Rawan Kecelakaan, Jalan Raya Jangari Penuh Lubang Tak Kunjung Diperbaiki

Cianjur, investigasihukumkriminal – Narasi tentang keberhasilan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Cianjur nampaknya berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Keresahan mendalam kini dirasakan warga dan pengguna jalan raya utama yang menuju kawasan wisata Jangari. Lubang-lubang besar yang menganga dan digenangi air kecokelatan kini menghiasi jalur tersebut, siap memakan korban kapan saja.


Berdasarkan pantauan langsung, kondisi jalan di KM  Jalan Raya Jangari sangat memprihatinkan. Seperti yang terlihat, sebuah lubang besar di tengah jalan dipenuhi air keruh, memaksa pengendara, terutama roda dua, untuk ekstra waspada. Ironisnya, karena minimnya perhatian dari pemerintah, warga sekitar terpaksa menempatkan tumpukan peti kayu bekas di pinggir lubang tersebut sebagai tanda bahaya darurat bagi pengguna jalan.


Warga setempat, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan kekesalannya. “Pemerintah bilangnya jalan di Cianjur sudah diperbaiki, mulus. Mana buktinya? Di sini tiap hari ada saja yang jatuh, apalagi kalau malam dan hujan, lubangnya tidak kelihatan,” ujarnya dengan nada kecewa.


Hal senada juga diungkapkan oleh Ayi Pegawai Pabrik Yang Sering Lewat Setiap Kali Berangkat Kerja. “Kami sudah muak dengan janji-janji. Jalan ini urat nadi ekonomi warga dan akses ke Jangari. Kalau dibiarkan terus begini, jatuhnya bukan perbaikan ekonomi, tapi malapetaka. Peti kayu itu satu-satunya peringatan yang kami punya, itu pun kalau pengendara tidak waspada tetap berbahaya,” keluhnya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda adanya alat berat atau material perbaikan yang diturunkan oleh dinas terkait ke lokasi. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Cianjur dan dinas PU setempat untuk segera turun tangan melakukan perbaikan nyata, bukan hanya sekadar wacana di media massa. Keselamatan jiwa warga taruhannya.

Dua Perempuan Tewas dalam Kecelakaan di Jalan Raya Candi

investigasihukumkriminal, Sidoarjo – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Raya Candi, tepat di depan Pabrik Gula Candi, Selasa (24/3/2026) dini hari. Dua perempuan meninggal dunia setelah ditabrak mobil dari arah belakang saat bersepeda.


Kanit Lantas Polsek Candi, AKP Yudhi, menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 04.00 WIB ketika kondisi lalu lintas relatif sepi.
“Peristiwa terjadi dini hari, arus lalu lintas tidak padat, namun terjadi tabrakan yang mengakibatkan dua korban meninggal dunia di lokasi,” ujarnya.

Mobil Daihatsu Xenia bernopol N-1307-IW yang dikemudikan Imam Fauzi (38), warga Kabupaten Malang, melaju dari arah selatan ke utara. Saat melintas di depan Pabrik Gula Candi, kendaraan tersebut menabrak dua pesepeda yang berada di depannya.

Identitas Korban
Dua korban diketahui bernama:

  • Khusnul Khotimah (52), warga Candi, yang saat itu mengendarai sepeda listrik.
  • Mardiyah (66), warga Candi, yang mengendarai sepeda angin.

Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang dialami.


Menurut AKP Yudhi, tabrakan terjadi dari arah belakang. Diduga pengemudi kurang konsentrasi sehingga tidak menyadari keberadaan korban hingga jarak terlalu dekat.
“Diduga pengemudi kurang konsentrasi sehingga tidak bisa mengendalikan kendaraan dengan baik,” jelasnya.


Petugas kepolisian yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, pengemudi mobil telah diamankan untuk dimintai keterangan.

📌 Catatan redaksi: Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden lalu lintas yang melibatkan pesepeda. Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di jalur yang juga digunakan oleh pengguna kendaraan tidak bermotor.

