Patroli Malam Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jaga Situasi Kamtibmas

investigasihukumkriminal, Jakarta – Dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas), Polres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan Patroli Cipta Kondisi secara stasioner pada, 2–3 Juni 2026.

Kegiatan yang dipimpin oleh IPTU Ramli Wabula selaku Perwira Pengawas (Pawas) dan melibatkan 16 personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok dengan dukungan 4 unit kendaraan dinas roda empat (KR4).

Patroli dilaksanakan di sejumlah titik strategis wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, meliputi Jalan Pelabuhan Nusantarapura II, Jalan R.E. Martadinata, Jalan Ketel, dan Jalan Industri I (Inggom).

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan razia stasioner terhadap kendaraan roda dua maupun roda empat guna mengantisipasi berbagai tindak kriminalitas, seperti begal, pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian dengan kekerasan (curas). Pemeriksaan dilakukan secara selektif, humanis, dan profesional dengan memeriksa kelengkapan surat kendaraan, identitas pengendara, serta barang bawaan yang dibawa.

Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan jalanan, mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga keselamatan saat berkendara, serta segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan melalui Call Center Layanan Polri 110 atau ke kantor kepolisian terdekat.

Petugas turut melakukan pemantauan situasi di sekitar lokasi kegiatan guna memastikan tidak terjadi gangguan keamanan maupun tindakan kriminal lainnya yang berpotensi mengganggu stabilitas wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa, “Kegiatan Patroli Cipta Kondisi ini merupakan upaya preventif kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memberikan rasa aman kepada warga yang beraktivitas di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.”
Kapolres  menambahkan, “Melalui kehadiran personel di lapangan, kami berharap dapat mencegah potensi gangguan kamtibmas serta menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.”

Selama kegiatan berlangsung, situasi aman, kondusif, dan terkendali tanpa adanya kejadian menonjol. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.

Modal Foto Pejabat, Wahyudi dan Istrinya Cindy Tega Kuras Rp2,9 Miliar Milik Pengusaha RS Lewat Investasi Minyak Fiktif!

investigasihukumkriminal, JAKARTA — Aksi dugaan penipuan bernilai miliaran rupiah mencuat setelah seorang pengusaha sukses berinisial RS menjadi korban komplotan mafia investasi bodong.

Korban yang tergiur proyek minyak fiktif internasional dipaksa menelan kerugian total mencapai Rp2,93 miliar setelah seluruh uangnya dikuras habis oleh pelaku bernama Wahyudi Setiawan dan istri bernama Cindy Atika Putri.

Modus operandi yang digunakan pelaku tergolong sangat rapi dan manipulatif. Bermula pada September 2025, korban RS yang mempercayai rekomendasi dokter langganannya, diperkenalkan kepada pelaku. Awalnya, pelaku memeras korban berkedok biaya jasa konsultan rumah sakit sebesar Rp200 juta.

Tak berhenti di sana, pelaku melancarkan aksi yang lebih ekstrem dengan menawarkan investasi minyak mentah fiktif di Pulau Sambu. Pelaku menjanjikan keuntungan fantastis dari pasokan 100.000 MT minyak per pengiriman dari Dubai untuk pasar Asia Tenggara. Demi menjerat korbannya, Wahyudi nekat menjual nama PT TAW dan memamerkan foto-foto kedekatannya dengan sejumlah pejabat tinggi negara.

Wahyudi juga mengaku punya kedekatan dengan pihak kedutaan UEA (Dubai) di Jakarta, yang selalu membawa nama inisial Ahmed dan Mohammed sebagai relasi nya utk meyakinkan para korban penipuan

Tragisnya, korban yang terlanjur percaya langsung mentransfer uang sebesar Rp2,3 miliar ke rekening pribadi pelaku. Bahkan, korban kembali diperas dengan dalih biaya tambat kapal hingga total kerugian membengkak menjadi Rp2,930 miliar.

