Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok Hadiri Anniversary 1 Dekade Korwil Ojol Jakarta Utara, Perkuat Silaturahmi dan Solidaritas Sosial


investigasihukumkriminal JAKARTA UTARA – Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kompol Yudi Permadi, S.S., S.I.K., menghadiri kegiatan Anniversary 1 Dekade Koordinator Wilayah (Korwil) Ojek Online Jakarta Utara Tahun 2026 yang digelar di Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan yang tersebut menjadi momentum peringatan 10 tahun perjalanan komunitas ojek online Jakarta Utara dalam mempererat tali silaturahmi, memperkuat solidaritas antaranggota, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap masyarakat.

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Iyan Sopian Hadi, Dandim 0502/Jakarta Utara Kolonel Inf. Muhammad Syaifuddin Fanany, S.H., M.I.P., Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Adhe Hariadi, S.I.K., M.H., Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Rohman Yonky Dilatha, S.I.K., M.Si., M.H., serta sejumlah pejabat kepolisian, unsur TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tamu undangan lainnya.

Hadir pula Kasat Intelkam Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Mix Dimas Respati, S.Tr.K., S.I.K., Kasat Binmas Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sudirman Agus, S.H., M.H., Ketua Umum sekaligus Ketua Korwil Ojek Online Jakarta Utara Mansyur, Ketua Pelaksana Zakaria, Ketua Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Jakarta Utara Donny Christian, perwakilan Manajemen Mal Artha Gading/Artha Graha Peduli Jakarta Utara Johan Sunarto, serta tokoh agama Habib Alhabsyi.

Sekitar 250 orang yang terdiri dari anggota komunitas ojek online, sponsor, dan tamu undangan turut memeriahkan peringatan satu dekade tersebut.

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan diawali registrasi peserta, pembukaan, pembacaan doa, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia dan tamu undangan, pemutaran video perjalanan 10 tahun Korwil Ojek Online Jakarta Utara, serta pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan komunitas selama satu dekade.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada para pendiri dan anggota teladan, santunan kepada anak yatim piatu, kegiatan bakti sosial, serta pembagian paket sembako kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat. Acara ditutup dengan hiburan dan pembagian doorprize.

Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial

Peringatan satu dekade Korwil Ojek Online Jakarta Utara diharapkan dapat semakin mempererat hubungan persaudaraan antaranggota komunitas sekaligus mendorong kontribusi positif bagi masyarakat.

Keberadaan komunitas ojek online tidak hanya berperan dalam mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga memiliki potensi besar untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, menjaga ketertiban lingkungan, dan membangun komunikasi yang baik dengan aparat keamanan serta pemerintah daerah.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Polres Pelabuhan Tanjung Priok turut melakukan pemantauan dan koordinasi dengan panitia serta instansi terkait guna mendukung kelancaran acara. Perhatian khusus diberikan terhadap pengamanan kegiatan, pengaturan arus lalu lintas, penataan parkir kendaraan, serta kelancaran pelaksanaan kegiatan sosial.

Langkah koordinasi tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di sekitar Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, mengingat jumlah peserta yang hadir cukup besar.

Melalui momentum Anniversary 1 Dekade Korwil Ojek Online Jakarta Utara ini, sinergi antara komunitas ojek online, kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat guna mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman serta kondusif.

Sedekah Hari Jumat, Untuk Sesama Panti Asuhan Yatim Piatu  Titipan Ilahi


investigasihukumkriminal Jakarta – Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., diwakili Kasium IPTU Dwi Dodot dan Personel, kembali  melaksanakan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Yatim Piatu Lembaga Kesejahteraan Sosial dan Anak, Titipan Ilahi di Tanjung Priok Jakarta Utara, Jumat (9/10/2026) Sore.

Bakti Sosial ini dipimpin Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., diwakili Kasium IPTU Dwi Dodot dan Personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Acara dimulai dengan penyerahan paket sembako secara simbolis kepada Pimpinan Panti Asuhan Yatim Piatu Lembaga Kesejahteraan Sosial dan Anak, Titipan Ilahi, Ustadz H. Zarkoni Yusuf.

