Inisiasi Kapolda Jabar, Siagakan Seluruh Stakeholder Untuk Sauyunan Jaga Lembur Dari Bencana Alam

Jabar, investigasihukumkriminal – Kapolda Jawa Barat Irjen. Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. menginisiasi gerakan Sauyunan Jaga Lembur sebagai wujud kesiapsiagaan seluruh elemen dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan Kapolda Jabar saat menghadiri Apel Siaga Ketanggapdaruratan Bencana di Bandung, yang diikuti oleh berbagai unsur pemerintahan, TNI-Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat Bandung, Rabu (5/11/2025).

Kapolda Jabar menegaskan pentingnya semangat kebersamaan seluruh stakeholder untuk menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman bencana, sejalan dengan prediksi BMKG terkait potensi bencana di beberapa wilayah Jawa Barat.

“Hari ini adalah hari yang berbahagia sebagai warga Jawa Barat, karena kita, aparatur pemerintahan Jawa Barat, telah melakukan Apel Siaga Ketanggapdaruratan untuk menghadapi bencana. Sesuai dengan ramalan BMKG, kemungkinan akan terjadi beberapa potensi bencana di wilayah Jawa Barat,” ujar Kapolda Jabar.

Irjen Pol. Rudi Setiawan  juga menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Jawa Barat atas peran aktif dan ide-ide briliannya dalam memberikan penguatan serta perlindungan kepada masyarakat Jawa Barat.

“Saya berterima kasih sekali kepada Pak Gubernur, bukan hanya memberikan penguatan, tapi sejak pagi tadi beliau menyampaikan ide-ide luar biasa untuk melindungi masyarakat Jawa Barat,” tutur Kapolda Jabar.

Lebih lanjut, Kapolda Jabar menekankan bahwa penanggulangan bencana di Jawa Barat tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan harus dilaksanakan secara bersama-sama oleh seluruh komponen daerah.

“Saya sampaikan di sini bahwa segala permasalahan di Jawa Barat tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Ini adalah tanggung jawab kita semua, seluruh komponen Jawa Barat. Di bawah pimpinan Bapak Gubernur sebagai Kepala Daerah, kami semua siap sedia dan terus melatih personel dalam menghadapi situasi darurat,” tegasnya.

Melalui inisiasi Sauyunan Jaga Lembur ini, Kapolda Jabar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas, sehingga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dapat dilakukan secara terpadu dan efektif demi keselamatan bersama.

Apel Kesiap Siagaan Nasional: Kapolri Tekankan Sinergi dan Respons Cepat Hadapi Potensi Bencana

Jabar, investigasihukumkriminal – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Forkopimda Jabar menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana, di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Selasa (5/11/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi didampingi Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan, diikuti oleh jajaran TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, BMKG, PMI, instansi vertikal, serta relawan kebencanaan. Apel ini merupakan bagian dari kegiatan serentak yang digelar di seluruh Indonesia dalam rangka memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana alam menjelang puncak musim hujan.

Dalam sambutan Kapolri yang dibacakan oleh Gubernur Jawa Barat, ditegaskan akan pentingnya Apel kesiapsiagaan sebagai bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana. “Apel ini adalah wujud sinergi seluruh elemen bangsa. Diharapkan seluruh personel dan stakeholder dapat bersinergi secara sigap, cepat, dan tepat dalam menghadapi berbagai potensi bencana, demi menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat,” ujarnya.

Wilayah Jawa Barat merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di Indonesia. Mulai dari banjir, tanah longsor, gempa bumi, hingga angin puting beliung kerap melanda berbagai daerah di Jabar. “Kesiapsiagaan ini bukan sekadar formalitas. Kita harus memastikan setiap personel, peralatan, dan sistem koordinasi siap bekerja cepat ketika bencana terjadi. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial kepada masyarakat Jawa Barat,” tegas Dedi Mulyadi.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sekitar 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dan di Jawa Barat curah hujan diprediksi meningkat mulai November 2025 hingga Januari 2026. Kondisi ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Selain itu, BMKG juga mendeteksi awal kemunculan fenomena La Niña yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026. Meski bersifat lemah (gurilemah), fenomena ini tetap dapat meningkatkan curah hujan di wilayah selatan Indonesia, termasuk Jawa Barat bagian selatan seperti Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi bencana. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melalui BPBD Jabar, akan memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, BMKG, Basarnas, PMI, serta pemerintah kabupaten/kota agar dapat memberikan quick response terhadap setiap kejadian bencana. “Kunci keberhasilan penanggulangan bencana adalah sinergi. Tidak ada instansi yang bisa bekerja sendiri. TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat harus bergerak bersama agar dampak bencana dapat diminimalkan,” tuturnya.

