Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Patroli Cipta Kondisi dan Strongpoint, Antisipasi Gangguan Kamtibmas pada Dini Hari

investigasihukumkriminal JAKARTA UTARA – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Polda Metro Jaya, melaksanakan kegiatan Patroli Cipta Kondisi dan Strongpoint pada Rabu dini hari, 14 Oktober 2026. Kegiatan tersebut bertujuan mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas), mencegah tindak kriminalitas, serta memastikan kelancaran arus lalu lintas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Patroli Cipta Kondisi melibatkan 20 personel di bawah pimpinan AKP Heri Prasetyo, S.H., selaku Kanit Bintibmas Satbinmas Polres Pelabuhan Tanjung Priok yang bertugas sebagai Perwira Pengawas (Pawas).

Dalam pelaksanaannya, personel menyusuri sejumlah lokasi strategis, meliputi Terminal Penumpang Nusantarapura II, Indonesia Power, Pelabuhan Inggom, Pelabuhan Nusantara, dan JICT 1.

Di kawasan terminal penumpang, petugas melaksanakan patroli dialogis dengan menyampaikan imbauan kepada para penumpang kapal laut agar senantiasa mematuhi peraturan pelabuhan, menjaga barang bawaan, tidak membawa barang terlarang, serta tidak menerima titipan barang dari orang yang tidak dikenal. Petugas juga mengingatkan pentingnya mengawasi anggota keluarga, khususnya anak-anak, dan segera melapor apabila menemukan hal mencurigakan atau terdapat penumpang yang membutuhkan pertolongan.

Sementara itu, kepada para pengemudi trailer, petugas mengimbau agar selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara, mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman, memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, serta memastikan muatan tidak melebihi kapasitas. Pengemudi juga diingatkan untuk tidak berkendara dalam kondisi lelah atau mengantuk, menggunakan jalur yang telah ditentukan, dan melengkapi dokumen kendaraan.

“Melalui patroli dialogis ini, kami mengajak seluruh masyarakat, penumpang kapal, dan pengemudi kendaraan angkutan untuk bersama-sama menjaga keamanan, mematuhi peraturan, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di kawasan pelabuhan.”

Selain patroli bergerak, Polres Pelabuhan Tanjung Priok juga melaksanakan kegiatan Strongpoint pada sejumlah titik yang dinilai memerlukan pemantauan dan pengawasan, yakni Jalan Raya Ancol Baru arah PLTU, Jalan Raya Pelabuhan tepatnya di simpang pintu masuk IX, serta Jalan Digul.

Di Jalan Raya Ancol Baru arah PLTU, personel melaksanakan upaya antisipasi tindak kriminalitas 3C, yaitu pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), melalui pemeriksaan kendaraan roda dua (KR2) yang melintas.

Selanjutnya, di Jalan Raya Pelabuhan, tepatnya di simpang pintu masuk IX, petugas melaksanakan pengaturan sekaligus pemantauan arus lalu lintas guna menjaga kelancaran mobilitas kendaraan. Adapun di Jalan Digul, personel melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi aksi balap liar yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, situasi di seluruh lokasi Strongpoint terpantau aman dan kondusif. Arus lalu lintas di Jalan Raya Pelabuhan, khususnya simpang pintu masuk IX, terpantau ramai lancar. Sementara itu, kondisi di Jalan Digul terpantau sepi dan tidak ditemukan indikasi aktivitas balap liar selama pemantauan berlangsung.

“Kegiatan Patroli Cipta Kondisi dan Strongpoint ini merupakan upaya preventif untuk mencegah gangguan kamtibmas, menekan potensi tindak kriminalitas, serta menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.”

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin dan terarah, Polres Pelabuhan Tanjung Priok berupaya meningkatkan kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dan para pengguna jasa pelabuhan.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas di sekitar kawasan pelabuhan.

