Satsamapta Polres Pelabuhan Tanjung Priok Hadir Di Sekolah Tanamkan Pesan Kamtibmas Dan Motivasi Kepada Pelajar SMPN 261 Muara Angke

investigasihukumkriminal JAKARTA UTARA | Dalam upaya membangun kedekatan antara Polri dan dunia pendidikan serta menanamkan kesadaran menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sejak dini, Satuan Samapta Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan kegiatan Samapta Peduli Pendidikan di SMP Negeri 261 Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kasatsamapta Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Aries Arianto, S.H., mendapat kesempatan bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam pelaksanaan upacara bendera hari Senin yang diikuti oleh para guru dan siswa-siswi SMPN 261 Muara Angke.

Pada kesempatan tersebut, AKP Aries Arianto menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas dan motivasi kepada seluruh peserta upacara. Ia mengajak para pelajar untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba, tidak terlibat dalam aksi tawuran antarpelajar, serta senantiasa menghormati orang tua dan guru, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Selain itu, para siswa juga diberikan motivasi agar lebih giat belajar, memiliki cita-cita yang tinggi, serta mampu memanfaatkan masa muda dengan kegiatan positif dan bermanfaat.

Dalam arahannya, AKP Aries Arianto menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa.

“Adik-adik sekalian adalah generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, jauhi narkoba, jangan terlibat tawuran, hormati orang tua dan guru, serta manfaatkan waktu untuk belajar dan meraih cita-cita. Jadilah generasi muda yang disiplin, berprestasi, dan membanggakan keluarga serta bangsa,” pesannya kepada para pelajar.

Suasana upacara semakin meriah dengan penyampaian yel-yel motivasi yang membangkitkan semangat para siswa untuk terus belajar, berdisiplin, dan meraih prestasi.

Melalui program Samapta Peduli Pendidikan, Polres Pelabuhan Tanjung Priok berharap kehadiran Polri di lingkungan sekolah tidak hanya memberikan edukasi tentang kamtibmas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda yang berakhlak baik, disiplin, bertanggung jawab, dan taat hukum.

Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk membimbing, mengedukasi, dan memotivasi generasi muda demi masa depan bangsa yang lebih baik.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Turun Langsung Atur Lalu Lintas, Pastikan Kelancaran dan Kenyamanan Pengguna Jalan

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Turun Langsung Atur Lalu Lintas, Pastikan Kelancaran dan Kenyamanan Pengguna Jalan

investigasihukumkriminal JAKARTA UTARA – Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., bersama personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas (Gatur Lalin) di sejumlah titik wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (2/11/2026)

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada para pengguna jalan serta mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas pada jam aktivitas masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Kapolres bersama personel yang telah ditugaskan melalui surat perintah melaksanakan pengaturan lalu lintas di lima titik, yakni Pos I, Pos Payung, Bahari IV, Samudera VI, dan Samudera VII.

Berdasarkan hasil pengecekan kehadiran personel, seluruh anggota yang bertugas di masing-masing titik hadir lengkap sesuai dengan jumlah personel yang telah ditentukan. Secara keseluruhan, sebanyak 12 personel diterjunkan untuk melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas tersebut.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri menyampaikan bahwa kegiatan pengaturan lalu lintas merupakan salah satu bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

“Kegiatan pengaturan lalu lintas ini merupakan bentuk komitmen kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, khususnya pada jam-jam sibuk di pagi hari,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres juga menekankan kepada seluruh personel agar senantiasa melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, serta mengedepankan sikap humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Polres Pelabuhan Tanjung Priok berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus meminimalisasi potensi kemacetan maupun gangguan keamanan dan keselamatan di jalan raya.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi terwujudnya situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Patroli Cipta Kondisi, Pastikan Kamtibmas dan Arus Lalu Lintas Tetap Kondusif

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Patroli Cipta Kondisi, Pastikan Kamtibmas dan Arus Lalu Lintas Tetap Kondusif

investigasihukumkriminal JAKARTA UTARA – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas), Polres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan Apel dan Patroli Cipta Kondisi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (2/11/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh AKP Yudi Hermawan, S.H., selaku Perwira Pengawas (Pawas) yang menjabat Wakapolsek Kawasan Sunda Kelapa, dengan melibatkan 17 personel gabungan Polres Pelabuhan Tanjung Priok serta didukung empat unit kendaraan dinas roda empat (KR4).