Pelaku juga sempat membawa korban langsung ke Pulau Sambu untuk meyakinkan skenario busuknya melalui penunjukan kerja sama fiktif dengan PT. Lepen selaku pemilik kilang.

Sandiwara ini akhirnya terbongkar setelah korban melakukan konfirmasi langsung ke pihak Pertamina di Pulau Sambu dan PT . Lepen , Hasilnya mengejutkan: Pertamina dan PT Lepen menegaskan tidak pernah ada sepeser pun uang sewa kilang yang masuk serta perjanjian kerjasama pun belum di tanda tangani . Kuat dugaan, institusi besar seperti Pertamina dan pihak luar negeri dari Dubai sengaja diperalat oleh pelaku untuk memuluskan aksi kejahatannya.

Merasa dikhianati dan mengalami kerugian materiil serta inmateriil yang luar biasa, pengusaha RS resmi menyeret kasus ini ke ranah hukum. Korban telah melaporkan Wahyudi Setiawan beserta istri Cindy Atika Putri ke Polres Kabupaten Tangerang Selatan atas dugaan penipuan kelas kakap.

Berdasarkan keterangan korban dalam laporan yang telah disampaikan kepada penyidik, sebagian komunikasi dan proses meyakinkan korban disebut tidak hanya dilakukan oleh Wahyudi seorang diri. Nama Cindy Atika Putri disebut beberapa kali muncul dalam rangkaian hubungan bisnis yang dibangun terhadap korban. Korban menduga pasangan suami istri tersebut bertindak secara bersama-sama dalam membangun kepercayaan terhadap proyek minyak mentah yang diklaim memiliki koneksi dengan jaringan bisnis besar dan pihak luar negeri. Korban menilai ada peran aktif pihak lain selain terlapor utama, termasuk dugaan keterlibatan dalam menikmati maupun mengetahui aliran dana yang masuk dari korban.

Kini, korban hanya bisa berharap adanya itikad baik pelaku untuk mengembalikan uangnya, sementara polisi mulai memburu sang pelaku investasi bodong tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp wahyudi setiawan sampai berita ini ditayangkan belum memberikan komentarnya.

Patroli Jaga Jakarta Jaga Priok Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Cegah Gangguan Kamtibmas

investigasihukumkriminal, Jakarta – Dalam rangka mengantisasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas), Polres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan Apel dan Patroli Cipta Kondisi pada Minggu malam hingga Senin dini hari, 31 Mei–1 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 23.30 WIB hingga 03.35 WIB tersebut dipimpin oleh AKP Eri Suroto, S.H., selaku Perwira Pengawas dan Kasubbag Pers Bag SDM Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Sebanyak 15 personel diterjunkan dalam kegiatan dengan dukungan 4 unit kendaraan roda empat (KR4) dan 2 unit kendaraan roda dua (KR2) dinas Polri.
Patroli difokuskan di kawasan Indonesia Power serta Jalan Padamarang, tepatnya di depan Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok. Dalam pelaksanaannya, personel melaksanakan razia stasioner terhadap kendaraan roda dua maupun roda empat guna mencegah terjadinya tindak pidana seperti begal, pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian dengan kekerasan (curas).

Pemeriksaan dilakukan secara selektif, humanis, dan profesional dengan memeriksa kelengkapan surat kendaraan, identitas pengendara, serta barang bawaan. Langkah tersebut bertujuan untuk mencegah masuknya barang-barang berbahaya maupun barang ilegal ke kawasan pelabuhan.

Selain pemeriksaan kendaraan, petugas juga memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar senantiasa waspada terhadap tindak kejahatan jalanan, mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga keselamatan saat berkendara, serta segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan melalui layanan Call Center Polri 110.

Personel turut melakukan pemantauan situasi di sekitar lokasi patroli guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan berbagai bentuk kriminalitas lainnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam menciptakan dan memelihara situasi keamanan yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah pelabuhan.

Patroli Cipta Kondisi dilaksanakan secara stasioner sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

“Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, kondusif, dan terkendali. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan di kawasan pelabuhan yang menjadi salah satu objek vital nasional.

