Polres Pelabuhan Tanjung Priok Pastikan Situasi Kamtibmas Di Kawasan JICT Aman Dan Kondusif Patroli Ditingkatkan

investigasihukumkriminal JAKARTA UTARA | Polres Pelabuhan Tanjung Priok melalui personel Polsubsektor Terminal Kawasan Jakarta International Container Terminal (JICT) terus meningkatkan kegiatan patroli dan pemantauan keamanan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif.

Dalam kegiatan pemantauan yang berlangsung situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsubsektor Terminal Kawasan JICT terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya kejadian menonjol selama kegiatan berlangsung.

Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat tiga kapal kontainer yang sandar di Terminal Kawasan JICT, yakni MV. Xin Yong Chang, MV. Happy Lucky, dan MV. Nagoya Tower. Sementara itu, tidak terdapat kapal kontainer yang bertolak selama periode pemantauan tersebut.

Dalam rangka menjaga keamanan kawasan pelabuhan, personel Polsubsektor Terminal Kawasan JICT, Aipda Apriyanto dan Bripka Rudi Santoso, melaksanakan sejumlah kegiatan kepolisian, mulai dari patroli dialogis, patroli kawasan dermaga, hingga sambang kepada petugas keamanan (security).

personel melaksanakan patroli dialogis di kawasan JICT I menggunakan kendaraan dinas operasional. Dalam kegiatan tersebut, petugas menyampaikan imbauan dan pesan-pesan Kamtibmas kepada para pekerja, buruh, pedagang, sopir, kenek, serta pengguna jasa pelabuhan agar senantiasa menjaga ketertiban dan mengutamakan keselamatan selama beraktivitas.

Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau mengalami adanya tindak pidana maupun gangguan keamanan di lingkungan pelabuhan.

Selanjutnya,patroli dialogis kembali dilaksanakan dengan menyasar para sopir kendaraan angkutan. Petugas memberikan imbauan agar tidak memarkirkan kendaraan di area pintu maupun jalur Gate In ekspor dan impor guna menghindari kemacetan serta menjaga kelancaran aktivitas operasional terminal.

personel melaksanakan patroli di sepanjang area Dermaga Barat dan Dermaga Utara untuk memantau aktivitas bongkar muat kapal kontainer sekaligus melakukan pendataan kapal yang sandar maupun bertolak. Patroli kemudian dilanjutkan ke area blok-blok penumpukan kontainer sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tidak hanya itu,personel juga melaksanakan kegiatan sambang kepada petugas keamanan (security) untuk menyampaikan imbauan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat pengawasan di lingkungan kerja guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa kegiatan patroli dan pemantauan secara rutin merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan pelabuhan, khususnya di Terminal Kawasan JICT.

“Melalui kegiatan patroli dialogis dan pemantauan secara rutin, kami berupaya memastikan seluruh aktivitas masyarakat maupun operasional pelabuhan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kami juga mengajak seluruh pekerja, pengguna jasa, serta petugas keamanan untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan keamanan,” demikian pesan Kamtibmas yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Untuk kegiatan selanjutnya, personel Polsubsektor Terminal Kawasan JICT akan terus melaksanakan monitoring aktivitas ekspor-impor dan bongkar muat kapal kontainer, serta meningkatkan patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan terhadap potensi gangguan Kamtibmas.

Dengan kehadiran personel kepolisian di tengah aktivitas pelabuhan, diharapkan tercipta situasi keamanan yang kondusif sehingga seluruh kegiatan operasional di Terminal Kawasan JICT dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar.

Sidokkes Polres Pelabuhan Tanjung Priok Laksanakan Food Safety Program Makan Bergizi Gratis Polri

investigasihukumkriminal JAKARTA UTARA | Dalam rangka memastikan kualitas, keamanan, dan kelayakan makanan bagi para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan pemeriksaan Food Safety di SPPG Polri Rawa Badak Utara, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan pemeriksaan tersebut dilaksanakan dengan penanggung jawab IPDA drg. Laras Dwi Ayuningrum dan petugas pemeriksa Pengatur I Antikah Yunisah, A.Md.Kep.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah menu makanan yang akan disajikan kepada penerima manfaat MBG, meliputi nasi furikake, bola ayam rambutan saus Bangkok, edamame utuh, mix vegetable, dan buah semangka.

Pemeriksaan dilakukan melalui metode organoleptik dengan memperhatikan beberapa aspek, yakni aroma, rasa, warna, kebersihan, serta kondisi penyajian makanan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, makanan tidak menunjukkan adanya bau menyimpang, perubahan rasa maupun warna, serta tidak ditemukan kontaminan seperti jamur, serangga, ataupun kotoran. Selain itu, makanan telah disajikan menggunakan wadah tertutup dan dalam kondisi bersih.

