Pelatihan Polisi Sadar Berkarakter Langkah Fundamental Transformasi Kultural Polri

Jabar, investigasihukumkriminal – Polri berupaya mempercepat transformasi melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) personilnya. Salah satunya dengan menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Peningkatan Kemampuan Instruktur Polisi Sadar Berkarakter Angkatan 1 Tahun 2025. Pelatihan ini diikuti oleh 50 Polisi terpilih yang berasal dari 10 Polda di Indonesia.

Asisten Kapolri bidang SDM, Irjen Pol. Anwar, memimpin upacara pembukaan pelatihan bertempat di Lapangan Mako Resimen IV Pelopor Parang Gombong, Jati Luhur, Purwakarta.

“Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama 15 hari kedepan di dua tempat yaitu di Basecamp Bangun Insan Nusantara Pasir Astap, Jati Luhur, Purwakarta dan di Pusmisinter Divhubinter Polri, Tanggerang, Banten. Kegiatan ini merupakan langkah perbaikan strategis Polri untuk meningkatkan kualitas dan masa depan SDM Polri ke depan.” Terang Anwar, Kamis (27/11/2025)

Irjen Pol. Anwar menekankan bahwa pelatihan ini berbasis kompetensi, yang berfokus untuk menjadikan polisi yang baik, santun dan rendah hati. Peserta pelatihan diharapkan menjadi fondasi awal sebagai agent multiplier effect. Agen-agen ini bertugas menyebarkan dan menanamkan bibit transformasi polisi berkarakter ke seluruh jajaran Polda, dari Sabang sampai Merauke. Para peserta ToT diharapkan mampu mentransfer ilmu, karakter dan jiwa Bhayangkara secara utuh kepada seluruh anggota Polri di Indonesia, sekaligus menjadi jembatan transformasi kultural Polri.

Sejalan dengan semangat transformasi Polri menuju institusi yang modern dan demokratis, Polri berkomitmen untuk mewujudkan sosok polisi harapan masyarakat, yaitu personel yang baik, santun, rendah hati dan mampu menjadi problem solver di tengah masyarakat. Tujuan ini diimplementasikan melalui penguatan Pemolisian Masyarakat (Polmas), di mana fungsi kepolisian ditingkatkan dengan mendorong polisi untuk aktif bersilaturahmi, berkomunikasi, bekerja sama dan berkolaborasi secara intensif dengan masyarakat. Polisi yang mampu “bersodaqoh” dengan cara menjalankan tugas dan fungsinya melayani masyarakat. Sebagai contoh nyata dari perubahan paradigma ini, dalam penanganan unjuk rasa, Polri tidak lagi menempatkan diri sebagai pihak yang hanya melakukan penjagaan atau pengamanan, melainkan fokus pada pelayanan unjuk rasa, memastikan hak warga tersalurkan dengan tertib dan damai, sekaligus menunjukkan wajah institusi yang melayani dan mengayomi.

“Polri saat ini juga dituntut untuk merespons cepat dinamika yang sangat kompleks, baik di tingkat domestik maupun internasional. Berada di tengah tarik-menarik geopolitik global, Polri harus berperan menjaga stabilitas internal, yang merupakan prasyarat utama penguatan ketahanan nasional. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi polisi sadar berkarakter adalah salah satu langkah percepatan Polri untuk merespon kebutuhan reformasi.” Urai Irjen Anwar.

Irjen Pol. Anwar menjelaskan bahwa semua upaya yang dilakukan harus saling terkait dan bertujuan sama, yaitu mewujudkan postur Polri yang ideal, di mana kualitas SDM Polri yang berkarakter kuat menjadi kunci utama keberhasilan transformasi.

Pengembangan kurikulum pembinaan karakter ini merupakan tindak lanjut dari transformasi Polri, yang berpedoman pada hasil riset “Rekonstruksi Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara untuk Mewujudkan Manusia Indonesia Seutuhnya.” Penelitian ini melahirkan tiga pilar utama kecerdasan Spiritual, Intelektual, dan Kultural (SIK) yang menjadi dasar dalam penyusunan kurikulum pembinaan karakter yang saat ini dilaksanakan pelatihan Angkatan 1. Secara spesifik, pelatihan yang dibuka hari ini memiliki output untuk mencapai tiga kompetensi kunci yaitu Kompetensi Etik, Kompetensi Teknis dan Kompetensi Leadership, yang akan ditempuh melalui empat tahapan, mulai dari pembentukan dasar dan kepribadian, tahap II ToT instruktur sadar berkarakter, hingga sertifikasi LSP.