Polri Mutasi 12 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan di Bareskrim hingga Kewilayahan Bergeser

investigasihukumkriminal JAKARTA – Polri melakukan mutasi terhadap sejumlah perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2262/X/KEP./2026 tertanggal 12 Oktober 2026. Mutasi ini mencakup sejumlah jabatan di lingkungan Divisi Hubungan Internasional, Bareskrim Polri, Korbrimob, Lemdiklat Polri, serta kepolisian kewilayahan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/10/2026), mengatakan mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

“Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, serta rekam jejak dan integritas personel. Hal ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab secara optimal,” ujar Johnny.

Sejumlah pergeseran jabatan di antaranya Brigjen Pol Herry Dian Dwiharto dari Widyaiswara Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang NCB/Interpol Divhubinter Polri. Sementara itu, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak yang sebelumnya menjabat Dirtipideksus Bareskrim Polri dimutasi menjadi Widyaiswara Kepolisian Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri. Jabatan Dirtipideksus selanjutnya diemban Kombes Pol Suhasto, yang sebelumnya menjabat Pemeriksa Inafis Kepolisian Madya Tingkat I Bareskrim Polri.

Di lingkungan Bareskrim Polri, Kombes Pol Afrisal yang sebelumnya menjabat Penyidik Madya Tingkat II diangkat menjadi Pemeriksa Inafis Kepolisian Madya Tingkat I. Adapun Kombes Pol Dodi Ruyatman yang sebelumnya menjabat Dirreskrimsus Polda Jawa Timur dimutasi menjadi Penyidik Tindak Pidana Madya Tingkat II Bareskrim Polri.

Mutasi juga mencakup jabatan kewilayahan. Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan yang sebelumnya menjabat Kapolresta Banyuwangi dimutasi menjadi Dirreskrimsus Polda Jawa Timur. Jabatan Kapolresta Banyuwangi selanjutnya diemban Kombes Pol Muharman Arta, yang sebelumnya menjabat Kapolresta Pekanbaru. Sementara itu, Kombes Pol Ronny Riantoko Eppang yang sebelumnya menjabat Perancang Anggaran Madya Tingkat III Stamarena Polri diangkat menjadi Kapolresta Pekanbaru.

Selain itu, Kombes Pol Taufik Nurmandia yang sebelumnya menjabat Dirreskrimsus Polda Jambi dimutasi menjadi Dosen Kepolisian Madya Tingkat III STIK Lemdiklat Polri. Jabatan Dirreskrimsus Polda Jambi selanjutnya diemban Kombes Pol Yakhob Silvana Delareskha, yang sebelumnya menjabat Kabidseum Pusjarah Polri.

Dalam mutasi tersebut, terdapat pula penugasan terhadap personel Korbrimob Polri. Brigjen Pol Deoni Jiud De Fatima dimutasi sebagai Pati Baintelkam Polri dalam rangka penugasan pada BIN. Sementara itu, Brigjen Pol Leonardus Simarmata juga dimutasi sebagai Pati Baintelkam Polri dalam rangka penugasan pada BIN. Adapun Kombes Pol Robert Da Costa dan Kombes Pol Dr. Irfan S.D.P. Marpaung dimutasi sebagai Pamen Korbrimob Polri dalam rangka penugasan di luar struktur.

Johnny menambahkan, para pejabat yang memperoleh penugasan baru diharapkan segera menyesuaikan diri dan melaksanakan tanggung jawab sesuai dengan tugas masing-masing.

Polri juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para pejabat sebelumnya atas dedikasi serta pengabdian selama menjalankan tugas. Pengalaman dan kontribusi yang telah diberikan diharapkan dapat terus mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di berbagai bidang.

Melalui mutasi ini, Polri terus melakukan pembinaan sumber daya manusia dan penataan organisasi guna mendukung pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolri Silaturahmi Dengan Pimpinan MUI Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Dan Kerukunan

investigasihukumkriminal JAKARTA | Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersilaturahmi dengan jajaran pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Polri dan ulama dalam menjaga keamanan, kerukunan, serta mendukung kemajuan bangsa.

