Patroli Perintis Presisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sasar Titik Rawan 3C Balap Liar dan Tawuran

Investigasihukumkriminal Jakarta – Satuan Samapta Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan Patroli Perintis Presisi dalam rangka mengantisipasi tindak kriminalitas 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), balap liar, tawuran, serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kegiatan patroli dilaksanakan dengan melibatkan lima personel Satsamapta. Patroli menyasar sejumlah jalur dan kawasan yang menjadi perhatian, di antaranya Jalan Pelabuhan Nusantara, Jalan Nusantara I, Jalan Raya Pelabuhan, Jalan Pombo, dan Jalan Jampea.

Dalam pelaksanaannya, personel menggunakan satu unit kendaraan roda empat dan dua unit kendaraan roda dua untuk melakukan patroli mobile sekaligus menyambangi sejumlah lokasi dan memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan Patroli Perintis Presisi merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya pada jam-jam rawan.

“Patroli ini kami laksanakan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas, khususnya 3C, serta mengantisipasi balap liar, tawuran, dan gangguan kamtibmas lainnya di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Kapolres.

Selama patroli, personel menyambangi sejumlah objek dan memberikan imbauan kepada petugas keamanan maupun masyarakat yang berada di kawasan pelabuhan. Personel mengingatkan agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya aktivitas yang mencurigakan.

Di Jalan Nusantara II, petugas memberikan imbauan kepada pihak PT RPS agar meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi potensi terjadinya tindak kriminalitas.

Sementara itu, di Jalan Raya Pelabuhan, personel menyampaikan imbauan kepada para sopir truk agar tidak mengonsumsi minuman keras, menjauhi aktivitas perjudian online, serta menjaga kebersihan dengan membuang puntung rokok pada tempatnya guna mencegah potensi terjadinya kebakaran di kawasan pelabuhan.

Patroli kemudian dilanjutkan ke Jalan Pombo. Di lokasi tersebut, personel melakukan sambang dan berdialog dengan petugas keamanan (security) kade. Petugas mengingatkan agar keamanan di sekitar area kerja terus ditingkatkan serta melaksanakan patroli secara berkala untuk mencegah terjadinya Curat, Curas, dan Curanmor.

Personel juga mengingatkan apabila terjadi kejadian menonjol agar segera menghubungi dan melaporkannya kepada Polres Pelabuhan Tanjung Priok sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

Selanjutnya, di Jalan Jampea, personel memberikan imbauan kepada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) agar selalu berhati-hati dalam bekerja, meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, serta bersama-sama menjaga keamanan guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

Kapolres menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga situasi kamtibmas.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, pekerja, petugas keamanan, dan para pengguna jalan untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jika menemukan potensi gangguan kamtibmas atau kejadian yang menonjol, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditangani dengan cepat,” tegas AKBP Alrasyidin Fajri.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di seluruh jalur yang menjadi sasaran patroli terpantau aman, tertib, dan lancar. Kegiatan Patroli Perintis Presisi tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam menjaga keamanan serta mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas, khususnya di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Polda Kaltim Sambut Satgas Edukasi Polri, Perkuat Upaya Pencegahan Karhutla di Masyarakat

investigasihukumkriminal, BALIKPAPAN | Polda Kalimantan Timur menyambut kedatangan Satgas Edukasi Polri yang akan melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026. Kegiatan penyambutan berlangsung di Ruang Posko Presisi Polda Kaltim, Jumat (28/8/2026) pukul 15.00 WITA.

Kegiatan tersebut dihadiri Karoops Polda Kaltim Kombespol Dedi Suryadi, S.I.K., M.Han., Dirbinmas Polda Kaltim Kombespol Arman, S.I.K., M.Si., pendamping Satgas Kombespol Anton Firmanto, S.H., S.I.K., M.Si., Kabagbinops Roops Polda Kaltim AKBP Fauzi Akhmad, S.E., M.M., serta para peserta Satgas Edukasi Polri.