Menurut data BNPB, hingga Oktober 2025 telah terjadi 2.606 bencana alam di Indonesia, termasuk 1.289 kejadian banjir, 189 tanah longsor, dan 229 gempa bumi. Jawa Barat sendiri menjadi salah satu provinsi dengan frekuensi bencana tertinggi, terutama akibat curah hujan ekstrem dan kondisi geografis yang kompleks.

Apel kesiapsiagaan ini ditandai dengan pemeriksaan pasukan dan peralatan siaga bencana, mulai dari kendaraan SAR, perahu karet, alat komunikasi, hingga perlengkapan medis dan logistik. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap seluruh instansi dan masyarakat dapat lebih waspada dan siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam, sekaligus memperkuat budaya tangguh bencana di lingkungan masyarakat.

“Kita tidak bisa mencegah datangnya bencana, tetapi kita bisa memperkecil dampaknya dengan kesiapsiagaan, sinergi, dan empati. Jawa Barat harus siap, tangguh, dan saling menjaga,” tutupnya.

Pelatihan Pamapta: Polres Tanjung Priok Dorong Personel Lebih Profesional & Tanggap

Jakarta , investigasihukumkriminal – Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan kemampuan sumber daya manusia di lingkungan Kepolisian, Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan kegiatan “Peningkatan Kemampuan Personel Pamapta” yang digelar di Ruang Rapat Utama Polres Pelabuhan Tanjung Priok, pada Senin (3/11/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Pelabuhan Tanjung Priok KOMPOL Supriyadi, S.H., M.H., yang juga bertindak sebagai narasumber utama.

Turut hadir sebagai narasumber pendamping: AKP Aji Mulyanto, S.H., Kasubbagbinops Bagops, IPDA Suhendra, Kanitkamsel Satlantas, BRIGADIR Aditia Juniardi Wibowo, S.H., M.H., Banit 4 Unit Gakkum Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran pejabat Polres, di antaranya: AKP Herman Fauzi, S.Sos., Kasubbagbinkar Bag SDM Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Eri Suroto, S.H., M.H., Kasubbagdalpers Bag SDM Polres Pelabuhan Tanjung Priok serta deluruh personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Polsek Jajaran.

Dalam sambutannya, Kabag SDM KOMPOL Supriyadi, S.H., M.H., menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana untuk memperkuat kompetensi dan kesiapan anggota dalam melaksanakan tugas kepolisian.

“Peningkatan kemampuan personel merupakan hal yang wajib bagi setiap anggota Polri agar mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks, terutama dalam melayani masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar KOMPOL Supriyadi.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh personel semakin siap dan tanggap dalam melaksanakan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Cepat, Mudah, Ramah: Layanan SKCK Tanjung Priok Tuai Pujian

Pelabuhan Tanjung Priok,investigasihukumkriminal – Pelayanan penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Pelabuhan Tanjung Priok mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat. Warga menilai pelayanan kini jauh lebih cepat, transparan, dan ramah dibandingkan sebelumnya.

Penerapan sistem antrean digital serta kehadiran petugas yang sigap membantu pemohon menjadi salah satu faktor yang membuat proses pembuatan SKCK semakin efisien dan nyaman.

Seorang warga Sunter Agung, Anisa Endrasasi, mengungkapkan kepuasannya terhadap pelayanan yang diterima.

“Proses pengurusan SKCK sekarang cepat sekali, tidak ribet, dan petugasnya ramah. Saya tidak mengalami kendala apa pun selama proses berlangsung,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Feri Januardi, warga Koja, Jakarta Utara. Ia menilai para petugas di bagian pelayanan SKCK sangat membantu masyarakat yang belum terbiasa dengan sistem pendaftaran online.