Tidak hanya pemeriksaan secara organoleptik, petugas juga melaksanakan uji fisik laboratorium terhadap kandungan zat berbahaya dalam makanan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kandungan arsen, sianida, nitrit, dan formalin dinyatakan NEGATIF.

IPDA drg. Laras Dwi Ayuningrum menyampaikan bahwa pemeriksaan Food Safety merupakan langkah penting untuk memastikan makanan yang didistribusikan dalam Program MBG Polri memenuhi standar keamanan dan layak dikonsumsi.

“Melalui pemeriksaan ini, kami memastikan bahwa makanan yang disajikan kepada penerima manfaat berada dalam kondisi baik, bersih, dan aman untuk dikonsumsi. Hal ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus menjaga kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Berdasarkan seluruh rangkaian pemeriksaan yang telah dilaksanakan, baik melalui metode organoleptik maupun uji fisik laboratorium, makanan yang diperiksa dinyatakan LAYAK KONSUMSI.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Sidokkes Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis Polri, khususnya melalui pengawasan keamanan pangan guna memastikan makanan yang diberikan kepada masyarakat tetap terjaga kualitas, kebersihan, dan keamanannya.

Dengan adanya pemeriksaan Food Safety secara berkala, diharapkan pelaksanaan Program MBG Polri dapat berjalan dengan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat.

Delegasi Kerajaan Bahrain Salurkan 160 Paket Zakat Untuk Warga Terdampak Kebakaran Muara Angke

investigasihukumkriminal JAKARTA UTARA | Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, Delegasi Kerajaan Bahrain menyalurkan bantuan zakat sebanyak 160 paket kepada masyarakat di wilayah Jakarta Utara, khususnya warga Muara Angke yang terdampak musibah kebakaran. (3/11/2026)

Sebanyak 160 paket zakat disalurkan dengan rincian 60 paket untuk perwakilan kepala keluarga (KK) dari Muara Angke, 60 paket untuk perwakilan KK lainnya di wilayah Jakarta Utara, serta 40 paket untuk para janda di Jakarta Utara.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Adhe Hariadi, S.I.K., M.H., Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Rohman Yonky Dilatha, S.I.K., M.Si., M.H., Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok Kompol Yudi Permadi, S.S., S.I.K., jajaran pejabat utama kedua Polres, perwakilan Kelurahan Pluit, delegasi Kerajaan Bahrain, serta perwakilan Indonesia Bahrain Business and Friendship Society (IBBFS), Dr. Yundini Husni.

Dalam sambutannya, Dr. Yundini Husni selaku Chairman of Indonesia menyampaikan bahwa kunjungan delegasi Bahrain ke Indonesia merupakan bagian dari kegiatan kemanusiaan dan upaya mempererat hubungan persahabatan antarnegara.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia menjadi negara keenam yang dikunjungi oleh rombongan delegasi Bahrain dalam rangka mengenal budaya berbagai negara sekaligus menyalurkan bantuan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Awalnya, teman-teman dari Bahrain mendapatkan informasi dan melihat video mengenai musibah yang menimpa masyarakat di Muara Angke. Mereka merasa tergerak untuk membantu, kemudian mengumpulkan zakat dan datang langsung ke Indonesia untuk menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Dr. Yundini Husni.

Ia juga mengungkapkan rasa bangganya karena untuk pertama kalinya delegasi Bahrain mendapatkan kesempatan berkunjung dan diterima secara langsung di lingkungan kepolisian, khususnya Polres Metro Jakarta Utara.

Sementara itu, President of Bahrain Voyagers Association, Mr. Ahmed AbdulRahman, dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia dan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan masyarakat Indonesia.

“Saya sangat senang berada di Indonesia. Masyarakatnya ramah, budayanya beragam, dan negara ini sangat indah. Ketika pertama kali tiba di Jakarta, saya merasa seperti berada di rumah sendiri,” ujarnya melalui penerjemah.

Ia juga menyampaikan bahwa hubungan persaudaraan dan kesamaan nilai-nilai keislaman menjadi salah satu hal yang mempererat kedekatan antara masyarakat Bahrain dan Indonesia.

“Kita semua adalah saudara. Meskipun berasal dari negara yang berbeda, kita memiliki banyak kesamaan. Saya berharap kunjungan ini bukan menjadi kunjungan pertama sekaligus terakhir. Insyaallah, saya akan kembali lagi ke Jakarta,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Adhe Hariadi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada delegasi Kerajaan Bahrain atas perhatian serta bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada masyarakat Jakarta Utara.