Penyerahan ini menjadi simbol komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dalam mendukung kesejahteraan anak-anak panti asuhan. Selanjutnya, 30 anak yatim piatu menerima paket  sembako dan makanan ringan yang telah disiapkan.

Suasana hangat dan penuh keceriaan tercipta saat personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok, berinteraksi dengan anak-anak panti asuhan, menciptakan suasana penuh kebersamaan, keakrapan dan senyuman canda tawa dari anak-anak.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., diwakili Kasium IPTU Dwi Dodot, berharap kegiatan ini dapat menginspirasi sesama anggota Polri dan masyarakat untuk terus peduli dan berbuat baik terhadap sesama, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih dari kita semua.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong personel Polri dan masyarakat untuk lebih peduli kepada anak-anak yatim piatu dan terus berbagi kebaikan,” ujar Dwi Dodot.

Aksi sosial ini disambut baik oleh pihak Panti Asuhan dan masyarakat sekitar, menunjukkan bahwa Kepolisian tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat dan harmonis. “Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang peduli, kamtibmas aman, bebas narkoba dan saling mendukung untuk kebaikan serta kemajuan generasi bangsa Indonesia, Polisi Bersama Masyarakat,” tutupnya.

Polres Priok Laksanakan Pekayanan dan Pengamanan Akses Wisata Kepulauan Seribu, Utamakan Keselamatan Penumpang


investigasihukumkriminal JAKARTA – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang hendak berwisata ke Kepulauan Seribu, personel Polsek Kawasan Sunda Kelapa Polres Pelabuhan Tanjung Priok, melaksanakan kegiatan pengamanan dan pelayanan di Dermaga Dishub Kali Adem, Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, pada Sabtu (10/10/2026).

Pelayanan dan  Pengamanan dipimpin Kanitlantas Polsek Kawasan Sunda Kelapa, Iptu Aguk, dengan melibatkan enam personel yang bertugas mengatur arus lalu lintas, melakukan pengawasan terhadap aktivitas penumpang, serta memastikan kelancaran akses menuju dermaga keberangkatan kapal wisata.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pengaturan lalu lintas mulai dari pintu masuk kawasan Muara Angke hingga Dermaga Dishub Kali Adem. Selain itu, petugas juga memberikan pelayanan dan pengamanan kepada para wisatawan, termasuk melakukan pengawasan terhadap tiket serta barang bawaan penumpang sebelum memasuki area dermaga.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, Aipda Amin Tapis turut memberikan imbauan kepada para wisatawan yang hendak menyeberang menuju Kepulauan Seribu.

“Kami mengimbau kepada seluruh wisatawan agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan, menggunakan life jacket sesuai ketentuan, serta memastikan anak-anak tetap dalam pengawasan orang tua atau pendamping. Kami juga mengingatkan agar tidak merokok di dalam maupun di atas kapal serta selalu mematuhi arahan awak kapal,” ujar Aipda Amin Tapis saat memberikan imbauan kepada wisatawan.

Tidak hanya kepada penumpang, imbauan keselamatan juga disampaikan kepada nakhoda dan kru kapal yang beroperasi di Dermaga Dishub Kali Adem. Petugas mengingatkan agar seluruh perlengkapan keselamatan diperiksa sebelum keberangkatan dan kapasitas penumpang selalu disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Iptu Aguk bersama Aipda Wahyu turut membantu para wisatawan saat menaiki kapal guna memastikan proses keberangkatan berlangsung tertib, aman, dan lancar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polres Pelabuhan Tanjung Priok melalui Polsek Kawasan Sunda Kelapa dalam memberikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya di kawasan pelabuhan dan akses transportasi wisata laut.