Patroli Malam Stasioner Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Amankan Pengendara Mencurigakan

investigasihukumkriminal, Jakarta  – Dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas), Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan kegiatan Patroli Cipta Kondisi pada Minggu (31/5/2026) dini hari di sejumlah titik strategis wilayah hukum Pelabuhan Tanjung Priok.

Kegiatan yang dimulai pukul 01.00 WIB tersebut dipimpin oleh IPTU Bambang Muharto selaku Perwira Pengawas (Pawas) dengan melibatkan 23 personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok serta didukung lima unit kendaraan dinas Polri.

Patroli dilaksanakan melalui rute Jalan Pelabuhan Nusantarapura II, Jalan R.E. Martadinata, Jalan Ketel (Indonesia Power PLTU), hingga Jalan Industri I (Inggom). Selain melakukan pemantauan situasi kamtibmas, personel juga menggelar razia stasioner terhadap kendaraan roda dua maupun roda empat guna mencegah terjadinya tindak pidana jalanan seperti begal, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian dengan kekerasan.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan secara selektif, humanis, dan profesional terhadap kelengkapan surat kendaraan, identitas pengendara, serta barang bawaan. Personel juga memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar senantiasa waspada terhadap potensi tindak kejahatan, mematuhi peraturan lalu lintas, serta segera melaporkan kejadian mencurigakan melalui layanan Call Center Polri 110 yang siaga 24 jam dan bebas pulsa.

Dari hasil kegiatan, petugas mengamankan seorang pengendara sepeda motor berinisial UMAR dengan nomor polisi BA 6914 IA yang menimbulkan kecurigaan saat pemeriksaan. Petugas menemukan ketidaksesuaian antara STNK yang berada di dalam jok kendaraan dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang terpasang. Selain itu, identitas diri yang ditunjukkan berupa fotokopi KTP dan bukan dokumen asli.

Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, yang bersangkutan selanjutnya diserahkan kepada Unit III Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok guna menjalani proses pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Patroli malam merupakan langkah preventif yang terus kami tingkatkan guna menciptakan rasa aman bagi masyarakat serta mencegah berbagai bentuk gangguandr kamtibmas. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H.

tKegiatan Patroli Cipta Kondisi akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.

Perkuat Pembinaan Tinju Nasional Ghosun Iron Camp Resmi Diluncurkan Di Bekasi

Investigasihukumkriminal Jakarta – Ghosun Iron Camp (GIC) resmi dibuka di jalan Burangkeng Setu Bekasi No.88 Burangkeng, Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebagai pusat pembinaan olahraga tinju yang diharapkan mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus menjadi wadah pengembangan generasi muda melalui kegiatan olahraga yang positif. Sabtu, 30/05/2026

Peresmian sasana tersebut dihadiri pengurus organisasi olahraga, tokoh tinju, atlet, pelatih, serta sejumlah tamu undangan. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars KONI, dan Mars PERTINA sebagai simbol semangat sportivitas dan komitmen terhadap pembinaan olahraga prestasi.

CEO Ghosun Iron Camp, Susanto, mengatakan pendirian GIC merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung kemajuan olahraga tinju Indonesia. Menurutnya, keberadaan sasana yang dikelola secara profesional diharapkan mampu menjadi tempat lahirnya atlet-atlet potensial yang dapat berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Ceo Ghosun menambahkan kita akan merangkul semua apalagi zaman era sekarang ini banyak kejahatan dan kita akan berusaha untuk mengurangi kejahatan diluar sana, kita akan menciptakan petinju profesional kita juga tidak pokus terhadap olahraga petinju bahkan kita juga menyediakan pelatihan beladiri lainnya.

