Potongan Video Pandji Pragiwaksono Diduga Hina Adat Toraja, GUNTUR dan Tokoh Bugis-Makassar-Toraja Kecam Keras

investigasihukumkriminal – Sebuah potongan video yang menampilkan komika Pandji Pragiwaksono tengah melontarkan materi stand-up comedy yang diduga menghina adat dan budaya Suku Toraja viral di media sosial, khususnya TikTok. Dalam video tersebut, Pandji menyebut bahwa masyarakat Toraja kerap memaksakan diri menggelar pesta kematian yang mewah, yang menurutnya menyebabkan kemiskinan TikTok.

Pernyataan tersebut memicu gelombang kemarahan dari masyarakat Toraja di berbagai daerah. Mereka menilai pernyataan Pandji tidak berdasar, merendahkan nilai-nilai budaya, dan berpotensi memecah belah kerukunan bangsa. Tradisi Rambu Solo’, yang menjadi sorotan dalam materi Pandji, sejatinya merupakan bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang telah meninggal, bukan sekadar pesta SuaraSulsel.id.

Salah satu kecaman keras datang dari Piter Higo, Ketua Umum Garuda Untuk Rakyat (GUNTUR) sekaligus Ketua Pengembangan Organisasi Prabu Pinisi Indonesia. Dalam pernyataannya, Piter Higo yang berdarah Bugis-Makassar-Toraja menyatakan kemarahan dan mengutuk tindakan Pandji.

“Kami sangat mengutuk tindakan yang dilakukan oleh Saudara Pandji Pragiwaksono,” tegas Piter Higo.

Ia menilai bahwa di tengah situasi nasional yang membutuhkan keharmonisan, pernyataan seperti itu justru memperkeruh keadaan. “Negara kita saat ini dalam kondisi yang kurang baik. Harusnya kita membantu Presiden Prabowo menciptakan situasi yang harmonis, bukan menambah kerumitan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Piter menegaskan bahwa tidak ada satu pun suku di Indonesia yang pantas dihina. “Suku apapun itu yang ada di NKRI tidak boleh dihina, karena kita adalah satu kesatuan budaya bangsa yang tak terpisahkan,” tambahnya.

Piter Higo bersama Ketua Dewan Penasehat GUNTUR, Prof. Dr. Agus Salim, S.H., M.H., mendesak pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti kasus ini. Mereka meminta agar Pandji diproses secara hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, serta mempertimbangkan sanksi adat dari masyarakat Toraja.

“Pandji Pragiwaksono harus mendapatkan hukuman yang sesuai dengan perbuatannya dalam hukum negara, dan juga hukum adat Toraja,” tegas Piter.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyentuh isu sensitif Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan (SARA). Banyak pihak khawatir, jika tidak segera ditangani, hal ini dapat memicu konflik horizontal dan merusak persatuan bangsa.

Sampai saat ini, Pandji Pragiwaksono belum memberikan klarifikasi resmi terkait video tersebut. Sementara itu, desakan agar ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka terus menguat dari berbagai komunitas dan pemerhati budaya.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam

Jakarta, investigasihukumkriminal – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di wilayah hukum Pelabuhan Tanjung Priok, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam, Kamis (30/10/2025), bertempat di Lapangan Presisi Mako Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Dr. Martuasah H. Tobing, S.I.K., M.H., serta dihadiri oleh unsur TNI AD, BNPB, BSKD, KSOP, PFSO, PMK, Security Pelabuhan, dan jajaran Pejabat Utama Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dengan total peserta sebanyak 120 personel.

Dalam arahannya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Dr. Martuasah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas sinergi lintas sektoral yang terjalin dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita dapat hadir dalam apel kesiapsiagaan bencana alam di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok ini,” ujar Kapolres dalam sambutannya.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh stakeholder dan peserta apel. Semoga kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan semangat kebersamaan lintas sektor dalam upaya penanggulangan bencana di kawasan pelabuhan,” lanjutnya.

Kapolres menegaskan bahwa wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok memiliki karakteristik yang strategis sekaligus berisiko tinggi terhadap berbagai potensi bencana seperti gelombang tinggi, banjir rob, cuaca ekstrem, kecelakaan laut, kebakaran pemukiman padat, serta ancaman bencana industri di kawasan objek vital nasional.

