Mayjen TNI (Purn) Fulad Ajak Mahasiswa Faperta Unsoed Jadi Agen Perubahan

Jabar, investigasihukumkriminal – Sebagai agen perubahan, mahasiswa harus berani mengambil peran: bukan hanya mengkritik, tetapi menggerakkan. Bukan hanya berpikir, tetapi bertindak. Karena di tangan mahasiswalah, arah masa depan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan bermartabat akan ditentukan.

Demikian pesan yang disampaikan Mayjen TNI (Purn) Fulad, mahasiswa S3 Ilmu Pertanian Unsoed pada kuliah umum di hadapan 1000 lebih mahasiswa baru D-3 dan S1 tahun akademik 2025/2026 Fakultas Pertanian Unsoed, di Gedung Graha Widyatama Prof Rubijanto Misman Unsoed, Purwokerto, Jumat (15/8/2025)

Fulad menyampaikan materi kuliah umum “Peran Strategis Mahasiswa sebagai Agen Perubahan dalam Membangun Kesadaran Bela Negara dan Ketahanan Pangan Nasional.”

Selain Fulad, ikut juga memberikan kuliah umum Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D.Sedangkan bertindak sebagai pemandu dalam kuliah umum ini, Dr Agus Riyanto, SP, M.Si, ketua jurusan Agroteknologi Faperta Unsoed.

Hadir juga dalam kesempatan itu, Dekan Fakultas Pertanian Unsoed Prof. Dr. Ir. Sakhidin, M.P, dan sejumlah dosen lainnya.

Dalam paparannya, Mayjen TNI (Purn) Fulad menegaskan bahwa bela negara bukan hanya tugas militer, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara, termasuk mahasiswa. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 dan UU No. 3 Tahun 2002 menjadi dasar yuridis, sementara peran mahasiswa mencakup menjaga nilai Pancasila, menangkal radikalisme, melawan hoaks dan berkontribusi dalam pembangunan sosial.

“Konsep ketahanan pangan, menurut UU No. 18 Tahun 2012, juga menjadi bagian penting bela negara. Contohnya, mahasiswa mampu mengembangkan pertanian urban, mendorong riset teknologi pertanian presisi, serta mempromosikan pangan lokal agar bangsa tidak bergantung pada impor,” tegas Fulad yang pernah bertugas sebagai Military Adviser Permanent Mission of The Republic of Indonesia to UN, New York (2017 – 2019) ini.

Selanjutnya dijelaskan, berbagai studi kasus kampus di Indonesia dapat dijadikan contoh, seperti “Kampus Tangguh Pangan” UGM, “Komunitas Agropreneur” IPB, dan “Gerakan Sadar Pangan Lokal” Universitas Brawijaya.

“Untuk itu, mahasiswa Unsoed didorong mengambil peran serupa melalui inovasi dan kolaborasi lintas disiplin, dan jangan takut menghadapi tantangan” ujar Fulad yang juga pernah menjabat sebagai Tenaga Pengajar (Tajar) Bidang Ideologi Lemhannas RI ini.

Menurut Fulad, tantangan yang dihadapi mencakup apatisme terhadap isu bela negara, rendahnya minat sektor pangan, kesenjangan informasi, dan ketergantungan impor.

Solusi yang ditawarkan antara lain pendidikan karakter berbasis Pancasila, inovasi pertanian digital, literasi media, serta kampanye konsumsi pangan lokal.

Selain itu, mahasiswa didorong menjadi penggagas ide baru di bidang pertanian dan pangan melalui penelitian, teknologi, serta kewirausahaan. Sebagai aktivis sosial, mereka juga diharapkan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pangan lokal dan keberlanjutan.

