Viral Ramalan Frankie MacDonald Sebut Indonesia Terancam Gempa Magnitudo 9,0 Sebelum Akhir 2026, Ini Faktanya


investigasihukumkriminal | Media sosial kembali dihebohkan oleh kemunculan sebuah ramalan kebencanaan. Seorang content creator asal Nova Scotia, Kanada, bernama Frankie MacDonald, memprediksi bahwa wilayah Indonesia berpotensi diguncang gempa bumi dahsyat dengan kekuatan magnitudo 7,0 hingga 9,0 sebelum tahun 2026 berakhir.

Dalam videonya yang viral di berbagai platform media sosial, Frankie menyebutkan bahwa potensi gempa besar ini dapat berdampak luas pada sejumlah wilayah utama di Indonesia, di antaranya Jakarta, Pulau Jawa, Sumatra, hingga Bali. Bahkan, guncangannya diklaim dapat dirasakan hingga negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Tidak hanya berhenti pada gempa bumi, Frankie juga menduga bahwa bencana tersebut berpotensi memicu rangkaian bencana susulan yang lebih besar, termasuk ancaman gelombang tsunami serta letusan gunung berapi di wilayah terdampak.

Nama Frankie MacDonald sendiri bukanlah sosok asing di dunia maya terkait prediksi cuaca dan bencana. Ia sebelumnya pernah mencuri perhatian publik global pada tahun 2016, ketika ia meramalkan terjadinya gempa besar berkekuatan magnitudo 7,0 atau lebih di Selandia Baru. Selang tiga minggu kemudian, tepatnya pada 14 November 2016, gempa berkekuatan magnitudo 7,8 benar-benar mengguncang kawasan Kaikõura, Selandia Baru. Akurasi masa lalunya ini sempat membuat ramalannya disorot oleh sejumlah media internasional ternama, seperti CBS News dan Global News Canada.

Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tidak panik menyikapi informasi tersebut. Hingga saat ini, komunitas ilmiah dan lembaga kegempaan resmi menegaskan bahwa prediksi gempa bumi dengan waktu, lokasi, dan magnitudo yang spesifik sama sekali tidak dapat dipastikan secara ilmiah.
Hingga detik ini, teknologi di seluruh dunia belum mampu memprediksi kapan dan di mana tepatnya gempa bumi akan terjadi secara akurat. Segala bentuk ramalan atau estimasi tanggal spesifik mengenai bencana alam yang beredar di media sosial tidak memiliki dasar ilmiah yang valid.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu menyaring informasi, tetap tenang, serta hanya merujuk pada informasi resmi seputar kebencanaan yang dikeluarkan oleh instansi berwenang seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Source:
YouTube frankie macdonald
Credits: mazyuswo

Suarakan pendapat Anda di kolom komentar!

Baca berita selengkapnya:
www.investigasihukumkriminal.com | www.investigasinews.web.id
📱 Follow @InvestigasiNews di Instagram | Facebook | YouTube & X

#investigasinews #kabarinvestigasi #investigasihukumkriminal #news #breakingnews #kabarberita #beritanasional #beritaviral #inews

Aksi Nekat Pelajar Duduk di Atap Angkot Mewarnai Jam Pulang Sekolah, Nyawa Jadi Taruhan!

investigasihukumkriminal, Cianjur – Sebuah fenomena membahayakan kembali terekam kamera warga di Sukaluyu, Cianjur. Rombongan pelajar sekolah menengah tertangkap kamera nekat menaiki atap sebuah Angkot, saat jam pulang sekolah. Aksi nekat ini jelas mengancam keselamatan mereka dan menjadi sorotan tajam bagi keamanan bertransportasi anak sekolah.(21/08)

Nampak dalam video menunjukkan sebuah Angkot berwarna hijau yang sarat muatan. Tidak cukup di dalam, lebih dari delapan pelajar terlihat berdesakan di atas atap angkot tersebut. Mereka duduk di area bagasi terbuka tanpa alat pengaman sedikitpun, sementara angkot melaju di jalanan yang menanjak dan berbelok di jalan raya

Hanya berpegangan pada pinggiran atap, posisi para pelajar ini sangat rentan terjatuh, terutama saat mobil melakukan pengereman mendadak atau saat melewati jalan bergelombang. Risiko cedera serius hingga kematian sangat tinggi dalam kondisi seperti ini. Di bagian belakang angkot pun, juga terlihat siswa yang berdiri bergelantungan.