“Sinergitas seluruh stakeholder pelabuhan mutlak diperlukan, terutama dalam deteksi dini, pemetaan wilayah rawan, kesiapan personel dan sarana SAR, prosedur evakuasi, serta edukasi mitigasi bagi masyarakat pesisir dan pekerja pelabuhan,” jelasnya.

“Mari kita jadikan apel ini sebagai momentum untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam memberikan perlindungan terbaik kepada masyarakat serta menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas di kawasan pelabuhan sebagai objek vital nasional,” pungkas Kapolres.

Usai apel, dilaksanakan pengecekan kendaraan operasional dan perlengkapan penanggulangan bencana oleh Kapolres bersama para Pejabat Utama dan stakeholder terkait. Dari hasil pengecekan, seluruh kendaraan dan perlengkapan dinyatakan siap digunakan dalam menghadapi potensi bencana di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Adapun sarana dan prasarana yang dicek antara lain meliputi kendaraan roda empat (KR 4), perahu karet, perlengkapan kesehatan, serta peralatan identifikasi dan SAR dari berbagai satuan fungsi seperti Satsamapta, Satlantas, Satbinmas, Satreskrim, dan Basarnas.

Apel kesiapsiagaan ini menjadi bentuk nyata komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Priok bersama unsur TNI, instansi pemerintah, dan pihak pelabuhan dalam mewujudkan kesiapan, sinergitas, dan tanggap darurat bencana, demi menjaga keselamatan masyarakat dan kelancaran aktivitas di kawasan pelabuhan terbesar di Indonesia tersebut

Kapolres Priok Pimpin Patroli Skala Besar dalam Rangka Jaga Jakarta, Jamin Kamtibmas Aman

Jakarta, investigasihukumkriminal – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polres Pelabuhan Tanjung Priok bersama Polsek jajaran, menggelar kegiatan Patroli Skala Besar pada Sabtu malam menjelang pagi.

Patroli ini dilaksanakan dalam rangka Jaga Jakarta dan Jaga Pelabuhan Priok sebagai upaya terjadinya gangguan Kamtibmas, di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, guna mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Dr. Martuasah H. Tobing, S.I.K., M.H., memimpin jalannya kegiatan patroli yang berlangsung mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB dini hari.

“Patroli Skala Besar ini merupakan wujud kehadiran Negara khususnya Polri di Pelabuhan, dalam menjaga situasi keamanan di kawasan strategis Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Kapolres AKBP Dr. Martuasah H. Tobing, S.I.K., M.H. Minggu (2/11/2025).

Kegiatan ini, melibatkan Personel sebanyak 80 personel gabungan, terdiri dari:
50 personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan 30 personel Polsek jajaran.

Kendaraan operasional yang digunakan dalam patroli adalah 5 unit Mobil Kendaraan Dinas Polri Pamapta, Satlantas, Satsamapta, Sipropam, dan Kendaraan Dinas Satreskrim.

Patroli menyisir sejumlah titik strategis di wilayah pelabuhan, antara lain: PLTU Indonesia Power, Jalan Raya Pelabuhan, Terminal Pelni, JICT, TPK Koja, NPCT 1, Pelabuhan Kalibaru.

Dalam pelaksanaannya, tim patroli melakukan pemantauan intensif terhadap jalur-jalur utama dan objek vital di kawasan pelabuhan. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak manajemen dan satuan keamanan internal perusahaan untuk memperkuat pengamanan.

“Hasil dari patroli menunjukkan situasi yang aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan keamanan yang signifikan,” ungkap Kapolres.

Operasi Cipta Kondisi Patroli Skala Besar tersebut berjalan lancar dan ditutup dengan hasil yang positif dalam rangka pemeliharaan keamanan di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.

Jumat Peduli Polres Priok Berikan Makanan Bagi Sesama Di Hari Penuh Berkah

Jakarta, investigasihukumkriminal – Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat, Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan kegiatan rutin bertajuk “Jum’at Berkah Peduli” yang digelar pada hari Jum’at, 31 Oktober 2025, pukul 10.30 WIB hingga selesai, bertempat di Pos 1 Pelabuhan Tanjung Priok.