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan kepolisian. Menurutnya, keamanan, kesejahteraan, dan keimanan merupakan unsur yang saling berkaitan dalam kehidupan masyarakat. Situasi yang aman dan stabil memungkinkan masyarakat menjalankan ibadah, menuntut ilmu, mendidik generasi muda, serta bekerja mencari nafkah dengan baik.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) merupakan tanggung jawab Polri. Namun, pelaksanaannya membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, termasuk MUI dan para ulama. Semangat ini sejalan dengan prinsip Polisi Bersama Masyarakat, yang menempatkan kolaborasi sebagai bagian penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

“Kami menyadari bahwa harkamtibmas adalah tanggung jawab kami. Namun, Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari segenap elemen masyarakat, khususnya Majelis Ulama Indonesia. Karena itu, sinergi dan kolaborasi perlu terus diperkuat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan di tengah masyarakat,” ujar Suyudi, Selasa (13/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Anwar menjelaskan peran MUI sebagai pengayom umat melalui misi himayatul ummah serta sebagai mitra strategis pemerintah melalui shodiqul hukumah. Ia juga mendorong penguatan kerja sama antara Polri dan pesantren, termasuk membuka kesempatan bagi santri dan santriwati untuk mengabdi sebagai anggota Polri.

Anwar turut menyampaikan harapan agar kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Polri dapat menghadirkan kesejukan dalam penegakan hukum serta membawa manfaat bagi masyarakat. Ia menilai hubungan yang erat antara ulama dan kepolisian diperlukan untuk mendukung kehidupan bangsa yang aman dan harmonis.

Imigrasi Perbarui Nama Layanan Di Pademangan Kini Bernama Beranda Imigrasi

investigasihukumkriminal JAKARTA | Masyarakat yang biasa mengurus keperluan keimigrasian di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, perlu mengetahui adanya perubahan nama pada salah satu titik pelayanan. Unit Layanan Paspor (ULP) Pasar Pagi Mangga Dua kini menggunakan nama baru, yakni Beranda Imigrasi Pasar Pagi Mangga Dua.

Perubahan tersebut merupakan bagian dari kebijakan penyeragaman identitas visual unit dan titik layanan keimigrasian yang diterapkan Direktorat Jenderal Imigrasi. Penyesuaian ini dilakukan agar identitas pelayanan Imigrasi memiliki penamaan dan tampilan visual yang lebih seragam di berbagai lokasi.

Informasi mengenai perubahan nama tersebut disampaikan melalui kanal informasi Imigrasi Jakarta Utara. Dalam pengumuman itu, masyarakat juga diinformasikan bahwa Immigration Lounge PIK Avenue kini menggunakan nama Beranda Imigrasi PIK Avenue.

Kedua perubahan tersebut mengacu pada Surat Dinas Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-GR.01-129 tentang penyeragaman identitas visual unit dan titik layanan keimigrasian.

Penyeragaman Identitas Layanan Keimigrasian
Penggunaan nama Beranda Imigrasi menjadi penanda identitas baru bagi titik pelayanan yang sebelumnya dikenal masyarakat dengan sebutan berbeda-beda.

Di Pasar Pagi Mangga Dua, nama ULP Pasar Pagi Mangga Dua kini disesuaikan menjadi Beranda Imigrasi Pasar Pagi Mangga Dua. Sementara itu, Immigration Lounge PIK Avenue berubah nama menjadi Beranda Imigrasi PIK Avenue.

Penyeragaman ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali titik pelayanan keimigrasian secara lebih mudah. Selain itu, penggunaan identitas yang konsisten juga diharapkan mempermudah penyampaian informasi kepada masyarakat yang membutuhkan layanan Imigrasi.

Meski demikian, perubahan nomenklatur tersebut perlu dibedakan dari perubahan lokasi pelayanan. Pengumuman yang tersedia menjelaskan penyesuaian nama dan identitas visual, bukan pemindahan tempat pelayanan.

Masyarakat Perlu Mengetahui Nama Terbaru
Bagi masyarakat yang berdomisili di Pademangan dan wilayah sekitarnya, informasi ini penting agar tidak terjadi kebingungan ketika mencari lokasi pelayanan paspor di Pasar Pagi Mangga Dua.