Patroli dilaksanakan secara mobile dengan menyusuri sejumlah titik strategis, meliputi Pintu Masuk Pos 9 Pelabuhan Tanjung Priok, Terminal Penumpang Nusantara Pura 2, Pelabuhan Nusantara, Terminal Operasi 1, hingga Pelabuhan Inggom.

Dalam pelaksanaannya, personel patroli melakukan kegiatan dialogis dengan petugas keamanan (security) di Pintu Masuk Pos 9 Pelabuhan Tanjung Priok. Petugas memberikan imbauan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada malam hingga dini hari, melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap tamu dan kendaraan yang masuk, serta menghindari pelaksanaan tugas seorang diri.

Selain itu, petugas keamanan diingatkan untuk mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani permasalahan, meningkatkan koordinasi guna mencegah antrean kendaraan, serta segera melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila ditemukan potensi gangguan keamanan, tindak pidana, kemacetan, maupun kejadian menonjol lainnya.

Selanjutnya, personel patroli melakukan monitoring aktivitas masyarakat di Terminal Penumpang Nusantara Pura 2. Dalam kesempatan tersebut, petugas memberikan imbauan kepada calon penumpang dan pengguna jasa pelabuhan agar selalu menjaga barang bawaan, meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi kriminalitas, serta membeli tiket kapal Pelni maupun kapal Roro melalui agen atau loket resmi guna menghindari praktik penipuan.

Tidak hanya itu, patroli juga difokuskan pada pemantauan arus lalu lintas di sepanjang Jalan Raya Pelabuhan Tanjung Priok. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan maupun hambatan lalu lintas, sekaligus memastikan aktivitas kendaraan yang keluar masuk kawasan pelabuhan berjalan dengan aman dan lancar.

“Kegiatan Patroli Cipta Kondisi ini merupakan bentuk komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Kami juga mengedepankan langkah preventif melalui patroli mobile, dialogis, serta pemberian imbauan kepada masyarakat dan petugas keamanan guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas,” demikian disampaikan dalam laporan kegiatan.

Melalui kegiatan patroli yang dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan, diharapkan dapat meningkatkan kehadiran Polri di tengah masyarakat, memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jasa pelabuhan, serta mencegah berbagai potensi gangguan keamanan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan preventif dan pelayanan kepolisian guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Imigrasi Permudah Pencarian Layanan Paspor Lewat Nama Beranda

investigasihukumkriminal Jakarta | Direktorat Jenderal Imigrasi melakukan penyeragaman identitas terhadap 254 titik pelayanan keimigrasian di luar kantor imigrasi di seluruh Indonesia. Mulai kebijakan tersebut diberlakukan, seluruh lokasi pelayanan itu menggunakan nama baru, yakni Beranda Imigrasi.

Langkah ini dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengenali sekaligus menemukan lokasi pelayanan keimigrasian yang selama ini tersebar di berbagai tempat, mulai dari pusat perbelanjaan, kampus hingga kawasan pelayanan terpadu.

Kebijakan tersebut diumumkan Direktorat Jenderal Imigrasi melalui siaran pers pada 28 Oktober 2026. Penetapan Beranda Imigrasi sebagai jenama tunggal menjadi upaya menyederhanakan berbagai istilah yang sebelumnya digunakan untuk menyebut unit pelayanan di luar gedung kantor imigrasi.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengatakan penyeragaman nama tersebut berangkat dari keinginan untuk mengurangi kebingungan masyarakat akibat banyaknya istilah dan singkatan pada unit pelayanan keimigrasian.

Selama ini, masyarakat mengenal sejumlah nama seperti Unit Layanan Paspor (ULP), Unit Kerja Kantor Imigrasi (UKK), hingga Immigration Lounge. Dengan satu identitas baru, masyarakat diharapkan lebih mudah mengetahui lokasi pelayanan resmi imigrasi.