Kegiatan sosial ini dipimpin langsung oleh Kabagren AKP Suprobo, S.H., dengan melibatkan personel Bagren, Satbinmas, Sipropam Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Adapun bentuk kegiatan yang dilakukan adalah membagikan makanan gratis berupa nasi kotak kepada berbagai lapisan masyarakat, seperti pengemudi ojek online dan ojek pangkalan, buruh pelabuhan, sopir, kernet, petugas kebersihan, serta satuan pengamanan (satpam).

“Jum’at Berkah Peduli ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial Polres Pelabuhan Tanjung Priok terhadap masyarakat, khususnya mereka yang bekerja di lingkungan pelabuhan dan sekitarnya. Kegiatan ini secara rutin kami laksanakan setiap hari Jum’at sebagai bentuk pelayanan dan pendekatan humanis kepada masyarakat,” ujar AKBP Dr. Martuasah Hermindo Tobing, S.I.K., M.H., Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

Jumat Berkah Peduli Berbagi ini juga mendapat apresiasi dari masyarakat yang merasa terbantu dan diperhatikan oleh pihak Kepolisian, terutama dalam suasana ekonomi yang menantang saat ini.

Dengan pelaksanaan kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan antara Polisi dan masyarakat semakin erat serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan harmonis di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kunjungan Mendadak ke Cianjur Selatan, Kang Dedi Mulyadi Temui Warga dan Usulkan Solusi Konkret

investigasihukumkriminal , Cianjur — Dalam kunjungan kerjanya ke wilayah Cianjur Selatan, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat akar rumput. Di tengah perjalanan, Kang Dedi menghentikan iring-iringan kendaraannya untuk menyapa sejumlah warga yang tengah beraktivitas di pinggir jalan.

Salah satu momen yang menyentuh terjadi saat Kang Dedi berbincang dengan seorang ibu bersama dua anaknya yang hendak berangkat bekerja. Dengan mata berkaca-kaca, sang ibu menceritakan kesulitannya dalam mengurus dokumen kependudukan, khususnya e-KTP. Ia mengaku harus menjual seekor domba miliknya demi bisa mengurus dokumen tersebut ke kantor kecamatan yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalnya.

Tak lama berselang, seorang bapak tua menghampiri rombongan gubernur. Dengan suara lirih, ia menceritakan kondisi istrinya yang tengah berjuang melawan kanker payudara. Demi biaya pengobatan, ia terpaksa menjual sawah satu-satunya yang menjadi sumber penghidupan keluarganya.

Mendengar keluhan dan kisah pilu warganya, Kang Dedi langsung merespons cepat. Ia mengajak Bupati Cianjur, dr. H. Wahyu, yang turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, untuk segera merancang solusi konkret. Salah satu usulan yang disampaikan adalah penyediaan sarana informasi dan transportasi di daerah-daerah terpencil.

“Kita harus hadir di tengah masyarakat. Saya minta Pak Bupati segera siapkan kendaraan operasional yang bisa menjangkau pelosok. Sopir dan bahan bakarnya biar ditanggung pemerintah daerah. Jangan sampai warga harus jual domba atau sawah hanya untuk urus KTP atau berobat,” tegas Kang Dedi.

Usulan tersebut disambut baik oleh Bupati Cianjur, yang berkomitmen untuk segera menindaklanjuti arahan gubernur demi meningkatkan aksesibilitas layanan publik di wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa di balik geliat pembangunan, masih banyak warga yang berjuang dalam senyap. Kehadiran pemimpin yang mau mendengar dan bertindak cepat menjadi harapan baru bagi masyarakat di pelosok Jawa Barat.

Penemuan Mayat di Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai: Tim Gabungan Lakukan Tindakan Cepat

Kuningan, investigasihukumkriminal – Suasana tenang di jalur pendakian Linggajati, Taman Nasional Gunung Ciremai, mendadak berubah menjadi lokasi investigasi setelah Tim Smart Patrol menemukan sesosok mayat laki-laki pada Rabu sore sekitar pukul 15.35 WIB.(29/10)

Penemuan ini terjadi sekitar 200 meter arah utara dari Puncak Linggajati, tepatnya di wilayah Seksi PTN Wilayah I Kuningan. Koordinat perkiraan lokasi penemuan berada di titik X: 213937 / Y: 9237251.

Tim Smart Patrol yang terdiri dari personel BTNGC dan anggota AKAR tengah melakukan patroli rutin menuju Grid 11K dan 12K melalui jalur pendakian Linggajati. Sekitar pukul 15.36 WIB, mereka menemukan jasad seorang pria yang diperkirakan telah meninggal sekitar satu minggu sebelumnya.