Melalui kegiatan pengamanan dan pelayanan tersebut, diharapkan masyarakat dapat menikmati perjalanan wisata menuju Kepulauan Seribu dengan aman, nyaman, dan tertib, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan selama pelayaran.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan pelabuhan, demi terciptanya perjalanan wisata yang aman dan nyaman. (86)

Layanan Pasang Baru Satu Pintu NIDI: Solusi Mudah, Aman, dan Resmi untuk Instalasi Listrik Masyarakat

investigasihukumkriminal CIANJUR — PT PLN (Persero) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) menghadirkan inovasi layanan Pasang Baru Satu Pintu NIDI. Kehadiran layanan ini bertujuan memberikan kemudahan serta jaminan keamanan bagi masyarakat dalam mengurus penyambungan listrik baru yang memenuhi seluruh standar regulasi pemerintah.


Melalui program terintegrasi ini, masyarakat yang ingin mengajukan pasang baru listrik dapat sekaligus mengurus dua dokumen krusial, yaitu Nomor Identitas Instalasi Tenaga Listrik (NIDI) dan Sertifikat Laik Operasi (SLO). Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Kementerian ESDM Nomor 5 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral


Memahami Pentingnya NIDI dan SLO
Banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan serta peran penting dari NIDI dan SLO dalam proses pemasangan listrik baru maupun tambah daya:


NIDI (Nomor Identitas Instalasi Tenaga Listrik): Diibaratkan sebagai “akta kelahiran” bagi suatu instalasi listrik. NIDI dikeluarkan oleh DJK dan diterbitkan khusus oleh Badan Usaha Pembangunan & Pemasangan Instalasi yang telah tersertifikasi resmi.


SLO (Sertifikat Laik Operasi): Sertifikat resmi yang menyatakan bahwa seluruh jaringan dan instalasi listrik di dalam bangunan dalam kondisi layak serta aman untuk dioperasikan.

Keterkaitan Antara NIDI dan SLO: NIDI merupakan syarat utama agar SLO dapat diterbitkan. Tanpa adanya NIDI dari badan usaha tersertifikasi, SLO tidak dapat diproses.


Manfaat Utama Bagi Pelanggan


Penerapan Pasang Baru Satu Pintu NIDI membawa sejumlah keunggulan langsung bagi calon pelanggan:


Jaminan Keselamatan Ketenagalistrikan: Memastikan seluruh pengerjaan instalasi di rumah atau tempat usaha dilakukan sesuai dengan prosedur baku operasional guna mencegah risiko korsleting dan kebakaran.


Transparansi Detail Instalasi: Pelanggan mendapatkan rincian serta rekam jejak jelas mengenai jaringan instalasi yang terpasang di bangunan milik mereka.


Prosedur Pengurusan Lebih Praktis: Masyarakat tidak perlu lagi mengurus dokumen secara terpisah ke berbagai instansi, karena seluruh proses persyaratan administrasi kini terintegrasi dalam satu jalur pelayanan.


Layanan Pasang Baru Satu Pintu ini menjadi komitmen nyata PLN dan Kementerian ESDM dalam menghadirkan akses energi listrik yang tidak hanya cepat dan transparan, tetapi juga memprioritaskan aspek keselamatan masyarakat secara berkelanjutan.(86)

Napak Tilas Sirnah Gali Gali Cerita Sejarah di Pesarean Tegalsari

investigasihukumkriminal SURABAYA – Sejarah panjang Kerajaan Majapahit menyimpan berbagai kisah yang masih hidup di tengah masyarakat hingga sekarang. Salah satunya adalah kisah Eyang Yudo Kardono, tokoh yang dipercaya sebagai panglima perang Majapahit dan makamnya berada di Jalan Cempaka Nomor 25, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya. Untuk menggali lebih dalam cerita sejarah tersebut, Tim Napak Tilas Sirnah Gali mengunjungi kompleks pesarean pada Jumat (9/10/2026), sekaligus melakukan wawancara dengan juru kunci dan menelusuri kisah silsilah keluarga yang berkembang secara turun-temurun.

