrim berhasil mengumpulkan informasi dari olah TKP dan saksi-saksi hingga berhasil meringkus salah satu pelaku, yaitu DF (Laki-laki. 25 tahun) di kawasan Tarumajaya. Pelaku langsung dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok untuk pendalaman pemeriksaan.
Barang bukti yang diamankan diantaranya 1 lembar STNK asli Honda Stylo warna cream, Nopol B-4771-UFY, 2 buah kunci kontak, 1 lembar kuitansi DP pembelian motor, 1 lembar invoice tagihan motor.
Kasatreskrim menjelaskan bahwa Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, berkomitmen tidak ada ruang gerak sedikitpun bagi para pelaku kejahatan, terutama kejahatan yang meresahkan masyarakat seperti begal pasti akan kami kejar dan tangkap. Bila para pelaku tersebut, melakukan perlawanan atau membahayakan petugas dan masyarakat pasti akan kami berikan tindakan tegas dan terukur sesuai ketentuan hukum yang berlaku