“Kami merasa sangat senang dan bangga dapat menyambut langsung saudara-saudara kami dari Kerajaan Bahrain di Polres Metro Jakarta Utara. Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat musibah kebakaran.

“Kami dari Polres Metro Jakarta Utara bersama Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kerajaan Bahrain atas kunjungan dan bantuan yang diberikan. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat serta meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama, pertukaran cenderamata antara delegasi Kerajaan Bahrain dengan jajaran Polres Metro Jakarta Utara dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok, penampilan lagu kebangsaan Bahrain, lagu Jogja Istimewa, serta penyerahan santunan zakat secara simbolis kepada perwakilan masyarakat penerima manfaat.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan, kekeluargaan, dan suasana kebersamaan. Seluruh rangkaian acara selesai dalam keadaan aman, tertib, kondusif, dan terkendali.

Melalui kegiatan ini, diharapkan bantuan zakat dari Delegasi Kerajaan Bahrain tidak hanya dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat terdampak kebakaran di Muara Angke, tetapi juga semakin mempererat hubungan persahabatan, persaudaraan, dan solidaritas kemanusiaan antara Indonesia dan Kerajaan Bahrain.

Kepedulian tidak mengenal batas negara.  Melalui bantuan dan kebersamaan, semangat kemanusiaan terus terjalin untuk membantu sesama yang membutuhkan.

Satsamapta Polres Pelabuhan Tanjung Priok Hadir Di Sekolah Tanamkan Pesan Kamtibmas Dan Motivasi Kepada Pelajar SMPN 261 Muara Angke

investigasihukumkriminal JAKARTA UTARA | Dalam upaya membangun kedekatan antara Polri dan dunia pendidikan serta menanamkan kesadaran menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sejak dini, Satuan Samapta Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan kegiatan Samapta Peduli Pendidikan di SMP Negeri 261 Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kasatsamapta Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Aries Arianto, S.H., mendapat kesempatan bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam pelaksanaan upacara bendera hari Senin yang diikuti oleh para guru dan siswa-siswi SMPN 261 Muara Angke.

Pada kesempatan tersebut, AKP Aries Arianto menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas dan motivasi kepada seluruh peserta upacara. Ia mengajak para pelajar untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba, tidak terlibat dalam aksi tawuran antarpelajar, serta senantiasa menghormati orang tua dan guru, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Selain itu, para siswa juga diberikan motivasi agar lebih giat belajar, memiliki cita-cita yang tinggi, serta mampu memanfaatkan masa muda dengan kegiatan positif dan bermanfaat.

Dalam arahannya, AKP Aries Arianto menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa.

“Adik-adik sekalian adalah generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, jauhi narkoba, jangan terlibat tawuran, hormati orang tua dan guru, serta manfaatkan waktu untuk belajar dan meraih cita-cita. Jadilah generasi muda yang disiplin, berprestasi, dan membanggakan keluarga serta bangsa,” pesannya kepada para pelajar.

Suasana upacara semakin meriah dengan penyampaian yel-yel motivasi yang membangkitkan semangat para siswa untuk terus belajar, berdisiplin, dan meraih prestasi.

Melalui program Samapta Peduli Pendidikan, Polres Pelabuhan Tanjung Priok berharap kehadiran Polri di lingkungan sekolah tidak hanya memberikan edukasi tentang kamtibmas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda yang berakhlak baik, disiplin, bertanggung jawab, dan taat hukum.

Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk membimbing, mengedukasi, dan memotivasi generasi muda demi masa depan bangsa yang lebih baik.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Turun Langsung Atur Lalu Lintas, Pastikan Kelancaran dan Kenyamanan Pengguna Jalan

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Turun Langsung Atur Lalu Lintas, Pastikan Kelancaran dan Kenyamanan Pengguna Jalan

investigasihukumkriminal JAKARTA UTARA – Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., bersama personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas (Gatur Lalin) di sejumlah titik wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (2/11/2026)

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada para pengguna jalan serta mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas pada jam aktivitas masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Kapolres bersama personel yang telah ditugaskan melalui surat perintah melaksanakan pengaturan lalu lintas di lima titik, yakni Pos I, Pos Payung, Bahari IV, Samudera VI, dan Samudera VII.