“Pembangunan SDM Polri harus dilakukan secara holistik, mendalam dan fundamental. Visi kami di SSDM Polri adalah mewujudkan SDM Polri yang unggul, adaptif dan kolaboratif, yang pada akhirnya bermuara pada penguatan culture (budaya) institusi yang melayani dan mengayomi,” tutup Anwar.

Patroli Kring Reserse Jaga Jakarta Jaga Priok Dalam Rangka Ops Sikat Jaya

investigasihukumkriminal, Jakarta Utara – Unit 1 Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Priok yang dipimpin Iptu Sumarso, S.H., melaksanakan kegiatan pemantauan Kring Reserse Jaga Jakarta Jaga Priok di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi serta pencegahan gangguan kamtibmas, terutama tindak pidana Curat, Curas, Curanmor (3C), tawuran, premanisme, perjudian, serta berbagai kejahatan jalanan lainnya dalam rangka Operasi Sikat Jaya 2025.

Pemantauan dilakukan di lokasi-lokasi rawan kejahatan yang menjadi sasaran Operasi Pekat Jaya 2025 di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Muara Angke. Unit 1 Satreskrim secara intensif melakukan mobile patrol dan observasi untuk memastikan aktivitas masyarakat dan kepelabuhanan berlangsung aman.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP IG.N.P. Krisnha Narayana, S.TrK., S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polres dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di kawasan pelabuhan.

“Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan keamanan di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Kami ingin memastikan bahwa seluruh aktivitas kepelabuhanan dapat berjalan lancar, tertib, dan aman, mengingat Pelabuhan Tanjung Priok merupakan gerbang utama transportasi dan logistik perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Dengan peningkatan patroli dan pemantauan Kring Reserse ini, diharapkan potensi tindak kejahatan dapat diminimalkan serta keamanan masyarakat dan pengguna jasa pelabuhan tetap terjaga sehingga perekonomian nasional berjalan aman, lancar dan kondusif.

Pasukan Dalmas hingga Tim Taktis Diterjunkan dalam Simulasi Huru-Hara Apel Kasatwil Polri 2025

investigasihukumkriminal – Dalam rangkaian kegiatan Apel Kasatwil Polri 2025, telah dilaksanakan simulasi penanganan unjuk rasa anarkis oleh satuan tugas penanggulangan huru-hara di Lapangan Nagara Yanottama, Pusat Latihan Brimob Polri. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, koordinasi, serta kesiapsiagaan jajaran Polda dan Polres dalam menghadapi situasi kontinjensi di wilayah masing- masing.

Simulasi menampilkan skenario unjuk rasa yang awalnya berlangsung tertib namun berubah menjadi anarkis, sehingga memerlukan tindakan pengamanan yang terukur dan sesuai prosedur. Pasukan dalmas inti, negosiator, hingga tim taktis diterjunkan untuk menunjukkan prosedur penanganan konflik yang mengedepankan humanis, proporsionalitas, serta keselamatan masyarakat.

Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa melalui simulasi ini, Polri terus memperkuat profesionalisme dalam menangani aksi massa.

“Kita harus siap dengan berbagai bentuk dinamika keamanan, termasuk unjuk rasa yang berpotensi mengarah pada tindakan anarkis. Latihan seperti ini sangat diperlukan sebagai tolok ukur kesiapan personel di lapangan,” ujarnya, Rabu (26/11/2025)

Selain sebagai ajang peningkatan kemampuan teknis, simulasi ini juga menekankan pentingnya komunikasi publik, penggunaan peralatan sesuai standar, serta langkah-langkah pencegahan eskalasi massa. Dengan bekal tersebut, diharapkan personel Polri semakin sigap dan cermat saat menghadapi gangguan Kamtibmas maupun situasi darurat yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional.

Apel Kasatwil Polri 2025 menjadi momentum evaluasi dan konsolidasi bagi seluruh jajaran kepolisian dalam mewujudkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang lebih optimal, responsif, serta profesional.