Fulad juga mengingatkan bahwa masa muda adalah fase penentu karakter dan pola pikir. Di usia ini, mahasiswa masih terbuka pada hal-hal baru, sehingga menjadi momen tepat untuk menanamkan semangat perubahan. “Pemuda adalah penentu masa depan bangsa. Kesempatan ini jangan disia- siakan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, di beberapa perguruan tinggi, mahasiswa berhasil mengelola kebun organik di lingkungan kampus yang hasilnya digunakan untuk membantu kantin murah dan masyarakat sekitar. Ada juga yang mengembangkan bisnis sosial berbasis pangan lokal serta melakukan edukasi masif di media sosial untuk mendorong konsumsi pangan nusantara.

Di akhir sesi, Fulad menegaskan bahwa kesadaran bela negara dan ketahanan pangan bukan sekadar wacana, melainkan medan juang baru yang membutuhkan dedikasi, inovasi, dan kolaborasi.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mendukung pernyataan Mayjen TNI (Purn) Fulad bahwa generasi muda perlu adanya literasi dan edukasi terkait dengan wawasan kebangsaan.

“Mahasiswa sebagai mitra strategis yang bersama – sama kuliah  dengan Mayjen TNI (Purn) Fulad harus berani mengambil peran, berfikir juga bertindak.” tutupnya, Sabtu (16/8/2025)

Komunitas Penggali Kubur Berterima Kasih kepada Kapolda Jabar Atas Pasar Sembako Murah

Jabar, investigasihukumkriminal – Suasana pasar sembako murah yang digelar Polda Jawa Barat dalam rangka Gerakan Pangan Nasional serta  memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya datang dari komunitas penggali kubur yang turut hadir dan merasakan langsung manfaat kegiatan tersebut. Sabtu (16/8/2025).

Dalam pasar murah tersebut, komunitas penggali kubur bersama warga lain berkesempatan memperoleh beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan sehari-hari lainnya dengan harga di bawah pasar. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian Polri terhadap lapisan masyarakat yang membutuhkan.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa program pasar murah ini dihadirkan untuk meringankan beban masyarakat.

“Kami ingin keberadaan Polri selalu memberikan manfaat bagi masyarakat. Kehadiran komunitas penggali kubur di pasar murah ini menjadi pengingat bahwa semua profesi memiliki jasa besar bagi kehidupan sosial, dan sudah sepantasnya mendapat perhatian,” ungkapnya.

Kegiatan pasar sembako murah di Polda Jabar ini bukan hanya menjadi ajang pemenuhan kebutuhan dengan harga terjangkau, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial antarwarga serta aparat kepolisian.

“Hatur nuhun Bapak Kapolda Jabar, Sembako murah ini sangat bermanfaat bagi kami untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari.” ungkap salah seorang penggali kubur.

Harga Di Bawah Pasar Emak-Emak Serbu Sembako Murah Di Polda Jabar

Jabar, investigasihukumkriminal – Suasana halaman Polda Jawa Barat, dipenuhi antusiasme warga, khususnya kaum emak – emak  yang berbondong- bondong memanfaatkan kesempatan langka membeli sembako berkualitas dengan harga di bawah pasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Pangan Nasional (GPN) dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.Sabtu (16/8/2025).

Dalam pasar murah tersebut, berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dan sayuran segar dijual dengan harga terjangkau. Warga mengaku sangat terbantu, mengingat harga kebutuhan pokok di pasaran cenderung naik menjelang peringatan Hari Kemerdekaan.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat. “Kami ingin membantu meringankan beban masyarakat melalui penyediaan sembako murah dan berkualitas. Selain untuk memperingati HUT RI ke-80, ini juga menjadi momen untuk mempererat silaturahmi antara Polri dan warga,” ujarnya.

Kegiatan pangan murah di Polda Jabar ini tidak hanya menjadi ajang belanja murah, tetapi juga sebagai momentum kebersamaan menyambut Hari Kemerdekaan ke-80, mengingatkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial tetap hidup di tengah masyarakat.