Berdasarkan hasil pengecekan kehadiran personel, seluruh anggota yang bertugas di masing-masing titik hadir lengkap sesuai dengan jumlah personel yang telah ditentukan. Secara keseluruhan, sebanyak 12 personel diterjunkan untuk melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas tersebut.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri menyampaikan bahwa kegiatan pengaturan lalu lintas merupakan salah satu bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

“Kegiatan pengaturan lalu lintas ini merupakan bentuk komitmen kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, khususnya pada jam-jam sibuk di pagi hari,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres juga menekankan kepada seluruh personel agar senantiasa melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, serta mengedepankan sikap humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Polres Pelabuhan Tanjung Priok berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus meminimalisasi potensi kemacetan maupun gangguan keamanan dan keselamatan di jalan raya.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi terwujudnya situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Patroli Cipta Kondisi, Pastikan Kamtibmas dan Arus Lalu Lintas Tetap Kondusif

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Patroli Cipta Kondisi, Pastikan Kamtibmas dan Arus Lalu Lintas Tetap Kondusif

investigasihukumkriminal JAKARTA UTARA – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas), Polres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan Apel dan Patroli Cipta Kondisi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (2/11/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh AKP Yudi Hermawan, S.H., selaku Perwira Pengawas (Pawas) yang menjabat Wakapolsek Kawasan Sunda Kelapa, dengan melibatkan 17 personel gabungan Polres Pelabuhan Tanjung Priok serta didukung empat unit kendaraan dinas roda empat (KR4).

Patroli dilaksanakan secara mobile dengan menyusuri sejumlah titik strategis, meliputi Pintu Masuk Pos 9 Pelabuhan Tanjung Priok, Terminal Penumpang Nusantara Pura 2, Pelabuhan Nusantara, Terminal Operasi 1, hingga Pelabuhan Inggom.

Dalam pelaksanaannya, personel patroli melakukan kegiatan dialogis dengan petugas keamanan (security) di Pintu Masuk Pos 9 Pelabuhan Tanjung Priok. Petugas memberikan imbauan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada malam hingga dini hari, melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap tamu dan kendaraan yang masuk, serta menghindari pelaksanaan tugas seorang diri.

Selain itu, petugas keamanan diingatkan untuk mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani permasalahan, meningkatkan koordinasi guna mencegah antrean kendaraan, serta segera melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila ditemukan potensi gangguan keamanan, tindak pidana, kemacetan, maupun kejadian menonjol lainnya.

Selanjutnya, personel patroli melakukan monitoring aktivitas masyarakat di Terminal Penumpang Nusantara Pura 2. Dalam kesempatan tersebut, petugas memberikan imbauan kepada calon penumpang dan pengguna jasa pelabuhan agar selalu menjaga barang bawaan, meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi kriminalitas, serta membeli tiket kapal Pelni maupun kapal Roro melalui agen atau loket resmi guna menghindari praktik penipuan.

Tidak hanya itu, patroli juga difokuskan pada pemantauan arus lalu lintas di sepanjang Jalan Raya Pelabuhan Tanjung Priok. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan maupun hambatan lalu lintas, sekaligus memastikan aktivitas kendaraan yang keluar masuk kawasan pelabuhan berjalan dengan aman dan lancar.

“Kegiatan Patroli Cipta Kondisi ini merupakan bentuk komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Kami juga mengedepankan langkah preventif melalui patroli mobile, dialogis, serta pemberian imbauan kepada masyarakat dan petugas keamanan guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas,” demikian disampaikan dalam laporan kegiatan.

Melalui kegiatan patroli yang dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan, diharapkan dapat meningkatkan kehadiran Polri di tengah masyarakat, memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jasa pelabuhan, serta mencegah berbagai potensi gangguan keamanan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan preventif dan pelayanan kepolisian guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Imigrasi Permudah Pencarian Layanan Paspor Lewat Nama Beranda

investigasihukumkriminal Jakarta | Direktorat Jenderal Imigrasi melakukan penyeragaman identitas terhadap 254 titik pelayanan keimigrasian di luar kantor imigrasi di seluruh Indonesia. Mulai kebijakan tersebut diberlakukan, seluruh lokasi pelayanan itu menggunakan nama baru, yakni Beranda Imigrasi.

Langkah ini dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengenali sekaligus menemukan lokasi pelayanan keimigrasian yang selama ini tersebar di berbagai tempat, mulai dari pusat perbelanjaan, kampus hingga kawasan pelayanan terpadu.