Setelah memastikan kondisi korban, tim segera melakukan pengamanan lokasi dan menandai titik penemuan. Laporan langsung disampaikan kepada Kepala Seksi PTN Wilayah I Kuningan untuk tindak lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, identitas korban belum diketahui. Berdasarkan pengamatan awal, korban berjenis kelamin laki-laki, diperkirakan berusia antara 30 hingga 40 tahun. Ia ditemukan mengenakan celana pendek tanpa atasan, membawa terminal kabel, serta terdapat pakaian berupa jas biru dan sarung di sekitar lokasi.

Tidak ditemukan kartu identitas atau dokumen pribadi lain di tubuh korban.

Kasat Reskrim IPTU Abdul Azis, SH, C.PHR, bersama 15 anggota gabungan dari Polres Kuningan, turut terjun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan penyelidikan awal. Tim gabungan dari BTNGC dan AKAR juga dilibatkan dalam proses evakuasi dan dokumentasi.

Langkah pertama yang dilakukan adalah:
– Mengamankan lokasi penemuan agar tidak terjadi gangguan atau kontaminasi bukti.
– Melakukan koordinasi lintas instansi untuk proses identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut.

Pihak Balai Taman Nasional Gunung Ciremai mengimbau kepada seluruh pendaki dan pengunjung agar selalu melapor sebelum dan sesudah melakukan aktivitas di kawasan taman nasional. Jika menemukan hal mencurigakan atau kondisi darurat, segera hubungi petugas terdekat.

Patroli Skala Penuh di Jatinangor, Satgas Gabungan Polda Jabar All Out Berantas Premanisme

investigasihukumkriminal – Operasi Pemberantasan Premanisme di wilayah hukum Polda Jawa Barat mencapai puncaknya hari ini, dengan fokus penugasan berada di wilayah Polsek Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Kawasan Jatinangor dipilih karena merupakan pusat pendidikan, bisnis, dan keramaian yang memiliki potensi kerawanan tinggi terhadap aksi premanisme, terutama di sekitar kampus dan pusat perbelanjaan. Kegiatan ini menegaskan bahwa Polda Jabar bersama mitra instansi bertekad penuh untuk mengakhiri rangkaian operasi ini dengan capaian maksimal, mewujudkan Kamtibmas yang bebas dari ancaman dan intimidasi.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Operasi hari terakhir diawali dengan pelaksanaan Apel Kesiapan Satgas Gabungan yang digelar di wilayah Polsek Jatinangor. Apel tersebut diikuti oleh personel gabungan dari Kepolisian, TNI, dan instansi lainnya, menandakan kesiapan penuh tim untuk bergerak cepat dan terpadu. Fokus utama Satgas adalah menjalankan patroli intensif di seluruh titik rawan Jatinangor, termasuk jalur protoko, hingga area parkir dan terminal bayangan. Tujuannya adalah mencegah dan memberantas aksi premanisme, baik yang ditemukan langsung di lapangan maupun yang berbekal informasi akurat dari laporan masyarakat.

“Strategi penindakan pada hari ini menekankan respons cepat terhadap laporan keresahan warga. Hal ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi yang gencar dilakukan pada hari-hari sebelumnya, yang mendorong masyarakat untuk berani melapor. Aparat keamanan berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap informasi mengenai pungutan liar (pungli), pemaksaan, atau tindakan intimidasi lainnya yang meresahkan.” ujar Kombes Hendra, Jum’at (31/10/2025)

Penutupan operasi ini di Jatinangor sekaligus menjadi momentum evaluasi keberhasilan keseluruhan Operasi Pemberantasan Premanisme di wilayah Sumedang dan sekitarnya. Polda Jabar memastikan bahwa kegiatan pencegahan dan pengawasan akan tetap dilanjutkan melalui patroli rutin dan dialogis oleh Polsek setempat. Tujuannya adalah mempertahankan dampak positif yang telah dirasakan masyarakat selama operasi berlangsung, sehingga rasa aman dan nyaman dapat menjadi kondisi permanen.