40 Ton Beras Dan Ribuan Produk Sembako Dalam  Gerakan Pangan Murah Polda Jabar Untuk Masyarakat

Jabar, investigasihukumkriminal – Biro Logistik Polda Jawa Barat menerima kiriman besar sembako dari dua perusahaan, yaitu Rose Brand dan Mekar Wangi, untuk kemudian diolah menjadi 10.000 paket bantuan bagi masyarakat. Pengiriman ini berlangsung pada Jumat (15/8/2025) mulai pukul 08.00 hingga 22.30 WIB di Aula Serbaguna Masjid Al-Aman Mapolda Jabar.

Dari perusahaan Rose Brand, bantuan yang diterima meliputi minyak goreng 1 liter sebanyak 833 dus ditambah 4 liter, gula pasir 1 kg sebanyak 500 dus, dan bihun rasa 3 pcs per kemasan sebanyak 750 dus. Sementara dari perusahaan beras Mekar Wangi, diterima 10.000 kantong beras dengan berat 4 kg per kantong, atau setara 40 ton.

Seluruh barang bantuan ini akan dikemas menjadi 10.000 paket sembako. Proses penerimaan dan persiapan dilakukan dengan koordinasi lintas satuan kerja, melibatkan Biro SDM, Ditreskrimsus, Dit Samapta, dan Dit Tahti Polda Jabar.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa harga sembako yang disiapkan lebih murah dibanding pasaran karena ongkos angkut dan ongkos buruh sepenuhnya ditanggung oleh Polri.

“Ini adalah wujud perhatian Polda Jabar kepada masyarakat, agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak penerima,” ujarnya, Sabtu (16/8/2025)

Kegiatan berjalan lancar dan sesuai harapan, dengan seluruh paket sembako siap untuk didistribusikan guna membantu masyarakat yang membutuhkan.

Klarifikasi Pembunuhan Seorang Wanita di Purwakarta

Jabar, investigasihukumkriminal – Duka mendalam dirasakan Ferry Riyana (38). Warga Mandalajati, Kota Bandung yang sudah lama menetap di Purwakarta itu kehilangan sang istri Dea Permata Karisma (27).

Ironisnya kematian Dea terjadi secara tidak wajar. Dea dibunuh Ade Mulyana (26) yang merupakan asisten rumah tangga (ART) di rumah dinas suaminya yang berada di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Selasa (12/8) siang.

Di tengah duka dan proses penanganan kasus, muncul isu yang beredar jika pelaporan yang dilakukan pihak korban tidak ditanggapi pihak kepolisian. Menanggapi isu itu Ferry memberikan klasifikasinya di Instagram miliknya dengan nama akun @feryriyana.

Berikut klarifikasinya:

Sehubungan dengan beredarnya pemberitaan di sejumlah media dan platform daring yang menyebutkan bahwa laporan polisi kami “tidak ditanggapi” serta adanya isu pelemparan cat ke rumah kami, berikut klarifikasi resmi kami:

1. Kronologi Kejadian
Dugaan pengancaman yang diterima istri saya melalui aplikasi WhatsApp terjadi pada 7 Juli 2025. Dengan demikian, pemberitaan yang menyebut seolah-olah kasus ini sudah berlangsung selama tiga bulan adalah tidak benar.

2. Tidak Ada Penolakan Laporan Polisi
Pada tahap awal, kami baru melakukan konsultasi dan koordinasi dengan pihak Kepolisian dan TNI untuk mendapatkan arahan prosedur hukum yang tepat sebelum membuat laporan resmi. Tidak pernah ada penolakan dari pihak aparat.

3. Proses Penyampaian Informasi di Keluarga
Setelah melakukan konsultasi, saya menceritakan hasil pembicaraan tersebut kepada istri, dan istri menyampaikan kembali kepada keluarga. Dalam proses ini, kemungkinan terjadi perbedaan pemahaman sehingga berkembang menjadi informasi seolah-olah sudah ada laporan tertulis resmi, padahal masih dalam tahap konsultasi.

4. Isu Pelemparan Cat adalah Hoaks
Kami tegaskan bahwa informasi terkait adanya pelemparan cat ke rumah kami adalah tidak benar. Hingga saat ini, tidak pernah terjadi peristiwa tersebut.