Dalam sambutannya, Karoops Polda Kaltim Kombespol Dedi Suryadi menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada pendamping serta seluruh personel Satgas Edukasi Polri. Ia menjelaskan bahwa situasi karhutla di wilayah Kalimantan Timur saat ini tidak separah dengan informasi yang beredar di sejumlah media.

“Selamat datang kepada pendamping dan seluruh tim Satgas Edukasi Polri di Polda Kaltim. Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran untuk mencegah terjadinya karhutla,” ujar Kombespol Dedi Suryadi.

Lebih lanjut, Karoops menyampaikan bahwa Polda Kaltim telah melakukan langkah penegakan hukum terhadap sejumlah kasus karhutla. Hingga saat ini, terdapat lima kasus dengan lima orang tersangka yang telah ditangani.

“Kami terus melakukan langkah-langkah pencegahan sekaligus penegakan hukum terhadap pelaku karhutla. Namun, kami juga menekankan kepada Satgas agar lebih mengedepankan upaya edukasi dan pendekatan kepada masyarakat,” jelasnya.

Karoops juga mengingatkan personel Satgas agar tidak mendekati daerah yang memiliki potensi titik api tanpa koordinasi dan pertimbangan situasi keamanan. Menurutnya, fokus utama Satgas adalah memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat di wilayah yang menjadi sasaran kegiatan.

Sementara itu, Dirbinmas Polda Kaltim Kombespol Arman menekankan pentingnya pendekatan secara humanis dalam pelaksanaan edukasi kepada masyarakat. Personel Satgas diharapkan dapat membangun komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh adat, pemuka adat, serta pihak perusahaan.

“Pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan oleh Polri sendiri. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami mendorong para personel Satgas untuk melakukan penyuluhan dan pendekatan kepada tokoh adat, pemuka masyarakat maupun pihak perusahaan agar bersama-sama mencegah terjadinya karhutla,” kata Kombespol Arman.

Dalam kegiatan tersebut, pendamping Satgas juga memberikan sejumlah arahan kepada personel yang akan diterjunkan ke wilayah jajaran Polda Kaltim. Personel diminta terlebih dahulu mempelajari kondisi dan karakteristik wilayah yang rawan karhutla sebelum melaksanakan kegiatan edukasi.

Selain itu, personel Satgas diminta menyampaikan kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak pembakaran hutan maupun lahan serta melakukan pendekatan dengan cara yang baik dan persuasif. Koordinasi dengan Kasatbinmas di masing-masing wilayah juga menjadi bagian penting agar pelaksanaan tugas dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Satgas Edukasi Polri juga diminta segera menyiapkan rencana kegiatan masing-masing hingga pelaksanaan tugas berakhir pada 6 September 2026.

Dalam pelaksanaannya, personel Satgas Edukasi Polri akan ditempatkan di sejumlah wilayah hukum Polres jajaran Polda Kaltim yang menjadi sasaran kegiatan, yakni Polres Berau, Polres Kutai Timur, Polres Kutai Kartanegara, Polres Paser, dan Polres Kutai Barat.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Kaltim berharap kehadiran Satgas Edukasi Polri dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya karhutla serta mendorong keterlibatan seluruh pihak dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Upaya edukasi dan pencegahan tersebut diharapkan dapat berjalan secara berkesinambungan, sehingga potensi karhutla di wilayah Kalimantan Timur dapat ditekan dan masyarakat semakin memahami dampak hukum, lingkungan, kesehatan, serta sosial yang ditimbulkan akibat pembakaran hutan dan lahan.

Jaga Jakarta On The Spot, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Pengemudi Ojek Pangkalan dan Bajaj di Muara Baru

investigasihukumkriminal, Jakarta | Polres Pelabuhan Tanjung Priok melalui Polsek Kawasan Muara Baru melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot di kawasan Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Pelabuhan Muara Baru, tersebut dipimpin oleh Waka Polsek Kawasan Muara Baru IPTU Sukis Wibowo, S.H., bersama personel piket fungsi.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran kepolisian menyambangi dan berdialog langsung dengan para pengemudi ojek pangkalan dan pengemudi bajaj yang beraktivitas di kawasan Pelabuhan Muara Baru. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk mendengarkan aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam kesempatan itu, IPTU Sukis Wibowo menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para pengemudi agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan menciptakan suasana yang aman serta kondusif.