“Selama ini masyarakat mungkin familiar dengan istilah ULP, UKK, atau Immigration Lounge. Dengan menghadirkan nama tunggal Beranda Imigrasi, kami ingin masyarakat dari berbagai kalangan dapat langsung mengenali tempat pelayanan imigrasi dengan mudah di mana pun mereka berada,” ujar Hendarsam.

Adapun 254 titik pelayanan yang masuk dalam kebijakan tersebut terdiri atas 156 Mal Pelayanan Publik, 33 Unit Layanan Paspor, 20 Immigration Lounge, 16 Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP)/Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA), 15 Unit Kerja Kantor Imigrasi, 13 Ultima I’m SeZ, dan satu Immigration Corner.

Penyeragaman nama itu juga membawa perubahan pada pencarian lokasi pelayanan melalui Google Maps dan aplikasi M-Paspor. Masyarakat nantinya dapat menemukan titik pelayanan keimigrasian di luar kantor imigrasi dengan memasukkan kata kunci “Beranda Imigrasi” disertai nama wilayah atau lokasi tujuan.

Sebagai contoh, lokasi yang sebelumnya dikenal dengan nama Immigration Lounge Senayan City Mall kini menggunakan identitas Beranda Imigrasi Senayan City Mall.

Hendarsam menjelaskan, pemilihan nama Beranda Imigrasi tidak hanya berkaitan dengan penyederhanaan identitas. Nama tersebut juga memiliki makna filosofis yang menggambarkan tempat pertemuan pertama sebelum seseorang memulai perjalanan menuju tempat baru.

Konsep beranda diharapkan mencerminkan pelayanan keimigrasian yang lebih terbuka, hangat, ramah, dan bersahabat kepada masyarakat.

Menurut Hendarsam, perubahan konsep pelayanan tersebut juga diarahkan untuk menghilangkan kesan kaku dalam birokrasi, tanpa mengesampingkan ketertiban administrasi serta profesionalisme petugas.

“Gagasan utamanya adalah menghadirkan area layanan berkonsep ramah dan bersahabat yang mengikis kesan kaku birokrasi, namun tetap menjunjung tinggi ketertiban administratif dan profesionalisme. Kami ingin masyarakat merasa dekat, nyaman, dan terlayani dengan cepat setiap kali berkunjung ke Beranda Imigrasi,” katanya.

Keberadaan Beranda Imigrasi yang terintegrasi di sejumlah pusat aktivitas masyarakat, seperti mal, kampus, dan kawasan terpadu, menjadi bagian dari komitmen Ditjen Imigrasi untuk memperluas akses pelayanan.

Melalui kebijakan ini, Imigrasi ingin memastikan masyarakat semakin mudah memperoleh layanan keimigrasian, khususnya dalam mempersiapkan dokumen perjalanan ke luar negeri.

Dengan mengusung semangat pelayanan yang dekat, hangat, dan ramah, Beranda Imigrasi diharapkan menjadi wajah baru pelayanan keimigrasian yang lebih mudah dikenali dan dijangkau masyarakat.

“Beranda Imigrasi siap menjadi sahabat masyarakat dalam mempersiapkan dokumen perjalanan menuju berbagai penjuru dunia,” pungkas Hendarsam Marantoko

Ancol Bangun Kebersamaan Lewat Dzikir Menuju 5 Abad Jakarta

investigasihukumkriminal Jakarta | Ribuan masyarakat bersama alim ulama, habaib, dan sejumlah pejabat pemerintah memadati Plaza Masjid Apung An-Nur Jakarta, kawasan Ancol Taman Impian, Jakarta Utara, dalam kegiatan Ancol Berdzikir & Bershalawat: Menuju 5 Abad Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 5.000 peserta tersebut digelar PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk sebagai bagian dari upaya menyambut usia 500 tahun Jakarta pada 2027. Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, acara ini juga bertujuan mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai kebersamaan dan spiritualitas masyarakat.

Mengangkat tema “Kota Global, Maju Modern, Berbudaya dan Berakhlakul Karimah”, kegiatan tersebut mengajak masyarakat untuk memaknai kemajuan Jakarta tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur dan modernisasi, tetapi juga melalui penguatan akhlak, budaya, toleransi, serta nilai kemanusiaan.