5. Luka Sayatan Masih Menunggu Hasil Otopsi
Terkait luka sayatan yang ada, kami belum dapat memastikan penyebabnya dan masih menunggu hasil resmi dari proses otopsi rumah sakit.

6. Informasi Viral Baru Diketahui Sehari Setelah Kejadian
Saya baru mengetahui adanya pemberitaan viral di media sosial sehari setelah peristiwa pembunuhan terhadap istri saya, karena ponsel saya digunakan pihak kepolisian sebagai bagian dari proses pemeriksaan dan BAP.

7. Fakta Pengintaian adalah Rekayasa Pelaku
Berdasarkan hasil penyelidikan, dugaan adanya pengintaian ke rumah ternyata merupakan rekayasa pelaku. Setelah kami memasang CCTV terpasang pada tanggal 5 agustus 2025. sesuai saran pihak Kepolisian, rekaman tidak membuktikan adanya orang yang mengintai rumah. sejak pemasangan CCTV tersebut, tidak ada lagi ancaman yang dikirim melalui WhatsApp.

8. Proses Sudah Berjalan & Pelaku Tertangkap
Pihak Kepolisian Purwakarta, khususnya Unit Jatanras, merespons cepat dan melakukan penyelidikan mendalam. Berkat kerja profesional mereka, pelaku berhasil diamankan.

9. Apresiasi kepada Aparat
Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kepolisian Purwakarta, khususnya Unit Jatanras, yang telah bekerja keras membantu hingga proses penangkapan pelaku berjalan lancar.

Pihak Kepolisian menyarankan agar setiap kejadian serupa segera dilaporkan secara resmi dan rumah dilengkapi dengan perangkat keamanan seperti CCTV untuk membantu proses pengumpulan bukti jika insiden terjadi di kemudian hari.

Harapan Kami
Kami berharap semua pihak menunggu perkembangan resmi dari proses hukum yang sedang berjalan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, demi menghindari kesalahpahaman di masyarakat.

Demikian klarifikasi ini kami sampaikan untuk meluruskan pemberitaan yang kurang tepat, serta sebagai bentuk apresiasi kepada aparat penegak hukum yang telah bekerja dengan cepat dan profesional.

FERRY RIYANA suami almarhumah DEA PERMATA KARISMA

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, jika pelaku dalam kejadian ini sudah ditangkap dan dalam proses penyidikan atau pemeriksaan Satreskrim Polres Purwakarta.

Terkait laporan tidak ditanggapi polisi, Hendra sebut jika suami korban sudah mengklarifikasinya.

“CTT  telah dilakukan di akun yang menyebar hoax dan klarifikasi di akun suami,” ujarnya.

Kapolda Jabar Pimpin Pisah Sambut Dirreskrimum Dan Pelantikan Kayanma

Jabar, investigasihukumkriminal – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. memimpin langsung acara pisah sambut Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jabar serta pelantikan Kepala Yanma (Kayanma) Polda Jabar. Acara dihadiri Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, Irwasda Polda Jabar Brigjen Pol. Rinto Prastowo, para pejabat utama Polda Jabar, Kapolres jajaran, Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat beserta pengurus dan  seluruh personel Polda Jabar. Jumat, 15/08/2025

Dalam sambutannya, Kapolda Jabar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kombes Pol. Surawan, S.I.K., atas dedikasi dan kerja kerasnya selama memimpin Ditreskrimum Polda Jabar. Di bawah kepemimpinannya, berbagai kasus besar berhasil diungkap, mulai dari pembunuhan ibu dan anak di Subang, mafia tanah Dago Elos, aksi anarko pembakar mobil patroli Polsek Kiaracondong, kasus pemerkosaan oleh oknum dokter anestesi, pencurian perlengkapan KCIC di Plered Purwakarta, hingga penjualan bayi lintas negara.

