Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Siaga Hadapi Genangan Air Dampak Hujan Lebat

investigasihukumkriminal, Jakarta – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta Utara menyebabkan genangan air di sejumlah titik wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Kondisi tersebut berdampak pada kelancaran lalu lintas, aktivitas pelabuhan, serta mobilitas masyarakat dan pekerja pelabuhan.

Berdasarkan laporan situasi, genangan air terjadi di beberapa area strategis, di antaranya kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Muara Baru, Sunda Kelapa, dan Kali Baru, dengan ketinggian air bervariasi antara 15 hingga 50 sentimeter.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Polres Pelabuhan Tanjung Priok telah menyiagakan personel gabungan dari Sat Samapta, Sat Lantas, Sat Binmas, serta Polsek jajaran untuk melakukan pengaturan lalu lintas, membantu masyarakat, patroli dialogis, hingga penempatan perahu karet di titik-titik rawan genangan.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan langkah-langkah antisipatif dan preventif guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

“Kami telah mengerahkan personel di seluruh titik genangan untuk melakukan pengaturan lalu lintas, membantu masyarakat, serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Saat ini situasi masih terpantau terkendali dan aktivitas pelabuhan tetap berjalan dengan pengamanan,” ujar AKBP Aris Wibowo.

Selain itu, Polres Pelabuhan Tanjung Priok juga melakukan koordinasi intensif dengan BPBD, Dinas Perhubungan, dan pengelola pelabuhan guna meminimalkan dampak genangan air serta menjaga keselamatan pengguna jalan dan pekerja pelabuhan.

Kapolres menegaskan bahwa jajarannya akan terus melakukan pemantauan dan pelaporan situasi secara berkelanjutan, seiring dengan potensi cuaca ekstrem dan banjir.

“Kami mengimbau masyarakat dan para pekerja pelabuhan agar tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan,” pungkasnya.

Dengan kehadiran personel Polri di lapangan, Polres Pelabuhan Tanjung Priok memastikan kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem demi menjaga kelancaran aktivitas pelabuhan dan stabilitas kamtibmas.

Sinergi TNI–Polri Atur Lalu Lintas Di Parapat, Babinsa Hadir Jaga Kelancaran Jalan

Simalungun, investigasihukumkriminal — Guna menciptakan keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus lalu lintas, Babinsa Koramil 11/Girsang Sipangan Bolon Kodim 0207/Simalungun, Koptu Rocky Nainggolan, melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas bersama pihak Kepolisian Satlantas Polres Simalungun, pada Sabtu (03/01/2026).

Kegiatan pengaturan lalu lintas tersebut berlangsung di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, yang merupakan salah satu jalur utama dengan tingkat mobilitas masyarakat dan wisatawan cukup tinggi. Kehadiran Babinsa bersama personel Satlantas bertujuan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan serta memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan.

Dalam pelaksanaannya, Koptu Rocky Nainggolan turut memberikan imbauan secara humanis kepada pengendara agar selalu mematuhi rambu lalu lintas, mengutamakan keselamatan, serta bersabar saat melintas di kawasan padat kendaraan.

“Kami bersama Polri berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat agar arus lalu lintas tetap tertib dan lancar, khususnya di wilayah Parapat,” ungkapnya.

Masyarakat dan pengguna jalan menyambut baik sinergi TNI–Polri tersebut, karena dinilai mampu menciptakan situasi lalu lintas yang lebih tertib dan nyaman.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan lancar, sebagai wujud nyata komitmen TNI dan Polri dalam menjaga ketertiban serta keselamatan masyarakat di wilayah Kabupaten Simalungun.

Polda Jabar Gerak Cepat Evakuasi Korban Laka Lantas di Tol Cipali, Saat Libur Nataru

investigasihukumkriminal – Kesiapsiagaan personel Kepolisian Daerah Jawa Barat kembali ditunjukkan dalam penanganan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) menjelang libur Tahun Baru. Peristiwa tabrakan beruntun tersebut terjadi pada Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 10.30 WIB di Km 130 jalur A, wilayah hukum Polres Indramayu.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Kecelakaan melibatkan tiga kendaraan yang melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon, yakni sebuah mobil Honda BRV, Bus Garuda Mas, dan Bus Trac, yang seluruhnya berada di lajur satu. Insiden bermula saat mobil Honda BRV yang membawa tiga orang penumpang melakukan pengereman mendadak. Kondisi tersebut menyebabkan Bus Garuda Mas menabrak kendaraan di depannya, kemudian disusul Bus Trac yang kembali menabrak dari arah belakang, sehingga terjadi tabrakan beruntun.