Masih kata Ghosun kita juga akan mencari dan melahir anak muda yang berbakat dikancah nasional maupun intermasional, untuk itu juga kita melahirkan atlet muda bukan dikalangan anak-anak yang berpendidikan tinggi kita juga akan merangkul anak’anak muda yang tadinya  kecanduan narkoba tentu dengan membuka pelatihan olahraga tinju, beladiri akan mengurangi tingkat pengangguran dan pemakai narkoba itulah tujuan kami mendirikan Ghosun Iron Camp, Tutup Ghosun.

Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) DKI Jakarta, Brigjen TNI Berty. B.W Sumakud.S.H., M.H, menyambut positif kehadiran Ghosun Iron Camp. Ia menilai bertambahnya sasana tinju yang memiliki komitmen pembinaan akan memperkuat ekosistem olahraga tinju di Jakarta serta mendukung proses regenerasi atlet.

Masih kata Berty Sumakul menyatakan disela acara  “Pembukaan tempat latihan atau training center tinju ini merupakan langkah yang sangat positif bagi pengembangan olahraga tinju ke depan. Melalui fasilitas ini, kita memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menjaring dan membina bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat menjadi atlet kebanggaan DKI Jakarta maupun Indonesia.

Harapan kami, keberadaan pusat latihan ini dapat terus berkembang dan menjadi sarana yang mendorong generasi muda untuk melihat olahraga tinju sebagai peluang yang baik dalam membangun prestasi dan karier.

Tempat ini terbuka bagi seluruh kalangan anak muda tanpa memandang latar belakang sosial. Baik mereka yang memiliki hobi dan minat di bidang olahraga, maupun anak-anak yang membutuhkan wadah kegiatan positif, semuanya dapat bergabung dan mendapatkan pembinaan yang terarah.

Yang terpenting, pusat latihan ini hadir untuk mewadahi serta membina generasi muda agar dapat menyalurkan energi dan potensinya ke arah yang lebih produktif. Oleh karena itu, tidak ada pembatasan berdasarkan status sosial maupun latar belakang tertentu.
Siapa pun yang memiliki kemauan untuk belajar dan berkembang di dunia tinju dipersilakan untuk mengikuti pembinaan sesuai dengan kategori usianya.

Untuk usia pembinaan, peserta umumnya dapat mulai bergabung sejak usia sekitar 14 tahun. Sementara itu, untuk meniti karier sebagai atlet secara lebih kompetitif, terdapat ketentuan dan jenjang yang berlaku sesuai regulasi organisasi olahraga. Di DKI Jakarta sendiri terdapat program pembinaan atlet yang berada di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), yaitu Pusat Pendidikan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) yang berlokasi di Ragunan. Program tersebut membina atlet sejak jenjang SMA hingga lulus sekolah.

Kehadiran training center ini diharapkan dapat menjadi pelengkap dari sistem pembinaan yang sudah ada, sehingga proses pengembangan atlet dapat dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari usia dini hingga mencapai tingkat prestasi yang lebih tinggi.” Tutupnya

Dilanjutkan  dengan itu, Ketua KONI DKI Jakarta, Hidayat Humaid, menekankan pentingnya sinergi antara organisasi olahraga, komunitas, dan sektor swasta dalam menciptakan sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Prosesi peresmian ditandai dengan penayangan biografi pendiri Ghosun Iron Camp, penandatanganan prasasti oleh Susanto, Berty Sumakul, dan Hidayat Humaid, serta pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas berdirinya sasana tersebut.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengurus Kota PERTINA DKI Jakarta dan sertifikat lisensi bagi wasit serta hakim tinju sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di cabang olahraga tinju.

Ketua KONI Jakarta Pusat, Zaenal Arifin menyampaikan harapannya agar Ghosun Iron Camp dapat menjadi salah satu pusat pembinaan atlet yang mampu melahirkan petinju-petinju potensial menuju ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Kami berharap keberadaan Ghosun Iron Camp dapat menjadi salah satu tolak ukur lahirnya juara-juara dari Jakarta Pusat untuk menghadapi PON yang akan datang,” ujarnya.