Kegiatan tersebut dilakukan oleh Tim Napak Tilas Sirnah Gali bersama Didik Djatmiko dan Erfan Pratama, yang masing-masing didampingi oleh istri mereka. Dalam kunjungan itu, rombongan menggali keterangan dari Sumali, 86 tahun, yang telah menjaga Pesarean Eyang Yudo Kardono selama hampir 21 tahun. Wawancara membahas asal-usul pesarean, kisah tokoh Majapahit, peninggalan di kompleks makam, serta tradisi masyarakat yang masih berlangsung hingga kini.

Menggali Kisah Panglima Perang Majapahit
Berdasarkan informasi pada portal cagar budaya Pemerintah Kota Surabaya, Eyang Yudo Kardono juga dikenal dengan nama Kudo Karjono atau Kuda Karjana. Ia dipercaya sebagai panglima perang pada masa pemerintahan Raja Jayanegara, yang memerintah Majapahit pada 1309–1328 Masehi.

Dalam cerita yang berkembang di masyarakat, Kudo Kardono mendapat tugas menjaga wilayah pesisir utara, termasuk Surabaya, Gresik, dan sekitarnya. Namanya juga dikaitkan dengan peristiwa pemberontakan Ra Kuti dan Nambi pada masa pemerintahan Jayanegara. Setelah menjalankan tugasnya, ia disebut memperoleh wilayah yang kemudian dikenal sebagai Tegal Bobot Sari, yang sekarang menjadi kawasan Tegalsari.

Kisah tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penelusuran Tim Napak Tilas Sirnah Gali. Melalui wawancara langsung dengan juru kunci, rombongan berupaya menghimpun cerita yang masih dipelihara masyarakat sekaligus mengenal lebih jauh sejarah lokal Surabaya.

Meski demikian, kisah mengenai perjalanan hidup dan perjuangan Eyang Yudo Kardono perlu dipahami dengan membedakan tradisi lisan dari fakta sejarah yang telah terverifikasi melalui sumber tertulis.

Silsilah Keluarga Menjadi Bagian Penelusuran
Selain menggali sejarah perjuangan, Tim Napak Tilas Sirnah Gali turut menelusuri cerita mengenai silsilah keluarga Eyang Yudo Kardono.

Dalam keterangan yang berkembang di lingkungan pesarean, Eyang Wahyu disebut sebagai ayah Eyang Yudo Kardono. Sementara itu, informasi cagar budaya Pemerintah Kota Surabaya menyebutkan bahwa Kudo Kardono dipercaya memiliki hubungan kekerabatan sebagai saudara sepupu Mahapatih Gajah Mada.

Pemberitaan terdahulu mengenai pesarean tersebut juga menyebutkan bahwa Eyang Yudo Kardono dimakamkan bersama istri dan tiga anaknya. Salah satu nama anak perempuan yang pernah disebut dalam keterangan juru kunci adalah Pandan Wangi.

Informasi tersebut menjadi bahan penelusuran lebih lanjut bagi rombongan. Pendokumentasian silsilah dinilai penting untuk membantu masyarakat mengenali cerita keluarga tokoh yang dikaitkan dengan sejarah Majapahit.

Namun, nama lengkap istri, seluruh anak, serta urutan keturunan masih perlu dipastikan melalui keterangan lanjutan dari juru kunci atau dokumen pendukung. Dengan demikian, informasi mengenai silsilah dapat disampaikan secara lebih akurat dan tidak bercampur dengan dugaan yang belum terverifikasi.

Sumali Ceritakan Aktivitas Peziarah

Dalam wawancara tersebut, Sumali juga menceritakan aktivitas pengunjung yang datang ke pesarean. Menurut keterangannya, jumlah peziarah biasanya meningkat pada waktu-waktu tertentu dalam penanggalan Jawa, termasuk malam Jumat dan Selasa Kliwon.

Para pengunjung datang dari berbagai daerah dengan tujuan beragam. Sebagian ingin mengetahui sejarah Eyang Yudo Kardono, sedangkan lainnya datang untuk berdoa, melakukan refleksi diri, atau menjalankan tradisi sesuai keyakinan masing-masing.

