Polwan dan Personel Polda Jabar Raih Prestasi di Police Women Run 2025 Bukittinggi

investigasihukumkriminal – Kabid Keuangan Polda Jawa Barat Kombes Pol. Heni Kresnowati Soepandi Putri, S.E., M.Si., memimpin langsung kontingen Jawa Barat dalam ajang Police Women Run 2025 yang digelar di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Minggu (10/8/2025). Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi ajang prestasi bagi para Polwan dan personel Polri juga oleh orang umum dengan jumlah peserta mencapai 4000an.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengungkapkan bahwa Dalam lomba ini, kontingen Polda Jabar berhasil meraih berbagai Juara 1 dan Juara 2 Kategori Master 10K melalui Aiptu Lia Hilsiani (BA Dit Lantas) dan AKP Dini Kulsum (Kasat Lantas Polres Sumedang) serta Juara 1 Kategori 10K Polisi oleh Jilham Abdilah (BA Bag SDM Polresta Bandung),

“Untuk Juara 2 Kategori Polwan 10K dimenangkan oleh Bripka Surya Elvi (BA Satlantas Polres Purwakarta), Juara 2 Kategori Polwan 5K oleh Riska Tita Fitriana (BA SPN Polda Jabar), dan Juara 3 Kategori Polisi 5K oleh Hermawan Hendradewa (BA Dit Reskrimsus).” ujarnya.

Kapolda Jabar IJP Rudi Setiawan, mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang diraih tim Polwan Polda Jabar “Ini bukti bahwa Polwan dan personel Polda Jabar tidak hanya profesional dalam tugas kepolisian, tetapi juga memiliki semangat, disiplin, dan kemampuan fisik yang membanggakan di ajang nasional,” ujar Rudi Setiawan.

Kombes Pol. Heni tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Kapolda Jabar dan Waka Polda Jabar serta PJU Polda Jabar yang memberikan dukungan sehingga Kegiatan Police Women Run 2025 dilaksanakan dan menyambut Hari Kemerdekaan RI ke 80 sendiri merupakan ajang tahunan yang bertujuan mempererat silaturahmi, membangun sportivitas serta mendorong gaya hidup sehat di kalangan Polwan dan personel Polri di seluruh Indonesia.

Pengamanan Kunjungan Presiden RI di Bandung Barat Berlangsung Aman dan Kondusif

Kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo, ke Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini dipusatkan di Lanud Suparlan, Pusdiklatpassus Batujajar, dalam rangka menghadiri Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer, yang diikuti lebih dari 13.400 pasukan dari tiga angkatan.

Rangkaian acara kenegaraan ini berlangsung sejak pagi hari dan turut dihadiri oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, serta sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Ketua MPR RI, Ketua DPR RI, Ketua DPD RI, Ketua Mahkamah Agung, Ketua MK, Ketua BPK, Ketua KY, Jaksa Agung, para menteri, kepala badan, Panglima TNI, Kapolri, dan para kepala staf TNI AD, AL, dan AU.

Dalam upacara tersebut, Presiden RI menganugerahkan pangkat Jenderal Kehormatan, menyematkan jabatan Wakil Panglima TNI, menyerahkan tanda kehormatan Bintang Sakti kepada prajurit berintegritas tinggi, serta meresmikan sejumlah satuan baru di tubuh TNI, termasuk Badan Cadangan Nasional dan Badan Harwat Nasional. Presiden juga memberikan pengarahan khusus kepada 1.966 komandan satuan dari seluruh matra.

Kepolisian Daerah Jawa Barat bersama Kodam III/Siliwangi melaksanakan pengamanan terpadu untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan kenegaraan tersebut berjalan dengan lancar. Apel gelar pasukan telah dilaksanakan pada 8 Agustus 2025 di depan Gedung Sate, Kota Bandung, sebagai langkah awal kesiapan.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Pengamanan melibatkan ratusan personel dari berbagai satuan, termasuk Tim Secdoor Dit Pamobvit, Jibom Satbrimob, satuan pengamanan rute dan lokasi, personel Polres Cimahi, Polresta Bandung, satuan lalu lintas, dan tim Polwan. Unsur TNI dari berbagai satuan di bawah Kodam III/Siliwangi juga turut ambil bagian dalam pengamanan VVIP ini.

Kepala Biro Operasi Polda Jawa Barat, Kombes Pol Laode Aries El Fathar, dalam keterangannya menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci suksesnya pengamanan kegiatan tersebut.
“Seluruh rangkaian kunjungan kerja Presiden RI berjalan lancar, aman dan kondusif. Ini berkat sinergi yang kuat antara Polda Jabar, Kodam III/Siliwangi, serta seluruh stakeholder terkait. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel pengamanan,” ujarnya.

Presiden tiba di lokasi menggunakan helikopter sekitar pukul 07.40 WIB, disusul Wakil Presiden yang sebelumnya mendarat di Stasiun KCIC Padalarang dan melanjutkan perjalanan darat. Upacara dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 15.00 WIB, ditutup dengan pengarahan Presiden kepada jajaran perwira tinggi dan komandan satuan.

Kapolda Jawa Barat dan Pangdam III/Siliwangi hadir langsung di lokasi dan memimpin proses pengamanan secara menyeluruh. Turut hadir mendampingi dalam pengamanan, para pejabat utama Polda Jabar, di antaranya Dir Intelkam, Dir Reskrimum, Dir Pamobvit, Kabid Propam, Dansat Brimob, dan Kapolres Cimahi.