Kebijakan tersebut diumumkan Direktorat Jenderal Imigrasi melalui siaran pers pada 28 Oktober 2026. Penetapan Beranda Imigrasi sebagai jenama tunggal menjadi upaya menyederhanakan berbagai istilah yang sebelumnya digunakan untuk menyebut unit pelayanan di luar gedung kantor imigrasi.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengatakan penyeragaman nama tersebut berangkat dari keinginan untuk mengurangi kebingungan masyarakat akibat banyaknya istilah dan singkatan pada unit pelayanan keimigrasian.

Selama ini, masyarakat mengenal sejumlah nama seperti Unit Layanan Paspor (ULP), Unit Kerja Kantor Imigrasi (UKK), hingga Immigration Lounge. Dengan satu identitas baru, masyarakat diharapkan lebih mudah mengetahui lokasi pelayanan resmi imigrasi.

“Selama ini masyarakat mungkin familiar dengan istilah ULP, UKK, atau Immigration Lounge. Dengan menghadirkan nama tunggal Beranda Imigrasi, kami ingin masyarakat dari berbagai kalangan dapat langsung mengenali tempat pelayanan imigrasi dengan mudah di mana pun mereka berada,” ujar Hendarsam.

Adapun 254 titik pelayanan yang masuk dalam kebijakan tersebut terdiri atas 156 Mal Pelayanan Publik, 33 Unit Layanan Paspor, 20 Immigration Lounge, 16 Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP)/Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA), 15 Unit Kerja Kantor Imigrasi, 13 Ultima I’m SeZ, dan satu Immigration Corner.

Penyeragaman nama itu juga membawa perubahan pada pencarian lokasi pelayanan melalui Google Maps dan aplikasi M-Paspor. Masyarakat nantinya dapat menemukan titik pelayanan keimigrasian di luar kantor imigrasi dengan memasukkan kata kunci “Beranda Imigrasi” disertai nama wilayah atau lokasi tujuan.

Sebagai contoh, lokasi yang sebelumnya dikenal dengan nama Immigration Lounge Senayan City Mall kini menggunakan identitas Beranda Imigrasi Senayan City Mall.

Hendarsam menjelaskan, pemilihan nama Beranda Imigrasi tidak hanya berkaitan dengan penyederhanaan identitas. Nama tersebut juga memiliki makna filosofis yang menggambarkan tempat pertemuan pertama sebelum seseorang memulai perjalanan menuju tempat baru.

Konsep beranda diharapkan mencerminkan pelayanan keimigrasian yang lebih terbuka, hangat, ramah, dan bersahabat kepada masyarakat.

Menurut Hendarsam, perubahan konsep pelayanan tersebut juga diarahkan untuk menghilangkan kesan kaku dalam birokrasi, tanpa mengesampingkan ketertiban administrasi serta profesionalisme petugas.

“Gagasan utamanya adalah menghadirkan area layanan berkonsep ramah dan bersahabat yang mengikis kesan kaku birokrasi, namun tetap menjunjung tinggi ketertiban administratif dan profesionalisme. Kami ingin masyarakat merasa dekat, nyaman, dan terlayani dengan cepat setiap kali berkunjung ke Beranda Imigrasi,” katanya.

Keberadaan Beranda Imigrasi yang terintegrasi di sejumlah pusat aktivitas masyarakat, seperti mal, kampus, dan kawasan terpadu, menjadi bagian dari komitmen Ditjen Imigrasi untuk memperluas akses pelayanan.

Melalui kebijakan ini, Imigrasi ingin memastikan masyarakat semakin mudah memperoleh layanan keimigrasian, khususnya dalam mempersiapkan dokumen perjalanan ke luar negeri.

Dengan mengusung semangat pelayanan yang dekat, hangat, dan ramah, Beranda Imigrasi diharapkan menjadi wajah baru pelayanan keimigrasian yang lebih mudah dikenali dan dijangkau masyarakat.

“Beranda Imigrasi siap menjadi sahabat masyarakat dalam mempersiapkan dokumen perjalanan menuju berbagai penjuru dunia,” pungkas Hendarsam Marantoko

Ancol Bangun Kebersamaan Lewat Dzikir Menuju 5 Abad Jakarta

investigasihukumkriminal Jakarta | Ribuan masyarakat bersama alim ulama, habaib, dan sejumlah pejabat pemerintah memadati Plaza Masjid Apung An-Nur Jakarta, kawasan Ancol Taman Impian, Jakarta Utara, dalam kegiatan Ancol Berdzikir & Bershalawat: Menuju 5 Abad Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 5.000 peserta tersebut digelar PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk sebagai bagian dari upaya menyambut usia 500 tahun Jakarta pada 2027. Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, acara ini juga bertujuan mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai kebersamaan dan spiritualitas masyarakat.

Mengangkat tema “Kota Global, Maju Modern, Berbudaya dan Berakhlakul Karimah”, kegiatan tersebut mengajak masyarakat untuk memaknai kemajuan Jakarta tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur dan modernisasi, tetapi juga melalui penguatan akhlak, budaya, toleransi, serta nilai kemanusiaan.

Rangkaian acara berlangsung dalam suasana religius melalui lantunan dzikir dan shalawat bersama para habaib. Peserta juga mengikuti ceramah utama mengenai keteladanan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan masyarakat Jakarta serta tausiyah yang mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian pascaperesmian Masjid Apung An-Nur Jakarta pada 16 Oktober 2026. Masjid tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah dan syiar Islam, tetapi juga berkembang sebagai ruang interaksi sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, mengatakan penyelenggaraan Ancol Berdzikir & Bershalawat merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan kawasan yang memiliki manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Menurutnya, Ancol tidak hanya ingin dikenal sebagai destinasi wisata dan rekreasi, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk membangun kedekatan spiritual dan memperkuat hubungan sosial.

“Melalui Ancol Berdzikir & Bershalawat, kami ingin menghadirkan sebuah momentum yang mengajak kita semua untuk sejenak mendekatkan diri kepada Allah SWT, mempererat silaturahmi, dan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap Masjid Apung An-Nur dapat menjadi tempat yang senantiasa menghadirkan ketenangan, keberkahan, dan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Syahmudrian Lubis.

Ia menambahkan, perjalanan Jakarta menuju usia lima abad merupakan kesempatan bersama untuk membangun kota yang tidak hanya unggul dalam pembangunan fisik dan tata kelola modern, tetapi juga memiliki landasan kuat dalam nilai kemanusiaan, budaya, toleransi, dan spiritualitas.

Melalui kegiatan tersebut, Ancol berharap lantunan dzikir dan shalawat dapat menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus mengingatkan bahwa membangun Jakarta merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Sejalan dengan momentum menuju 5 Abad Jakarta, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi. Ancol diharapkan menjadi kawasan yang tidak hanya menawarkan wisata dan rekreasi, tetapi juga menghadirkan ruang publik bernilai tambah, mempererat kebersamaan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Ketika Popularitas, Influencer, dan Semangat Kebangsaan Dipertanyakan

investigasihukumkriminal JAKARTA – Sebuah deklarasi yang mengatasnamakan semangat kebangsaan dan persatuan pemuda di Bundaran HI justru menjadi sorotan setelah muncul pengakuan seseorang yang mengaku bukan mahasiswa, tetapi hadir dengan atribut almamater dan mengaku dibayar untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Sejumlah figur publik dan influencer turut menjadi perbincangan. Ada yang menyampaikan ajakan melawan hoaks dan menjaga persatuan. Ada pula yang memberikan klarifikasi terkait kehadirannya dalam acara tersebut.

Di sinilah kita perlu berhenti sejenak dan bertanya:

Apakah semangat Sumpah Pemuda sedang benar-benar diperjuangkan, atau sekadar dipertontonkan demi panggung, popularitas, dan kepentingan tertentu?

Influencer: Pemengaruh atau Sekadar Pencari Pengaruh?

Hari ini, seseorang dengan jutaan pengikut bisa membentuk opini publik hanya melalui satu unggahan. Selebritas dan influencer memiliki kekuatan luar biasa untuk menggerakkan masyarakat.

Namun, kekuatan besar selalu datang bersama tanggung jawab besar.

Ketika influencer berbicara tentang persatuan, apakah mereka juga memperjuangkan keadilan? Ketika mengajak pemuda bangkit, apakah mereka juga peduli terhadap pemuda yang menganggur? Ketika tampil dalam acara kebangsaan, apakah mereka memahami persoalan yang sedang diperjuangkan?

Jangan sampai popularitas dianggap sebagai legitimasi moral. Jangan sampai jumlah pengikut lebih dihargai daripada kedalaman pemikiran.

Influencer seharusnya bukan hanya mampu memengaruhi apa yang ditonton masyarakat, tetapi juga ikut membangun apa yang dipikirkan dan dilakukan masyarakat.

Sebab, bangsa ini tidak kekurangan orang terkenal. Bangsa ini membutuhkan lebih banyak orang terkenal yang berani memperjuangkan kepentingan orang banyak.

Sumpah Pemuda Bukan Konten Seremonial!

Sumpah Pemuda 1928 bukan lahir dari panggung megah, kamera, pencitraan, atau tepuk tangan publik. Ia lahir dari kesadaran, keberanian, dan pengorbanan untuk menyatukan bangsa.