Masyarakat yang sebelumnya menggunakan nama ULP Pasar Pagi Mangga Dua kini dapat mengenali titik tersebut melalui nama Beranda Imigrasi Pasar Pagi Mangga Dua.

Namun, sebelum datang untuk mengurus paspor, masyarakat tetap disarankan memastikan jenis pelayanan yang tersedia, persyaratan dokumen, jadwal operasional, serta mekanisme permohonan melalui kanal resmi Imigrasi.

Dengan penyeragaman identitas visual tersebut, Direktorat Jenderal Imigrasi diharapkan dapat menghadirkan identitas pelayanan yang lebih konsisten sehingga masyarakat lebih mudah mengenali dan memperoleh informasi mengenai titik layanan keimigrasian.

Informasi perubahan nama ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar mulai menggunakan nomenklatur terbaru ketika mencari informasi mengenai layanan Imigrasi di Pasar Pagi Mangga Dua maupun PIK Avenue.

Dibalik Geliat Program Betrik Presiden Prabowo di Cianjur: Kisah Pak Jaja (53) yang Masih Setia Mengayuh Beca Manual

investigasihukumkriminal CIANJUR – Program bantuan Becak Listrik (Betrik) gagasan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, disambut antusias oleh para pengemudi beca konvensional di berbagai daerah. Program ini dinilai sebagai angin segar untuk meringankan beban para pekerja sektor informal di usia senja. Kendati demikian, di Kabupaten Cianjur, masih banyak pengemudi beca yang belum tersentuh bantuan tersebut dan harus gigih berjuang dengan cara lama.

Salah satu kisah yang mencerminkan realitas ini datang dari Bapak Jaja. Di usianya yang telah menginjak 53 tahun, Pak Jaja masih harus mengandalkan tenaga fisiknya untuk mengayuh beca manual demi menyambung hidup keluarganya sehari-hari di Cianjur.

Bertaruh Tenaga di Usia Senja

Setiap hari, di bawah terik matahari maupun derasnya hujan, Pak Jaja menyusuri jalanan Cianjur dengan beca tuanya. Tenaga yang tak lagi muda membuat setiap kayuhan pedal terasa semakin berat.

“Kangen juga ingin merasakan beca listrik seperti teman-teman yang lain, badan tidak terlalu lelah. Tapi mau bagaimana lagi, belum ada giliran atau informasi dapat bantuan untuk saya,” ujar Pak Jaja saat ditemui di pangkalan becanya, Selasa (13/10).

Bagi Pak Jaja dan sebagian pengemudi beca tradisional lainnya di Cianjur, kehadiran program Betrik bukan sekadar modernisasi alat transportasi, melainkan harapan besar untuk efisiensi energi, tenaga, dan peningkatan pendapatan bersih harian mereka yang selama ini tergerus biaya fisik dan usia.

Harapan Penyaluran yang Merata

Program Betrik yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto memang dirancang untuk mentransformasi beca manual menjadi beca ramah lingkungan yang lebih manusiawi bagi para pengemudinya. Namun, lambatnya pemerataan dan keterbatasan kuota tahap awal membuat sejumlah pengemudi senior seperti Pak Jaja masih tertinggal.

Para pengemudi beca di Cianjur berharap pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, serta pihak-pihak terkait dapat lebih jeli dan transparan dalam mendata para penerima manfaat. Tujuannya agar bantuan strategis ini bisa tepat sasaran dan benar-benar merangkul para pengemudi beca lansia dan prasejahtera yang paling membutuhkan.