“Kami mengajak seluruh pengemudi ojek pangkalan dan bajaj untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas. Apabila menemukan atau mengetahui adanya gangguan keamanan maupun tindak kriminalitas, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” ujar IPTU Sukis Wibowo.

Petugas juga mengingatkan para pengemudi untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang serta tidak mengonsumsi minuman beralkohol yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban.

“Jangan sampai terlibat dalam penyalahgunaan obat-obatan terlarang maupun minuman beralkohol. Mari kita bersama-sama menjaga diri, keluarga, dan lingkungan agar tetap aman dan kondusif,” pesannya.

Selain itu, masyarakat diberikan pemahaman mengenai akses layanan kepolisian. Warga yang mengetahui adanya tindak kejahatan atau kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi dapat melaporkannya dengan mendatangi kantor kepolisian terdekat maupun melalui layanan kepolisian 110.

Kegiatan Jaga Jakarta On The Spot merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, personel kepolisian dapat mendengarkan secara langsung berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat sekaligus menyampaikan imbauan kamtibmas sebagai langkah preventif dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di kawasan Pelabuhan Muara Baru terpantau aman, kondusif, dan terkendali.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan kepolisian yang bersifat humanis dan preventif serta membangun sinergi bersama masyarakat dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang semakin baik di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Pertarungan Kandidat AHWA NU Kian Sengit Lirboyo Bergerak

Investigasihukumkriminal Jombang – Dinamika penentuan kandidat Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tahun 2026 semakin memanas. Sejumlah nama ulama sepuh kini menjadi sorotan di tengah pembahasan tata tertib yang berlangsung dalam Komisi Organisasi Muktamar NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8/2026).

Tarik-menarik kepentingan mencuat dalam pembahasan mengenai mekanisme dan komposisi kandidat AHWA. Di tengah proses tersebut, muncul dugaan adanya upaya dari salah satu kubu untuk tidak memasukkan sejumlah ulama dari lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo ke dalam jajaran kandidat AHWA.

Dua nama yang menjadi perhatian dalam dinamika tersebut adalah KH Nurul Huda Djazuli dan KH Anwar Mansur. Keduanya disebut mendapat dukungan dari sejumlah kalangan agar tetap masuk dalam daftar kandidat AHWA Muktamar NU ke-35.

Informasi mengenai kemungkinan tidak masuknya dua ulama tersebut memicu reaksi dari sejumlah alumni Pondok Pesantren Lirboyo yang saat ini menjabat sebagai Ketua PCNU maupun PCI NU dan hadir dalam arena pembahasan tata tertib.

Mereka disebut secara tegas menolak apabila KH Nurul Huda Djazuli dan KH Anwar Mansur dikeluarkan dari daftar kandidat AHWA. Selain dua nama tersebut, muncul pula aspirasi agar KH Hasib Wahab turut dipertimbangkan untuk masuk dalam jajaran AHWA.

“Ada upaya untuk tidak memasukkan nama KH Nurul Huda Djazuli dan KH Anwar Mansur. Kami menentang upaya tersebut, karena mereka adalah ulama khos dan sepuh yang banyak berjasa dalam menjaga marwah Nahdlatul Ulama,” ujar salah seorang Ketua PCNU asal Kalimantan yang meminta identitasnya tidak disebutkan di Jombang, Sabtu (29/8/2026).

Menurutnya, proses penentuan anggota AHWA seharusnya tidak didasarkan pada kepentingan kelompok maupun tarik-menarik kekuatan antar-kubu.

Ia menilai para ulama yang memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga tradisi, perjuangan, serta marwah Nahdlatul Ulama harus mendapatkan penghormatan dan tempat yang layak dalam mekanisme pemilihan tersebut.

“Ini bukan persoalan kubu. Ini menyangkut penghormatan kepada ulama sepuh dan bagaimana marwah NU tetap dijaga,” katanya.