Meskipun terlihat dua siswi berjalan kaki dengan tertib, fenomena ‘ngateng’ atau naik di atap seperti ini masih sering terjadi. Diduga, minimnya armada transportasi publik yang memadai saat jam sibuk pulang sekolah, serta perilaku ‘ikut-ikutan’ dari para pelajar menjadi penyebab utama mereka mengabaikan keselamatan.

Diharapkan ada langkah konkret dari pihak berwenang di kecamatan Sukaluyu dan pemerintah kabupaten Cianjur untuk menertibkan aksi membahayakan ini sebelum memakan korban jiwa.

WhatsApp Resmi Luncurkan Fitur Username, Privasi Pengguna Semakin Terjaga

investigasihukumkriminal, Jakarta – WhatsApp, aplikasi pesan instan dengan lebih dari 3 miliar pengguna aktif, kini menghadirkan fitur terbaru berupa username. Mulai akhir Juni 2026, pengguna dapat berkomunikasi tanpa harus membagikan nomor telepon, sebuah inovasi yang digadang-gadang akan mengubah cara interaksi digital secara global.

Cara Kerja Username

  • Reservasi username: Bisa dilakukan melalui menu Settings > Account > Username.
  • Format username: 3–35 karakter, menggunakan huruf kecil, angka, titik, atau garis bawah.
  • Privasi tambahan: Tersedia opsi username key, kode unik yang harus diketahui orang lain sebelum bisa mengirim pesan pertama.
  • Tidak ada direktori publik: Username tidak bisa dicari secara bebas, sehingga hanya orang yang mengetahui username tepat yang dapat menghubungi.

Dampak Positif

  • Privasi lebih kuat: Nomor telepon tidak otomatis terlihat saat bergabung ke grup.
  • Kemudahan komunikasi: Cocok untuk interaksi dengan teman baru atau komunitas tanpa berbagi nomor pribadi.
  • Konsistensi brand: Bisnis dan kreator bisa memakai username yang sama dengan Instagram atau Facebook.

Potensi Risiko
Meski membawa manfaat besar, sejumlah pakar memperingatkan adanya risiko:

  • Penipuan dan impersonasi: Akun palsu bisa menyerupai tokoh publik.
  • Kesadaran pengguna: Edukasi diperlukan agar masyarakat tidak mudah tertipu oleh akun tiruan.

Tahap Peluncuran

  • Rollout bertahap: Dilakukan mulai Juli–September 2026 di berbagai negara.
  • Indonesia: Sudah tersedia sejak akhir Juni 2026, termasuk dalam gelombang awal.

Fitur username WhatsApp menjadi langkah penting dalam perlindungan privasi digital. Namun, keberhasilan inovasi ini bergantung pada kesadaran pengguna dan sistem verifikasi yang kuat agar tidak dimanfaatkan untuk penipuan.

Menkeu Sidak Tanjung Priok, Antrean 3.000 Kontainer Jadi Sorotan

investigasihukumkriminal, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi langsung ke Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara, Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (6/6). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons atas meningkatnya antrean dokumen dan kontainer yang berdampak pada kelancaran arus logistik nasional.

Peninjauan ini dilakukan setelah pemerintah menerima laporan mengenai lonjakan jumlah dokumen dan kontainer yang belum terselesaikan di Pelabuhan Tanjung Priok. Antrean yang sempat mencapai sekitar 3.000 kontainer tersebut menyebabkan meningkatnya dwelling time atau waktu tinggal barang di pelabuhan, sehingga mulai mengganggu pasokan bahan baku bagi dunia usaha dan industri.

Dalam keterangannya, Menkeu mengungkapkan bahwa berbagai langkah perbaikan telah dilakukan oleh instansi terkait. Hasilnya, jumlah dokumen yang tertunda mulai berkurang dari sekitar 3.000 menjadi 2.500. Meski demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut belum sepenuhnya normal sehingga dibutuhkan upaya tambahan untuk mempercepat pelayanan.

Untuk mengurai kepadatan, Menkeu meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menambah jumlah petugas dan menerapkan sistem kerja selama 24 jam dengan pembagian beberapa shift. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pelayanan dan menurunkan antrean hingga kembali ke angka normal sekitar 500 kontainer.

Selain persoalan antrean pelayanan, Menkeu juga menemukan masih adanya kontainer yang telah menyelesaikan seluruh proses kepabeanan tetapi belum segera dikeluarkan oleh importir. Kondisi ini menyebabkan area penyimpanan pelabuhan menjadi penuh dan mengurangi kapasitas yang tersedia untuk barang lainnya.