Sebagai penutup, seluruh elemen Satgas Gabungan mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif masyarakat yang telah berani melapor dan mendukung operasi ini. Keberhasilan menekan angka premanisme adalah hasil kolaborasi antara aparat dan warga. Polda Jabar menegaskan kembali komitmennya untuk tidak pernah memberi ruang bagi premanisme dalam bentuk apapun di Jawa Barat.

Viral! Inilah Wajah Terduga Pelaku Penipuan Marketplace Facebook Tertangkap dari Tangkapan Layar Korban

Jakarta, 31 Oktober 2025 — Wajah seorang pria yang diduga menjadi pelaku penipuan jual beli online di Marketplace Facebook kini viral di media sosial. Terduga pelaku bernama Akbar Fadilah berhasil dikenali melalui tangkapan layar (screenshot) percakapan WhatsApp yang dimiliki oleh korban berinisial SR, usai menjadi korban penipuan pembelian speaker Harman Kardon Onyx 4.

Dalam tangkapan layar yang beredar luas di berbagai grup komunitas Facebook, tampak jelas foto profil akun pelaku dan isi percakapan yang menunjukkan modus penipuan. Kasus ini kini telah resmi dilaporkan ke pihak kepolisian dengan Nomor Laporan: LP/B/3085/X/2025/SPKT/POLRES METROPOLITAN JAKARTA PUSAT/POLDA METRO JAYA, tertanggal 31 Oktober 2025.

Modus Penipuan: Barang Asli, Uang Hilang

Peristiwa bermula saat SR menemukan iklan penjualan speaker Harman Kardon Onyx 4 di Marketplace Facebook dengan harga Rp800.000. Setelah melakukan negosiasi, keduanya sepakat di harga Rp500.000, dan transaksi dilanjutkan melalui WhatsApp menggunakan nomor +62 899-9213-250.

Pelaku meminta korban mentransfer dana ke rekening Bank BRI atas nama Siti Utami, dengan alasan pengiriman akan dilakukan melalui GoSend. Sebelum mentransfer, SR sempat meminta driver GoSend untuk merekam video dan melakukan video call untuk memastikan kondisi barang sesuai dengan deskripsi. Barang tampak lengkap dan meyakinkan. Namun setelah uang ditransfer, pelaku menghilang dan menolak menyerahkan barang kepada driver.

“Awalnya saya percaya karena ada video dan driver yang melihat langsung barangnya. Tapi setelah saya kirim uang, dia malah tidak mengakui transfer saya dan pergi begitu saja,” ungkap SR kepada wartawan, Jumat (31/10).

Laporan Resmi dan Tindak Lanjut Polisi

SR kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Pusat. Polisi telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan terhadap identitas serta keberadaan pelaku. Bukti berupa tangkapan layar percakapan, bukti transfer, dan identitas akun WhatsApp pelaku telah diserahkan kepada pihak berwenang.

Salah satu petugas penyidik yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut.

“Kami sudah menerima laporan korban. Saat ini sedang dilakukan penelusuran digital untuk mengidentifikasi akun dan nomor yang digunakan pelaku. Kami imbau masyarakat agar berhati-hati bertransaksi secara daring,” ujar petugas Polres Metro Jakarta Pusat saat dihubungi terpisah.

Viral di Media Sosial

Usai laporan tersebut masuk, wajah terduga pelaku kini tersebar luas di berbagai grup Facebook dan aplikasi pesan. Banyak warganet turut mengunggah ulang tangkapan layar pelaku untuk memperingatkan pengguna lain agar tidak menjadi korban berikutnya.

Himbauan untuk Masyarakat

Kasus ini menambah panjang daftar penipuan daring dengan modus meyakinkan melalui video call dan kurir pihak ketiga. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati saat bertransaksi online, terutama jika penjual meminta pembayaran langsung ke rekening pribadi dan menawarkan harga jauh di bawah pasaran.

“Kami minta masyarakat jangan mudah tergiur harga murah. Gunakan platform resmi yang memiliki sistem pembayaran aman dan fitur perlindungan pembeli,” tambah pihak kepolisian.

SR berharap laporannya segera ditindaklanjuti agar pelaku dapat ditangkap dan mendapat hukuman yang setimpal. “Saya ingin pelaku segera ditangkap. Jangan sampai orang lain mengalami hal yang sama seperti saya,” tutupnya.