Makna Logo Jaga Lembur Sauyunan Polda Jawa Barat

Jabar, investigasihukumkriminal – Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan melalui Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menyatakan bahwa Polda Jabar resmi memperkenalkan logo Jaga Lembur Sauyunan  sebagai identitas program penguatan keamanan berbasis komunitas (Comunity policing) di wilayah Jawa Barat.

“Logo ini dirancang dengan mengusung nilai budaya sunda, profesionalisme Polri serta komitmen pelayanan keamanan berbasis kemitraan bersama masyarakat.” ujar Kombes Hendra, Rabu (26/11/2025)

Logo ini disusun dengan sejumlah unsur yang memiliki filosofi  mendalam diantaranya :

1. Bentuk Perisai
Bentuk dasar logo menyerupai perisai, melambangkan perlindungan dan ketangg  uhan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat Jawa Barat. Perisai juga menjadi simbol siap siaga menghadapi segala ancaman.

2. Angka “24/7”
Angka ini bermakna siaga penuh selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
Menunjukkan bahwa personel Polda Jawa Barat selalu hadir kapan pun masyarakat membutuhkan, tanpa mengenal waktu.
Warna Hijau (2): Melambangkan ketenangan, harapan, dan kedamaian yang diupayakan melalui kehadiran polisi di tengah masyarakat.
Warna Kuning (4): Simbol energi, semangat, dan loyalitas dalam menjalankan tugas.
Warna Biru (7): Mewakili profesionalisme, kepercayaan, dan integritas aparat kepolisian.

3. Lambang Roda Bergigi
Roda melambangkan kerja sama dan sinergi antar satuan, juga menggambarkan pergerakan yang terus berputar tanpa henti, menandakan kesiapsiagaan berkelanjutan dalam menjaga keamanan.

4. Tulisan “SAUYUNAN”
Kata “Sauyunan” berasal dari bahasa Sunda yang berarti gotong royong atau kebersamaan.
Ini mencerminkan semangat solidaritas dan kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

5. Tulisan “JAGA LEMBUR” dan Kepala Macan Hitam
“Jaga Lembur” berarti menjaga kampung atau desa, menggambarkan kedekatan polisi dengan masyarakat di tingkat akar rumput.
Macan Hitam adalah simbol khas Jawa Barat yang melambangkan keberanian, kekuatan, dan ketegasan dalam menjaga wilayahnya.
Macan dengan mulut terbuka menunjukkan kesiapan bertindak cepat terhadap segala ancaman keamanan.

6. Kujang di Sisi Kanan dan Kiri
Kujang adalah senjata tradisional khas Sunda, simbol kehormatan, keberanian, dan identitas budaya Jawa Barat. Kehadirannya menegaskan bahwa Polda Jabar berakar kuat pada nilai-nilai lokal sambil menjaga keamanan secara modern.

7. Warna Merah dan Kuning pada Pita
Merah: Keberanian, semangat juang, dan pengorbanan.
Kuning: Kejayaan, keadilan, serta niat baik dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Makna Keseluruhan
Logo ini mencerminkan semangat Polda Jawa Barat yang siap siaga 24 jam, bekerja secara bersama (sauyunan) dengan masyarakat untuk menjaga keamanan kampung dan daerahnya (jaga lembur) dengan semangat keberanian, profesionalisme, dan nilai-nilai budaya Sunda” tutur Kabid Humas.

Polda Jabar berharap program “Jaga Lembur Sauyunan” semakin mudah dikenali, diterima dan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Program.ini diharapkan dapat memperkuat peran Polri bersama masyarakat dalam mencegah potensi kerawanan , meningkatkan  kepekaan lingkungan  serta mempererat hubungan komunikasi antara aparat keamanan dan warga.

Polda Jabar Gelar Binrohtal Dan Doa Bersama Dalam Rangka Peringatan HUT KORPRI ke-54

Jabar, investigasihukumkriminal – Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Polda Jawa Barat melaksanakan kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) mingguan yang dirangkaikan dengan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun KORPRI ke-54 Tahun 2025. Kegiatan tersebut digelar di Masjid Al-Amman Polda Jabar,  Rabu (26/11/2025).