Rangkaian acara berlangsung dalam suasana religius melalui lantunan dzikir dan shalawat bersama para habaib. Peserta juga mengikuti ceramah utama mengenai keteladanan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan masyarakat Jakarta serta tausiyah yang mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian pascaperesmian Masjid Apung An-Nur Jakarta pada 16 Oktober 2026. Masjid tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah dan syiar Islam, tetapi juga berkembang sebagai ruang interaksi sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, mengatakan penyelenggaraan Ancol Berdzikir & Bershalawat merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan kawasan yang memiliki manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Menurutnya, Ancol tidak hanya ingin dikenal sebagai destinasi wisata dan rekreasi, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk membangun kedekatan spiritual dan memperkuat hubungan sosial.

“Melalui Ancol Berdzikir & Bershalawat, kami ingin menghadirkan sebuah momentum yang mengajak kita semua untuk sejenak mendekatkan diri kepada Allah SWT, mempererat silaturahmi, dan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap Masjid Apung An-Nur dapat menjadi tempat yang senantiasa menghadirkan ketenangan, keberkahan, dan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Syahmudrian Lubis.

Ia menambahkan, perjalanan Jakarta menuju usia lima abad merupakan kesempatan bersama untuk membangun kota yang tidak hanya unggul dalam pembangunan fisik dan tata kelola modern, tetapi juga memiliki landasan kuat dalam nilai kemanusiaan, budaya, toleransi, dan spiritualitas.

Melalui kegiatan tersebut, Ancol berharap lantunan dzikir dan shalawat dapat menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus mengingatkan bahwa membangun Jakarta merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Sejalan dengan momentum menuju 5 Abad Jakarta, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi. Ancol diharapkan menjadi kawasan yang tidak hanya menawarkan wisata dan rekreasi, tetapi juga menghadirkan ruang publik bernilai tambah, mempererat kebersamaan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Ketika Popularitas, Influencer, dan Semangat Kebangsaan Dipertanyakan

investigasihukumkriminal JAKARTA – Sebuah deklarasi yang mengatasnamakan semangat kebangsaan dan persatuan pemuda di Bundaran HI justru menjadi sorotan setelah muncul pengakuan seseorang yang mengaku bukan mahasiswa, tetapi hadir dengan atribut almamater dan mengaku dibayar untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Sejumlah figur publik dan influencer turut menjadi perbincangan. Ada yang menyampaikan ajakan melawan hoaks dan menjaga persatuan. Ada pula yang memberikan klarifikasi terkait kehadirannya dalam acara tersebut.

Di sinilah kita perlu berhenti sejenak dan bertanya:

Apakah semangat Sumpah Pemuda sedang benar-benar diperjuangkan, atau sekadar dipertontonkan demi panggung, popularitas, dan kepentingan tertentu?

Influencer: Pemengaruh atau Sekadar Pencari Pengaruh?

Hari ini, seseorang dengan jutaan pengikut bisa membentuk opini publik hanya melalui satu unggahan. Selebritas dan influencer memiliki kekuatan luar biasa untuk menggerakkan masyarakat.

Namun, kekuatan besar selalu datang bersama tanggung jawab besar.

Ketika influencer berbicara tentang persatuan, apakah mereka juga memperjuangkan keadilan? Ketika mengajak pemuda bangkit, apakah mereka juga peduli terhadap pemuda yang menganggur? Ketika tampil dalam acara kebangsaan, apakah mereka memahami persoalan yang sedang diperjuangkan?

Jangan sampai popularitas dianggap sebagai legitimasi moral. Jangan sampai jumlah pengikut lebih dihargai daripada kedalaman pemikiran.

Influencer seharusnya bukan hanya mampu memengaruhi apa yang ditonton masyarakat, tetapi juga ikut membangun apa yang dipikirkan dan dilakukan masyarakat.

Sebab, bangsa ini tidak kekurangan orang terkenal. Bangsa ini membutuhkan lebih banyak orang terkenal yang berani memperjuangkan kepentingan orang banyak.

Sumpah Pemuda Bukan Konten Seremonial!

Sumpah Pemuda 1928 bukan lahir dari panggung megah, kamera, pencitraan, atau tepuk tangan publik. Ia lahir dari kesadaran, keberanian, dan pengorbanan untuk menyatukan bangsa.