Menurut Menkeu, sebagian importir diduga memilih menyimpan barang lebih lama di kawasan pelabuhan karena biaya yang dianggap lebih murah dibandingkan menyewa gudang di luar pelabuhan. Praktik tersebut dinilai turut memperparah kepadatan dan memperlambat perputaran arus barang.

Sebagai langkah jangka panjang, Kementerian Keuangan sedang mengkaji penyempurnaan regulasi terkait dwelling time. Pemerintah membuka kemungkinan penerapan disinsentif atau sanksi bagi importir yang membiarkan barang terlalu lama berada di pelabuhan melewati batas waktu yang dianggap wajar.

Menkeu menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan bertujuan membebani pelaku usaha, melainkan memastikan Pelabuhan Tanjung Priok dapat berfungsi secara optimal sebagai gerbang utama logistik nasional. Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan impor, pemerintah ingin memastikan pelabuhan tidak menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi.

Kementerian Keuangan juga memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta menyiapkan langkah tambahan, termasuk redistribusi sumber daya manusia dari kantor lain jika diperlukan. Upaya tersebut dilakukan agar arus barang tetap lancar dan kebutuhan industri nasional dapat terpenuhi tanpa hambatan.

Rawan Kecelakaan, Jalan Raya Jangari Penuh Lubang Tak Kunjung Diperbaiki

Cianjur, investigasihukumkriminal – Narasi tentang keberhasilan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Cianjur nampaknya berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Keresahan mendalam kini dirasakan warga dan pengguna jalan raya utama yang menuju kawasan wisata Jangari. Lubang-lubang besar yang menganga dan digenangi air kecokelatan kini menghiasi jalur tersebut, siap memakan korban kapan saja.


Berdasarkan pantauan langsung, kondisi jalan di KM  Jalan Raya Jangari sangat memprihatinkan. Seperti yang terlihat, sebuah lubang besar di tengah jalan dipenuhi air keruh, memaksa pengendara, terutama roda dua, untuk ekstra waspada. Ironisnya, karena minimnya perhatian dari pemerintah, warga sekitar terpaksa menempatkan tumpukan peti kayu bekas di pinggir lubang tersebut sebagai tanda bahaya darurat bagi pengguna jalan.


Warga setempat, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan kekesalannya. “Pemerintah bilangnya jalan di Cianjur sudah diperbaiki, mulus. Mana buktinya? Di sini tiap hari ada saja yang jatuh, apalagi kalau malam dan hujan, lubangnya tidak kelihatan,” ujarnya dengan nada kecewa.


Hal senada juga diungkapkan oleh Ayi Pegawai Pabrik Yang Sering Lewat Setiap Kali Berangkat Kerja. “Kami sudah muak dengan janji-janji. Jalan ini urat nadi ekonomi warga dan akses ke Jangari. Kalau dibiarkan terus begini, jatuhnya bukan perbaikan ekonomi, tapi malapetaka. Peti kayu itu satu-satunya peringatan yang kami punya, itu pun kalau pengendara tidak waspada tetap berbahaya,” keluhnya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda adanya alat berat atau material perbaikan yang diturunkan oleh dinas terkait ke lokasi. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Cianjur dan dinas PU setempat untuk segera turun tangan melakukan perbaikan nyata, bukan hanya sekadar wacana di media massa. Keselamatan jiwa warga taruhannya.

Babinsa Siantar Selatan Hadirkan Rasa Aman Dalam Ibadah Natal Di TK RK Bintang Timur

Pematangsiantar, investigasihukumkriminal — Wujud kepedulian TNI terhadap kerukunan umat beragama kembali ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 03/Siantar Selatan Kodim 0207/Simalungun, Kopda J. Manik, yang melaksanakan pengamanan ibadah Perayaan Natal dan Syukuran Tahun Baru pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Kegiatan ibadah berlangsung khidmat di Sekolah TK RK Bintang Timur Tahun Ajaran 2025–2026, Kelurahan Marihat Jaya, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematangsiantar. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah jemaat bertujuan untuk memastikan rangkaian ibadah berjalan aman, tertib, dan penuh rasa nyaman.

Perayaan Natal kali ini mengangkat tema “Yesus Datang Membawa Terang, Damai, dan Suka Cita”, yang disampaikan melalui khotbah oleh Suster Urbana Sirait, KYM. Sekitar 400 jemaat hadir dan mengikuti ibadah dengan penuh kekhusyukan serta sukacita.