“Meski melibatkan kendaraan besar, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka berat. Satu orang penumpang mobil Honda BRV, seorang anak perempuan berusia 7 tahun, mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan pertolongan. Korban segera dievakuasi oleh petugas ke RS Mitra Prapatan Majalengka untuk mendapatkan perawatan medis.” ujarnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa jajaran Polda Jabar telah disiagakan secara maksimal untuk memberikan respons cepat terhadap setiap kejadian lalu lintas, khususnya menjelang meningkatnya arus kendaraan pada masa libur Natal dan Tahun Baru.

“Kami memastikan seluruh personel lalu lintas siap siaga di lapangan. Begitu laporan diterima, petugas langsung bergerak cepat untuk melakukan pengamanan TKP, evakuasi korban, serta pengaturan arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan lanjutan,” tuturnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol agar selalu meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan. “Menjelang libur panjang, volume kendaraan meningkat. Kami mengingatkan para pengemudi untuk menjaga jarak aman, tidak melakukan pengereman mendadak, serta selalu mematuhi rambu dan aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, personel Sat PJR Ditlantas Polda Jabar yang menerima laporan dari Senkom TMC Cipali langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara, pendataan saksi dan pengemudi, serta mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan. Kendaraan selanjutnya diamankan ke tempat penampungan, dan penanganan perkara dilimpahkan ke Unit Gakkum Satlantas Polres Indramayu.

Kejadian ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan Polda Jawa Barat dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keselamatan berlalu lintas di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang libur Natal dan Tahun Baru

Sipropam Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Pastikan Kesiapan Pos Operasi Lilin Jaya 2025 Aman dan Kondusif

investigasihukumkriminal Jakarta, 23 Desember 2025 – Dalam rangka memastikan kesiapan personel serta kelengkapan sarana dan prasarana pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Sipropam Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan pengawasan dan pengecekan Pos Operasi Kepolisian Terpusat “Lilin Jaya 2025” di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kegiatan pengecekan dilaksanakan pada Selasa (23/12) mulai pukul 10.30 WIB hingga selesai, dengan menyasar sejumlah pos pengamanan. Pengawasan dipimpin langsung oleh IPDA Mardi Utoyo, S.H., Kanit Provos Sipropam Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

IPDA Mardi Utoyo, S.H., menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah memastikan seluruh personel siap melaksanakan tugas pengamanan sesuai prosedur. “Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, kelengkapan sarana prasarana, serta kedisiplinan anggota agar pelaksanaan Operasi Lilin Jaya 2025 berjalan optimal dan humanis,” ujarnya.

Maksud dan Tujuan Pengawasan
Kegiatan pengawasan dan pengecekan ini memiliki beberapa tujuan utama, antara lain: Memastikan kesiapan personel pengamanan Operasi Lilin Jaya 2025, Mengawasi kehadiran dan kedisiplinan anggota di pos operasi, Mengecek kelengkapan sarana dan prasarana pendukung tugas kepolisian, Menjamin pelaksanaan tugas sesuai SOP dengan mengedepankan pelayanan humanis, Menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap aman, tertib, dan kondusif.

Berdasarkan hasil pengecekan, seluruh pos pengamanan dan pelayanan dinyatakan siap operasional, dengan perincian: Pos Terpadu Pelni – dipimpin AKP Agus Susanto, S.H., dengan 4 personel. Semua personel hadir lengkap dan siap bertugas. Temuan/kejadian: Nihil.

Pos Pam Pintu IX – Dipimpin IPTU Parjan, 3 personel. Kelengkapan dinas lengkap dan siap pakai. Temuan/kejadian: Nihil.