“Saya sempat bingung saat awal mendaftar online, tapi petugas langsung sigap membantu sampai selesai. Pelayanannya sangat baik,” tuturnya.

Menanggapi apresiasi masyarakat tersebut, PS. Kauryanmin Satintelkam Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Aiptu Eka Adiwijaya, S.H., menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan bagian dari komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Priok untuk memberikan kemudahan bagi warga.

“Kami terus berinovasi agar pelayanan SKCK berjalan cepat, mudah, dan bebas pungli. Peningkatan kualitas pelayanan ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Dilokasi yang berbeda Kasatintelkam AKP Diondi Asido Manik, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa berbagai inovasi dan peningkatan pelayanan tersebut, Polres Pelabuhan Tanjung Priok berharap dapat terus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, sekaligus menjadi contoh positif bagi satuan kerja lainnya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional, modern, dan terpercaya.

Indramayu Gempar! Pria Ngamuk Bawa Golok di Minimarket, Pegawai Jadi Sasaran

investigasihukumkriminal – Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan aksi brutal seorang pria bersenjatakan golok menyerang pegawai minimarket di Alfamart Karangasem, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, viral di media sosial.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Dalam video tersebut, tampak pelaku mengamuk di area kasir hingga menyebabkan sejumlah barang dagangan berserakan.
Peristiwa itu terjadi Jumat (31/10/2025) malam sekitar pukul 20.30 WIB.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/21/XI/2025/SPKT/Polsek Terisi/Polres Indramayu/Polda Jabar, pelaku berinisial K.A (39), warga Desa Karangasem, Kecamatan Terisi.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang membenarkan adanya kejadian tersebut.
Ia menyebut pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan dari korban yang merupakan pegawai minimarket.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa peristiwa bermula saat korban mengantarkan obeng ke konter milik warga yang berada di depan Alfamart.

Saat itu korban dihampiri oleh pelaku K.A dengan berbicara “Maksude Priwen (Maksudnya bagaimana)” dijawab oleh korban “kita mah emong motor diselangi bae kuh karena nyelang kuh sue payah ngebaliknane (Saya tidak mau motor di pinjam terus, karena mengembalikannya lama)”.

Karena pelaku tidak terima akhirnya pelaku cekcok dan menjambak rambut korban dan pada saat bersamaan korban menangkis dengan tangan kanan setelah itu dipisah oleh kakaknya pelaku, namun pelaku berusaha menyerang lagi dengan pukulan tangan kanan mengenai mata sebela kiri korban setelah itu dilerai kembali oleh kakak pelaku setelah itu akhirnya bubar dan pelaku mengancam korban dengan kata kata “Mati Sira (Mati Kamu)”.

Berselang lima menit kemudian, pelaku datang lagi ke dalam Alfamart dengan membawa senjata tajam jenis golok untuk mencari korban.
Upaya penyerangan itu sempat dilerai oleh warga, namun pelaku tetap berusaha menyerang hingga rak rokok di area kasir roboh dan menimpa korban serta kasir kainnya. Barang-barang di dalam toko pun berjatuhan dan mengalami kerusakan.

Akibat peristiwa tersebut, korban dan pihak Alfamart mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp48.616.574.

“Kami menerima laporan dan langsung melakukan tindakan cepat. Pelaku berikut barang bukti berupa satu unit rak rokok beserta isinya sudah kami amankan,” ujarnya, Selasa (4/11/2025)

Setelah menerima laporan, lanjut Kapolsek, Unit Reskrim Polsek Terisi segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku berinisial K.A.

Dari hasil interogasi, pelaku mengakui seluruh perbuatannya.
Pelaku kini diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolda Jabar Raih Gelar Doktor Lewat Disertasi “Cerita dari Mesuji”, Paparkan Kondisi Polisi di Tengah Konflik

investigasihukumkriminal – Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan menjalani sidang disertasi berjudul ‘Cerita dari Mesuji: Studi Fenomeno logi tentang Menjadi Polisi di Daerah Konflik’ di Universitas Airlangga, Senin (3/11/2025). Irjen Rudi Setiawan dengan penuh percaya diri di hadapan para penguji yang hadir demi menyabet gelar doktor memaparkan tentang menjadi polisi yang profesional, bertanggung jawab, dan berintegritas di wilayah yang penuh masalah, kekerasan masyarakatnya meluas dan melembaga, hingga keberadaan polisi tak pernah diterima sepenuhnya.