Kopda J. Manik menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat. “Kami hadir untuk memberikan rasa aman agar umat dapat beribadah dengan tenang dan penuh sukacita,” ujarnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran Babinsa tidak hanya memberikan pengamanan, tetapi juga mencerminkan sinergi TNI dengan masyarakat dalam menjaga toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di wilayah binaan.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai toleransi, diharapkan perayaan Natal dan Tahun Baru ini semakin memperkuat persaudaraan serta kedamaian di tengah masyarakat Kota Pematangsiantar.

Indramayu Gempar! Pria Ngamuk Bawa Golok di Minimarket, Pegawai Jadi Sasaran

investigasihukumkriminal – Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan aksi brutal seorang pria bersenjatakan golok menyerang pegawai minimarket di Alfamart Karangasem, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, viral di media sosial.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Dalam video tersebut, tampak pelaku mengamuk di area kasir hingga menyebabkan sejumlah barang dagangan berserakan.
Peristiwa itu terjadi Jumat (31/10/2025) malam sekitar pukul 20.30 WIB.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/21/XI/2025/SPKT/Polsek Terisi/Polres Indramayu/Polda Jabar, pelaku berinisial K.A (39), warga Desa Karangasem, Kecamatan Terisi.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang membenarkan adanya kejadian tersebut.
Ia menyebut pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan dari korban yang merupakan pegawai minimarket.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa peristiwa bermula saat korban mengantarkan obeng ke konter milik warga yang berada di depan Alfamart.

Saat itu korban dihampiri oleh pelaku K.A dengan berbicara “Maksude Priwen (Maksudnya bagaimana)” dijawab oleh korban “kita mah emong motor diselangi bae kuh karena nyelang kuh sue payah ngebaliknane (Saya tidak mau motor di pinjam terus, karena mengembalikannya lama)”.

Karena pelaku tidak terima akhirnya pelaku cekcok dan menjambak rambut korban dan pada saat bersamaan korban menangkis dengan tangan kanan setelah itu dipisah oleh kakaknya pelaku, namun pelaku berusaha menyerang lagi dengan pukulan tangan kanan mengenai mata sebela kiri korban setelah itu dilerai kembali oleh kakak pelaku setelah itu akhirnya bubar dan pelaku mengancam korban dengan kata kata “Mati Sira (Mati Kamu)”.

Berselang lima menit kemudian, pelaku datang lagi ke dalam Alfamart dengan membawa senjata tajam jenis golok untuk mencari korban.
Upaya penyerangan itu sempat dilerai oleh warga, namun pelaku tetap berusaha menyerang hingga rak rokok di area kasir roboh dan menimpa korban serta kasir kainnya. Barang-barang di dalam toko pun berjatuhan dan mengalami kerusakan.

Akibat peristiwa tersebut, korban dan pihak Alfamart mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp48.616.574.

“Kami menerima laporan dan langsung melakukan tindakan cepat. Pelaku berikut barang bukti berupa satu unit rak rokok beserta isinya sudah kami amankan,” ujarnya, Selasa (4/11/2025)

Setelah menerima laporan, lanjut Kapolsek, Unit Reskrim Polsek Terisi segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku berinisial K.A.

Dari hasil interogasi, pelaku mengakui seluruh perbuatannya.
Pelaku kini diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

BPJS Kesehatan Sukabumi Minta Maaf atas Kesalahan Tagihan Peserta PBI

investigasihukumkriminal , Sukabumi – Kantor Cabang BPJS Kesehatan Sukabumi menyampaikan permohonan maaf resmi kepada salah satu peserta atas kesalahan informasi tagihan iuran yang seharusnya tidak muncul. Peserta tersebut tercatat sebagai penerima bantuan iuran (PBI) dari pemerintah daerah dan masuk kategori PBPU yang telah dijamin pembiayaannya oleh negara.(29/10/25)

Namun, temuan tim investigasi menunjukkan bahwa tagihan tetap muncul setiap bulan. Tunggakan terakhir tercatat sebesar Rp4.244.000 untuk empat anggota keluarga, dan secara sistem bertambah menjadi Rp8.488.000 setelah status keluarga diperluas menjadi delapan orang.

Kesalahan ini telah dikonfirmasi oleh pihak BPJS Kesehatan dan segera diperbaiki. Permohonan maaf disampaikan melalui kanal resmi WhatsApp BPJS Kesehatan, sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen pelayanan.