Pos Pam NPCT 1 – Dipimpin AKP Ipedra, 3 personel. Situasi pos aman dan terkendali. Temuan/kejadian: Nihil.
Pos Pam PIM (Pasar Ikan Modern) – dipimpin IPTU Sulistiharjono, 3 personel. Sarana dan prasarana pendukung lengkap. Temuan/kejadian: Nihil.
Pos Pelayanan Kali Adem Muara Angke – Dipimpin AKP Kholik, S.H., 4 personel. Dilengkapi sarana keselamatan laut serta perlengkapan pelayanan masyarakat. Temuan/kejadian: Nihil.

Dalam kesempatan ini, IPDA Mardi, memberikan beberapa penekanan kepada seluruh personel, antara lain:
Personel tidak diperkenankan meninggalkan pos tanpa izin Ka Pos, Menjaga sikap, tampang, kerapian, dan kebersihan, Tidak melepas seragam maupun perlengkapan dinas selama bertugas, Mencatat setiap kegiatan dalam buku mutasi dan tabulasi kegiatan pos sebagai bentuk pertanggungjawaban
Selama kegiatan pengawasan dan pengecekan, situasi aman terkendali, tertib, dan kondusif.

Seluruh personel dinyatakan siap melaksanakan tugas pengamanan dalam rangka Operasi Lilin Jaya 2025 di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Ranmor Sumbu 3 masih banyak beroperasi di jalan TOL, Kapolda Jabar Tegur pengawasan kurang ketat dan belum terkoordinir antar daerah

investigasihukumkriminal – Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan melakukan peninjauan langsung ke Pos Cipali dalam rangka op erasi lilin Lodaya 2025 untuk mengecek operasional kendaraan sumbu 3. Pasalnya, dalam operasi lilin Lodaya 2025 ini, kendaraan sumbu 3 berdasarkan peraturan di Indonesia saat ini (akhir 2025) ada pembatasan operasional di jalan tol dan arteri tertentu, utamanya saat liburan atau event besar, seperti natal dan tahun baru.

Kapolda Jabar, Irjen Rudi pun masih menemukan puluhan kendaraan sumbu 3 yang masih membandel beroperasi. Irjen Rudi menyebut, pembatasan operasional kendaraan sumbu 3 ini demi mencegah kemacetan dan kecelakaan.

“Kendaraan sumbu 3 dilarang beroperasi pada waktu tertentu. Yang diperbolehkan itu kendaraan angkutan logistik vital, seperti sembako, BBM, dan lain-lain dengan catatan dokumen lengkap. Sedangkan truk tambang atau bahan bangunan dibatasi secara ketat di jalur tertentu, semisal Pantura (Pemalang-Batang) atau jalan tol,” katanya, Selasa (23/12/2025).

Kebijakan ini diatur melalui surat keputusan bersama (SKB) kementerian/lembaga terkait, menyesuaikan dengan periode natal dan tahun baru 2025/2026 dengan puncak pembatasan di Desember 2025 dan Januari 2026.

“Kami tentunya akan berkoordinasi lintas sektoral untuk melakukan pembatasan sumbu 3 ini. Sebab, masih kami temukan puluhan sumbu 3 yang beroperasi lantaran tak adanya pengawasan,” katanya.

Adapun poin-poin penting dalam peraturan sumbu 3, antara lain pembatasan waktu dan lokasi di mana truk sumbu 3 ke atas dibatasi operasinya di ruas tol dan non-tol tertentu, terutama di Jawa (Jabar, Jateng, Jatim, Banten) selama periode ramai.

Kendaraan yang diperbolehkan, yakni kendaraan angkutan logistik penting, seperti BBM, BBG, pupuk, hewan ternak, pakan, bahan pokok, hantaran uang, dan penanganan bencana alam tetap boleh beroperasi dengan surat muatan resmi (SIK).

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan menambahkan terkait pembatasan sumbu 3 diberlakukan pada 19-20 Desember, 23-28 Desember 2025, dan 2-4 Januari 2026. Kemudian, jalur alternatif dan insentif, yaitu ada relokasi ke jalur tol (misal Pemalang-Batang) dengan diskon tarif tol untuk menjaga kelancaran logistik. 

“Untuk penegakan, polri dan dishub mengawasi, bahkan bisa mengkandangkan truk yang melanggar di area tol,” kata Hendra.