“Kunjungan kerja Presiden di wilayah kami adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Kami pastikan seluruh aspek pengamanan dipersiapkan dengan matang, mulai dari penyisiran lokasi, pengawalan rute, hingga pengamanan ring I,” tambah Kombes Pol Laode.

Kunjungan kerja Presiden ini bukan hanya bersifat seremoni, tetapi juga menjadi tonggak penting bagi penguatan struktur dan strategi pertahanan nasional, sekaligus mempererat soliditas TNI-Polri dan unsur pemerintahan di tingkat pusat maupun daerah.

Kapolda Jabar Resmikan Shelter Pesat Gatra 93 di Gunung Ciremai, Sekaligus Pimpin Pendakian Jelang HUT Ke-80 RI

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., didampingi Wakapolda Jabar, Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar bersama TNGC, Perhutani, LSM Akar dan PPGC melakukan peresmian Shelter Pesat Gatra 93 (Pos PG 93) yang terletak di Pos 3 Jalur Pendakian Gunung Ciremai, Jumat (8/8/2025).

Peresmian shelter ini merupakan bagian dari kegiatan pendakian Gunung Ciremai yang dilaksanakan oleh Polda Jabar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Gunung Ciremai, sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat, dipilih sebagai lokasi simbolis untuk mengibarkan bendera Merah Putih di puncak, sebagai bentuk penghormatan kepada perjuangan para pahlawan dan komitmen Polri dalam menjaga keutuhan NKRI.

Shelter yang diberi nama “Shelter Pesat Gatra 93” dibangun sebagai bentuk kerjasama dan kolaborasi Polri dengan TNGC dalam mewujudkan keselamatan dan kenyamanan serta menjadi simbol kehadiran Polri di jalur pendakian, khususnya di Jalur Ciremai via Palutungan.

Kapolda Jabar mengungkapkan bahwa tujuan pembangunan shelter adalah sebagai tempat perlindungan dari cuaca ekstrim, tempat beristirahat pendaki, pusat evakuasi darurat, sebagai penunjuk arah atau orientasi serta tempat checkpoint.

Keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan di jalur pendakian Gunung Ciremai.

Kapolda Jabar menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak yang telah mewujudkan pembangunan shelter ini. “Pembangunan shelter ini merupakan bentuk nyata kepedulian kita terhadap keselamatan para pendaki dan kelestarian alam. Ini juga menjadi simbol dari semangat gotong royong dan nasionalisme yang terus kita jaga, apalagi di momen menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Irjen Pol. Rudi Setiawan, Minggu (10/8/2025)

Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga alam, serta memperkuat semangat kebangsaan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Terdaftar Resmi di Kemenkumham, Law Firm Satria Justicia Perkuat Eksistensi Kantor Hukum Nasional

Di tengah kompleksitas persoalan hukum nasional yang semakin dinamis, LAW FIRM SATRIA JUSTICIA hadir sebagai kantor hukum independen yang berani, tegas, dan berorientasi pada kepuasan klien.

Berdiri dan terdaftar secara resmi berdasarkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Nomor: AHU-0001059-AH.01.18 Tahun 2022, Law Firm Satria Justicia menegaskan eksistensinya sebagai kekuatan hukum yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Mengusung filosofi “Fiat Justitia Ruat Caelum”  keadilan harus ditegakkan meski langit runtuh, Law Firm Satria Justicia berkomitmen memberikan pendampingan hukum strategis, agresif, dan terukur bagi klien perorangan, korporasi, maupun institusi.

TEGAS DALAM PRINSIP, TAJAM DALAM STRATEGI

Law Firm Satria Justicia tidak hanya berbicara hukum di atas kertas. Setiap perkara ditangani dengan analisis mendalam, pendekatan taktis, serta langkah hukum yang presisi, baik dalam:

  • Litigasi pidana dan perdata
  • Sengketa korporasi dan bisnis
  • Hukum pertambangan dan sumber daya alam
  • Sengketa aset, kepailitan, dan restrukturisasi
  • Pendampingan hukum strategis dan advokasi kebijakan

Dengan tim yang memiliki mental petarung, integritas tinggi, dan pemahaman lapangan, Law Firm Satria Justicia dikenal tidak mudah ditekan, tidak takut berhadapan dengan kepentingan besar, dan tidak berkompromi terhadap ketidakadilan.

BUKAN SEKADAR KANTOR HUKUM, TETAPI MITRA TEMPURLaw Firm Satria Justicia memposisikan diri bukan hanya sebagai penasihat hukum, melainkan mitra tempur hukum bagi klien. Setiap perkara diperlakukan sebagai pertaruhan reputasi, kepentingan, dan masa depan klien.

“Hukum bukan untuk yang ragu. Hukum adalah senjata bagi mereka yang siap bertarung secara sah, cerdas, dan bermartabat.”

LEGALITAS JELAS, KREDIBILITAS TANPA KOMPROMI

Dengan dasar hukum yang sah dan terverifikasi di Kemenkumham RI, Law Firm Satria Justicia berdiri di atas legalitas yang kuat, transparan, dan akuntabel, menjadi simbol kepastian hukum di tengah ketidakpastian.

SATU KOMITMEN: MENANG DENGAN MARTABAT

Law Firm Satria Justicia memastikan setiap klien mendapatkan perlindungan hukum maksimal, dengan satu komitmen utama:
berjuang keras, bertindak profesional, dan menang dengan martabat.