Lantas, apa makna sebuah deklarasi pemuda jika pesertanya hanya hadir demi bayaran? Apa arti atribut mahasiswa jika identitas itu tidak mencerminkan kenyataan? Dan apa nilai sebuah gerakan jika yang lebih diutamakan adalah viralitas, bukan substansi?

Tentu, menghadiri acara dengan honorarium bukan otomatis salah. Dalam kegiatan tertentu, biaya transportasi, konsumsi, atau kompensasi peserta adalah hal yang wajar.

Yang menjadi persoalan adalah ketika identitas, representasi, dan semangat perjuangan dipertanyakan.

Jika sebuah kegiatan mengatasnamakan mahasiswa, maka mahasiswa yang sesungguhnya harus dilibatkan. Jika mengatasnamakan pemuda, maka pemuda harus menjadi penggerak, bukan sekadar pelengkap visual.

Jangan sampai semangat perjuangan hanya menjadi properti untuk kebutuhan kamera.

Artis Boleh Berpolitik, Tetapi Publik Berhak Mengkritisi

Kita tidak sedang melarang selebritas berbicara tentang politik, kebangsaan, atau persoalan sosial. Mereka adalah warga negara yang memiliki hak menyampaikan pendapat.

Namun, ketika popularitas digunakan untuk menyampaikan pesan publik, masyarakat juga memiliki hak untuk menguji pesan tersebut.

Apakah ajakannya konsisten dengan tindakannya? Apakah keberpihakannya nyata? Apakah ia bersedia memahami persoalan sebelum tampil menyampaikan pernyataan?

Jangan alergi terhadap kritik. Jangan pula buru-buru melabeli masyarakat yang bertanya sebagai pembenci atau penyebar hoaks.

Kritik bukan musuh persatuan. Kritik yang jujur justru bisa menjadi fondasi persatuan yang sehat.

Persatuan bukan berarti semua orang harus diam. Persatuan berarti kita mampu berbeda pendapat tanpa kehilangan kepedulian terhadap bangsa.

Sementara Itu, Pemuda Sedang Berjuang Mencari Masa Depan

Di luar panggung deklarasi dan hiruk-pikuk media sosial, ada jutaan pemuda yang sedang menghadapi kenyataan hidup.

Ada sarjana yang mengirim puluhan lamaran kerja tanpa jawaban. Ada mahasiswa yang harus bekerja sambil kuliah demi membayar biaya pendidikan. Ada anak muda di desa yang memiliki kemampuan, tetapi tidak memiliki akses dan kesempatan. Ada generasi yang ingin berwirausaha, tetapi kesulitan mendapatkan modal dan pendampingan.

Mereka tidak membutuhkan sekadar slogan “Pemuda adalah harapan bangsa”.

Mereka membutuhkan kesempatan untuk membuktikan bahwa harapan itu masih masuk akal.

Maka, jika selebritas dan influencer ingin menjadi bagian dari gerakan pemuda, mengapa tidak ikut mengangkat persoalan ini?

Mengapa tidak membuat kampanye keterampilan dan lapangan kerja? Mengapa tidak menghubungkan anak muda dengan pelatihan, UMKM, industri, dan peluang usaha? Mengapa tidak menjadikan popularitas sebagai jembatan untuk memperluas kesempatan, bukan sekadar memperbesar penonton?

Jangan Hanya Viral, Harus Berdampak!

Kita perlu mengubah cara membangun gerakan kepemudaan.

Transparansi: Publik berhak mengetahui siapa penyelenggara, apa tujuan kegiatan, dan bagaimana peserta direkrut.
Partisipasi nyata: Libatkan mahasiswa dan organisasi pemuda yang benar-benar memiliki kapasitas serta rekam kegiatan.
Integritas identitas: Jangan menggunakan atribut kampus, organisasi, atau kelompok masyarakat tanpa kejelasan dan persetujuan.
Kolaborasi produktif: Ajak influencer membangun program nyata seperti beasiswa, pelatihan kerja, inkubasi UMKM, dan literasi digital.
Akuntabilitas: Ukur keberhasilan gerakan dari hasil dan manfaatnya, bukan hanya jumlah penonton, unggahan, dan trending topic.