Pelaksanaan binrohtal kali ini menghadirkan penceramah Ustadz Dr. H. Agus Nur Kholik, S.Ag., M.A., yang memberikan tausiah bertema penguatan integritas, keikhlasan dalam bekerja, serta semangat pengabdian yang selaras dengan nilai-nilai KORPRI. Kehadiran para personel Polda Jabar memenuhi Masjid Al-Amman menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan rohani ini.

Dalam tausiahnya, Ustadz Agus Nur Kholik menekankan pentingnya menjaga hati, memperbaiki niat, dan menjunjung tinggi etika kerja sebagai aparatur negara. Ia mengajak seluruh personel untuk menjadikan momen HUT KORPRI sebagai sarana introspeksi dan peningkatan kualitas diri.

“Tugas kita bukan hanya menjalankan amanah kedinasan, tetapi juga menjaga amanah moral. Pengabdian tanpa keikhlasan tidak akan membawa keberkahan. Mari jadikan setiap langkah kita sebagai bentuk ibadah,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat rasa syukur dan memperbanyak doa dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian. Menurutnya, ketenangan batin dan keteguhan iman adalah modal penting dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Rangkaian acara diisi pula dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Agus, memohon kelancaran tugas, keselamatan personel, serta keberkahan bagi institusi Polri, khususnya Polda Jawa Barat. Doa bersama ini juga dipersembahkan untuk kesuksesan dan kemajuan Korps Pegawai Republik Indonesia yang memasuki usia ke-54.

Kegiatan berjalan dengan penuh khidmat dan memberikan nuansa spiritual yang mendalam bagi para peserta. Para personel yang hadir diharapkan dapat menerapkan pesan rohani yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

“Dengan diselenggarakannya binrohtal dan doa bersama ini, Polda Jabar menegaskan komitmennya untuk tidak hanya membina kemampuan teknis dan profesionalisme personel, tetapi juga memperkuat aspek mental dan spiritual sebagai pondasi penting dalam menjalankan tugas kepolisian secara berintegritas, humanis, dan penuh keikhlasan.” tutup Kabid Humas.

Negara Bangga Kepada Polda Jabar Setiap Pukul 10.00 WIB Dikumandangkan Lagu Indonesia Raya

investigasihukumkriminal – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) secara konsisten melaksanakan sebuah tradisi harian yang khidmat dan memperkuat disiplin serta identitas kebangsaan anggotanya. Setiap hari, tepat pukul 10.00 WIB, aktivitas di seluruh satuan kerja Polda Jabar akan terhenti sejenak. Pada jam tersebut, melalui pengeras suara dikumandangkanlah lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang disusul dengan pembacaan ulang Tribrata dan Catur Prasetya. Ritual singkat ini menjadi momen refleksi kolektif yang wajib diikuti oleh seluruh anggota sebagai penegasan jiwa korsa.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H. mengatakan bahwa Saat lagu kebangsaan mulai mengalun, seluruh personel Polri, dari pimpinan hingga staf, tanpa terkecuali, diwajibkan untuk segera mengambil sikap sempurna di tempat mereka berada. Mereka harus berdiri tegak dan melakukan hormat sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada lambang negara dan kedaulatan bangsa. Tindakan ini merupakan penanaman nilai-nilai patriotisme secara masif dan harian, sekaligus menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diamanatkan tugas mulia.

“Setelah alunan Indonesia Raya berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Tribrata, yang merupakan pedoman hidup Polri, dan Catur Prasetya, yang memuat empat komitmen utama dalam pelaksanaan tugas. Seluruh anggota mendengarkan dan meresapi setiap butir dari pedoman etik tersebut. Tradisi harian ini berfungsi sebagai pengingat mendasar akan sumpah jabatan, etika profesi, serta tanggung jawab besar mereka sebagai penegak hukum yang harus melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat dengan profesionalisme.” ungkapnya, Selasa (26/11/2025)

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H., menegaskan bahwa disiplin harian ini adalah manifestasi dari penekanan pimpinan terhadap karakter anggota yang profesional dan bermoral. “Setiap butir yang didengar, baik lagu kebangsaan, Tribrata, maupun Catur Prasetya, adalah nutrisi spiritual bagi jiwa Korps Bhayangkara. Ini memastikan setiap anggota memulai atau melanjutkan tugasnya dengan kesadaran penuh bahwa Negara bangga sama Polda Jabar dan bahwa mereka membawa nama baik institusi,” jelasnya.