Iuran Rp50 Ribu Per Bulan, G 36 Diduga Dapat Perlindungan Oknum Polantas

investigasihukumkriminal Gowa, Sulsel – Dugaan praktik setoran yang melibatkan oknum anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres Gowa mencuat ke publik setelah pengakuan seorang anggota komunitas mobil travel G 36 beredar di media sosial. Informasi ini pertama kali dikutip dari salah satu kanal berita sosial media Sumsel.

Seorang anggota komunitas berinisial AN (28) mengungkap adanya iuran bulanan sebesar Rp50 ribu yang wajib dibayarkan oleh setiap anggota, terlepas dari ada atau tidaknya penumpang. Iuran tersebut, menurut AN, berujung pada perlindungan hukum di jalan raya.

“Dapat atau tidak penumpang, wajib bayar iuran anggota sebesar Rp50 ribu per bulan. Ketua G 36 itu Daeng RK asal Jeneponto. Total anggota 60 lebih, tandanya ada stiker G 36 di depan atau belakang mobil,” ujar AN, Senin (15/12/2025).

Dalam keterangannya, AN menyebut seorang oknum Polantas berinisial SFR diduga menerima setoran dari komunitas tersebut. Keberadaan SFR disebut menjadi “tameng” bagi anggota G 36 saat beroperasi di jalan.

“Kalau sebagai anggota komunitas tidak ditilang. Kalau ada yang ditilang, sisa telpon pak Ketua, lalu Ketua telpon Pak SFR agar diurus,” tambahnya.

AN juga menyinggung adanya perlakuan istimewa bagi anggota komunitas, termasuk pembiaran terhadap kendaraan yang melanggar aturan lalu lintas, khususnya terkait kelebihan muatan.

“Kalau bayar iuran, biar buka bagasi dan ada lagi muatan di atasnya mobil, aman itu pak. Biar full muatan karena ada pak SFR,” ungkapnya.

Selain itu, terdapat sanksi internal bagi anggota yang tidak membayar iuran, berupa pencabutan atribut komunitas.

“Tutup buku tiap tanggal 18. Kalau tidak mau bayar iuran, cabut stiker G 36,” jelas AN.

Lebih jauh, AN menuding adanya praktik intimidasi terhadap kendaraan travel yang tidak tergabung dalam komunitas tersebut.

“Kalau tidak ikut komunitas pak SFR, pasti pak SFR yang ambil (tilang),” tutupnya.


Menanggapi tudingan tersebut, oknum Polantas berinisial SFR membantah keras seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. Saat dikonfirmasi awak media, ia menegaskan tidak memiliki hubungan khusus dengan komunitas G 36 dan menolak disebut menerima setoran.

Operasi Zebra Lodaya 2025, Polda Jabar Tegaskan Komitmen Menuju Indonesia Emas 2045

investigasihukumkriminal – Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Polda Jawa Barat melalui Direktorat Lalu Lintas menggelar Apel Operasi “Zebra Lodaya-2025” dengan tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pukul 07.00 WIB di Halaman Ditlantas Polda Jabar dan diikuti oleh seluruh personel yang terlibat dalam operasi zebra tahun ini. Kamis (20/11/2025).

Pelaksanaan apel dihadiri oleh para Pejabat Utama Ditlantas Polda Jabar, Kasatgas Operasi Zebra Lodaya, serta seluruh personel Satgas Ops Zebra Lodaya 2025. Kehadiran mereka menjadi bentuk kesiapan dalam mendukung pelaksanaan operasi yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.

Apel dipimpin oleh Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Jabar, AKBP Gandi Jukardi, S.H., M.H., yang memberikan arahan terkait evaluasi dan langkah strategis selama pelaksanaan operasi. Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh Subsatgas yang menunjukkan peningkatan kinerja dibandingkan dengan pelaksanaan operasi tahun sebelumnya.

“Terima kasih kepada rekan-rekan Subsatgas. Tahun ini kita melihat adanya peningkatan kegiatan yang sangat baik dibanding tahun kemarin. Ini adalah bukti kerja keras dan dedikasi seluruh personel,” ujar AKBP Gandi Jukardi.

