Hadapi Krisis Air Bersih, Warga Cianjur Harapkan Uluran Tangan Dermawan untuk Pembangunan Sumur Bor

investigasihukumkriminal , CIANJUR | Warga RT 001 / RW 002, Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, saat ini tengah menghadapi ancaman krisis air bersih yang serius. Terutama saat memasuki musim kemarau, sumur-sumur tradisional milik warga mengalami penyusutan drastis hingga mengering, memaksa masyarakat mencari air ke tempat lain dengan jarak yang cukup jauh.

Di tengah kondisi geografis dan iklim yang kerap menyulitkan tersebut, tantangan warga semakin berat akibat keterbatasan ekonomi. Berdasarkan keterangan di lapangan, tingkat perekonomian warga saat ini belum memungkinkan untuk melakukan pengumpulan dana swadaya secara mandiri guna membangun sarana air bersih yang memadai.

Melihat kondisi tersebut, inisiatif penggalangan dana eksternal digagas guna mewujudkan pembangunan infrastruktur sumur bor dalam (deep well). Proyek vital ini dirancang untuk menghadirkan solusi jangka permanen dalam memenuhi kebutuhan air bersih harian, fasilitas ibadah, serta sanitasi warga secara merata.

Berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun oleh panitia, total dana yang dibutuhkan untuk merampungkan proyek sarana air bersih ini mencapai Rp 50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah). Dana tersebut dialokasikan secara transparan untuk berbagai keperluan krusial, meliputi:

  • Jasa pengeboran sumur dalam dengan kedalaman sekitar 60 hingga 80 meter.
  • Pengadaan mesin pompa air (submersible/jet pump) beserta kabel pendukung.
  • Pembelian pipa hisap, pipa dorong, serta aksesoris instalasi saluran air.
  • Pembangunan menara atau penyangga tandon air.
  • Pengadaan tandon atau toren air berkapasitas besar (5.000 liter).
  • Pembuatan rumah pompa serta instalasi panel kelistrikan.
  • Biaya koordinasi lokal, tak terduga, serta konsumsi pekerja di lapangan.

Mengingat belum adanya pos anggaran swadaya internal akibat keterbatasan ekonomi masyarakat, panitia pembangunan membuka pintu seluas-luasnya bagi para dermawan, simpatisan, badan usaha, maupun para perantau asal Kampung Pasirlutung untuk menyalurkan uluran tangan serta amal jariyah.

Bantuan dana kemanusiaan untuk pengadaan sarana air bersih warga ini dapat disalurkan melalui rekening resmi kitabisa.com

Melalui program gotong royong dan kepedulian bersama ini, diharapkan krisis air bersih di Kampung Pasirlutung dapat segera teratasi, sehingga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat setempat dapat terus terjaga dengan baik.

Perampok Bunuh Sopir Taksi Online di Jagorawi Terancam Hukuman Mati

investigasihukumkriminal – Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka pembunuhan sopir taksi online, Ujang Adiwijaya (57) yang jasadnya ditemukan di Tol Jagorawi, Bogor, Jawa Barat.
Keduanya dijerat Pasal 365 ayat 4 KUHP tentang Pencurian Dengan Kekerasan Yang Mengakibatkan Kematian dan atau Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

“Dengan ancaman hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun,” kata Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto Sabtu (15/11/2025).

Peristiwa perampokan itu bermula saat pelaku berinisial RS dan AH memesan taksi melalui aplikasi. Singkat cerita, kedua pelaku pun naik ke mobil korban.

“Dan ketika mereka masuk mobil langsung mereka menjerat leher korban dengan tali jemuran dari belakang dan memukul kepala korban,” ujarmya.

Setelahnya, pelaku RS langsung mengambil alih kemudi. Mereka kemudian sempat berputar-putar ke sejumlah lokasi sambil memastikan korban sudah tewas.

Ketika korban sudah dipastikan tewas, kedua pelaku sempat berhenti di sebuah counter handphone untuk menjual ponsel milik korban. Selain itu, kedua pelaku juga sempat mengisi bensin hingga e-toll.

Singkat cerita, keduanya kemudian mengarah Tol Jagorawi dan memutuskan untuk meninggalkan jasad korban di lokasi tersebut. Selanjutnya, mereka langsung melarikan diri.

Namun, di perjalanan, tepatnya di gerbang tol Sentul Utara, mobil yang dirampas dari korban itu mogok. Pelaku kemudian memanggil mobil towing dan membawa kendaraan korban ke salah satu bengkel di Citereup.

Kedua pelaku kemudian memutuskan meninggalkan mobil milik korban di bengkel tersebut dan melarikan diri ke wilayah Ciamis.

“Sebagai informasi, kedua tersangka saat ditangkap sedang melakukan paniisan atau berharap mendapatkan pertolongan dari hal-hal gaib yang dilakukan di salah satu tempat pemakaman di Ciamis. Jadi waktu ditangkap kondisinya kedua tersangka ini sedang melakukan paniisan,” tutur Wikha.

“Kedua pelaku tersebut sedang di salah satu makam yang dianggap keramat, di saung, sedang beristirahat atau tirakatan di sana,” sambungnya.

Wikha mengungkapkan motif kedua pelaku melakukan aksinya didasari alasan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Untuk motif yang menjadi dasar mereka melakukan dugaan tindak pidana karena motif ekonomi. Yang bersangkutan mungkin dia adalah serabutan, jadi memang betul-betu kehidupannya sulit dan kemudian mereka merencanakan aksi perampokan dengan target sembarangan,” ucap Wikha.

Sebelumnya, jasad Ujang Adiwijaya ditemukan dengan kondisi tangan dan kaki terikat ditemukan di semak-semak tol Jagorawi Km 30 Bogor, Jawa Barat, Senin (10/11).

“Posisi jenazah telentang (saat ditemukan), kepala menghadap barat di rerumputan dengan mulut, kaki, dan tangan terikat,” kata Kainduk PJR Tol Jagorawi Kompol Ahmad Jajuli

Rajawali Jatim Ngamuk! Dinas Pertanian Pamekasan Dituding Korupsi

Pamekasan, 12 November 2025 – Suasana di depan Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan memanas pada Rabu pagi (12/11), saat puluhan massa dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW)Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI) Jawa Timur bersama Lembaga Kajian dan Pengawasan Pembangunan Jawa Timur (LKPP Jatim) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran.

Aksi ini menjadi puncak kekecewaan terhadap dugaan praktik korupsi dan manipulasi anggaran yang dinilai merugikan petani serta masyarakat Pamekasan. Sekitar 50 orang peserta aksi berkumpul sejak pukul 09.00 WIB, membawa spanduk, poster, bendera organisasi, dan alat pengeras suara, sebelum melakukan long march menuju kantor dinas terkait.

Setibanya di lokasi, massa langsung menggelar orasi dan pertunjukan teatrikal yang menggambarkan dugaan penyimpangan anggaran di tubuh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Aksi ini menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas.

Ketua DPW RAJAWALI, Sujatmiko, dalam orasinya menyatakan bahwa aksi ini adalah bentuk perlawanan terhadap penyalahgunaan uang rakyat. “Kami tidak akan tinggal diam melihat uang rakyat diselewengkan. Kami akan terus berjuang sampai keadilan ditegakkan,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum LKPP Jatim, Syaiful Bahri, S.Pd., menyampaikan bahwa pihaknya menemukan indikasi kuat adanya praktik korupsi dalam pengelolaan dana ketahanan pangan. “Kami tidak bisa menutup mata. Ini menyangkut nasib petani dan masyarakat kecil,” ujarnya dalam konferensi pers.

Dalam aksi tersebut, Rajawali dan LKPP Jatim menyampaikan empat tuntutan utama:

  1. Transparansi Anggaran – Mendesak dinas terkait membuka data pengelolaan anggaran secara terbuka dan akuntabel.
  2. Usut Tuntas Dugaan Korupsi – Meminta aparat hukum segera menyelidiki dugaan penyimpangan secara profesional.
  3. Tindak Tegas Pelaku – Menuntut penegakan hukum terhadap oknum yang terlibat.
  4. Perbaikan Tata Kelola – Mendorong reformasi birokrasi agar praktik serupa tidak terulang.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan, Ibu Indah, akhirnya menemui massa aksi dan berjanji akan menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan. Meski demikian, massa tetap menuntut agar janji tersebut segera direalisasikan.

Aksi berlangsung tertib dan damai. Setelah menyampaikan tuntutan dan menerima respons dari pihak dinas, massa membubarkan diri dengan komitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Rajawali Jatim menyatakan siap kembali turun ke jalan jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Hari Ke – 3 Tim SAR Satbrimob Polda Jabar Terus Bergerak Laksanakan Recovery Pasca Banjir Bandang Cisolok

investigasihukumkriminal – Memasuki hari ketiga pasca bencana alam banjir bandang yang melanda Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Tim SAR Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat terus melaksanakan kegiatan evakuasi dan pembersihan di lokasi terdampak, Kamis (30/10/2025)

Selanjutnya, pada pukul 09.20 WIB, 1 Peleton Tim SAR Brimob Jabar bergabung dengan unsur SAR gabungan yang terdiri dari Polairud TNI, BPBD, dan masyarakat sekitar untuk melaksanakan kegiatan pembersihan serta evakuasi barang-barang milik warga di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan berlanjut pada pukul 14.29 WIB, di mana personel Satbrimob Polda Jabar bersama tim gabungan fokus melakukan pembersihan serta pengangkatan lumpur di rumah-rumah warga yang terdampak banjir bandang. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 612 rumah warga terdampak akibat bencana tersebut.

Kehadiran Tim SAR Satbrimob Polda Jabar di lokasi bencana menjadi wujud nyata pengabdian dan kepedulian Korps Brimob Polri dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah, serta mendukung percepatan pemulihan kondisi pasca bencana.

Dansat Brimob Polda Jabar Kombes Pol. Donyar Kusumadji, S.I.K. menyampaikan, “Kami akan terus berkomitmen untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana hingga situasi benar-benar pulih. Kehadiran personel Brimob bukan hanya dalam penanganan awal bencana, tetapi juga dalam tahap pemulihan agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal. Sinergi antara Polri, TNI, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya recovery pasca banjir bandang di Cisolok ini.” Ujarnya.

Dengan semangat “Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan”, personel Satbrimob Polda Jabar terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam setiap situasi darurat dan penanganan bencana alam.