Hingga berita ini diturunkan, para pengemudi beca manual di Cianjur, termasuk Pak Jaja, masih menaruh asa yang besar agar program pro-rakyat ini bisa segera menjangkau mereka di gelombang penyaluran berikutnya.(86)

#BetrikPrabowo #BecakListrik #Cianjur #KisahInspiratif #PejuangNafkah 

Pastikan Keamanan Pangan MBG, Sidokkes Polres Pelabuhan Tanjung Priok Laksanakan Pemeriksaan Food Safety

investigasihukumkriminal JAKARTA UTARA – Dalam rangka memastikan keamanan dan kelayakan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan pemeriksaan food safety di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Rawa Badak Utara, Selasa (13/10/2026), mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan pemeriksaan tersebut dilaksanakan di bawah penanggung jawab IPDA Sri Puji Astuti, S.Farm., dengan petugas pemeriksa dari unsur mitra, Karim Hasan Suro Taruno, A.Md.Kep.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan makanan yang disiapkan dan disajikan dalam program MBG memenuhi aspek keamanan pangan serta layak dikonsumsi oleh para penerima manfaat.

Adapun menu makanan yang diperiksa meliputi nasi putih, ayam goreng tepung, tempe orek, tumis wortel dan labu, serta buah pisang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan organoleptik, makanan diketahui memiliki aroma, rasa, dan warna yang sesuai dengan karakteristik masing-masing jenis makanan. Selain itu, tidak ditemukan kontaminan berupa jamur, serangga, maupun kotoran. Makanan juga disajikan menggunakan wadah tertutup dalam kondisi bersih.

Pemeriksaan dilanjutkan dengan uji fisik laboratorium terhadap sejumlah parameter keamanan pangan. Hasil pengujian menunjukkan kandungan arsen, sianida, nitrit, dan formalin dinyatakan negatif.

Berdasarkan hasil pemeriksaan organoleptik dan pengujian yang dilakukan, makanan yang diperiksa dinyatakan layak konsumsi.

“Pemeriksaan food safety ini merupakan bagian dari upaya memastikan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis Polri memenuhi aspek keamanan dan kebersihan, sehingga dapat dikonsumsi dengan aman oleh para penerima manfaat,” demikian penekanan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, Sidokkes Polres Pelabuhan Tanjung Priok terus mendukung pelaksanaan program MBG Polri melalui pemeriksaan keamanan pangan secara cermat, guna menjaga kualitas makanan serta mendukung pemenuhan gizi bagi masyarakat penerima manfaat.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Pembinaan Rohani Bagi Tahanan, Tanamkan Nilai Keimanan dan Kesadaran Hukum

investigasihukumkriminal JAKARTA – Polres Pelabuhan Tanjung Priok melalui Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) melaksanakan kegiatan Pembinaan Mental dan Rohani (Binrohtal) bagi para tahanan yang beragama Islam dan Nasrani, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Besuk Tahanan Polres Pelabuhan Tanjung Priok ini bertujuan untuk memperkuat keimanan, membentuk karakter yang lebih baik, serta menumbuhkan kesadaran para tahanan agar tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum.

Dalam kegiatan tersebut, para tahanan diberikan pembinaan rohani sesuai dengan agama masing-masing. Melalui pembinaan ini, diharapkan mereka dapat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjalankan kewajiban beribadah, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

“Pembinaan mental dan rohani ini merupakan salah satu upaya untuk membangun kesadaran diri, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik, baik bagi keluarga maupun masyarakat,” ujar Kasat Tahanan dan Barang Bukti IPDA Edi Rusdiyanto, S.H.

Selain sebagai sarana pembinaan spiritual, kegiatan Binrohtal juga diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para tahanan untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki perilaku, dan berkomitmen untuk tidak mengulangi pelanggaran hukum di kemudian hari.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan pengawasan personel jaga, yaitu Bripda Dahrul Qomar dan Bripda Stefanus.

Melalui kegiatan pembinaan mental dan rohani ini, Polres Pelabuhan Tanjung Priok berharap para tahanan dapat memanfaatkan masa pembinaan untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas keimanan, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan taat hukum.

Sipropam Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Laksanakan Pengecekan Gatur Lalin dan Apel Pagi


investigasihukumkriminal Jakarta – Dalam rangka meningkatkan kedisiplinan personel, memastikan kesiapan pelaksanaan tugas, serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kepolisian, Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan pengecekan kegiatan personel, mulai dari pengaturan lalu lintas (gatur lalin), apel pagi, hingga pemeriksaan personel jaga dan tahanan.(13/10)

Pengecekan pertama bertugas melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik, yakni Pos I, Jalan Pulau Payung, Bahari IV, Samudra VI, dan Samudera VII.

Berdasarkan hasil pengecekan, dari total 10 personel yang terdata, sebanyak 10 personel hadir melaksanakan tugas.

Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan tugas pengaturan lalu lintas berjalan sesuai ketentuan serta mendukung kelancaran arus lalu lintas dan pelayanan kepada masyarakat.

Selanjutnya, pengecekan apel pagi di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok. Apel dipimpin oleh AKP Tri Widarto, S.H., M.H., selaku Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam arahannya, pimpinan apel menekankan pentingnya dukungan personel terhadap program pemerintah serta pelaksanaan tugas pelayanan masyarakat, khususnya pengaturan lalu lintas.

Terkait program perlindungan sosial (Perlinsos), para komandan diminta untuk mengarahkan anggotanya mengunduh aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah sesuai arahan pimpinan.

Selain itu, pimpinan apel menegaskan kembali perintah pelaksanaan pengaturan lalu lintas bagi personel yang bertugas.

“Anggota yang melaksanakan gatur lalin agar melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Saya ulangi, ini perintah TB1,” tegas pimpinan apel dalam arahannya.

Berdasarkan hasil pengecekan, dari total 280 personel, sebanyak 115 personel hadir mengikuti apel pagi. Sementara itu, personel lainnya tercatat dalam berbagai keterangan kedinasan, antara lain dinas, lepas dinas, sakit, izin, cuti, tugas belajar.


Pengecekan tersebut merupakan bagian dari pengawasan rutin untuk memastikan kesiapsiagaan petugas serta kondisi tahanan tetap terpantau dengan baik.

Mahfud MD Sebut “Penyelundupan Pasal” Syarat Capres-Cawapres Kejahatan Moral Luar Biasa, Desak Seluruh Komisioner KPU Diseret ke Pengadilan

investigasihukumkriminal JAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, melontarkan kritik tajam terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia menyoroti dugaan manipulasi aturan melalui tindakan yang ia sebut sebagai “penyelundupan pasal” dalam syarat pencalonan presiden dan wakil presiden.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahfud dalam siniar (podcast) Terus Terang yang diunggah pada Minggu (11/10/2026). Menurutnya, tindakan oknum penyelenggara pemilu itu bukan sekadar pelanggaran administratif biasa, melainkan sebuah bentuk kejahatan moral yang berdampak luar biasa bagi masa depan bangsa.

“Tindakan tersebut merupakan kejahatan moral luar biasa yang merusak peradaban demokrasi,” ujar Mahfud dalam siniarnya.

Ia menegaskan, akibat dari pelanggaran yang mencederai integritas pemilu ini, sembilan komisioner KPU beserta pihak-pihak lain yang terbukti terlibat harus segera diseret ke pengadilan untuk diproses secara hukum demi menegakkan keadilan.

Peran Strategis Presiden Prabowo Subianto

Selain mendesak pengusutan tuntas terhadap KPU, Mahfud juga menyoroti pentingnya kepemimpinan nasional dalam mengawal penegakan hukum di tanah air. Ia menilai bahwa masa depan peradaban hukum dan demokrasi kini berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

Mahfud berpandangan, sebaik apapun program-program pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah, semuanya harus berjalan seiring dengan komitmen penegakan hukum yang tegas. Presiden, lanjutnya, memiliki kewenangan dan tanggung jawab penuh untuk memimpin jalannya penegakan hukum.

Langkah tegas tersebut dinilai krusial guna memastikan kekuasaan tidak berjalan secara sewenang-wenang, sekaligus menjadi langkah preventif yang efektif untuk mencegah terulangnya manipulasi hukum di masa depan.

“Penegakan hukum yang berkeadilan adalah kunci agar demokrasi kita tetap berada di jalur yang benar,” pungkasnya.

Redaktur / Jurnalis: YUSWO WIYOTO Sumber: Siniar “Terus Terang” (11/10/2026)

Sambangi SDN Gunung 01, Kapolda Metro Jaya Ajak Siswa Biasakan Tertib dan Saling Peduli


investigasihukumkriminal JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengajak siswa-siswi SDN Gunung 01, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, membangun karakter sejak dini melalui kebiasaan tertib, disiplin, dan peduli terhadap sesama. Pesan tersebut disampaikan dalam kunjungannya ke kelas I C, III A, dan VI C pada Senin (12/10/2026) pagi.

Melalui tanya jawab langsung, Kapolda mengajak anak-anak bercerita tentang pandangan mereka terhadap polisi serta cita-cita yang ingin diraih. Ia mengenalkan polisi sebagai sahabat anak yang hadir untuk melindungi dan membantu. Interaksi tersebut juga diisi dengan pemberian hadiah kepada siswa yang menjawab pertanyaan dengan benar sebagai bentuk apresiasi dan dorongan untuk berani berbicara serta aktif belajar.

Salah satu kebiasaan yang ditekankan ialah menggunakan helm saat bepergian dengan sepeda motor, termasuk ketika dibonceng orang tua menuju sekolah. Kapolda menjelaskan bahwa memakai helm bukan sekadar mematuhi aturan, melainkan kebutuhan untuk melindungi kepala apabila terjadi benturan atau kecelakaan. Anak-anak juga diajak mengingatkan ayah dan ibu agar selalu memakai helm sehingga keselamatan menjadi kebiasaan bersama dalam keluarga.

Pembentukan karakter turut dikenalkan melalui perilaku sederhana di sekolah dan tempat umum, seperti membiasakan antre, menghormati orang lain, mengingatkan kesalahan dengan cara yang baik, serta menolong teman yang mengalami kesulitan. Anak-anak diajak menghargai perbedaan, bermain bersama tanpa mengucilkan siapa pun, dan berani meminta maaf serta memperbaiki diri ketika berbuat salah.

Kapolda juga memotivasi siswa untuk tekun belajar dan berani menyampaikan cita-cita. Para siswa diajak berbagi kebiasaan belajar yang baik, antara lain memperbanyak membaca, membuat rangkuman pelajaran, berlatih, serta membatasi waktu bermain gim agar tidak berlebihan. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar sebagai bekal meraih masa depan.

Dalam pencegahan perundungan, siswa dikenalkan pada berbagai bentuk tindakan yang dapat menyakiti teman, mulai dari memukul, mengejek, mengucilkan, hingga mempermalukan melalui media sosial. Anak-anak diingatkan untuk tidak ikut menertawakan teman yang mengalami perundungan, melainkan membantu dengan cara yang aman dan segera memberitahukannya kepada guru.

“Bercerita bukan mengadu, tetapi mencari pertolongan,” menjadi pesan Kapolda dalam materi penyuluhan. Anak-anak didorong untuk berani meminta bantuan kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya ketika mengalami perundungan, tersesat, maupun menghadapi kesulitan. Layanan Polisi 110 turut dikenalkan sebagai sarana meminta bantuan kepolisian yang dapat dihubungi dengan pendampingan guru atau orang tua.

Kepada kepala sekolah dan guru, Kapolda menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga pembentukan etika, adab, dan kepedulian sosial sejak kelas I. Pembiasaan tersebut perlu ditanamkan melalui keteladanan dan praktik sehari-hari. Sikap sopan dan menghormati orang lain juga harus berjalan seiring dengan keberanian anak untuk bertanya serta menyampaikan persoalan. Sekolah diharapkan menyediakan ruang bercerita yang aman dan menindaklanjuti setiap laporan perundungan secara tepat.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menekankan pentingnya dukungan guru dan orang tua agar anak merasa aman untuk menyampaikan masalah serta memperoleh bantuan yang tepat. Sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, edukasi ini diharapkan mempererat kerja sama kepolisian, sekolah, dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Setiap anak perlu merasa didengar dan mengetahui bahwa mereka tidak harus menghadapi kesulitan seorang diri.