Nama Rois Aam Masih Menjadi Perdebatan

Dinamika kandidat AHWA tidak hanya berkaitan dengan nama-nama ulama dari lingkungan Lirboyo. Posisi Rois Aam PBNU KH Miftakhul Akhyar juga disebut masih menjadi bagian dari perdebatan di tengah pembahasan Muktamar NU ke-35.

Sejumlah pihak dikabarkan masih mendorong agar nama KH Miftakhul Akhyar tetap masuk dalam jajaran AHWA. Namun, dorongan tersebut disebut mendapat tanggapan berbeda dari sebagian peserta muktamar.

Perdebatan muncul seiring adanya dinamika kepengurusan PBNU pada periode sebelumnya ketika KH Miftakhul Akhyar berada dalam struktur kepemimpinan bersama KH Yahya Cholil Staquf.

Sebagian muktamirin menilai dinamika tersebut perlu menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan figur-figur yang nantinya akan masuk dalam jajaran AHWA.

Meski demikian, seluruh nama yang berkembang hingga Sabtu pagi masih bersifat dinamis dan belum dapat dianggap sebagai daftar resmi maupun keputusan final.

Penetapan kandidat AHWA tetap menunggu mekanisme resmi yang disepakati dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

AHWA Jadi Penentu Strategis

AHWA memiliki posisi yang sangat strategis dalam tradisi organisasi Nahdlatul Ulama. Forum para ulama tersebut memiliki peran penting dalam mekanisme penentuan Rois Aam PBNU.

Karena itu, pembentukan dan komposisi anggota AHWA menjadi salah satu tahapan paling krusial dalam seluruh rangkaian Muktamar NU ke-35.

Tarik-menarik nama ulama yang kini terjadi menunjukkan bahwa proses penentuan AHWA tidak sekadar menjadi persoalan administratif. Lebih jauh, proses tersebut berkaitan dengan arah kepemimpinan, legitimasi ulama, serta masa depan organisasi Nahdlatul Ulama.

Dengan semakin intensnya pembahasan di Komisi Organisasi, perhatian para muktamirin kini tertuju pada rumusan tata tertib dan mekanisme pemilihan AHWA yang akan disepakati.

Nama-nama ulama sepuh yang kini menjadi perbincangan diperkirakan masih akan terus mengalami dinamika hingga keputusan resmi Muktamar NU ke-35 ditetapkan.

Pertarungan gagasan dan tarik-menarik kandidat AHWA pun menjadi salah satu isu paling penting yang mewarnai perjalanan Muktamar NU tahun 2026 di Jombang.

Gelombang Penertiban Meta: Ribuan Akun Facebook Terancam Blokir Permanen Lewat Kebijakan Tinjauan Ketat

investigasihukumkriminal, JAKARTA | Platform media sosial besutan Meta, Facebook, tengah memperketat sistem keamanan secara masif. Langkah ini memicu gelombang peninjauan akun (account review) secara besar-besaran yang berujung pada ancaman penonaktifan secara permanen bagi para pengguna.


Kebijakan penertiban ini dirasakan oleh banyak pengguna dalam beberapa waktu terakhir. Sistem otomatis Meta dilaporkan secara agresif mendeteksi aktivitas yang dianggap tidak wajar, mulai dari pola interaksi yang mirip bot, penggunaan identitas atau nama samaran, hingga aktivitas login dari perangkat atau lokasi asing.


Sebagai bagian dari prosedur keamanan baru ini, pengguna yang terjaring dalam sistem pengawasan tidak hanya diminta memasukkan kode OTP melalui SMS atau email. Meta kini mewajibkan proses verifikasi yang jauh lebih ketat, yakni verifikasi identitas resmi menggunakan kartu identitas (seperti KTP atau SIM) hingga pemindaian data biometrik berupa swafoto video (video selfie) untuk mencocokkan keaslian fisik pengguna.


Kendati diklaim sebagai langkah perlindungan untuk memberantas akun bot, penipuan, dan disinformasi, kebijakan ini menuai beragam keluhan dari masyarakat luas. Sejumlah pemilik akun asli mengaku kesulitan memulihkan akun mereka karena proses verifikasi biometrik kerap mengalami kendala sistem atau ditolak oleh algoritma Meta. Akibatnya, tak sedikit akun personal maupun akun pengelola halaman bisnis (Fanpage) yang langsung dinonaktifkan secara permanen tanpa opsi banding lanjutan.