Ada pula masyarakat yang datang dengan harapan memperoleh kelancaran usaha, pekerjaan, jabatan, jodoh, maupun rezeki. Harapan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan dan tradisi yang berkembang di masyarakat, bukan hasil yang dapat dijamin oleh keberadaan pesarean.

Selain area makam, kompleks ini juga memiliki sumur yang dianggap memiliki nilai khusus oleh sebagian pengunjung. Berdasarkan penuturan yang disampaikan dalam wawancara, air sumur tersebut digunakan untuk keperluan tertentu dan tidak diperuntukkan sebagai air minum.

Bu Maya Turut Menjaga Kompleks Pesarean

Selain Sumali, Bu Maya juga disebut turut membantu menjaga kompleks pesarean pada siang hari. Para penjaga memiliki peran dalam membantu pengunjung, menjaga ketertiban, serta menyampaikan informasi mengenai sejarah dan tradisi yang berkembang di lokasi tersebut.

Keterangan dari para penjaga menjadi bagian penting dalam memahami perjalanan pesarean dari waktu ke waktu. Melalui cerita yang disampaikan secara turun-temurun, masyarakat dapat mengenal berbagai aspek kehidupan di kompleks makam, mulai dari sejarah tokoh yang dimakamkan hingga tradisi yang masih dipertahankan.

Bagi Tim Napak Tilas Sirnah Gali, wawancara tersebut menjadi kesempatan untuk menghimpun informasi langsung dari orang-orang yang selama bertahun-tahun berinteraksi dengan lingkungan pesarean.

Peninggalan Budaya yang Perlu Dijaga

Pesarean Eyang Yudo Kardono tidak hanya dikenal sebagai tempat ziarah, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya. Data Pemerintah Kota Surabaya mencatat keberadaan simbol Surya Majapahit di atas makam, sejumlah bangunan pendukung, arca, serta ruang yang berkaitan dengan tradisi masyarakat.

Kompleks tersebut juga pernah mengalami pemugaran pada 1959–1960. Di kawasan yang sama terdapat Pesarean Eyang Wahyu, yang dalam keterangan cagar budaya disebut sebagai penasihat Eyang Kudo Kardono.

Keberadaan bangunan dan berbagai unsur peninggalan tersebut memperlihatkan pentingnya upaya pelestarian agar situs bersejarah tetap terawat dan dapat dipelajari generasi mendatang.

Pelestarian tidak hanya dilakukan dengan merawat bangunan, tetapi juga melalui pendokumentasian cerita masyarakat, penelusuran silsilah, serta pengumpulan sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Napak Tilas untuk Mengenal Warisan Sejarah
Kunjungan Bapak Tulas Sirnah Gali, Didik Djatmiko, dan Erfan Pratama, yang masing-masing didampingi oleh istri mereka, menjadi bagian dari kegiatan penelusuran sejarah melalui wawancara langsung dengan juru kunci.

Melalui kegiatan tersebut, Tim Napak Tilas Sirnah Gali menggali informasi mengenai sosok Eyang Yudo Kardono, kisah silsilah keluarga, peninggalan di kompleks pesarean, serta tradisi yang masih berlangsung di tengah masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa warisan sejarah tidak hanya tersimpan dalam dokumen tertulis, tetapi turut hidup melalui cerita masyarakat dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Masyarakat yang berkunjung diharapkan turut menjaga kebersihan, menghormati perbedaan keyakinan, serta tidak merusak bangunan maupun benda yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

Pesarean Eyang Yudo Kardono di Jalan Cempaka Nomor 25, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, menjadi salah satu pengingat akan jejak sejarah yang dikaitkan dengan Kerajaan Majapahit. Melalui penelusuran Tim Napak Tilas Sirnah Gali, kisah masa lalu tersebut kembali digali agar semakin dikenal masyarakat dan menjadi bagian dari upaya menjaga warisan sejarah bangsa.(86)

Warga Cianjur Mengeluh: Urus Dokumen Kependudukan Masih Dipatok Syarat Map dan Fotokopi

investigasihukumkriminal CIANJUR – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur kini tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, di tengah masifnya kampanye transformasi digital dan semangat “paperless” (tanpa kertas) yang digaungkan pemerintah pusat, instansi pelayanan publik daerah ini justru menerapkan kebijakan yang mewajibkan pemohon dokumen kependudukan untuk menyertakan map dan fotokopi berkas secara fisik.


