Kualitas Pelayanan Publik RSUD Sayang Cianjur Kembali Disorot

Slogan ‘Someah’ Dipertanyakan, Fasilitas RSUD Sayang Cianjur Dikeluhkan Warga

investigasihukumkriminal, Cianjur, Jawa Barat – Kualitas pelayanan publik kembali menjadi sorotan setelah kondisi salah satu fasilitas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur, dinilai kurang terawat dan membahayakan keselamatan pasien maupun pengunjung.

Beginilah penampakan plafon di salah satu area RSUD Sayang. Material plafon terlihat mengalami kerusakan parah akibat rembesan air yang terus-menerus. Tidak hanya berlubang, sebagian besar area di sekitar kerusakan juga berubah warna menjadi hitam akibat jamur yang menebal. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu kualitas udara dan kesehatan pernapasan bagi orang-orang yang berada di area tersebut, terlebih lokasinya berada di lingkungan rumah sakit.

Warga dan pengunjung menyayangkan hal ini, mengingat RSUD Sayang membawa slogan “Someah” yang seharusnya mencerminkan kenyamanan dan keramahan, bukan hanya dari pelayanan tenaga medis, tetapi juga dari kelayakan fasilitas bangunan.

“Khawatir ya, apalagi kalau hujan deras, takutnya tiba-tiba ambruk pas ada orang lewat di bawahnya. Harusnya rumah sakit kan steril dan bersih, tapi kalau lihat plafonnya berjamur begini jadi seram,” ujar salah seorang pengunjung.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap pihak manajemen RSUD Sayang Cianjur maupun Dinas Kesehatan setempat segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki kerusakan tersebut sebelum menimbulkan insiden yang tidak diinginkan.

Dari Cianjur, Jawa Barat, tim liputan melaporkan.

Pria Asal Cianjur Hilang Kontak Usai Berangkat Kerja ke NTT

investigasihukumkriminal , Cianjur, Jawa Barat – Seorang pria asal Cianjur bernama Ruslan Jaelani (34), warga Kp. Bonghas RT 03/RW 02, Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, dilaporkan hilang kontak dengan pihak keluarga sejak akhir tahun 2023 setelah berangkat kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Pria yang akrab disapa Usan ini hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Kronologi Keberangkatan

Pada Oktober 2023, Ruslan berangkat kerja melalui sebuah perusahaan dengan tujuan NTT. Namun, pihak keluarga tidak mengetahui secara pasti nama perusahaan yang memberangkatkannya. Sebelum menuju NTT, Ruslan sempat berpamitan ke Jakarta.

Dalam perjalanan menuju lokasi kerja, Ruslan masih sempat berkomunikasi dengan keluarga melalui media sosial. Bahkan setelah tiba di NTT, ia masih aktif mengunggah status di WhatsApp. Namun, sejak akhir 2023 komunikasi tersebut terhenti tanpa penjelasan.

Kekhawatiran Keluarga

Memasuki awal tahun 2024, keluarga mulai diliputi rasa cemas karena tidak lagi menerima kabar dari Ruslan. Hingga kini, pihak keluarga belum melaporkan kasus ini kepada aparat berwajib.

“Kami sudah sangat khawatir karena sejak awal tahun tidak ada kabar sama sekali. Kami berharap ada kejelasan mengenai keberadaan adik kami,” ujar Cemcem, kakak Ruslan.

Penutup

Kasus hilangnya kontak Ruslan Jaelani menambah daftar panjang warga yang bekerja di luar daerah tanpa informasi jelas kepada keluarga. Pihak keluarga berharap segera ada titik terang dan mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati serta memastikan kejelasan perusahaan sebelum menerima tawaran kerja di luar daerah.(YW)