Posisi Dirreskrimum Polda Jabar  kini dijabat oleh Kombes Pol. Ade Sapari, S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai  Dirreskrimsus Polda Jabar. Kapolda menaruh harapan besar agar pejabat baru dapat melanjutkan program kerja yang sudah berjalan, sekaligus memperkuat fungsi penegakan hukum yang cepat, tuntas, dan profesional.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Jabar  juga melantik AKBP Dedi Hermayadi, S.I.P., M.I.P. sebagai Kayanma Polda Jabar. Ia berpesan agar jabatan tersebut dijadikan ladang pengabdian dengan menjaga integritas, mengoptimalkan pelayanan, serta memastikan seluruh sarana dan prasarana siap pakai untuk mendukung kelancaran tugas di lingkungan Polda Jabar.

Mengakhiri sambutannya, Kapolda Jabar  mengingatkan bahwa jabatan adalah kehormatan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “Jadikan prestasi sebagai tradisi. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, perlindungan, dan keberkahan bagi kita semua,” tutupnya.

Kapolda Jabar Hadiri Upacara Pengukuhan Paskibraka Provinsi Jawa Barat Tahun 2025

Jabar, investigasihukumkriminal – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. menghadiri undangan Gubernur Jawa Barat pada Upacara Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025, yang digelar di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro No. 22, Bandung, pada Jumat (15/8/2025)

Acara  berlangsung khidmat, dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Barat, para pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta keluarga anggota Paskibraka. Sebanyak puluhan pelajar terbaik dari berbagai daerah di Jawa Barat dikukuhkan sebagai Paskibraka setelah melalui proses seleksi ketat dan pelatihan intensif.

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, yang dalam amanatnya menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas dedikasi serta semangat juang para Paskibraka yang akan mengemban tugas suci pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80.

Kehadiran Kapolda Jabar menjadi bentuk dukungan penuh Polri terhadap generasi muda, khususnya para Paskibraka yang diharapkan dapat menjadi teladan dalam disiplin, nasionalisme, dan pengabdian kepada bangsa.

Komunitas Ojol Ucapkan Terima Kasih Kepada Kapolda Jabar Atas Gerakan Sembako Murah

investigasihukumkriminal – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Polda Jawa Barat menggelar Gerakan Pangan Murah yang menyediakan sembako di bawah harga pasar bagi masyarakat, termasuk komunitas ojek online (ojol). Program ini disambut antusias oleh para pengemudi yang merasakan langsung manfaatnya. Jumat 15 Agustus 2025

Kegiatan yang berlangsung di Mapolda Jabar ini menyediakan beras dengan harga Rp11.000 per kilogram, serta komoditas lain seperti minyak goreng, telur, gula, dan tepung terigu dengan harga lebih murah dibandingkan pasar. Bekerja sama dengan Bulog Jawa Barat, Polda Jabar menyiapkan 20 ton beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama kegiatan.

Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan kepolisian terhadap warga yang membutuhkan.
“Kegiatan pangan murah ini adalah bagian dari instruksi Presiden dan arahan Mabes Polri untuk membantu meringankan beban masyarakat. Kami mengundang komunitas berpenghasilan menengah ke bawah, seperti ojek online, pesantren, petugas kebersihan  lingkungan dan lain sebagainya  agar mereka bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar. Beras kami jual Rp11 ribu per kilogram dan ada komoditas lain seperti telur, gula, dan minyak goreng dengan harga terjangkau. Sampai tanggal 17 Agustus dan kegiatan ini berlangsung di Polda Jabar,” ujarnya.

Sejumlah pengemudi ojol mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Salah satu pengemudi Ojol mengatakan harga sembako yang didapatkan jauh lebih murah dibanding harga pasar.
“Alhamdulillah bisa dapat beras murah, lumayan banget buat kebutuhan sehari-hari. Harganya jauh di bawah pasar, jadi bisa hemat. Saya juga beli telur dan minyak goreng, selisihnya lumayan. Terima kasih untuk Kapolda Jabar dan semua yang mengadakan acara ini,” tutur salah satu pengemudi Ojol dengan senyum merekah.

Dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat, terutama komunitas ojol, Polda Jabar berharap Gerakan Pangan Murah ini dapat menjadi langkah nyata dalam menekan beban pengeluaran warga. Dan diharapkan kegiatan serupa bisa menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat di seluruh wilayah Jawa Barat.

Gebyar Kemerdekaan RI ke 80, Kapolda Jabar Bagikan Minyak Goreng Gratis untuk Anggota

investigasihukumkriminal – Dalam rangka Gebyar Kemerdekaan RI ke 80 Tahun, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. menunjukkan kepedulian kepada anggotanya dengan membagikan minyak goreng gratis kepada seluruh personel Polda Jabar yakni PHL, PNS Polri dan Anggota Polda Jabar, Jum’at, (15/7/2025).

Dalam kegiatan tersebut Kapolda Jabar secara simbolis menyerahkan minyak goreng kepada perwakilan anggota.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk perhatian dan dukungan pimpinan terhadap kesejahteraan anggota, sekaligus membantu meringankan beban kebutuhan rumah tangga.

Dalam kegiatan tersebut, Irjen Pol. Rudi Setiawan berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Ini adalah bentuk apresiasi sekaligus kepedulian kami terhadap seluruh anggota yang telah berdedikasi dalam menjalankan tugas. Semoga bermanfaat untuk keluarga dan menjadi penyemangat dalam bekerja,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para anggota yang menerima bantuan mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian pimpinan, serta berkomitmen untuk semakin meningkatkan kinerja di lapangan.

Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok Cek Stok Beras di Pasar Muara Angke: Pastikan Ketersediaan Aman dan Harga Stabil

Jakarta Utara, investigasihukumkriminal – Dalam rangka menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, khususnya beras, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan kegiatan pengecekan stok beras di PD Pasar Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Pengecekan dipimpin Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok dipimpin Kasatreskrim AKP I.G.N.P. Krisnha Narayana, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., serta melibatkan jajaran dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Kecamatan Penjaringan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas instruksi Presiden RI dan Kapolri dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan menghindari terjadinya kelangkaan serta spekulasi harga di pasar.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pengecekan terhadap dua pelaku usaha/gudang penyimpanan beras, yakni:

A. Toko Dewi Sri
✓ Beras merk Batik: 2 karung @50 kg = 100 kg.
✓ Karang Sinum: 1 karung @50 kg = 50 kg.
✓ Batik Solo: 2 karung @50 kg = 100 kg
✓ Kelapa Hijau: 2 karung @50 kg = 100 kg
✓ Balon Udara: 1,5 karung @50 kg = 75 kg
Total stok: 425 kg

B. Toko Abadi Jaya Yonnasir
✓ IRM: 27 karung @50 kg = 1.350 kg
✓ Kembang: 25 karung @50 kg = 1.250 kg
✓ Perahu Layar: 32 karung @50 kg = 1.600 kg
✓ Beras pera: 1,5 karung @50 kg = 75 kg
✓ Beras ketan: 2,5 karung @50 kg = 125 kg
Total stok: 4.400 kg

Kepada awak media Kasatreskrim AKP Ngurah menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa stok beras yang dimiliki para pelaku usaha masih dalam batas wajar. Dinas PPKUKM menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan indikasi praktik penimbunan atau pelanggaran lainnya. Jumat, (15/8/2025).

Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Dinas PPKUKM juga memberikan himbauan langsung kepada para pedagang untuk selalu mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk larangan melakukan penimbunan dan pengoplosan beras yang dapat menyebabkan kelangkaan serta ketidakstabilan harga di masyarakat.

Sebagai langkah antisipasi, apabila ditemukan dugaan penimbunan di kemudian hari, pelaku usaha akan diberikan waktu selama 2 (dua) hari untuk menindaklanjuti (hingga batas waktu 17 Agustus 2025). Jika tidak ada upaya perbaikan, maka akan diambil tindakan tegas melalui proses hukum.

Kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional.