Polri Dan KPAI Perkuat Kerja Sama Lindungi Anak Dari TPPO Dan Kekerasan

investigasihukumkriminal JAKARTA | Polri dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memperkuat kerja sama dalam mencegah dan menangani kejahatan terhadap anak, mulai dari tindak pidana perdagangan orang (TPPO), kekerasan seksual, hingga penyalahgunaan narkotika.

Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dengan Ketua KPAI beserta jajaran di Mabes Polri, Jakarta. Kedua pihak menekankan pentingnya penegakan hukum yang mengedepankan perlindungan anak, baik sebagai korban maupun dalam upaya pencegahan kejahatan.

Kapolri mengatakan, perlindungan anak menjadi perhatian bersama yang harus dilakukan melalui langkah pencegahan, edukasi, hingga penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan.

“Penanganan khususnya terkait TPPO dan lebih khusus lagi terhadap anak ini menjadi perhatian kita bersama. Kita berupaya bagaimana menjaga dan melindungi anak-anak agar tidak menjadi korban,” ujar Suyudi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (06/11/2026).

Ia menjelaskan, Polri bersama KPAI selama ini melakukan pemetaan terhadap pelaku kejahatan, baik melalui pemantauan di wilayah maupun patroli siber. Upaya tersebut juga diarahkan untuk mengidentifikasi kejahatan terhadap anak di ruang digital, termasuk eksploitasi seksual dan kekerasan.

Menurut Suyudi, penyalahgunaan narkotika juga menjadi ancaman yang perlu diantisipasi karena anak-anak berpotensi menjadi korban penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

“Kita tidak ingin anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa ini menjadi korban atau menjadi objek dari orang-orang atau pelaku kejahatan yang memang menargetkan anak,” tegasnya.

Untuk memperkuat koordinasi, Kapolri menyebut Polri bersama KPAI dan kementerian serta dinas terkait juga membahas kemungkinan pengembangan aplikasi yang dapat menyelaraskan kerja sama antarlembaga. Sistem tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan kasus perlindungan anak secara lebih efektif.

Sementara itu, Wakil Ketua KPAI Dr. Jasra Putra, menyampaikan bahwa kondisi perlindungan anak di Indonesia membutuhkan dukungan penegakan hukum yang memiliki perspektif perlindungan anak. Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian meliputi anak korban narkotika, TPPO, kekerasan seksual, serta kekerasan fisik dan psikis.

“Kami mengapresiasi Pak Kapolri yang menyambut masukan-masukan kami mengenai bagaimana mengarusutamakan perlindungan anak dalam penegakan hukum. Beliau juga menyampaikan komitmen terhadap upaya pemberatan hukum bagi para pelaku kejahatan terhadap anak, termasuk pelaku pedofilia,” ujar Jasra.

KPAI berharap perlindungan anak menjadi salah satu perhatian dalam kebijakan dan pelaksanaan tugas Polri, sehingga upaya pencegahan maupun penanganan kejahatan terhadap anak dapat berjalan lebih optimal.

Melalui Program Subuh Keliling, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Pererat Silaturahmi dan Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

Melalui Program Subuh Keliling, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Pererat Silaturahmi dan Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

investigasihukumkriminal JAKARTA UTARA – Dalam upaya mempererat hubungan silaturahmi serta meningkatkan kedekatan antara Polri dan masyarakat, Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan kegiatan Subuh Keliling (Suling) di Masjid Ulumul Bahar, Kantor Pusat PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (DKB), Jalan Sindang Laut, Kalibaru, Jakarta Utara, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kompol Yudi Permadi, S.S., S.I.K., bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Kapolsek Kawasan Kalibaru, personel kepolisian, tokoh agama, serta pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Ulumul Bahar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan Wakapolres beserta rombongan di Masjid Ulumul Bahar. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Subuh berjamaah yang diimami oleh Ustaz Andi M. Dahlan.

Usai pelaksanaan salat Subuh berjamaah, Wakapolres Kompol Yudi Permadi menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus mengajak masyarakat untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Dalam sambutannya, Wakapolres menyampaikan bahwa kegiatan Subuh Keliling merupakan salah satu upaya Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus membuka ruang komunikasi dan mempererat hubungan antara kepolisian dengan warga.