Pihak Meta sendiri terus mengimbau para pengguna agar senantiasa mematuhi Standar Komunitas, menghindari praktik spam, melengkapi data profil dengan informasi yang valid, serta mengaktifkan fitur autentikasi ganda guna mengantisipasi agar akun tidak terjaring dalam pembersihan massal tersebut.

Sambut Hari Jadi ke-78, Polwan Bantu Korban Kebakaran Muara Angke

investigasihukumkriminal, JAKARTA | Menyambut Hari Jadi ke-78 Polwan Republik Indonesia, Polwan Polda Metro Jaya bersama Bhayangkari Daerah Metro Jaya menggelar bakti sosial bagi warga terdampak kebakaran di Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat (28/8/2026).

Wakil Pakor Polwan Polda Metro Jaya Kompol Supjiyati mengatakan, peringatan Hari Jadi Polwan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat kepedulian dan kehadiran Polwan di tengah masyarakat.

“Memasuki usia ke-78, Polwan terus berupaya memberikan pengabdian terbaik. Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir, berbagi, dan memberikan dukungan kepada warga yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar Kompol Supjiyati.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan lokasi kebakaran untuk melihat kondisi terkini. Rombongan kemudian mengunjungi posko pengungsian dan posko kesehatan serta menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus menguatkan semangat warga untuk bangkit. Kehadiran kami juga merupakan bentuk kepedulian bahwa masyarakat tidak sendiri dalam menghadapi masa pemulihan,” tambahnya.

Kegiatan diikuti Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Metro Jaya beserta pengurus, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok bersama pejabat utama, Ketua Bhayangkari Cabang Pelabuhan Tanjung Priok beserta anggota, serta jajaran Polwan Polda Metro Jaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.

Bhayangkari Peduli dan Polwan Peduli, Korban Kebakaran Muara Angke, Salurkan Ratusan Paket Bantuan

investigasihukumkriminal, JAKARTA | Kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran di kawasan Muara Angke kembali ditunjukkan Bhayangkari Daerah Metro Jaya bersama Bhayangkari Cabang Pelabuhan Tanjung Priok serta Polwan Polda Metro Jaya. Melalui kegiatan Bhayangkari Peduli dan Polwan Peduli bantuan sosial disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak kebakaran di RT 011/RW 022, Tembok Bolong, Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat (28/8/2026).

Bakti Sosial dihadiri Ketua Bhayangkari Daerah Metro Jaya, Ibu Indah Asep Edi Suheri, beserta jajaran Pengurus Bhayangkari Daerah Metro Jaya. Turut hadir Ketua Bhayangkari Cabang Pelabuhan Tanjung Priok, Ibu Aurora Fajri, bersama pengurus, serta personel Polwan Polda Metro Jaya dan  Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Rombongan terlebih dahulu meninjau lokasi kebakaran dan menyambangi sejumlah posko pengungsian, di antaranya Posko Gabungan Kebakaran RT 011/RW 022 Tembok Bolong dan Posko Mushola Sirojul Muslimin.

Selain melihat langsung kondisi lokasi, rombongan juga berdialog dengan warga yang menjadi korban kebakaran untuk mendengarkan kebutuhan dan kondisi mereka pascamusibah.
Memberikan bantuan sosial secara simbolis diserahkan kepada warga terdampak kebakaran di Posko Gabungan Kebakaran RT 011/RW 022 Tembok Bolong, Pelabuhan Muara Angke.

Bantuan yang diberikan merupakan wujud nyata kepedulian Bhayangkari dan Polwan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Kegiatan Bhayangkari Peduli dan Polwan Peduli ini merupakan bentuk empati, solidaritas, dan kepedulian kami kepada masyarakat yang terdampak musibah kebakaran. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga dan memberikan manfaat bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar perwakilan Bhayangkari dalam kegiatan tersebut.

Adapun bantuan yang disalurkan Bhayangkari Peduli Daerah Metro Jaya berupa 100 paket sembako, susu kemasan, snack, pampers, serta pakaian anak.