Meski demikian, muncul pertanyaan publik: Mengapa status kepesertaan yang sudah dibiayai pemerintah masih tetap ditagih? Terlebih, dalam pernyataan Presiden Prabowo Subianto sebelumnya, pemerintah berkomitmen untuk menghapus tunggakan BPJS Kesehatan bagi peserta yang dijamin negara. Namun hingga kini, kebijakan tersebut belum terealisasi sepenuhnya, bahkan masih terjadi kesalahan input tagihan.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut akurasi data dan kepercayaan publik terhadap sistem jaminan sosial. Masyarakat berharap agar BPJS Kesehatan segera melakukan audit menyeluruh dan memastikan tidak ada peserta PBI yang dirugikan akibat kesalahan administratif.

POLDA JABAR MENGHIMBAU SISWA SEKOLAH TIDAK TERPROVOKASI AJAKAN DEMO ANARKIS

investigasihukumkriminal – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mengimbau Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat pembinaan terhadap para siswa, khususnya di wilayah yang terindikasi rawan terprovokasi ajakan unjuk rasa ke Jakarta. Langkah ini diambil setelah aparat berhasil mengamankan 417 siswa yang berencana mengikuti aksi demonstrasi pada bulan lalu di wilayah hukum Polda Jabar.

Wilayah yang menjadi fokus pembinaan meliputi Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Karawang, serta Kabupaten Purwakarta, di mana ditemukan adanya upaya provokasi terhadap pelajar melalui media sosial dan jaringan komunikasi tertentu.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa aksi unjuk rasa yang melibatkan pelajar tidak hanya menyalahi aturan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan mereka. “Pelajar seharusnya fokus pada pendidikan dan masa depan, bukan terseret dalam agenda-agenda kelompok tertentu yang ingin menunggangi isu sosial dan politik,” ujarnya.

Menurut Hendra, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tersebut terprovokasi melalui flyer digital dan ajakan yang beredar di media sosial, yang dibuat dengan narasi menyesatkan untuk menarik simpati generasi muda. “Kami menemukan banyak konten provokatif yang sengaja dibuat untuk membangkitkan emosi dan sentimen negatif terhadap pemerintah,” tambahnya.

Sebagai langkah preventif, Polda Jabar telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, guru, serta pihak sekolah untuk memperkuat pembinaan mental dan wawasan kebangsaan di kalangan pelajar. Diharapkan kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air, kedisiplinan, serta kemampuan berpikir kritis agar para siswa tidak mudah dipengaruhi oleh informasi yang tidak benar.

“Pembinaan karakter, nasionalisme, dan literasi digital sangat penting untuk mencegah munculnya generasi yang mudah tersulut provokasi dan bertindak anarkis,” tegas Kabid Humas, Selasa (14/10/2025)

Selain itu, Polda Jabar juga mengingatkan bahwa keterlibatan pelajar dalam aksi yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Kami tetap mengedepankan langkah pembinaan, tetapi bila ditemukan pihak-pihak yang sengaja memobilisasi pelajar, akan kami tindak tegas,” katanya.

Polda Jabar menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kondusifitas wilayah Jawa Barat, terutama menjelang momentum-momentum nasional yang sering dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menyebarkan provokasi.

“Harapan kami, sekolah dan orang tua berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak ikut-ikutan dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” tutup Kombes Pol. Hendra Rochmawan.

Pondok Pesantren Kedung di Desa Sindangraja Terbakar Saat Santri Hadiri Pemakaman

Kebakaran Pondok Pesantren Kedung di Sindangraja, Cianjur: Diduga Akibat Konsleting Listrik

Cianjur, investigasihukumkriminal.com — Sebuah insiden kebakaran terjadi pada hari Selasa, 07 Oktober 2025 sekitar pukul 13.50 WIB di Pondok Pesantren Kedung yang berlokasi di Kampung Kedung RT 002/008, Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur.(07/10)

Bangunan pesantren milik H. Didan (50), warga Cianjur, mengalami kerusakan cukup parah terutama di bagian atap. Bangunan berdinding tembok berukuran 8×15 meter tersebut dilalap api saat para santri laki-laki—berjumlah sekitar 60 orang—sedang berada di pemakaman untuk menghadiri prosesi penguburan jenazah warga.

Menurut keterangan Kepala Desa Sindangraja, Saeful Mubarok , api pertama kali terlihat di kamar santri laki-laki. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh konsleting listrik yang terjadi saat ruangan dalam keadaan kosong.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materi belum dapat ditaksir secara pasti. Petugas gabungan dari Damkar, Polsek Sukaluyu yang diwakili oleh Aipda Yudi Setiawan, serta Babinsa Sindangraja Serka Eros segera tiba di lokasi untuk melakukan penanganan dan pengamanan.

Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran dan menghitung total kerugian yang dialami.