Misterius, Mobil Box Tanpa Sopir Ditemukan Terperosok di Cikalong Kulon Cianjur

investigasihukumkriminal Cikalong Kulon, Jawa Barat – Sebuah mobil box dengan nomor polisi B 9564 FI ditemukan dalam kondisi terperosok di parit di ruas jalan raya kilometer Cikalong Kulon pada Sabtu siang. Mobil tersebut tampak miring dengan roda depan masuk ke dalam parit, sehingga tidak dapat bergerak dari posisinya.

Menurut pantauan di lokasi, mobil box itu tidak membawa muatan. Lebih mengejutkan lagi, tidak ada sopir maupun penumpang yang terlihat di sekitar tempat kejadian. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai kronologis peristiwa yang menyebabkan kendaraan tersebut bisa terperosok.

Warga yang melintas sempat berhenti untuk melihat kondisi mobil. Beberapa di antaranya menyebutkan bahwa kendaraan itu sudah berada di posisi tersebut sejak pagi, namun belum ada upaya evakuasi. Keberadaan mobil yang terperosok di tepi jalan juga dikhawatirkan dapat mengganggu arus lalu lintas dan menimbulkan potensi kecelakaan bagi pengendara lain.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Aparat diharapkan segera melakukan pemeriksaan dan evakuasi agar situasi lalu lintas kembali normal serta memastikan tidak ada hal-hal yang membahayakan pengguna jalan.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat sekitar, mengingat lokasi kejadian berada di jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan.(m.romi – selintas.id)

Kinerja Cemerlang Unit Gakkum Polres Simalungun Ungkap Kecelakaan Maut Di Jalur Siantar Tebing Tinggi

Investigasihukumkriminal Simalungun – Menunjukkan kinerja profesional yang cemerlang, Unit Gakkum Satuan Lalu Lintas Polres Simalungun berhasil mengungkap secara detail kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor di Jalan Umum Km 17-18 jurusan Pematangsiantar-Tebing Tinggi, tepatnya di Nagori Batu Silangit, Kecamatan Tapian Dolok, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 12.10 WIB. Kinerja cepat dan teliti Kanit Gakkum IPDA Yancen Hutabarat, S.H. beserta tim berhasil merekonstruksi kronologi kecelakaan yang menewaskan Ryan Syahputra (20).

Kepala Seksi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba saat dikonfirmasi pada Rabu sore pukul 15.50 WIB memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Unit Gakkum. “Kinerja Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun IPDA Yancen Hutabarat beserta tim sangat profesional dalam menangani kecelakaan ini. Hanya 25 menit setelah kejadian pada pukul 12.10 WIB, laporan sudah masuk ke kami pukul 12.35 WIB, dan tim Gakkum langsung bergerak cepat ke TKP. Ini menunjukkan kinerja yang luar biasa,” ujar AKP Verry Purba dengan bangga.

Kecelakaan yang ditangani dengan kinerja profesional Unit Gakkum ini melibatkan satu unit sepeda motor Honda Vario warna hitam BK 3720 WAJ yang dikendarai Ryan Syahputra (20), seorang karyawan swasta asal Dusun II Perkebunan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhan Batu, dengan satu unit mobil truk Mitsubishi Colt Diesel BK 8468 XZ yang dikemudikan Sukri (29), warga Dusun II Desa Karang Anyar, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai.

“Kinerja Unit Gakkum sangat cepat dan profesional. Begitu tiba di TKP, tim langsung melakukan pengamanan lokasi, mengatur lalu lintas, mengevakuasi korban, dan melakukan olah TKP dengan detail. Semua langkah-langkah dilakukan sesuai prosedur dengan kinerja yang maksimal,” ungkap AKP Verry Purba menjelaskan kerja tim.