Sementara itu, pihak pengelola Ghosun Iron Camp menegaskan bahwa sasana tersebut tidak hanya berfokus pada pembinaan prestasi olahraga, tetapi juga memiliki misi sosial untuk merangkul generasi muda melalui kegiatan olahraga dan bela diri.

Menurut pengelola, meningkatnya berbagai persoalan sosial di kalangan remaja, seperti tawuran dan penyalahgunaan narkoba, menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama. Melalui pembinaan yang terarah, sasana diharapkan dapat menjadi ruang positif bagi anak-anak muda untuk mengembangkan bakat sekaligus membangun karakter disiplin dan sportif.

“Kami ingin merangkul anak-anak muda yang memiliki potensi, mengarahkan mereka ke kegiatan yang positif, dan memberi kesempatan untuk berkembang menjadi atlet yang berprestasi,” ujar perwakilan pengelola.

Rangkaian peresmian semakin meriah dengan pertandingan ekshibisi yang mempertemukan sejumlah petinju dari berbagai sasana. Beberapa laga yang digelar antara lain mempertemukan Owen Siregar dari Ghosun Iron Camp melawan Raihan dari DKI Jakarta pada kelas 71 kilogram, M. Rafly Prihasa dari Brandan Boxing Camp menghadapi Fais dari Sasana UNJ Jakarta pada kelas 51 kilogram, serta Azadin Anhal melawan Yunus Tiran.

Petinju putri Carolina dari Bima Sarinah Boxing Camp juga turut tampil dalam pertandingan kelas 48 kilogram dan mendapat apresiasi dari para penonton yang hadir.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan hiburan musik yang dibawakan Cherry Gloss Band.

Dengan diresmikannya Ghosun Iron Camp, para pemangku kepentingan olahraga berharap pembinaan atlet tinju di Jakarta semakin berkembang serta mampu mencetak petinju yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pembinaan generasi muda.

Ancol Hadiahkan Masuk Gratis Untuk Warga Di HUT Jakarta Ke-499

Investigasihukumkriminal Jakarta – Menyambut perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta ke-499, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menghadirkan program spesial berupa gratis masuk ke kawasan Ancol Taman Impian bagi masyarakat. Program ini menjadi bagian dari upaya Ancol dalam memeriahkan hari jadi ibu kota sekaligus memberikan ruang rekreasi yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Program gratis masuk tersebut berlaku mulai 8 hingga 19 Juni 2026 setiap pukul 16.00 hingga 23.00 WIB. Selama periode itu, pengunjung dapat menikmati suasana sore dan malam di kawasan wisata Ancol tanpa dikenakan biaya tiket masuk orang.

Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Jakarta, Ancol menawarkan berbagai aktivitas yang dapat dinikmati pengunjung. Mulai dari berjalan santai di sepanjang pantai, menikmati panorama matahari terbenam, mencicipi beragam kuliner, hingga menyaksikan pertunjukan Dancing Fountain Show yang menjadi favorit wisatawan pada malam hari.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan ruang publik yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Menurutnya, Ancol terus berupaya menghadirkan program yang tidak hanya memberikan pengalaman wisata, tetapi juga memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang interaksi sosial dan rekreasi keluarga di tengah hiruk pikuk perkotaan.

Melalui momentum HUT Jakarta ke-499, masyarakat diajak untuk menikmati wajah Jakarta yang modern dan dinamis melalui berbagai aktivitas rekreasi yang tersedia di kawasan wisata pesisir tersebut.

Untuk mendapatkan fasilitas gratis masuk, pengunjung diwajibkan melakukan reservasi terlebih dahulu melalui situs resmi Ancol paling lambat satu hari sebelum tanggal kunjungan. Reservasi dibuka sejak 1 Juni hingga 18 Juni 2026.