Lantas, apa makna sebuah deklarasi pemuda jika pesertanya hanya hadir demi bayaran? Apa arti atribut mahasiswa jika identitas itu tidak mencerminkan kenyataan? Dan apa nilai sebuah gerakan jika yang lebih diutamakan adalah viralitas, bukan substansi?

Tentu, menghadiri acara dengan honorarium bukan otomatis salah. Dalam kegiatan tertentu, biaya transportasi, konsumsi, atau kompensasi peserta adalah hal yang wajar.

Yang menjadi persoalan adalah ketika identitas, representasi, dan semangat perjuangan dipertanyakan.

Jika sebuah kegiatan mengatasnamakan mahasiswa, maka mahasiswa yang sesungguhnya harus dilibatkan. Jika mengatasnamakan pemuda, maka pemuda harus menjadi penggerak, bukan sekadar pelengkap visual.

Jangan sampai semangat perjuangan hanya menjadi properti untuk kebutuhan kamera.

Artis Boleh Berpolitik, Tetapi Publik Berhak Mengkritisi

Kita tidak sedang melarang selebritas berbicara tentang politik, kebangsaan, atau persoalan sosial. Mereka adalah warga negara yang memiliki hak menyampaikan pendapat.

Namun, ketika popularitas digunakan untuk menyampaikan pesan publik, masyarakat juga memiliki hak untuk menguji pesan tersebut.

Apakah ajakannya konsisten dengan tindakannya? Apakah keberpihakannya nyata? Apakah ia bersedia memahami persoalan sebelum tampil menyampaikan pernyataan?

Jangan alergi terhadap kritik. Jangan pula buru-buru melabeli masyarakat yang bertanya sebagai pembenci atau penyebar hoaks.

Kritik bukan musuh persatuan. Kritik yang jujur justru bisa menjadi fondasi persatuan yang sehat.

Persatuan bukan berarti semua orang harus diam. Persatuan berarti kita mampu berbeda pendapat tanpa kehilangan kepedulian terhadap bangsa.

Sementara Itu, Pemuda Sedang Berjuang Mencari Masa Depan

Di luar panggung deklarasi dan hiruk-pikuk media sosial, ada jutaan pemuda yang sedang menghadapi kenyataan hidup.

Ada sarjana yang mengirim puluhan lamaran kerja tanpa jawaban. Ada mahasiswa yang harus bekerja sambil kuliah demi membayar biaya pendidikan. Ada anak muda di desa yang memiliki kemampuan, tetapi tidak memiliki akses dan kesempatan. Ada generasi yang ingin berwirausaha, tetapi kesulitan mendapatkan modal dan pendampingan.

Mereka tidak membutuhkan sekadar slogan “Pemuda adalah harapan bangsa”.

Mereka membutuhkan kesempatan untuk membuktikan bahwa harapan itu masih masuk akal.

Maka, jika selebritas dan influencer ingin menjadi bagian dari gerakan pemuda, mengapa tidak ikut mengangkat persoalan ini?

Mengapa tidak membuat kampanye keterampilan dan lapangan kerja? Mengapa tidak menghubungkan anak muda dengan pelatihan, UMKM, industri, dan peluang usaha? Mengapa tidak menjadikan popularitas sebagai jembatan untuk memperluas kesempatan, bukan sekadar memperbesar penonton?

Jangan Hanya Viral, Harus Berdampak!

Kita perlu mengubah cara membangun gerakan kepemudaan.

Transparansi: Publik berhak mengetahui siapa penyelenggara, apa tujuan kegiatan, dan bagaimana peserta direkrut.
Partisipasi nyata: Libatkan mahasiswa dan organisasi pemuda yang benar-benar memiliki kapasitas serta rekam kegiatan.
Integritas identitas: Jangan menggunakan atribut kampus, organisasi, atau kelompok masyarakat tanpa kejelasan dan persetujuan.
Kolaborasi produktif: Ajak influencer membangun program nyata seperti beasiswa, pelatihan kerja, inkubasi UMKM, dan literasi digital.
Akuntabilitas: Ukur keberhasilan gerakan dari hasil dan manfaatnya, bukan hanya jumlah penonton, unggahan, dan trending topic.

Kepada para selebritas dan influencer, gunakanlah pengaruh untuk membuka jalan bagi mereka yang tidak memiliki panggung.

Kepada penyelenggara kegiatan, jangan menjadikan pemuda sebagai dekorasi demokrasi dan kebangsaan.