“Kami memiliki program Subuh Keliling yang bertujuan agar Polri dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat,” ujar Kompol Yudi Permadi.

Ia juga menyosialisasikan layanan darurat Kepolisian 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat ketika membutuhkan bantuan atau hendak melaporkan kejadian yang memerlukan kehadiran petugas kepolisian.

“Apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian atau mengetahui adanya kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, silakan segera menghubungi layanan Kepolisian 110. Kami siap memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wakapolres menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif. Diperlukan peran serta dan dukungan masyarakat melalui sinergi, kepedulian, serta komunikasi yang berkesinambungan.

“Slogan kami adalah ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Oleh karena itu, kami berharap masyarakat dapat terus menjalin kerja sama dengan kepolisian untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan,” tambahnya.

Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, Polres Pelabuhan Tanjung Priok berharap terbangun hubungan yang semakin erat antara Polri, tokoh agama, pengurus masjid, dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, serta kondusif.

Kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pelaksanaan tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui pendekatan keagamaan, silaturahmi, dan komunikasi yang humanis.

.

Pelayanan Dan Pengamanan Polres Priok, Pastikan Embarkasi 694 Penumpang Kapal KM Gunung Dempo, Lancar, Tertib dan Aman

Pelayanan Dan Pengamanan Polres Priok, Pastikan Embarkasi 694 Penumpang Kapal KM Gunung Dempo, Lancar, Tertib dan Aman

investigasihukumkriminal JAKARTA – Polres Pelabuhan Tanjung Priok melalui personel Polsubsektor Pelni melaksanakan pelayanan, pengamanan, dan pengawasan kegiatan embarkasi penumpang Kapal Motor (KM) Gunung Dempo tujuan Surabaya, pada Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 00.05 WIB tersebut melayani sebanyak 694 penumpang yang akan melakukan perjalanan laut menuju Surabaya. Pengamanan dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian proses embarkasi berjalan tertib, aman, dan lancar.

Dalam pelaksanaannya, personel Polsubsektor Pelni memberikan pelayanan serta imbauan keselamatan kepada para calon penumpang saat memasuki ruang tunggu terminal. Petugas juga mengarahkan penumpang untuk mengantre dengan tertib dalam satu barisan serta menjaga jarak guna menghindari penumpukan dan memastikan kenyamanan bersama.

Selanjutnya, saat para penumpang mulai memasuki ruang tunggu hingga menuju kapal, personel kepolisian terus melakukan pengawasan dan memberikan arahan agar seluruh barang bawaan dimasukkan ke dalam mesin pemindai X-Ray untuk menjalani pemeriksaan keamanan. Selain itu, petugas juga memastikan proses pemeriksaan tiket atau boarding pass dilaksanakan sebelum penumpang naik ke atas kapal.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh pengguna jasa transportasi laut.

Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, seluruh rangkaian pelayanan, pengamanan, dan pemeriksaan embarkasi KM Gunung Dempo berjalan aman, tertib, dan lancar, dengan hasil pemeriksaan nihil temuan.

Kapal KM. Gunung Dempo dijadwalkan akan berangkat dengan tujuan Surabaya pada Sabtu (7/11/2026) siang hari dari Terminal Penumpang Nusantara II Pelabuhan Tanjung Priok.

Melalui kegiatan ini, Polres Pelabuhan Tanjung Priok berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan pengamanan di kawasan pelabuhan, khususnya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut.

Polri hadir untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, lancar, tertib dan selamat sampai tujuan.

Polres Priok, Gelar Bakti Sosial Jumat Berkah, Yayasan Oase Anak Bangsa Jakarta Utara

Polres Priok, Gelar Bakti Sosial Jumat Berkah, Yayasan Oase Anak Bangsa Jakarta Utara

investigasihukumkriminal Jakarta – Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., diwakili Kasium IPTU Dwi Dodot dan Personel, kembali lagi melaksanakan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Anak Yatim Piatu Yayasan Oase Anak Bangsa di Jakarta Utara.

Bakti Sosial Jumat Berkah ini dipimpin Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., yang diwakili Kasium IPTU Dwi Dodot dan Personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Acara dimulai dengan penyerahan paket sembako secara simbolis kepada Pimpinan Yayasan Al – Kahfi, Ustadzah Hj. Akhwat Sanamani.

Penyerahan ini menjadi simbol komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Priok, yang akan terus menerus mendukung kesejahteraan anak-anak penerus generasi Bangsa.
Selanjutnya, 20 anak menerima paket  sembako dan makanan ringan yang telah disiapkan.

Suasana hangat dan penuh keceriaan tercipta saat personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok, berinteraksi dengan anak-anak Yayasan Oase Anak Bangsa, menciptakan suasana penuh kebersamaan, keakrapan dan senyuman canda tawa dari anak-anak.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., yang diwakili Kasium IPTU Dwi Dodot, berharap kegiatan ini dapat menginspirasi sesama anggota Polri dan masyarakat untuk terus peduli dan berbuat baik terhadap sesama, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih dari kita semua.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong personel Polri dan masyarakat untuk lebih peduli kepada anak-anak dan terus berbagi kebaikan,” ujar Dwi kepada awak media  (7/11/2026).

Aksi sosial ini disambut baik oleh pihak Pengurus Yayasan Oase Anak Bangsa dan masyarakat sekitar, menunjukkan bahwa Kepolisian tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat dan harmonis. “Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang peduli, kamtibmas aman, bebas narkoba dan saling mendukung untuk kebaikan serta kemajuan generasi bangsa Indonesia, Polisi Bersama Masyarakat,” tutupnya.

Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab Irwasda, Karoops, dan Dirintelkam

Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab Irwasda, Karoops, dan Dirintelkam

investigasihukumkriminal JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) tiga pejabat utama Polda Metro Jaya, yakni Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda), Kepala Biro Operasi (Karoops), dan Direktur Intelijen Keamanan (Dirintelkam). Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 2 Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat (6/11/2026).

Dalam sertijab tersebut, jabatan Irwasda diserahterimakan dari Brigjen Pol. Sri Satyatma kepada Kombes Pol. Rifki. Sementara itu, jabatan Karoops beralih dari Brigjen Pol. La Ode Aries El Fathar kepada Brigjen Pol. Ade Ary Syam Indradi.

Adapun jabatan Dirintelkam diserahterimakan dari Kombes Pol. Miko Indrayana kepada Kombes Pol. Ardyansyah. Upacara tersebut turut dihadiri Wakapolda Metro Jaya, para pejabat utama, serta Kapolres jajaran.

Pergantian jabatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas. Ketiga posisi tersebut memiliki peran strategis dalam pengawasan internal, koordinasi operasional, serta deteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan bahwa sertijab menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Kami berharap para pejabat yang mengemban amanah baru dapat menjalankan tugas secara profesional, responsif, dan semakin dekat dengan masyarakat, sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat dan Kerja Melayani Jakarta.

Imigrasi Jakarta Timur Perluas Pengawasan Hingga Tingkat RT/RW

investigasihukumkriminal JAKARTA | Pengawasan keberadaan warga negara asing (WNA) di lingkungan masyarakat menjadi salah satu perhatian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur. Melalui Program Desa Binaan Imigrasi, jajaran Imigrasi menggandeng Kelurahan Cibubur dan Kelurahan Kelapa Dua Wetan untuk memperkuat pengawasan sekaligus mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui sosialisasi dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan di Hotel Fieris, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (3/11/2026).

Program ini bertujuan membangun sinergi antara Imigrasi dan pemerintah kelurahan dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, khususnya terkait keberadaan orang asing, dokumen perjalanan, izin tinggal, serta potensi tindak pidana yang berkaitan dengan perdagangan dan penyelundupan manusia.

Kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur yang diwakili Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Ghanda Ade Satiawan, S.H., M.M.

Sambutan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta diwakili Kepala Bidang Intelijen dan Kepatuhan Internal Keimigrasian, Hamdan Muhammad Al Amin, A.Md.Im., S.E., M.H.

Selanjutnya, penandatanganan PKS dilakukan antara Kantor Imigrasi Jakarta Timur dengan Kelurahan Cibubur dan Kelurahan Kelapa Dua Wetan. Kesepakatan tersebut menjadi landasan penguatan koordinasi dalam mendukung pengawasan keimigrasian di tengah masyarakat.

Dalam sesi pemaparan, Lurah Kelapa Dua Wetan, Priyati, S.AP., mengingatkan pentingnya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dokumen perjalanan dan izin tinggal orang asing.

Ia juga menyoroti perlunya kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan serta tawaran pekerjaan ke luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi.

Menurutnya, pengawasan lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari Imigrasi, pemerintah kelurahan, RT/RW, FKDM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga tokoh masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan mempercepat pelaporan apabila ditemukan dugaan pelanggaran keimigrasian.

Sementara itu, Lurah Cibubur, Rony Abdullah, S.T., memaparkan gambaran wilayah Kelurahan Cibubur yang memiliki luas 240,94 hektare dengan jumlah penduduk sebanyak 84.662 jiwa. Wilayah tersebut terdiri dari 14 RW dan 155 RT.

Berdasarkan data Podes tahun 2024, terdapat 10 warga negara asing yang tercatat berada di wilayah Kelurahan Cibubur.

Data tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pendataan orang asing, meningkatkan sosialisasi keimigrasian, serta memperkuat upaya pencegahan TPPO dan penempatan pekerja migran Indonesia secara nonprosedural.

Pemaparan berikutnya disampaikan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA), Dian Helsinki, S.H. Ia menjelaskan bahwa PIMPASA memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi, melakukan pengawasan, serta mendeteksi sejak dini potensi pelanggaran keimigrasian.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi terkait dugaan pelanggaran. Karena itu, koordinasi lintas instansi perlu terus dibangun untuk mencegah TPPO dan TPPM.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Forum tersebut menjadi sarana pertukaran informasi sekaligus memperkuat komunikasi antara jajaran Imigrasi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat.

Melalui kerja sama ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur berharap kesadaran hukum dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan keimigrasian semakin meningkat.

Penguatan sinergi juga akan dilakukan secara berkelanjutan melalui sosialisasi berkala, pertukaran informasi, dan pembinaan masyarakat. Dengan demikian, pengawasan keimigrasian di wilayah Jakarta Timur diharapkan semakin efektif, responsif, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Perkuat Sinergitas Dan Keamanan Kawasan Pelabuhan Pelindo Group Gelar Audiensi Bersama Forkopimko Jakarta Utara

investigasihukumkriminal JAKARTA UTARA | Dalam upaya memperkuat sinergitas dan koordinasi lintas instansi, Pelindo Group Wilayah Jakarta menggelar kegiatan silaturahmi dan audiensi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Fatahillah Lantai 2, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Pelindo Group serta unsur Forkopimko Jakarta Utara.

Dari unsur Pelindo Group, hadir Executive Director Regional 2 Pelindo, Budi Prasetio, Direktur Utama PT IPC Terminal Petikemas, Andi Hamdani, EGM Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, beserta jajaran pimpinan dan perwakilan anak perusahaan Pelindo Group lainnya.

Sementara itu, dari unsur Forkopimko Jakarta Utara hadir Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Dr. Syahrul Juaksha Subuki, S.H., M.H., Sekretaris Kota Jakarta Utara, H. Iyan Sopyan Hadi, perwakilan Dandim 0502/Jakarta Utara, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Adhe Hariadi, S.I.K., M.H., serta Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres dan jajaran pejabat utama Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam audiensi tersebut, Pelindo Group memaparkan struktur organisasi, profil anak perusahaan, serta berbagai bidang usaha yang dijalankan, mulai dari pelayanan kapal, kegiatan bongkar muat, pengelolaan terminal, jasa maritim hingga layanan logistik.