Sementara itu, Paket Bantuan Sosial Polwan Polda Metro Jaya turut menyalurkan 100 paket sembako kepada masyarakat terdampak.

Dari Bhayangkari Peduli Cabang Pelabuhan Tanjung Priok, bantuan yang diberikan meliputi 100 paket sembako, 100 paket beras masing-masing 5 kilogram, air mineral, mi instan, selimut, pakaian, dan biskuit.

Kehadiran Bhayangkari dan personel Polwan di tengah warga diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan dukungan moril bagi para korban yang tengah berupaya bangkit setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.

“Kami ingin warga mengetahui bahwa mereka tidak sendiri. Di tengah musibah yang terjadi, masih ada kepedulian dan perhatian dari berbagai pihak. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan membantu memenuhi kebutuhan warga untuk sementara waktu,” ungkapnya.

Bhayangkari Peduli dan Polwan Peduli tersebut menjadi bagian dari aksi sosial untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya warga yang terdampak musibah kebakaran di kawasan Pelabuhan Muara Angke.

Maulid Nabi Di PN Jakarta Timur Diisi Tausiyah Dan Santunan Anak Yatim

Investigasihukumkriminal Jakarta, – Pengadilan Negeri Jakarta Timur Kelas IA Khusus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Mewujudkan Insan Peradilan yang Jujur, Amanah, Berintegritas dan Berkeadilan.”

Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum bagi keluarga besar Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk memperkuat nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW, khususnya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur peradilan.

Kegiatan dihadiri Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur Kelas IA Khusus, Iwan Anggoro Warsita, S.H., M.Hum., Ketua DKM Mushola Al-Ikhlas Subchi Eko Putro, S.H., M.H., Al-Ustadz Ridho Fatah, Lc., serta jajaran hakim, pejabat struktural dan fungsional, pegawai, dan keluarga besar Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhamad Arya Ardiansyah dan sari tilawah yang disampaikan Kasmawati, S.H., M.H.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua DKM Mushola Al-Ikhlas dan sambutan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur Kelas IA Khusus.

Dalam suasana penuh kekhidmatan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah atau siraman rohani yang disampaikan Al-Ustadz Ridho Fatah, Lc. Tausiyah tersebut menjadi bagian utama kegiatan untuk mengajak seluruh peserta mengambil pelajaran dari akhlak dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.

Nilai jujur, amanah, integritas, dan keadilan menjadi pesan penting dalam peringatan tersebut. Nilai-nilai itu dinilai relevan dengan tugas aparatur peradilan yang memiliki tanggung jawab menjaga kepercayaan masyarakat serta menjalankan pelayanan dan penegakan hukum secara profesional.

Selain tausiyah, kegiatan juga diisi dengan santunan kepada anak yatim. Penyerahan santunan dilakukan oleh jajaran Pengadilan Negeri Jakarta Timur bersama pengurus DKM Mushola Al-Ikhlas dan dilanjutkan dengan foto bersama.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin Al-Ustadz Ridho Fatah, Lc., kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh keluarga besar Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk terus membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas, amanah, profesionalitas, dan keadilan.

Semangat keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga insan peradilan mampu memberikan pelayanan hukum yang berintegritas dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

Ini bahwa kita memperingati hari Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah untuk meneladani akhlak karena berkaitan dengan nilai-nilai yang harus kita laksanakan di pegawai negeri yaitu nilai-nilai kejujuran kemudian amanah kemudian berintegritas dan perkadilan sehingga diharapkan dengan mencontoh dari suri tauladan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam kita dapat melaksanakan nilai-nilai apa saja pelaksanaan berikutnya atau seperti apa ini Kebetulan kita dari mushola Al Ikhlas Pengadilan Negeri Jakarta Timur Kita juga memberikan sambungan kepada anak yatim juga kemudian kita ada agenda untuk Jumat barokah dan setiap 2 minggu pengajian secara rutin di mushola yang mengundang ustad anak yatimnya ada berapa Pak ada  dari Yayasan yasaber Bekasi, ungakp Subchi Eko Putro, S.H., M.H.,