Kabid Humas Polda Jabar menghimbau kepada seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan yang sudah berjalan agar target operasi dapat tercapai secara optimal. Menurutnya, keberhasilan Operasi Zebra sangat bergantung pada sinergi dan konsistensi setiap subsatgas dalam menjalankan tugasnya.

“Mari kita tingkatkan kembali kegiatan di setiap Subsatgas. Pastikan seluruh target tahun ini dapat kita capai, demi mewujudkan masyarakat yang semakin tertib dan aman dalam berlalu lintas,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Gandi juga menegaskan pentingnya disiplin administrasi bagi seluruh subsatgas. Ia menekankan agar tidak ada lagi laporan kegiatan dengan angka nol, karena hal tersebut mencerminkan kurang optimalnya pelaksanaan tugas.

“Jadwalkan kegiatan secara terukur dan laksanakan dengan baik. Pastikan seluruh laporan menunjukkan progres nyata di lapangan,” tegasnya.

Kegiatan apel berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Seluruh personel Ops Zebra Lodaya 2025 menyatakan kesiapan untuk melaksanakan tugas secara profesional demi meningkatkan keselamatan berlalu lintas di wilayah Jawa Barat.

“Operasi “Zebra Lodaya-2025” menjadi salah satu langkah konkret Polda Jabar dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan mendorong budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat. Melalui operasi ini, diharapkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan secara signifikan.” tutup Kombes Hendra.

Polda Jabar Lakukan Langkah Mitigasi Kecelakaan Lalu Lintas di Cianjur

investigasihukumkriminal – Kendaraan tangki bermuatan bensin pertalite terbakar di Pasirhayam, Cianjur, Sabtu (1/11/2025) pukul 21.48 WIB. Tangki Pertamina ini melaju dari arah Bandung menuju Sukabumi dan saat menempuh tikungan Perintis Kemerdekaan, di depannya ada kendaraan truk mobil yang membawa Aqua grosir Yul Pasirhayam.

“Truk tangki kaget dan mengerem mendadak. Kemudian, kendaraan tangki ini tergelincir dan terguling ke kanan sehingga bahan bakar Pertalite tumpah ke jalan dan masuk gorong-gorong yang mengakibatkan kebakaran dan menyambar pos polisi 10 cepu juga membakar beberapa mobil kendaraan Patwal Polres Cianjur dan mobil derek,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan S.I.K., M.H , Minggu (2/11/2025).

Polisi pun memintai keterangan dari sejumlah saksi, seperti warga setempat, sopir truk ekspedisi Aqua, dan tukang ojeg.

Kabid Humas Polda Jabar menambahkan, tempat yang terdampak, antara lain pos polisi 10. C beserta empat unit kendaraan patwal (terbakar), grosir Yul yang dimiliki H Yulwarman (terbakar), fotokopi Pelangi (terbakar), toko mainan (terbakar), cahaya selatan gorden, mesin e-tilang, dan gardu listrik.

“Untuk korban tak ada yang meninggal hanya luka-luka, seperti sopir tangki yang mengalami luka patah kaki, karyawan Yul bernama Ripan (18) yang mengalami luka bakar dan dibawa ke RSUD Cianjur. Untuk kerugian dan korban masih dalam pendataan,” katanya.

Kombes Hendra menegaskan, api pertama muncul dilihat oleh saksi di selokan pinggir jalan depan Toserba Selamat dan merembet ke arah tangki juga sekitar lokasi yang ada aliran BBM sehingga membakar beberapa tempat termasuk pos polisi itu.

“Pematik sumber api belum diketahui sehingga membesar. Sampai pukul 01.00 WIB masih berlangsung pemadaman tangki BBM dan gedung Yul grosir oleh tim pemadam dan kendaraan AWC Shabara Polres Cianjur,” ujarnya.

Polisi Edukatif, Polisi Empatik: Bripka Arief Purwoko dan Gerakan Humanis di Magelang

Magelang, investigasihukumkriminal – Di tengah hiruk-pikuk tugas kepolisian yang kerap dianggap tegas dan formal, sosok Bripka Arief Purwoko dari Satuan Lalu Lintas Polres Magelang Kota justru tampil beda. Dengan tinggi badan 167 cm dan posisi barisan paling belakang saat pendidikan dulu, rekan-rekannya menjulukinya “Polpen” singkatan dari “Polisi Pendek”. Julukan yang kini menjadi identitas khas penuh kehangatan.