Kepada para selebritas dan influencer, gunakanlah pengaruh untuk membuka jalan bagi mereka yang tidak memiliki panggung.

Kepada penyelenggara kegiatan, jangan menjadikan pemuda sebagai dekorasi demokrasi dan kebangsaan.

Kepada pemerintah, jangan hanya menggandeng figur terkenal untuk menyampaikan pesan. Dengarkan juga suara pemuda yang selama ini tidak pernah mendapatkan mikrofon.

Dan kepada pemuda Indonesia, jangan mudah terpesona oleh popularitas. Belajarlah membedakan mana keteladanan dan mana sekadar tontonan.

Penutup: Jangan Sampai Sumpah Menjadi Sampah!

Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebagai ritual tahunan. Tidak boleh pula menjadi komoditas untuk kepentingan pencitraan.

Kita boleh punya artis yang terkenal. Kita boleh punya influencer dengan jutaan pengikut. Kita boleh menggelar deklarasi besar-besaran.

Tetapi semua itu akan kehilangan makna jika persoalan pemuda tetap dibiarkan tanpa solusi.

Jangan sampai Sumpah Pemuda berubah menjadi Sampah Pemuda. Jangan sampai influencer kehilangan makna menjadi sekadar pencari pengaruh. Jangan sampai mahasiswa kehilangan idealisme karena hanya menjadi pelengkap panggung.

Indonesia tidak membutuhkan generasi yang hanya pandai membuat dirinya viral.

Indonesia membutuhkan generasi yang mampu membuat perubahan menjadi nyata.

Karena pada akhirnya, sejarah tidak akan mencatat berapa banyak pengikut yang kita miliki, seberapa sering wajah kita muncul di layar, atau berapa banyak panggung yang kita datangi.

Sejarah akan mencatat: ‘Apa yang benar-benar kita lakukan untuk bangsa ini? ‘

Sandi Febri Wijaya
Celoteh Sandi FW

Gus Kikin Ajak Masyarakat Jaga Sukoharjo Tetap Kondusif Dan Tak Terprovokasi

investigasihukumkriminal SUKOHARJO | Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Kikin Abdul Hakim atau Gus Kikin mengajak masyarakat di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menjaga kerukunan dan tidak terprovokasi menyusul perkembangan kasus perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah serta penggeledahan sejumlah lokasi yang disebut sebagai Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an.

Gus Kikin mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, persoalan hukum harus diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku tanpa menimbulkan ketegangan maupun perpecahan di tengah masyarakat.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai persoalan hukum ini berkembang menjadi ketegangan di tengah masyarakat,” ujar Gus Kikin, Minggu (1/11/2026).

Ia juga menegaskan pentingnya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Gus Kikin meminta seluruh pihak mengedepankan dialog dan tidak mengambil tindakan sendiri dalam menyikapi persoalan tersebut.

“Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan melalui dialog dan jalan hukum. Tidak boleh ada yang hakim utama sendiri. Kita harus menjaga agar masyarakat tetap rukun, saling menghormati, dan tidak terpecah belah,” tuturnya.

Selain itu, Gus Kikin meminta kepolisian menangani perkara tersebut secara profesional, adil, dan transparan. Ia menekankan bahwa penegakan hukum harus tetap memperhatikan hak-hak warga negara, termasuk perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak yang berada di lokasi penggeledahan.

“Kalau ada yang melanggar hukum, proses sesuai hukum. Kalau ada tindakan aparat yang dipersoalkan, periksa secara terbuka sesuai prosedur. Semua harus mendapatkan perlakuan yang adil. Jangan sampai ada pihak yang tidak bersalah ikut dirugikan,” jelasnya.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Gus Kikin meminta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sukoharjo mengumpulkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak terkait guna membangun komunikasi serta mencegah kesalahpahaman.

“Saya minta PCNU Sukoharjo sore ini mengundang para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk duduk bersama. Bangun komunikasi yang baik. Kita ajak semua pihak menahan diri, menjaga suasana tetap sejuk, dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan,” ujarnya.