Kebijakan tersebut langsung menuai beragam tanggapan dari masyarakat, khususnya para warga yang mengurus berbagai keperluan administrasi kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), hingga Akta Kelahiran di kantor Disdukcapil maupun mal pelayanan publik.


Keluhan Warga: Di Mana Semangat Digitalisasi?


Sejumlah warga mengaku kaget dan menyayangkan aturan baru ini. Mereka menilai, kewajiban membawa map kertas dan tumpukan fotokopi berkas menambah beban biaya serta tidak sejalan dengan instruksi efisiensi birokrasi berbasis digital.


“Katanya sekarang zamannya sudah online dan serba digital, data juga sudah tersimpan di sistem pusat. Tapi begitu sampai di loket, kami tetap dipusingkan harus beli map dan fotokopi berkas bolak-balik. Ini kan seolah jalan di tempat,” ungkap Rahmat (34), salah seorang warga yang sedang mengurus perubahan data KK di Cianjur.


Selain masalah efisiensi waktu, sebagian warga dari kalangan kurang mampu juga mengeluhkan tambahan biaya kecil namun terus berulang setiap kali mereka harus memperbarui atau mengurus dokumen kependudukan.


Alasan Keamanan Arsip dan Kelengkapan Administrasi


Menanggapi polemik yang berkembang di tengah masyarakat, pihak internal Disdukcapil Kabupaten Cianjur memberikan penjelasan terkait urgensi kebijakan tersebut.
Menurut pihak berwenang, persyaratan fisik berupa map dan fotokopi dokumen pendukung tetap diperlukan sebagai bentuk pengamanan arsip manual (hardcopy) di samping database digital. Hal ini dinilai penting untuk mengantisipasi kendala teknis seperti gangguan server, validasi berlapis guna mencegah pemalsuan data, serta sebagai acuan otentik berkas masuk apabila terjadi audit administratif.


Kendati demikian, pihak Disdukcapil berjanji akan terus mengevaluasi efektivitas alur pelayanan agar tidak terlalu menyulitkan warga, sekaligus mengoptimalkan integrasi sistem digital agar ke depannya proses pelayanan bisa menjadi jauh lebih ringkas dan transparan. (86)

Polres Priok Pulangkan, 4 ABK Korban Penganiayaan KM Maulana, Tangis Keluarga Pecah


investigasihukumkriminal Jakarta – Sebanyak empat orang anak buah kapal (ABK) korban penganiayaan di KM Maulana 23 tiba di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka berhasil dipulangkan Polres Pelabuhan Tanjung Priok dari Kepulauan Aru dan disambut langsung oleh keluarga.
Pantauan media di lokasi, Kamis (8/10/2026) mereka tiba di Polres Pelabuhan Tanjung Priok sekitar pukul 21.30 WIB. Keempat ABK itu adalah Ilyas Shalahudin, Syawa Suswono, Johan Saputra, dan Oktavian Makhreza.

Dari keempat orang itu, tiga orang disambut langsung keluarga. Sementara itu, Syawal Suswono akan dibawa Dinas Sosial lantaran hidup sebatang kara.

Tangis keluarga pecah saat keempat ABK itu tiba. Semua keluarga memeluk korban sambil mengatakan syukur berkali-kali.

Ada Dugaan Perbudakan, Polisi Usut TPPO di Kasus 4 ABK Dianiaya
Setiba di Mapolres, keempat ABK itu tampak berjalan dengan tertatih. Mereka terlihat mengalami luka di bagian lengan dan wajah.