Kepada pemerintah, jangan hanya menggandeng figur terkenal untuk menyampaikan pesan. Dengarkan juga suara pemuda yang selama ini tidak pernah mendapatkan mikrofon.

Dan kepada pemuda Indonesia, jangan mudah terpesona oleh popularitas. Belajarlah membedakan mana keteladanan dan mana sekadar tontonan.

Penutup: Jangan Sampai Sumpah Menjadi Sampah!

Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebagai ritual tahunan. Tidak boleh pula menjadi komoditas untuk kepentingan pencitraan.

Kita boleh punya artis yang terkenal. Kita boleh punya influencer dengan jutaan pengikut. Kita boleh menggelar deklarasi besar-besaran.

Tetapi semua itu akan kehilangan makna jika persoalan pemuda tetap dibiarkan tanpa solusi.

Jangan sampai Sumpah Pemuda berubah menjadi Sampah Pemuda. Jangan sampai influencer kehilangan makna menjadi sekadar pencari pengaruh. Jangan sampai mahasiswa kehilangan idealisme karena hanya menjadi pelengkap panggung.

Indonesia tidak membutuhkan generasi yang hanya pandai membuat dirinya viral.

Indonesia membutuhkan generasi yang mampu membuat perubahan menjadi nyata.

Karena pada akhirnya, sejarah tidak akan mencatat berapa banyak pengikut yang kita miliki, seberapa sering wajah kita muncul di layar, atau berapa banyak panggung yang kita datangi.

Sejarah akan mencatat: ‘Apa yang benar-benar kita lakukan untuk bangsa ini? ‘

Sandi Febri Wijaya
Celoteh Sandi FW

Gus Kikin Ajak Masyarakat Jaga Sukoharjo Tetap Kondusif Dan Tak Terprovokasi

investigasihukumkriminal SUKOHARJO | Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Kikin Abdul Hakim atau Gus Kikin mengajak masyarakat di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menjaga kerukunan dan tidak terprovokasi menyusul perkembangan kasus perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah serta penggeledahan sejumlah lokasi yang disebut sebagai Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an.

Gus Kikin mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, persoalan hukum harus diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku tanpa menimbulkan ketegangan maupun perpecahan di tengah masyarakat.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai persoalan hukum ini berkembang menjadi ketegangan di tengah masyarakat,” ujar Gus Kikin, Minggu (1/11/2026).

Ia juga menegaskan pentingnya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Gus Kikin meminta seluruh pihak mengedepankan dialog dan tidak mengambil tindakan sendiri dalam menyikapi persoalan tersebut.

“Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan melalui dialog dan jalan hukum. Tidak boleh ada yang hakim utama sendiri. Kita harus menjaga agar masyarakat tetap rukun, saling menghormati, dan tidak terpecah belah,” tuturnya.

Selain itu, Gus Kikin meminta kepolisian menangani perkara tersebut secara profesional, adil, dan transparan. Ia menekankan bahwa penegakan hukum harus tetap memperhatikan hak-hak warga negara, termasuk perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak yang berada di lokasi penggeledahan.

“Kalau ada yang melanggar hukum, proses sesuai hukum. Kalau ada tindakan aparat yang dipersoalkan, periksa secara terbuka sesuai prosedur. Semua harus mendapatkan perlakuan yang adil. Jangan sampai ada pihak yang tidak bersalah ikut dirugikan,” jelasnya.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Gus Kikin meminta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sukoharjo mengumpulkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak terkait guna membangun komunikasi serta mencegah kesalahpahaman.

“Saya minta PCNU Sukoharjo sore ini mengundang para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk duduk bersama. Bangun komunikasi yang baik. Kita ajak semua pihak menahan diri, menjaga suasana tetap sejuk, dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan,” ujarnya.

Kasus tersebut bermula dari pembakaran dan perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, pada Sabtu (12/9). Warung yang menjual makanan nonhalal tersebut diketahui telah memiliki izin usaha, meskipun sebelumnya mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.

Kepolisian kemudian melakukan penyidikan dan menangkap seorang tersangka pada Senin (19/10). Dalam pengembangan penyidikan, polisi melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Sukoharjo dan Karanganyar pada Selasa (27/10) yang diduga berkaitan dengan keberadaan seorang buronan.

Gus Kikin berharap seluruh pihak memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan perkara berdasarkan fakta dan bukti. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun memberikan stigma terhadap kelompok atau lembaga tertentu.

“Yang kita jaga bukan hanya keamanan hari ini, tapi juga persaudaraan untuk masa depan. Jangan sampai persoalan ini merusak kerukunan yang selama ini sudah terbangun dengan baik,” pungkasnya.