Dan di tambahkan Dr. Syofia Marlianti Tambunan. S.H.M.H.menyampaikan agar semua warga pernah Pengadilan Negeri Bekasi juga dapat mencontoh Suri teladan dan yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad sehingga kita dapat menjadi sebagai insan peradilan yang punya amanah punya keadilan berintegritas sehingga diharapkan bagi seluruh pencari keadilan di pengadilan negeri Jakarta Timur ini dapat mendapatkan yang menjadi haknya seperti itu Jadi kami akan berusaha dengan momentum Maulid Nabi ini kami berusaha untuk menaladani sikap-sikap Nabi Muhammad sehingga kedepannya Pengadilan Negeri Jakarta Timur akan merasa nyaman dan mendapatkan haknya sesuai dengan yang memang hadiah seperti itu itu ke depannya kami berusaha semakin lebih baik untuk dalam melayani dan lebih baik dalam memberikan keadilan bagi seluruh warga pencari keadilan di pengadilan negeri Jakarta timur seperti itu.

Polisi Borong Tahu Pedagang, Dibagikan ke Warga di Tengah Pengamanan DPR

investigasihukumkriminal, JAKARTA – Ada momen ringan di tengah pengamanan kegiatan penyampaian pendapat di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Sejumlah personel kepolisian membeli dagangan seorang penjual tahu yang berada di sekitar lokasi, lalu membagikannya kepada warga.

Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Instagram Matabebas. Dalam rekaman, petugas terlihat menghampiri pedagang dan membeli tahu yang masih tersisa.

Setelah dibeli, tahu tersebut dibagikan kepada masyarakat di sekitar lokasi. “Warga silakan, boleh makan, silakan,” terdengar suara dalam rekaman saat warga dipersilakan mengambil makanan.

Bagi pedagang, momen itu membuat dagangannya habis terjual. Sementara warga yang berada di sekitar kawasan DPR ikut menikmati tahu yang dibagikan.

Kegiatan tersebut berlangsung di sela-sela pelaksanaan pengamanan, dengan personel tetap menjalankan tugas di sekitar lokasi penyampaian aspirasi.

Interaksi sederhana antara petugas, pedagang, dan warga itu menjadi salah satu suasana yang terlihat di tengah dinamika kegiatan di kawasan DPR/MPR RI.

KH Yahya Dorong NU Hadirkan Manfaat Nyata Bagi Rakyat Dan Negara

Investigasihukumkriminal Jombang — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa besarnya kekuatan Nahdlatul Ulama (NU) harus sejalan dengan besarnya tanggung jawab untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Pesan tersebut disampaikan KH Yahya dalam sambutannya pada pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Kamis (27/8/2026).

Di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran Kabinet, para ulama, serta ribuan delegasi NU dari berbagai daerah, KH Yahya menekankan bahwa Muktamar ke-35 bukan sekadar agenda organisasi. Forum tertinggi NU tersebut menjadi momentum penting untuk meneguhkan arah perjuangan organisasi di tengah tantangan kehidupan bangsa yang semakin kompleks.

Menurut KH Yahya, kekuatan sosial Nahdlatul Ulama yang besar merupakan sebuah modal penting bagi bangsa. Namun, pada saat yang sama, besarnya jumlah warga NU juga melahirkan tanggung jawab yang tidak kecil.

Ia menyebut warga Nahdlatul Ulama di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 57 persen dari seluruh penduduk muslim Indonesia.

“Warga Nahdlatul Ulama di Indonesia ini jumlahnya kira-kira 57 persen dari seluruh penduduk muslim di Indonesia,” kata KH Yahya.

Dengan jumlah penduduk muslim Indonesia yang mencapai sekitar 244 juta jiwa, ia memperkirakan warga NU berjumlah lebih dari 120 juta orang.

Bagi KH Yahya, angka tersebut bukan sekadar gambaran besarnya sebuah organisasi. Lebih dari itu, jumlah tersebut merupakan amanah yang harus diterjemahkan menjadi kerja nyata dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Ini adalah konstituensi yang sangat besar dan sekaligus tanggung jawab yang luar biasa besar,” ujarnya.