Lengan Ilyas tampak lebam hingga melepuh. Kakinya juga terlihat bengkak.

Kemudian wajah Johan tampak lebam di bagian pelipis. Dia terlihat kesulitan berjalan dan membuka matanya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., ikut menyambut mereka dan menanyakan kondisi setiap korban. Dia juga menjanjikan korban untuk diobati baik fisik dan mentalnya.

Polres Priok Berikan Trauma Healing Ke 4 ABK Korban Penganiayaan KM Maulana 23

investigasihukumkriminal Jakarta | Empat orang anak buah kapal (ABK) korban penganiayaan di Kapal KM Maulana 23 tiba di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Polisi akan memberikan trauma healing kepada korban.
Keempat ABK itu adalah Ilyas Shalahudin, Syawa Suswono, Johan Saputra, dan Oktavian Makhreza. Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., bersyukur keempat korban telah pulang dan kembali bersama keluarga masing-masing. Adapun satu orang atas nama Syawal akan diserahkan ke Dinas Sosial.

“Biiznillah atas pertolongan Yang Maha Kuasa, Polres Pelabuhan Tanjung Priok dibantu dengan Polres Kepulauan Aru dan senior dan rekan-rekan dari KKP, alhamdulillah berhasil memulangkan para korban dugaan tindak pidana penganiayaan dan tindak pidana TPPO, perdagangan orang ke keluarganya masing-masing,” ungkap Alrasyidin di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (8/10/2026) Malam.

Dia mengatakan, selanjutnya polisi bersama pihak terkait akan memberikan pengobatan fisik maupun mental untuk korban. Katanya ini adalah janjinya kepada keluarga.

“Kami di awal sudah bilang bahwa ada prioritas kami untuk perawatan kesehatan fisik dan mental. Jadi kami pun sudah dibantu oleh rekan-rekan dari Polda Metro Jaya, dari Biro SDM Bagian Psikologi untuk trauma healing,” imbuhnya.

Selain itu, polisi juga mengusut kasus penganiayaan anak buah kapal (ABK) KM Maulana 23. Dalam insiden ini ada dua kasus yang terdapat tindak pidana. Pertama tindak pidana penganiayaan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Ada dua tindak pidana yang dilakukan penegakan hukum. Yang pertama, dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh Polres Kepulauan Aru dan dilakukan penetapan tersangka dan penahanan terhadap 18 tersangka,” kata Alrasyidin.

“Dan yang berikutnya adalah dugaan tindak pidana perdagangan orang yang dilakukan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok yang tanggal, hari Rabu, 7 Oktober kemarin kita naikkan ke penyidikan karena ada dugaan kuat terjadinya tindak pidana,” sambungnya.

Denny Indrayana Peringatkan Publik soal Adanya Penipuan dan Permintaan Dana Mengatasnamakan Perjuangannya

investigasihukumkriminal Jakarta – Pakar hukum tata negara, Denny Indrayana, mengeluarkan peringatan keras kepada publik agar berhati-hati terhadap berbagai bentuk penipuan yang mencatut namanya serta perjuangannya di Mahkamah Konstitusi terkait langkah-langkah lanjutan pemakzulan Gibran.

Dalam sebuah video yang dibagikan, Denny menegaskan bahwa perjuangan yang tengah ia lakukan bersama para pemohon lainnya berlandaskan pada integritas dan moralitas, serta menegaskan bahwa perjuangan tersebut “tidak untuk dijual” (this is not for sale) dan tidak boleh dijadikan komoditas politik.

“Perjuangan ini tidak dijual, this is not for sale. Ini adalah perjuangan yang tidak boleh dijadikan komoditas, yang dasarnya adalah integritas dan moralitas,” ujar Denny dalam video tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir dirinya mendapat informasi mengenai pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan dan meminta pendanaan logistik dengan mengatasnamakan dirinya atau para pemohon. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk waspada dan memastikan bahwa segala bentuk permintaan dana yang mengatasnamakan perjuangannya adalah tindakan penipuan.