Kasus tersebut bermula dari pembakaran dan perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, pada Sabtu (12/9). Warung yang menjual makanan nonhalal tersebut diketahui telah memiliki izin usaha, meskipun sebelumnya mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.

Kepolisian kemudian melakukan penyidikan dan menangkap seorang tersangka pada Senin (19/10). Dalam pengembangan penyidikan, polisi melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Sukoharjo dan Karanganyar pada Selasa (27/10) yang diduga berkaitan dengan keberadaan seorang buronan.

Gus Kikin berharap seluruh pihak memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan perkara berdasarkan fakta dan bukti. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun memberikan stigma terhadap kelompok atau lembaga tertentu.

“Yang kita jaga bukan hanya keamanan hari ini, tapi juga persaudaraan untuk masa depan. Jangan sampai persoalan ini merusak kerukunan yang selama ini sudah terbangun dengan baik,” pungkasnya.

Polsek Kawasan Sunda Kelapa Tingkatkan Kamtibmas Melalui Sambang Warga Muara Angke

Polsek Kawasan Sunda Kelapa Tingkatkan Kamtibmas Melalui Sambang Warga Muara Angke

investigasihukumkriminal Jakarta Utara – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Bhabinkamtibmas Muara Angke Polsek Kawasan Sunda Kelapa, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Aiptu Moh. Sutiyono, melaksanakan kegiatan sambang dan kunjungan kepada warga di RT 06/RW 01, Pelabuhan Muara Angke. (01/11/2026).

Kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat, khususnya pada jam-jam yang dianggap rawan terjadinya gangguan keamanan.

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Moh. Sutiyono menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas kepada warga, antara lain agar meningkatkan pengawasan lingkungan guna mengantisipasi aksi pencurian.

“Kami mengimbau kepada warga untuk tetap melakukan kontrol dan meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan, sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai bentuk gangguan kamtibmas, termasuk pencurian,” ujar Aiptu Moh. Sutiyono.

Selain itu, warga juga diingatkan untuk senantiasa menjaga kerukunan, kekompakan, serta menyelesaikan setiap permasalahan melalui musyawarah dan mufakat.

“Apabila terjadi permasalahan di lingkungan, mari kita selesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan. Jangan melakukan tindakan main hakim sendiri,” imbaunya.

Petugas juga mengingatkan masyarakat agar menjauhi minuman keras serta penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan narkoba. Warga diminta turut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Tidak hanya itu, kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan juga menjadi perhatian dalam kegiatan sambang tersebut. Masyarakat diimbau agar tidak mudah percaya terhadap informasi atau tawaran yang mencurigakan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi tindak kejahatan.

“Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga wilayah Muara Angke agar tetap aman dan kondusif,” kata Aiptu Moh. Sutiyono.

Kepolisian juga mengingatkan warga bahwa apabila terjadi gangguan kamtibmas atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian 110, mendatangi kantor polisi terdekat, maupun berkoordinasi langsung dengan Bhabinkamtibmas setempat.

Kegiatan sambang berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat komunikasi serta meningkatkan sinergi antara kepolisian dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perketat Pelayanan Dan Pengamanan Wisatawan Menuju Kepulauan Seribu Di Dermaga Kali Adem

investigasihukumkriminal JAKARTA UTARA | Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, Polres Pelabuhan Tanjung Priok melalui personel Polsek Kawasan Sunda Kelapa melaksanakan kegiatan pelayanan dan pengamanan akses wisatawan menuju Kepulauan Seribu melalui Dermaga Dishub Kali Adem, Pelabuhan Muara Angke, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB tersebut dipimpin oleh Kanit Lantas Polsek Kawasan Sunda Kelapa, Iptu Aguk, dengan melibatkan lima personel. Pengamanan dan pelayanan dilakukan untuk memastikan aktivitas keberangkatan wisatawan berjalan tertib, aman, dan lancar.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pengaturan arus lalu lintas mulai dari pintu masuk kawasan Pelabuhan Muara Angke hingga Dermaga Dishub Kali Adem. Selain itu, petugas juga memberikan pelayanan serta melakukan pengawasan terhadap tiket dan barang bawaan wisatawan sebelum memasuki area dermaga.