Dengan berdirinya seluruh anggota setiap pukul 10.00 WIB untuk menghormati lagu kebangsaan dan mendengarkan pedoman etika, Polda Jabar mengirimkan pesan yang jelas mengenai komitmennya terhadap disiplin, nasionalisme, dan etika kepolisian. Tradisi ini diharapkan dapat menciptakan budaya kerja yang menjunjung tinggi kehormatan institusi dan memberikan dorongan moral yang kuat kepada seluruh personel untuk konsisten dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima, menjadikannya teladan bagi kepolisian daerah lainnya di Indonesia.

Operasi Sikat Jaya 2025: Polres Pelabuhan Tanjung Priok Fokus Tekan Kriminalitas

investigasihukumkriminal, Jakarta – Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP I G.N.P. Krisnha Narayana, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., memimpin kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) dalam rangka Operasi Sikat Jaya Tahun 2025 yang digelar di Rupatama Polres Pelabuhan Tanjung Priok, diikuti oleh Kaurbinops, para Kanit Polres dan Polsek, serta personel Satreskrim.

Dalam arahannya, Kasatreskrim menegaskan pentingnya keseriusan seluruh personel dalam melaksanakan operasi.
“Target Operasi yang sudah direncanakan wajib diungkap. Pelaku beserta barang bukti harus diamankan,” tegasnya. (26/11).

Adapun tindak pidana yang menjadi prioritas penindakan dalam Operasi Sikat Jaya 2025 meliputi: Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), Premanisme, Prostitusi dan Perjudian.

AKP I G.N.P. Krisnha Narayana, menjelaskan bahwa pelaksanaan Operasi Sikat Jaya bertujuan untuk menurunkan angka kriminalitas sekaligus menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.

“Tujuan utama operasi ini adalah menekan kriminalitas dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Operasi Sikat Jaya Tahun 2025 diharapkan mampu memberikan hasil optimal melalui sinergi dan komitmen seluruh personel yang terlibat operasi melaksanakan kegiatan dengan penuh rasa tanggungjawab.

Polisi Berikan Tali Asih Dan Cek  Kondisi Kesehatan Anak Hidrosepalus

Jabar, investigasihukumkriminal – Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Polsek Margaasih melaksanakan kegiatan tali asih dan pengecekan kondisi kesehatan anak yang menderita Hidrosepalus di Kampung Cigugur, Desa Margaasih, Kecamatan Margaasih. Bhabinkamtibmas Aipda Ibnu, bersama dengan Ibu Sekdes dan Puskesos Desa Margaasih, mengunjungi Ananda Azzahra Aulia Nur Rahma, anak yang menderita Hidrosepalus, di rumahnya, Selasa (25/11/2025)

“Dalam kunjungan tersebut, Aipda Ibnu dan tim memberikan motivasi dan semangat kepada pihak orang tua agar tetap tabah dan bersabar dalam merawat putrinya. Mereka juga melakukan pengecekan kondisi kesehatan Ananda Azzahra dan memberikan saran serta dukungan kepada keluarga,” ungkap Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra

Kondisi Ananda Azzahra saat ini dalam keadaan sehat, dan keluarga sangat berterima kasih atas kunjungan dan perhatian dari Polsek Margaasih.       

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kasih sayang Polsek Margaasih kepada masyarakat, terutama kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan perawatan khusus,

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi bagi orang tua Ananda Azzahra untuk terus merawat dan memberikan yang terbaik bagi putrinya.

“Polisi akan terus melaksanakan kegiatan tali asih dan pengecekan kondisi kesehatan anak-anak yang membutuhkan perhatian dan perawatan khusus di wilayahnya,” tandasnya.

Irjen Pol Rudi Setiawan Resmikan Program MBG, Wujud Kepedulian terhadap Kesehatan Personel Polda Jabar

investigasihukumkriminal – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan S.I.K., S.H., M.H memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan personel dengan meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anggota Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Jabar, selasa (25/11/2025).