Denny menjelaskan bahwa pendanaan untuk perjuangan mereka dikumpulkan secara transparan dan selektif dari orang-orang yang peduli dengan nominal yang terbatas dan telah dilaporkan secara internal kepada para pemohon. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melakukan konfirmasi jika menemukan pihak-pihak yang mencoba menjadi makelar politik atau mentransaksikan perjuangan tersebut.

“Mari kita jaga bersama kemurnian perjuangan ini, perjuangan untuk menjaga pemilu kita yang lebih jujur dan adil, serta perjuangan untuk menjaga Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya. (YW)

Polsek Kawasan Sunda Kelapa Polres Priok, Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Dorong Siswa Berprestasi Raih Pendidikan Berkualitas


investigasihukumkriminal Jakarta Utara – Polsek Kawasan Sunda Kelapa Polres Pelabuhan Tanjung Priok, melalui Unitbinmas melaksanakan kegiatan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Kemala Taruna Bhayangkara Tahun Ajaran 2027/2028 kepada siswa-siswi kelas IX SMPN 261 Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Pelabuhan Muara Angke Jakarta Utara, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 75–80 siswa-siswi kelas IX. Sosialisasi dilaksanakan sebagai bentuk upaya Polri dalam memberikan informasi dan membuka wawasan para pelajar mengenai kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, berprestasi, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Kanitbinmas Polsek Kawasan Sunda Kelapa, Iptu Sumarjono, bersama Kapospolsubsektor Muara Angke Iptu Sardi dan Bhabinkamtibmas Polsek Kawasan Sunda Kelapa Aiptu Moh. Sutiyono, menyampaikan berbagai informasi terkait profil, keunggulan, persyaratan, serta mekanisme penerimaan siswa baru di SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa SMA Kemala Taruna Bhayangkara merupakan sekolah unggulan dengan sistem boarding school (asrama) yang mengedepankan pendidikan akademik sekaligus pembentukan karakter kebhayangkaraan, kedisiplinan, kepemimpinan, patriotisme, dan nasionalisme.

“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memberikan informasi yang jelas kepada adik-adik kelas IX bahwa terdapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Sekolah ini tidak hanya mengutamakan prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan,” ujar Iptu Sumarjono.

Para siswa juga diberikan penjelasan mengenai tahapan dan persyaratan seleksi. Proses pendaftaran dilakukan secara daring dan tidak dipungut biaya. Para pelajar diimbau untuk mempersiapkan dokumen yang diperlukan, menjaga kesehatan, serta meningkatkan prestasi akademik, khususnya pada mata pelajaran utama seperti IPA, Matematika, dan Bahasa Inggris.

“Jangan takut untuk mencoba. Bagi adik-adik yang memiliki prestasi dan cita-cita tinggi, manfaatkan kesempatan ini dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Belajar dengan tekun, jaga kesehatan, dan selalu percaya diri,” tambahnya.

Selain menyampaikan informasi terkait SPMB, personel Polsek Kawasan Sunda Kelapa juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan edukasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kepada para pelajar.

Para siswa diingatkan untuk menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, tawuran, serta perilaku negatif lainnya. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

“Kami juga mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan maupun konten negatif di media sosial. Gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif, bermanfaat, dan dapat menunjang prestasi,” ungkap Iptu Sumarjono.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan tertib dan mendapat respons positif dari para siswa. Sejumlah siswa yang memiliki ketertarikan dan potensi akademik juga terlihat antusias berkonsultasi mengenai persyaratan serta tata cara pendaftaran SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Kawasan Sunda Kelapa berharap semakin banyak pelajar berprestasi di wilayah Muara Angke yang memperoleh informasi mengenai kesempatan melanjutkan pendidikan di SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Polri dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta membangun generasi muda yang berprestasi, berkarakter, disiplin, dan memiliki semangat kepemimpinan menuju Indonesia Emas.