Selain itu, disampaikan pula peran strategis Pelindo Group dalam mendukung kelancaran operasional Pelabuhan Tanjung Priok sebagai salah satu pusat kegiatan logistik dan distribusi barang yang memiliki peranan penting bagi perekonomian nasional.

Pertemuan tersebut juga membahas pentingnya memperkuat sinergitas dan koordinasi antara Pelindo Group dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh instansi terkait guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di kawasan pelabuhan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri menegaskan bahwa kepolisian memiliki peran strategis sebagai operator keamanan publik yang tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga aktif menggerakkan dan mengoordinasikan seluruh elemen terkait dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Polri hadir sebagai operator keamanan publik yang berperan aktif dalam menggerakkan, mengoordinasikan, dan menyelenggarakan keamanan serta ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergitas yang kuat antara Forkopimko, Pelindo Group, dan seluruh stakeholder kepelabuhanan,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., kepada awak media, Jumat (6/11/2026).

Ia juga menekankan pentingnya pemantauan secara berkelanjutan terhadap perkembangan situasi keamanan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, sehingga berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi sejak dini.

“Melalui komunikasi dan koordinasi yang intensif, kita berharap seluruh aktivitas kepelabuhanan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Keamanan kawasan pelabuhan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak,” tambahnya.

Melalui kegiatan silaturahmi dan audiensi ini, diharapkan terjalin hubungan kelembagaan yang semakin erat antara Pelindo Group dengan unsur Forkopimko Jakarta Utara, sekaligus meningkatkan efektivitas koordinasi dalam mendukung kelancaran operasional pelabuhan.

Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, serta kelancaran aktivitas kepelabuhanan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, demi mendukung kelancaran distribusi logistik dan pertumbuhan perekonomian nasional.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Apel Dan Patroli Cipta Kondisi Antisipasi Gangguan Kamtibmas Di Kawasan Pelabuhan

investigasihukumkriminal JAKARTA | Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya melaksanakan apel kesiapan dan Patroli Cipta Kondisi guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas) di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (6/11/2026)

Kegiatan tersebut dipimpin oleh IPDA Daniel Fanuel, S.H., selaku Pawas Pendamping sekaligus Kanit 2 Satintelkam Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dengan melibatkan 17 personel serta didukung 4 unit kendaraan dinas roda empat (KR4).

Sebelum pelaksanaan patroli, Sipropam Polres Pelabuhan Tanjung Priok turut melaksanakan monitoring guna memastikan kegiatan apel dan patroli berjalan sesuai dengan ketentuan serta prosedur yang berlaku.

Adapun rute patroli meliputi PT Salim Ivomas, Jalan Raya Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Inggom, Pelabuhan Nusantara, Terminal Operasi 1, hingga Terminal Penumpang Nusantara Pura II.

Dalam pelaksanaannya, personel melaksanakan patroli dialogis dan pemantauan situasi keamanan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan perusahaan, akses jalan pelabuhan, serta terminal penumpang.

Petugas juga berkoordinasi dengan petugas keamanan (security) setempat serta menyampaikan imbauan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada malam hingga dini hari, guna mengantisipasi berbagai potensi tindak kriminalitas seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan aksi begal.

Selain itu, personel turut melakukan pemantauan arus lalu lintas untuk mencegah terjadinya kemacetan serta mengimbau masyarakat dan calon penumpang kapal agar selalu menjaga barang bawaan masing-masing demi menghindari kehilangan maupun tertukar.

Petugas juga mengingatkan masyarakat yang hendak membeli tiket kapal Pelni maupun kapal Roro agar melakukan transaksi melalui loket atau saluran resmi guna menghindari praktik penipuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kepada petugas keamanan di lingkungan pelabuhan, personel mengingatkan pentingnya meningkatkan pengawasan serta mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani setiap permasalahan. Apabila ditemukan kejadian menonjol atau potensi gangguan keamanan, petugas security diminta segera berkoordinasi dan melaporkannya kepada pihak Kepolisian.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Pelabuhan Tanjung Priok berupaya memastikan situasi keamanan di kawasan pelabuhan tetap terjaga, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, pekerja, maupun pengguna jasa pelabuhan.