Menurut Irjen Rudi, Mesuji merupakan nama yang bagi sebagian orang mungkin sekedar sebuah lokasi geografis di perbatasan Lampung dan Sumatera Selatan. Tetapi, bagi sebagian lain, Mesuji adalah ruang eksistensial di mana konflik agraria, trauma sejarah, dan pergumulan identitas sosial bersinggungan dalam keseharian dengan polisi dan warga.

Dia pun mencoba mengajak menelusuri fenomena menjadi polisi di sana lewat kacamata fenomenologi Edmund Husserl, yang mana bukan sekedar untuk memahami polisi sebagai profesi, melainkan sebagai kesadaran yang mengalami dunia hidupnya dalam situasi sosial yang kompleks dan penuh paradoks lebenswelt.

“Lebenswelt ini konsep dalam bahasa Jerman diterjemahkan sebagai lifeworld dalam bahasa Inggris atau dunia kehidupan dalam bahasa Indonesia yang merujuk pada dunia pengalaman hidup sehari-hari yang diterima begitu saja, apa adanya, oleh individu,” ujarnya

Dia juga menambahkan, fenomenologi Edmund Husserl berangkat dari upaya kembali ke hal-hal itu sendiri alias back to the things themselves. Artinya, memahami pengalaman hakiki atau otentik sebagaimana dialami oleh subjek, tanpa prasangka, tanpa reduksi sosiologis atau psikologis yang terburu-buru.

“Dalam konteks Mesuji, dunia hidup polisi bukan semata dunia institusi, peraturan, atau hirarki. Mesuji adalah dunia konkret tempat mereka, para polisi, bangun pagi dengan kesadaran bahwa di luar pagar rumahnya, ada masyarakat yang mungkin melihatnya bukan sebagai pelindung, tapi sebagai bagian dari kekuasaan yang jauh, angkuh, berjarak, dan gagal memahami warga asli Mesuji sebagai entitas yang memiliki identitas partikular dengan kehormatan diri dan martabat,” ujarnya

Irjen Rudi juga dalam disertasinya menunjukkan polisi di Mesuji hidup di antara dua tarikan besar, yakni sebagai penegak hukum, simbol negara, dan pelaksana aturan di satu sisi dan di sisi lain sebagai individu yang bergulat dengan rasa sepi, terancam, ketakutan, keterbatasan sarana, tak terdukung, dan dilema moral dalam menghadapi masyarakat yang sering lebih percaya pada kekerasan daripada hukum.

“Kesadaran Polisi di Mesuji, mengarah pada masyarakat yang terbelah secara sosial sering atas dasar etnis dan klas sosial, pada klaim atas lahan yang diperebutkan oleh banyak pihak, pada para preman dan jaringan pengedar narkoba dan senjata api rakitan, para korporasi besar yang menguasai lahan, dan di antara yang lain pada sarana dan dukungan yang serba terbatas, serta sesekali pada kehilangan rasa aman di tengah ketegangan yang tak kunjung usai,” katanya.

Lebih lanjut, Irjen Rudi menyampaikan dalam perspektif fenomenologi, identitas bukan atribut tetap, melainkan konstruksi kesadaran yang terus berubah melalui interaksi dan refleksi diri.

“Tak ada yang tetap dalam identitas personal, identitas profesional, dan identitas sosial polisi yang menjalani hidup di Mesuji. Identitas personal polisi Mesuji tumbuh dari pengalaman keseharian yang sering penuh ambiguitas: di antara panggilan moral dan tekanan struktural; di antara rasa ingin melayani dan rasa ditolak, tak dipercaya, dan tak berdaya. 

Dalam diam di Mesuji yang terpencil itu, identitas personal polisi bukanlah seragam atau pangkat, melainkan rasa tanggung jawab yang mengakar pada pengalaman batin: ‘saya ada karena tugas, tetapi tugas itu juga menguji siapa saya sebenarnya’,” katanya.

Sementara itu, identitas profesionalnya Irjen Rudi menyebut dibentuk oleh norma institusional: aturan, pelatihan, dan etika kepolisian. Namun di Mesuji, norma itu sering harus diterjemahkan secara kontekstual. 

Sedangkan identitas sosial polisi di Mesuji, terbangun dalam relasi yang penuh ketegangan dengan masyarakat. Polisi di Mesuji bukan hanya representasi negara, tetapi juga figur ambivalen kadang dilihat sebagai pelindung, kadang sebagai penjaga kepentingan entitas luar, entitas asing.

“Ketika seorang polisi berhadapan dengan seorang warga asli Mesuji Wong Tobo yang menggantungkan hidupnya pada sebidang tanah yang dianggap “milik negara”, dia sesungguhnya berhadapan dengan cermin dirinya sendiri.   
Dalam momen itu, dunia hidupnya menampakkan wajah paling jujur dari realitas sosial di Indonesia: ketimpangan, alienasi, dan pencarian rumit tentang legitimasi moral,” katanya

Polda Jabar Bersama BPBD dan TNI Siaga Hadapi Ancaman Banjir dan Longsor

investigasihukumkriminal – Kepolisian Daerah Jawa Barat mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi akibat perubahan cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat.

Memasuki musim penghujan, sejumlah wilayah di Jawa Barat berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Menyikapi hal tersebut, Polda Jabar bersama instansi terkait seperti BPBD, TNI, serta pemerintah daerah melakukan langkah-langkah antisipatif guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menginstruksikan seluruh jajaran Polres dan Polsek untuk siaga dan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menghadapi potensi bencana.

“Polda Jabar bersama jajaran terus berkoordinasi dengan BPBD dan unsur Forkopimda dalam pemetaan wilayah rawan bencana serta menyiapkan personel dan peralatan tanggap darurat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dari BMKG dan tidak abai terhadap peringatan dini,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.

Lebih lanjut, Kabid Humas menambahkan bahwa kepedulian dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah jatuhnya korban maupun kerugian akibat bencana.

“Kami mengajak masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan, seperti membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan. Bila terjadi bencana, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” tambahnya, Minggu (2/11/2025)

Melalui langkah- langkah antisipatif tersebut, Polda Jabar berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Jawa Barat.

Polres Priok Layani & Amankan Akses Wisata Kepulauan Seribu di Dermaga Kali Adem Muara Angke

Jakarta , investigasihukumkriminal – Dalam rangka memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berlibur menuju Kepulauan Seribu, Personel Polsek Kawasan Sunda Kelapa di bawah jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan kegiatan pengamanan di Dermaga Dinas Perhubungan (Dishub) Kali Adem, Pelabuhan Muara Angke.

Kegiatan pengamanan ini berlangsung dipimpin langsung oleh Kanitbinmas Polsek Kawasan Sunda Kelapa Iptu Mashudi dengan kekuatan delapan personel yang tergabung dari fungsi Lantas, Samapta, Polsubsektor, serta Bhabinkamtibmas.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan beberapa kegiatan penting, antara lain: Pengaturan lalu lintas (lalin) dari pintu masuk Muara Angke hingga ke area Dermaga Dishub Kali Adem guna memastikan kelancaran arus kendaraan dan pejalan kaki.

Pelayanan dan pengamanan wisatawan, termasuk pengawasan terhadap tiket serta barang bawaan penumpang di pintu masuk dermaga.

Memberikan imbauan keselamatan oleh Bhabinkamtibmas Muara Angke Aipda Afandi kepada para wisatawan agar selalu menggunakan life jacket, menjaga anak-anak selama perjalanan, tidak merokok di atas kapal, serta mematuhi seluruh aturan keselamatan pelayaran.

Bhabinkamtibmas juga memberikan himbauan kepada nahkoda dan kru kapal untuk memastikan seluruh peralatan keselamatan berfungsi dengan baik serta tidak melebihi kapasitas penumpang.

Selain itu, Iptu Aguk dan Iptu Fritz turut membantu wisatawan dan penumpang menaiki kapal dengan tertib dan aman.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar Dermaga Kali Adem Pelabuhan Muara Angke berjalan aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan keamanan maupun hambatan berarti.