Kapolda Jabar mengungkapkan bahwa Program ini merupakan upaya Polda Jabar untuk memastikan para personel tetap sehat, bugar, dan produktif dalam menjalankan tugas kehumasan yang dinamis dan membutuhkan kesiapsiagaan tinggi.

Kegiatan MBG dilaksanakan di lingkungan Mapolda Jabar dan diikuti oleh seluruh anggota Bidhumas. Kapolda Jabar menegaskan bahwa pemenuhan asupan bergizi merupakan bagian dari dukungan organisasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri.

“Personel yang sehat akan bekerja lebih optimal. Melalui program Makan Bergizi Gratis ini, Polda Jabar ingin memastikan bahwa seluruh anggota, khususnya Bidhumas, mendapatkan asupan nutrisi yang baik agar tetap prima dalam menjalankan tugas,” ujar Kapolda Jabar dalam keterangannya.

Kapolda Jabar juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Bidhumas yang selama ini menunjukkan dedikasi tinggi dalam penyebaran informasi publik, pengelolaan media, serta penguatan citra positif Polri. Program MBG disebut sebagai salah satu bentuk dukungan langsung terhadap kesejahteraan anggota.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menyambut baik program tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Jabar atas perhatian yang diberikan. Menurutnya, program MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan personel, tetapi juga meningkatkan kebersamaan serta semangat kerja tim dalam lingkungan Bidh Humas Polda Jabar.

Dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis ini, diharapkan seluruh personel Bidhumas Polda Jabar dapat semakin bersemangat dan fokus dalam memberikan pelayanan informasi yang cepat, tepat, dan akurat kepada masyarakat, sejalan dengan visi Polri yang Presisi.

Polisi Ungkap Kasus Celurit Asmara di Cidahu

investigasihukumkriminal – Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Polisi bergerak cepat menangani kasus dugaan penganiayaan berat bermotif asmara yang terjadi di Jalan Raya Ciawigebang– Cidahu, Blok Kojengkang, Desa Cihideunggirang, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Senin (24/11/2025) malam. Seorang pemuda berinisial MM (20) berhasil diamankan setelah melukai SS (22) Warga desa Cipakem Kecamatan Maleber dengan senjata tajam jenis celurit.

Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar membenarkan penanganan kasus tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelaku ditangkap hanya beberapa jam setelah kejadian.
Menurut Kasat, insiden bermula ketika pelaku menelepon korban dan berpura-pura meminta pertolongan karena kehabisan bensin.
“Korban saat itu sedang berada di Ciawigebang. Karena niat membantu, korban mendatangi lokasi yang disebutkan oleh pelaku. Namun setibanya di sana, pelaku langsung melakukan serangan menggunakan celurit hingga mengenai punggung kiri korban,” jelasmya.

Korban mengalami luka sayatan cukup serius dan harus menjalani operasi di RS Mitra Husada Ciawigebang. Hingga saat ini penyidik masih mendalami dugaan motif pelaku, namun indikasi mengarah kepada persoalan asmara.
“Ada dugaan kuat motifnya terkait masalah hubungan asmara. Namun hal ini masih kami dalami melalui pemeriksaan lebih lanjut. Dari pengakuan pelaku, korban melakukan pelecehan kepada pacarnya dengan cara mencium pacar pelaku secara paksa. Kemudian, pacar korban menceritakannya kepada pelaku hingga pelaku tersulut emosi,” ujarmya

“Setelah melukai korban, pelaku melarikan diri.” ungkap Kapolres.

Tim Unit Resmob Polres Kuningan kemudian melakukan penyisiran dan berhasil mengamankan pelaku pada Selasa (25/11/2025) pukul 04.00 WIB di sebuah rumah warga di Desa Cikeusik, Kecamatan Cidahu.
“Pelaku kami tangkap tanpa perlawanan dengan sejumlah barang bukti yang masih dikuasainya,” tambahnya.

Barang Bukti yang berhasil diamankan 1 unit sepeda motor Honda Beat hitam E-2778-YBJ. 1 unit handphone Samsung Galaxy A04e, 1 potong hoodie hitam, 1 pasang sandal Nikko hitam, 1 bilah celurit bergagang kayu warna hitam.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.
“Kami memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur. Korban sudah mendapatkan perawatan medis dan kami terus mendalami keterangan dari saksi-saksi,” tutupnya.