Kinerja profesional Unit Gakkum terlihat dari hasil olah TKP yang berhasil merekonstruksi kronologi kecelakaan. “Berdasarkan kinerja profesional tim dalam olah TKP dan keterangan saksi, kami menyimpulkan bahwa sepeda motor Honda Vario BK 3720 WAJ yang dikendarai korban datang dari arah Pematangsiantar menuju Tebing Tinggi dengan kecepatan tinggi dan terlalu mengambil jalur ke kanan, sehingga menabrak truk Colt Diesel BK 8468 XZ yang datang dari arah berlawanan,” jelas AKP Verry Purba.

Kinerja Unit Gakkum juga mencakup pemeriksaan mendalam terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kecelakaan. “Kinerja tim Gakkum sangat teliti. Mereka memeriksa faktor manusia, kendaraan, cuaca, dan jalan. Hasilnya: kedua pengemudi dalam kondisi sehat, kedua kendaraan memenuhi standar keselamatan, cuaca cerah dengan jarak pandang baik, jalan dalam kondisi baik. Kesimpulan: faktor utama adalah kecepatan tinggi dan pengambilan jalur yang salah oleh pengendara motor,” tegas AKP Verry Purba.

Kinerja profesional juga terlihat dalam penanganan korban. “Kinerja tim Gakkum sangat humanis. Meskipun korban Ryan Syahputra sudah meninggal dunia di TKP, tim tetap mengevakuasi dengan penuh kehati-hatian dan menghormati jenazah. Tim juga mengecek kondisi korban di rumah sakit dan menginformasikan kepada keluarga dengan penuh empati,” ungkap AKP Verry Purba.

Kinerja Unit Gakkum juga mencakup pemeriksaan kelengkapan dokumen. “Kinerja tim sangat detail. Mereka menemukan bahwa korban Ryan Syahputra tidak membawa SIM meskipun STNK ada, sementara pengemudi truk Sukri dapat menunjukkan SIM dan STNK lengkap. Ini juga menjadi catatan penting dalam berkas penyidikan,” jelas AKP Verry Purba.

Kecelakaan yang terjadi di jalan nasional dengan lebar 6,80 meter, badan jalan aspal, terdapat rambu lalu lintas dan marka jalan, di daerah perkebunan Bridgestone ini mengakibatkan kerugian material ditaksir sebesar Rp8 juta. “Kinerja tim Gakkum dalam menghitung kerugian material juga akurat. Mereka menaksir kerusakan sepeda motor dan truk berdasarkan pemeriksaan detail,” ujar AKP Verry Purba.

Kinerja profesional Unit Gakkum juga terlihat dari langkah-langkah sistematis yang diambil: menerima laporan, cek dan olah TKP, mengatur arus lalu lintas, melakukan pemotretan di TKP, mengamankan barang bukti, mengecek keadaan korban di rumah sakit, mencari informasi dari saksi, melaporkan ke Kanit Laka, melaporkan melalui WhatsApp, dan melaporkan kepada pimpinan.

“Kinerja Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun sangat terstruktur dan profesional. Semua langkah dilakukan sesuai SOP dengan dokumentasi yang lengkap. Ini adalah contoh kinerja terbaik dalam penanganan kecelakaan lalu lintas,” tegas AKP Verry Purba.

Kinerja cemerlang Kanit Gakkum IPDA Yancen Hutabarat beserta tim dalam menangani kasus ini mendapat apresiasi dari pimpinan Polres Simalungun. “Kapolres Simalungun memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Unit Gakkum yang profesional, cepat, dan teliti dalam menangani kecelakaan ini. Kinerja seperti ini yang diharapkan dari setiap unit di Polres Simalungun,” ujar AKP Verry Purba.

Kinerja profesional Unit Gakkum ini juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara. “Kinerja Unit Gakkum dalam mengungkap penyebab kecelakaan ini mengingatkan kita semua untuk selalu berkendara dengan hati-hati, tidak ngebut, dan tidak mengambil jalur yang berbahaya. Keselamatan adalah prioritas utama,” tutup AKP Verry Purba mengajak kesadaran berlalu lintas.