Kegiatan pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pariwisata Kepulauan Seribu agar berjalan aman dan nyaman.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Dr. Martuasah H. Tobing, S.I.K., M.H, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah melaksanakan tugas dengan baik.Senin (03/11).

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan dan pengamanan terbaik bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas wisata yang menjadi salah satu potensi unggulan wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Kapolres.

Reaksi Cepat Tim SAR Sat Brimob Polda Jabar Evakuasi Pohon Tumbang di Sumedang

investigasihukumkriminal – Hujan deras dari sore yang melanda wilayah Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, mengakibatkan banyak pohon bambu tumbang dan menutupi badan jalan di Desa Cipanas. Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di lokasi sempat terhenti total karena kendaraan tidak dapat melintas, Sabtu (1/11/2025)

Mengetahui hal tersebut, Tim SAR Kompi 3 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jabar segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pengecekan dan evakuasi pohon – pohon tumbang tersebut. Dengan peralatan SAR yang lengkap, tim langsung melakukan pemotongan batang dan ranting pohon yang melintang di tengah jalan.

Dalam proses evakuasi, Tim SAR Satbrimob Jabar bekerja sama dengan personel TNI dan warga setempat. Kolaborasi yang solid ini membuat proses pembersihan berjalan cepat dan aman, sehingga akses jalan kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dengan lancar.

“Reaksi cepat dari anggota di lapangan merupakan bentuk nyata kehadiran Brimob untuk masyarakat. Kami selalu siap siaga memberikan bantuan dalam situasi darurat, terutama yang berkaitan dengan keselamatan warga dan kelancaran aktivitas masyarakat,” ujar Dansat Brimob Polda Jabar Kombes Pol. Donyar Kusumadji, S.I.K.,Minggu (2/11/2025)

Dansat Brimob Polda Jabar juga menambahkan bahwa kesiapsiagaan personel Brimob merupakan bagian dari tugas kemanusiaan yang selalu diutamakan, terutama dalam menghadapi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat.

Dengan sigap dan tanggapnya personel di lapangan, Satbrimob Polda Jabar kembali menunjukkan komitmennya sebagai satuan elit Polri yang selalu hadir membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan.

Sosialisasi Proyek Perubahan Kepada Serdik Sespimmen Polri, Strategi Pengembangan Knowlege Manajemen Sistem di Lemdiklat Polri Dukung Pengentasan Kemiskinan

Bandung, investigasihukumkriminal – Penelitian Polisi dalam mendukung program Nasional dalam pengentasan kemiskinan yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo, KBP Dudung Adijono SiK, MM sebagai peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional TK 1 Lembaga Administrasi Negara Angkatan ke 64 Tahun 2025 membuat terobosan dan inovasi sebagai kontribusi Polri dalam mendukung pengentasan kemiskinan telah dituangkan dalam sebuah Proyek Perubahan yg diberi judul “Strategi Pengembangan Knowlege Manajemen Sistem (KMS) Di Lemdiklat Polri Untuk Mendukung Pengentasan Kemiskinan”.

Kombes Pol Dudung mengatakan KMS ini adalah sebuah platform digital yang merupakan sebuah sistem pengetahuan terpadu di Lemdiklat Polri yang berfungsi sebagai pusat dokumentasi, kolaborasi dan inovasi yang mendukung efektivitas pendidikan dan pelatihan berbasis data serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.

“Sistem ini akan memperkuat kompetensi kepemimpinan digital, kemampuan inovasi, literasi data dan ketrampilan mengelola perubahan dan Sistem ini mengkolaborasikan pengetahuan – pengetahuan yang ada di lembaga lain seperti Kemensos, Kementan dan Lembaga pendidikan yang sudah ada kerja sama.” Ujarnya, Sabtu (1/11/2025)

Dengan adanya KMS ini tidak hanya memberikan manfaat bagi internal Polri tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam mendukung agenda RPJMN 2025-2029 terkait pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan melalui penguatan kapasitas SDM dan kolaborasi lintas sektor. Dan KMS ini bisa diakses oleh masyarakat sebagai informasi program kemiskinan yang lebih baik, percepatan pengentasan kemiskinan melalui program berbasis data dan peningkatan literarasi sosial ekonomi.