Selama pelaksanaan apel dan Patroli Cipta Kondisi berlangsung, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok terpantau aman dan kondusif.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan preventif melalui patroli rutin, pengawasan, serta koordinasi dengan seluruh unsur terkait sebagai upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

BAK SILUMAN, SATGAS PKH TIBA DI JAMBI DAN LANGSUNG SIKAT TAMBANG EMAS ILEGAL DI TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT

investigasihukumkriminal JAMBI — Bak siluman, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) bergerak cepat setibanya di Provinsi Jambi. Tanpa banyak publikasi, tim langsung melancarkan operasi penertiban terhadap aktivitas pertambangan emas ilegal di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), khususnya Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin.

Operasi tersebut merupakan tindak lanjut perintah Ketua Pengarah Satgas PKH, Menteri Pertahanan RI, agar seluruh aktivitas ilegal di kawasan hutan ditertibkan secara tegas, terpadu, dan hingga tuntas.

Berdasarkan analisis geospasial, kawasan terdampak pertambangan ilegal di wilayah Penetai, Desa Muara Hemat, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, mencapai 119,32 hektare.

Satgas PKH bergerak serentak di tiga lokasi, yakni wilayah Penetai, Desa Muara Hemat, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci; Desa Air Liki, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin; serta Desa Baru Pangkalan Jambu, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin.

Operasi ini dilaksanakan melalui kolaborasi Satgas PKH dengan Pemerintah Provinsi Jambi, Korem 042/Garuda Putih, Polda Jambi, Kejaksaan Tinggi Jambi, Balai Besar TNKS, serta unsur pemerhati lingkungan hidup.

Polda Jambi dan Kejati Jambi turut menggelar operasi imbangan untuk memperkuat penegakan hukum terhadap jaringan pertambangan ilegal.

JARINGAN PELAKU TERIDENTIFIKASI, BACKING TAMBANG TAK BISA BERSEMBUNYI

Satgas PKH bersama unsur terkait telah mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat, mulai dari pelaku lapangan, aktor pendukung, pemasok bahan bakar minyak (BBM), hingga pihak yang diduga menjadi backing aktivitas pertambangan ilegal.

Penelusuran terus dikembangkan untuk mendukung proses hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti membiayai, mengendalikan, memfasilitasi, atau melindungi kegiatan ilegal.

Tidak hanya pekerja tambang yang menjadi sasaran. Siapa pun yang terbukti berada di balik aktivitas ilegal tersebut dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.

Satgas PKH juga terus menelusuri keberadaan alat-alat berat yang digunakan dalam kegiatan pertambangan ilegal, sekaligus memasang plang penguasaan kembali kawasan hutan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Para pelaku berpotensi dijerat ketentuan UU Perusakan Hutan, UU Minerba, UU Konservasi, UU Lingkungan Hidup, serta ketentuan pidana lainnya sesuai unsur pelanggaran yang terbukti.

OPERASI TAK AKAN BERHENTI SEBELUM TUNTAS

Satgas PKH memastikan operasi akan terus diperluas ke seluruh titik aktivitas pertambangan ilegal di kawasan TNKS wilayah Provinsi Jambi, sekaligus mendukung upaya pemulihan ekosistem yang telah rusak.

Pada hari pertama, operasi di wilayah Penetai, Kabupaten Kerinci, dipimpin langsung oleh Brigjen TNI Amrul Huda selaku Wakil Komandan Satgas PKH, sementara tim lainnya bergerak secara bersamaan di Kabupaten Merangin.

Pesan bagi para pelaku dan jaringan pendukungnya tegas: hentikan aktivitas pertambangan ilegal. Jangan merasa aman di balik pemodal, pemasok BBM, ataupun pihak yang memberikan perlindungan. Setiap keterlibatan yang terbukti akan diproses sesuai hukum.