Tidak hanya berfokus pada kelancaran arus keberangkatan, personel kepolisian juga mengedepankan aspek keselamatan pelayaran. Aipda Amin Tapis memberikan imbauan kepada para wisatawan agar selalu menggunakan jaket keselamatan (life jacket) selama perjalanan, memperhatikan dan mengawasi anak-anak, serta tidak merokok di dalam maupun di atas kapal.

Petugas juga mengingatkan para wisatawan agar senantiasa mematuhi ketentuan keselamatan selama perjalanan laut demi terciptanya perjalanan yang aman hingga tiba di tempat tujuan.

“Kami mengimbau kepada seluruh wisatawan agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan menuju Kepulauan Seribu, menggunakan life jacket, serta memastikan anak-anak tetap dalam pengawasan orang tua atau pendamping,” ujar Aipda Amin Tapis saat memberikan imbauan kepada wisatawan.

Selain kepada wisatawan, imbauan keselamatan juga disampaikan kepada nahkoda dan kru kapal. Petugas mengingatkan agar seluruh perlengkapan keselamatan diperiksa sebelum keberangkatan serta memastikan jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas kapal yang telah ditentukan.

Sementara itu, Iptu Aguk bersama Aipda Wahyu turut membantu para wisatawan saat menaiki kapal guna memastikan proses keberangkatan berlangsung tertib dan lancar.

Melalui kegiatan ini, Polsek Kawasan Sunda Kelapa menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya para wisatawan yang akan berlibur menuju Kepulauan Seribu.

Kehadiran personel kepolisian di kawasan dermaga diharapkan dapat meningkatkan rasa aman, mencegah potensi gangguan kamtibmas, serta memastikan kelancaran aktivitas masyarakat di kawasan Pelabuhan Muara Angke.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Patroli Cipta Kondisi Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Aman dan Kondusif

investigasihukumkriminal JAKARTA UTARA | Dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas), Polres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan Patroli Cipta Kondisi (Cipkon) secara mobile di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan yang tersebut dipimpin oleh IPTU Arif Widodo, S.H., selaku Perwira Pengawas (Pawas), yang menjabat sebagai Kasubbagbekpal Baglog Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dengan melibatkan 14 personel gabungan serta didukung lima unit kendaraan dinas roda empat (KR4) Polri.

Patroli menyasar sejumlah titik strategis dan objek vital di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, meliputi PLTU Indonesia Power, Pelabuhan Inggom, Pelabuhan Nusantara 001, Terminal Penumpang Nusantara Pura, hingga Jalan Raya Pelabuhan.

Dalam pelaksanaannya, personel patroli melakukan dialogis dan menyampaikan imbauan kamtibmas kepada petugas keamanan (security) serta para pekerja di Pelabuhan Nusantara 001. Mereka diingatkan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada malam hari, melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap tamu dan kendaraan, serta menghindari pelaksanaan tugas seorang diri.

Petugas juga mengimbau agar setiap permasalahan di lingkungan kerja diselesaikan dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila ditemukan adanya potensi gangguan keamanan.

Selain itu, personel melaksanakan monitoring aktivitas masyarakat di Terminal Penumpang Nusantara Pura. Kepada calon penumpang dan pengguna jasa pelabuhan, petugas mengingatkan agar selalu menjaga barang bawaan serta membeli tiket kapal Pelni maupun kapal Roro melalui agen atau loket resmi guna menghindari penipuan.

Pemantauan juga dilakukan di sepanjang Jalan Raya Pelabuhan Tanjung Priok untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan maupun hambatan lalu lintas, sekaligus memastikan kelancaran aktivitas kendaraan yang keluar dan masuk kawasan pelabuhan.

IPTU Arif Widodo, S.H., selaku pimpinan kegiatan, menyampaikan bahwa patroli cipta kondisi merupakan salah satu upaya preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di kawasan pelabuhan yang memiliki aktivitas operasional sepanjang waktu.

“Melalui kegiatan patroli ini, kami berupaya memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, meningkatkan kewaspadaan masyarakat maupun petugas keamanan, serta mengantisipasi sedini mungkin potensi terjadinya gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok,” ujarnya.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan patroli dan langkah-langkah preventif sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pekerja, pengguna jasa, serta seluruh masyarakat di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.