KM Jangari Kembali Telan Korban, Adu Banteng PCX Putih dan Mio Berakhir Tragis

investigasiHukumKriminal, Cianjur – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur rawan Jalan Raya KM Jangari, tepatnya di Kampung Cikidang Bayabang Kec.Mande Kab.Cianjur, pada Sabtu (31/01) sekitar pukul 16:30 WIB. Peristiwa ini melibatkan dua sepeda motor, yakni Honda PCX putih dan Honda Mio. 

Menurut keterangan warga, motor PCX putih yang melaju dari arah utara terlihat zig-zag dengan kecepatan tinggi, diduga pengendara dalam kondisi mabuk. Dari arah selatan, motor Mio yang dikendarai Latif melaju normal. Benturan keras adu banteng pun tak terhindarkan. 

Akibat tabrakan tersebut, motor Mio hancur berkeping-keping. Latif meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara pengendara PCX putih mengalami luka serius dan segera dilarikan warga ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Saat warga memberikan pertolongan, ditemukan kantong plastik di jok motor PCX putih, yang memperkuat dugaan pengendara dalam kondisi tidak sadar. 

Warga sekitar menuturkan bahwa jalur KM Jangari memang dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan. Mereka berharap agar para pengguna jalan lebih waspada, menjaga kecepatan, dan selalu menaati aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. 

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta mencatat keterangan saksi. Kasus ini kini dalam penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi dan penyebab kecelakaan. 

Polda Jabar Gerak Cepat Evakuasi Korban Laka Lantas di Tol Cipali, Saat Libur Nataru

investigasihukumkriminal – Kesiapsiagaan personel Kepolisian Daerah Jawa Barat kembali ditunjukkan dalam penanganan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) menjelang libur Tahun Baru. Peristiwa tabrakan beruntun tersebut terjadi pada Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 10.30 WIB di Km 130 jalur A, wilayah hukum Polres Indramayu.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Kecelakaan melibatkan tiga kendaraan yang melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon, yakni sebuah mobil Honda BRV, Bus Garuda Mas, dan Bus Trac, yang seluruhnya berada di lajur satu. Insiden bermula saat mobil Honda BRV yang membawa tiga orang penumpang melakukan pengereman mendadak. Kondisi tersebut menyebabkan Bus Garuda Mas menabrak kendaraan di depannya, kemudian disusul Bus Trac yang kembali menabrak dari arah belakang, sehingga terjadi tabrakan beruntun.

“Meski melibatkan kendaraan besar, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka berat. Satu orang penumpang mobil Honda BRV, seorang anak perempuan berusia 7 tahun, mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan pertolongan. Korban segera dievakuasi oleh petugas ke RS Mitra Prapatan Majalengka untuk mendapatkan perawatan medis.” ujarnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa jajaran Polda Jabar telah disiagakan secara maksimal untuk memberikan respons cepat terhadap setiap kejadian lalu lintas, khususnya menjelang meningkatnya arus kendaraan pada masa libur Natal dan Tahun Baru.

“Kami memastikan seluruh personel lalu lintas siap siaga di lapangan. Begitu laporan diterima, petugas langsung bergerak cepat untuk melakukan pengamanan TKP, evakuasi korban, serta pengaturan arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan lanjutan,” tuturnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol agar selalu meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan. “Menjelang libur panjang, volume kendaraan meningkat. Kami mengingatkan para pengemudi untuk menjaga jarak aman, tidak melakukan pengereman mendadak, serta selalu mematuhi rambu dan aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, personel Sat PJR Ditlantas Polda Jabar yang menerima laporan dari Senkom TMC Cipali langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara, pendataan saksi dan pengemudi, serta mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan. Kendaraan selanjutnya diamankan ke tempat penampungan, dan penanganan perkara dilimpahkan ke Unit Gakkum Satlantas Polres Indramayu.