TEGAS! Masyarakat Lahei Serukan Aksi Damai: Minta Bupati Bentuk Tim PKS, Verifikasi Lahan PT NPR & Pastikan Dana Tali Asih ke Pemilik Sah!

investigasihukumkriminal Muara Teweh – Masyarakat wilayah Lahei, Kabupaten Barito Utara akan menggelar aksi damai bertajuk ”Gatang Utus di Bumi Iya Mulik Bengkang Turam” pada Kamis 5 November 2026 mulai pukul 09.00 WIB. Titik kumpul massa aksi di Bandara Lama Beringin kemudian bergerak menuju Kantor Bupati Barito Utara untuk menyuarakan lima tuntutan utama terkait sengketa lahan dan dana tali asih PT Nusa Persada Resources (PT NPR). (05/11)

Berdasarkan salinan poster seruan aksi yang diterima media, masyarakat menegaskan bahwa amanat UUD 1945 Pasal 33 menyatakan bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikelola oleh negara dan dipergunakan sebesar‑besarnya untuk kemakmuran rakyat, sedangkan Pasal 28H menjamin hak milik serta hak atas rasa aman. Masyarakat juga mengutip Pasal 135 UU Minerba yang mewajibkan pemegang izin pertambangan mendapat persetujuan pemegang hak atas tanah sebelum beroperasi.

*Berikut Lima Tuntutan Utama Masyarakat:*
*Tuntutan Pertama:* Meminta Bupati Barito Utara segera membentuk Tim PKS untuk melakukan peninjauan lapangan, validasi, verifikasi serta pengukuran terbuka untuk umum dan mengundang seluruh pihak agar dana ganti rugi langsung disalurkan kepada pemilik sah tanpa melewati perantara.

*Tuntutan Kedua:* Meminta tim yang dibentuk Bupati mengambil alih tahapan proses ganti rugi hak kelola masyarakat di PPKH 281 yang sedang berproses agar tepat sasaran langsung kepada pemilik sah secara transparan dan terbuka.

*Tuntutan Ketiga:* Meminta PT NPR menyerahkan data overlay PPKH 281 yang telah dijanjikan sebelumnya, serta dilakukan tindih‑tindih, penyelesaian dan diametral berdasarkan legalitas serta hasil tinjauan lapangan.

*Tuntutan Keempat:* Meminta aktivitas PT NPR dihentikan sementara sebelum seluruh tuntutan tersebut terpenuhi.

*Tuntutan Kelima:* Meminta penegakan hukum terhadap oknum Kades beserta Mukti Ali yang telah dilaporkan ke Polres Barito Utara, Kejaksaan Negeri Muara Teweh, Polda Kalteng, Kejati Kalteng, Mabes Polri, Kejaksaan Agung, Menteri ESDM, DPRI Komisi III serta Satgas PPKH agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

Sengketa ini menyangkut hak kelola sebagian masyarakat di wilayah izin konsesi PT NPR yang mencakup lahan seluas 140 Ha, 190 Ha dan 388 Ha yang hingga saat ini belum terselesaikan pembayarannya.

Seruan aksi ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk hadir secara damai ke Kantor Bupati Barito Utara menyuarakan tuntutan tersebut. Masyarakat berharap Bupati Barito Utara segera merespons agar sengketa lahan tidak semakin meruncing serta hak‑hak masyarakat terpenuhi sesuai amanat UUD 1945 dan peraturan perundang‑undangan.

Media ini akan terus memantau pelaksanaan aksi damai tanggal 5 November 2026 serta respon resmi dari Pemkab Barito Utara, PT NPR dan lembaga penegak hukum terkait tuntutan verifikasi, pengukuran terbuka, penyerahan overlay PPKH 281 serta penanganan laporan terhadap Mukti Ali beserta oknum yang dilaporkan.

Berita ini disusun berdasarkan salinan poster seruan aksi yang diterima media dan belum merupakan pernyataan resmi dari Pemkab Barito Utara, PT NPR maupun lembaga penegak hukum. Penyebutan nama Mukti Ali merupakan isi seruan aksi dan laporan masyarakat, bukan berarti telah terbukti bersalah.

Kami mengharapkan Bupati Barito Utara, BPN, Polri dan Kejaksaan memberikan penjelasan resmi agar sengketa hak kelola lahan diselesaikan secara adil dan transparan. (Red)