Namun, di balik panggilan itu, tersimpan semangat luar biasa untuk mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat. “Saya tidak pernah ditegur pimpinan karena gaya saya yang nyeleneh. Justru mereka mendukung agar saya tetap semangat dan terus edukatif,” ujar Bripka Arief.

Konten Humanis, Edukasi yang Mengena

Bripka Arief aktif membuat konten sosial dan edukasi yang menyentuh hati warga. Salah satu yang paling berkesan adalah aksi memberikan hadiah kepada anak-anak yang tertib berlalu lintas, seperti memakai helm. “Anak-anak itu bangga banget. Dapat hadiah dari Pak Polisi, dan itu jadi kenangan yang mungkin tak terlupakan,” katanya.

Sebaliknya, bagi pelanggar, pendekatan Bripka Arief tetap humanis. Ia menghindari cara-cara yang bisa menimbulkan kesan arogan. “Pernah ada ibu-ibu yang tidak pakai helm, dan saat ditegur malah melawan. Kalau ada yang ambil gambar lalu narasinya dipelintir, bisa-bisa kami dikira kasar,” ungkapnya.

Donasi dan Gerobak untuk Mbah Supinah

Kepedulian Aris tak berhenti di jalan raya. Saat bulan puasa, ia membuka donasi untuk membantu pedagang kecil. Salah satu kisah viral adalah tentang Mbah Supinah, penjual gorengan seharga Rp500 yang berjualan di tempat tak layak. “Ada yang komen, ‘Tolong bantu Mbah Supinah’. Akhirnya kami buat gerobak jualan dan sisanya kami berikan bantuan bulanan,” jelas Bripka Arief.

Pesan untuk Rekan dan Masyarakat

Melalui konten-kontennya, Bripka Arief ingin menyampaikan pesan kepada sesama anggota kepolisian agar tetap humanis dan tidak menjadikan seragam sebagai momok. “Kita harus bisa dekat dengan masyarakat, di mana pun tempatnya. Itu kebanggaan yang tak ternilai,” tegasnya.

Ia juga berkomitmen untuk terus membuat konten edukasi seputar keselamatan, seperti pentingnya memasang plat nomor, penggunaan helm, dan knalpot yang sesuai aturan. “Selama itu bermanfaat, saya akan terus buat. Tidak ada salahnya jadi polisi yang humanis dan bisa diajak makan bareng warga,” tutupnya sambil tersenyum.

Kecelakaan di Jalur Rel Leles, Polisi Evakuasi Korban Tertemper Kereta Api

Kecelakaan di Jalur Rel Leles, Polisi Evakuasi Korban Tertemper Kereta Api

investigasihukumkriminal – Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan rel kereta api, tepatnya di petak jalan 2-3 arah sinyal masuk Stasiun Leles, Kampung Sinyar, Desa Kadungora, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Selasa (9/9/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Seorang pria berinisial T (31), warga Kecamatan Kadungora, meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api Malabar-69 relasi Malang–Bandung.

Berdasarkan keterangan saksi, masinis telah membunyikan klakson panjang saat melihat korban berada di jalur rel dalam posisi jongkok.

Namun peringatan tersebut tidak di hiraukan korban hingga akhirnya kereta tidak dapat menghindar. Setelah tiba di Stasiun Leles, masinis melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan.

Polsek Kadungora yang mendapat laporan segera mendatangi lokasi kejadian, mengamankan TKP, mendata saksi-saksi, serta mengevakuasi korban ke RSUD dr. Slamet Garut. Identitas korban berhasil dipastikan melalui hasil pemindaian sidik jari.

Kapolsek Kadungora, Kompol Alit Kadarusman, S.Pd., M.Si., membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan perangkat desa serta keluarga korban yang kini sudah menuju rumah sakit.

“Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati saat berada di sekitar jalur rel kereta api, mengingat jalur tersebut merupakan area berbahaya dan tidak boleh di gunakan untuk aktivitas apapun.” ujarnya, Rabu (10/9/2025)