Atas dasar itulah, PBNU memandang NU harus membangun ikhtiar yang lebih kuat untuk menjalankan peran sosial dan kebangsaannya. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memperkuat kerja sama dengan pemerintah.

KH Yahya menegaskan, NU tidak dapat berjalan sendiri apabila ingin memastikan berbagai ikhtiar yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Tidak ada jalan lain bahwa organisasi ini harus bekerja sama dengan pemerintah,” tegasnya.

Namun, kerja sama yang dimaksud bukan sekadar hubungan formal antara organisasi dan kekuasaan. KH Yahya menekankan bahwa sinergi tersebut harus dibangun dalam kerangka menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

NU, kata dia, harus mampu mengoordinasikan berbagai ikhtiarnya dengan agenda pembangunan dan program pemerintah, sehingga kekuatan jaringan organisasi yang luas dapat menjadi jembatan yang efektif dalam menjangkau masyarakat hingga ke lapisan bawah.

Karena itu, peningkatan kapasitas para pengurus dan kader NU menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Bagaimana ke depan para pengurus NU dapat dikembangkan kinerjanya, dikembangkan kapasitasnya, sehingga akan menjadi penghantar yang lebih efektif dalam membantu membawakan manfaat dari program-program dan agenda pemerintah untuk rakyat kepada rakyat,” tuturnya.

Meski menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah, KH Yahya juga mengingatkan bahwa NU memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan bangsa.

NU, menurutnya, harus ikut menjadi penyangga kehidupan sosial masyarakat dan memperkuat fondasi negara-bangsa melalui semangat ta’awun atau saling tolong-menolong.

Prinsip tersebut, kata KH Yahya, merupakan bagian penting dari warisan pemikiran para pendiri Nahdlatul Ulama.

Ia mengutip pemikiran KH Hasyim Asy’ari dalam Qanun Asasi NU yang menempatkan semangat tolong-menolong sebagai salah satu dasar penting dalam membangun kehidupan bersama.

Dalam masyarakat yang berlandaskan ta’awun, setiap orang tidak lagi semata-mata memikirkan siapa yang paling kuat atau siapa yang memiliki kedudukan tertinggi.

Sebaliknya, seluruh elemen diarahkan untuk membangun kerja sama demi kepentingan, kekuatan, dan kemuliaan bersama.

“Semua orang berpikir tentang kerja sama, tolong-menolong untuk kepentingan bersama, untuk kekuatan bersama, untuk kemuliaan bersama,” kata KH Yahya.

Karena itu, ia berharap Muktamar ke-35 NU dapat menjadi titik tolak bagi penguatan kembali semangat ta’awun di tengah kehidupan masyarakat.

Semangat tersebut, menurutnya, tidak boleh berhenti hanya di lingkungan warga Nahdlatul Ulama. Ta’awun harus berkembang menjadi kekuatan sosial yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

“Bukan hanya warga Nahdlatul Ulama saja,” ujarnya.

KH Yahya berharap nilai kebersamaan, kerja sama, dan saling membantu dapat menjadi kekuatan bangsa dalam menghadapi berbagai persoalan di masa depan.

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, ia juga menyampaikan harapan agar pembukaan Muktamar ke-35 NU membawa keberkahan bagi perjalanan organisasi, pemerintah, dan seluruh masyarakat Indonesia.

“Kami berharap Bapak Presiden membuka Muktamar ini dan mudah-mudahan menjadi berkah kita semua,” pungkasnya.

Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, menjadi salah satu momentum strategis dalam menentukan arah perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut ke depan.

Di tengah kekuatan sosial yang begitu besar dan jaringan yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, NU dihadapkan pada tuntutan untuk tidak hanya besar secara jumlah, tetapi juga semakin kuat dalam menghadirkan manfaat.

Pesan KH Yahya Cholil Staquf tentang sinergi dengan pemerintah dan penguatan semangat ta’awun menjadi penegasan arah tersebut: bahwa kebesaran NU harus diterjemahkan menjadi tanggung jawab, kerja sama, serta pengabdian nyata untuk rakyat, bangsa, dan negara.