WASPADA PENIPUAN ONLINE DI MARKETPLACE FACEBOOK, KORBAN SR LAPOR POLISI

Jakarta, 30 Oktober 2025 — Kasus penipuan jual beli online kembali marak di platform Marketplace Facebook. Seorang warga berinisial SR menjadi korban setelah ditipu oleh seseorang yang mengaku bernama Akbar Fadilah, yang menawarkan speaker Harman Kardon Onyx 4 dengan harga murah.

Peristiwa ini bermula saat SR menemukan iklan penjualan speaker Harman Kardon Onyx 4 di Marketplace Facebook dengan harga Rp800.000. Setelah melakukan penawaran, keduanya sepakat di harga Rp500.000, dan transaksi dilanjutkan melalui WhatsApp dengan nomor +62 899-9213-250.

Pelaku kemudian meminta SR untuk mentransfer dana ke rekening Bank BRI atas nama Siti Utami dengan alasan pengiriman menggunakan layanan GoSend. Sebelum pembayaran dilakukan, SR sempat meminta agar driver GoSend yang ditugaskan memeriksa barang melalui video call dan rekaman video untuk memastikan kondisi fisik produk sesuai.

“Barangnya tampak asli dan lengkap saat diverifikasi oleh driver. Setelah itu saya langsung transfer dan kirim bukti ke penjual dan driver,” jelas SR saat ditemui di Jakarta, Kamis (30/10).

Namun setelah uang ditransfer, pelaku justru tidak mengakui bahwa pembayaran telah diterima. Ia membawa kembali barang tersebut dan meninggalkan driver di lokasi. SR pun merasa dirugikan dan langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Pusat.

SR berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dan menangkap pelaku agar tidak ada lagi korban berikutnya. “Saya meminta agar pelaku segera ditangkap. Modus seperti ini sangat merugikan masyarakat. Semoga ada efek jera,” tegas SR.

Kasus ini menambah daftar panjang penipuan jual beli online yang semakin beragam modusnya. Para pelaku umumnya memanfaatkan nama palsu, rekening orang lain, serta video barang palsu atau pinjaman untuk meyakinkan calon korban.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melakukan transaksi daring, terutama ketika berhadapan dengan penjual yang meminta transfer langsung ke rekening pribadi tanpa melalui platform pembayaran resmi.

“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu waspada, jangan mudah tergiur harga murah, dan pastikan transaksi dilakukan melalui sistem pembayaran aman,” ujar salah satu petugas di Polres Metro Jakarta Pusat saat dikonfirmasi terpisah.

Hari Ke – 3 Tim SAR Satbrimob Polda Jabar Terus Bergerak Laksanakan Recovery Pasca Banjir Bandang Cisolok

investigasihukumkriminal – Memasuki hari ketiga pasca bencana alam banjir bandang yang melanda Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Tim SAR Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat terus melaksanakan kegiatan evakuasi dan pembersihan di lokasi terdampak, Kamis (30/10/2025)

Selanjutnya, pada pukul 09.20 WIB, 1 Peleton Tim SAR Brimob Jabar bergabung dengan unsur SAR gabungan yang terdiri dari Polairud TNI, BPBD, dan masyarakat sekitar untuk melaksanakan kegiatan pembersihan serta evakuasi barang-barang milik warga di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan berlanjut pada pukul 14.29 WIB, di mana personel Satbrimob Polda Jabar bersama tim gabungan fokus melakukan pembersihan serta pengangkatan lumpur di rumah-rumah warga yang terdampak banjir bandang. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 612 rumah warga terdampak akibat bencana tersebut.

Kehadiran Tim SAR Satbrimob Polda Jabar di lokasi bencana menjadi wujud nyata pengabdian dan kepedulian Korps Brimob Polri dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah, serta mendukung percepatan pemulihan kondisi pasca bencana.

Dansat Brimob Polda Jabar Kombes Pol. Donyar Kusumadji, S.I.K. menyampaikan, “Kami akan terus berkomitmen untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana hingga situasi benar-benar pulih. Kehadiran personel Brimob bukan hanya dalam penanganan awal bencana, tetapi juga dalam tahap pemulihan agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal. Sinergi antara Polri, TNI, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya recovery pasca banjir bandang di Cisolok ini.” Ujarnya.

Dengan semangat “Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan”, personel Satbrimob Polda Jabar terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam setiap situasi darurat dan penanganan bencana alam.