Kejadian ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan Polda Jawa Barat dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keselamatan berlalu lintas di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang libur Natal dan Tahun Baru

Miris! Nazla (6), Siswa SD Terserempet Motor Listrik Saat Berangkat Sekolah di Cianjur

Miris! Nazla (6), Siswa SD Terserempet Motor Listrik Saat Berangkat Sekolah di Cianjur

Cianjur, investigasihukumkriminal — Insiden memilukan terjadi di Kabupaten Cianjur pagi ini. Seorang siswa kelas 1 SDN Sindangraja 4 Bonghas bernama Nazla (6) terserempet kendaraan motor listrik saat hendak berangkat ke sekolah. Kejadian berlangsung di jalan desa yang masih sepi karena hari masih pagi, namun tetap berisiko karena minimnya pengawasan dan lalu lintas yang tidak teratur.

Yang lebih memprihatinkan, pengendara motor listrik tersebut adalah Tiga siswa SDN Cinta Negara Cikidangbayabang yang tengah berboncengan menuju sekolah. Nazla mengalami luka ringan dan sempat menangis histeris akibat kaget dan terjatuh. Warga sekitar segera memberikan pertolongan dan menghubungi orang tuanya. Beruntung, tidak ada luka serius, namun trauma yang dialami Nazla menjadi perhatian bersama.

Pihak SDN Sindangraja 4 Bonghas saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan resmi, namun menegaskan bahwa pihak sekolah sejak lama telah mengimbau orang tua agar tidak mengizinkan anak-anak mengendarai kendaraan listrik ke sekolah.

Dalam kasus ini, orang tua siswa kelas 6 SDN Cinta Negara mengaku terpaksa mengizinkan anaknya membawa motor listrik karena lokasi sekolah berada di desa berbeda dan tidak ada yang bisa mengantar. Selain itu, siswa tersebut sedang menunggu proses pindah sekolah ke lokasi yang lebih dekat.

Menanggapi insiden ini, pemerintah melalui dinas terkait kembali mengingatkan pentingnya keselamatan anak-anak di jalan. Mereka mengimbau agar orang tua lebih bijak dalam memberikan izin berkendara, terutama bagi anak-anak yang belum cukup umur dan belum memiliki pemahaman penuh tentang keselamatan lalu lintas.

Masyarakat pun mulai angkat suara. Banyak yang menyayangkan minimnya transportasi aman bagi siswa di daerah terpencil, serta berharap ada solusi konkret dari pemerintah, seperti penyediaan angkutan sekolah atau program antar-jemput gratis bagi siswa yang tinggal jauh dari sekolah.

#investigasihukumkriminal #lawcrimes #humaspolri #polri #humaspoldajabar #poldajabar #kecelakaanmotorlistrik #motorlistrik #beritahariini

Kecelakaan di Jalur Rel Leles, Polisi Evakuasi Korban Tertemper Kereta Api

Kecelakaan di Jalur Rel Leles, Polisi Evakuasi Korban Tertemper Kereta Api

investigasihukumkriminal – Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan rel kereta api, tepatnya di petak jalan 2-3 arah sinyal masuk Stasiun Leles, Kampung Sinyar, Desa Kadungora, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Selasa (9/9/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Seorang pria berinisial T (31), warga Kecamatan Kadungora, meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api Malabar-69 relasi Malang–Bandung.

Berdasarkan keterangan saksi, masinis telah membunyikan klakson panjang saat melihat korban berada di jalur rel dalam posisi jongkok.

Namun peringatan tersebut tidak di hiraukan korban hingga akhirnya kereta tidak dapat menghindar. Setelah tiba di Stasiun Leles, masinis melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan.

Polsek Kadungora yang mendapat laporan segera mendatangi lokasi kejadian, mengamankan TKP, mendata saksi-saksi, serta mengevakuasi korban ke RSUD dr. Slamet Garut. Identitas korban berhasil dipastikan melalui hasil pemindaian sidik jari.

Kapolsek Kadungora, Kompol Alit Kadarusman, S.Pd., M.Si., membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan perangkat desa serta keluarga korban yang kini sudah menuju rumah sakit.

“Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati saat berada di sekitar jalur rel kereta api, mengingat jalur tersebut merupakan area berbahaya dan tidak boleh di gunakan untuk aktivitas apapun.” ujarnya, Rabu (10/9/2025)