Ketentuan Program Gratis Masuk Ancol
Periode kunjungan: 8–19 Juni 2026
Jam kunjungan: 16.00–23.00 WIB
Periode reservasi: 1–18 Juni 2026

Reservasi melalui website resmi Ancol
Maksimal 2 tiket reservasi per orang selama program berlangsung

Pihak Ancol menegaskan bahwa program ini hanya berlaku untuk tiket masuk orang ke kawasan Ancol dan tidak mencakup tiket kendaraan maupun tiket masuk ke unit rekreasi berbayar yang berada di dalam kawasan wisata.

Dengan adanya program ini, masyarakat dapat merayakan HUT Jakarta ke-499 bersama keluarga dan sahabat sambil menikmati suasana pantai, hiburan malam, dan berbagai fasilitas ruang terbuka yang menjadi daya tarik utama Ancol.

Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Antisipasi Gangguan Kamtibmas

investigasihukumkriminal, Tanjung Priok – Polres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan Apel dan Patroli Cipta Kondisi dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas) di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (30/05/2026) dini hari.

Kegiatan dipimpin oleh Kasat Intelkam Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Mix Dimas Respati, S.Tr.K., S.I.K., dengan melibatkan sebanyak 46 personel berdasarkan Surat Perintah Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok. Dalam pelaksanaannya, patroli didukung oleh lima unit kendaraan dinas roda empat Polri.

Adapun sasaran patroli meliputi kawasan strategis dan objek vital di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok, yakni Indonesia Power PLTU, Terminal Penumpang Nusantara Pura, serta Jalan Raya Pelabuhan Tanjung Priok.

Selama kegiatan berlangsung, personel melaksanakan patroli dialogis dengan memberikan imbauan kamtibmas kepada petugas keamanan (security) di lingkungan Indonesia Power PLTU dan Terminal Penumpang Nusantara Pura. Petugas keamanan diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, melaksanakan patroli secara berkala, serta melakukan pemeriksaan terhadap setiap orang maupun kendaraan yang keluar masuk area kerja guna mencegah potensi gangguan keamanan, tindak kriminalitas, maupun masuknya pihak yang tidak berkepentingan.

Selain itu, petugas keamanan juga diingatkan untuk selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai ketentuan guna meminimalisir risiko kecelakaan kerja. Apabila ditemukan adanya tindak pidana atau kejadian menonjol lainnya, petugas diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat maupun Polres Pelabuhan Tanjung Priok agar dapat segera ditindaklanjuti.

Dalam rangka mengantisipasi tindak kejahatan jalanan, personel juga melaksanakan razia stasioner terhadap kendaraan roda dua dan roda empat di Jalan Raya Pelabuhan Tanjung Priok.

Pemeriksaan dilakukan secara selektif, humanis, dan profesional dengan memeriksa kelengkapan surat kendaraan, identitas pengendara, serta barang bawaan untuk mencegah peredaran barang berbahaya maupun ilegal.

Tidak hanya itu, personel turut memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap berbagai bentuk tindak kriminalitas, mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga keselamatan saat berkendara, serta segera melaporkan setiap kejadian mencurigakan melalui layanan darurat Polri 110.

Patroli Cipta Kondisi dilaksanakan secara mobile dan stasioner sebagai upaya preventif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Personel juga melakukan pemantauan situasi di sejumlah titik rawan guna memastikan tidak terjadi gangguan kamtibmas maupun aksi kriminalitas lainnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok terpantau aman, tertib, kondusif, dan terkendali. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menjaga keamanan kawasan strategis nasional, khususnya di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.

Jaga Stabilitas Kawasan, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Razia dan Patroli Cipta Kondisi Malam Hari

investigasihukumkriminal, Jakarta – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya melaksanakan Apel dan Patroli Cipta Kondisi pada Kamis malam, 28 Mei 2026, mulai pukul 22.30 WIB hingga Jumat, 29 Mei 2026 pagi hari di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kegiatan tersebut langsung dipimpin oleh IPTU Sumarjono selaku Perwira Pengawas (Pawas) yang juga menjabat sebagai Wakapolsek Kawasan Muara Baru. Sebanyak 23 personel diterjunkan dalam kegiatan patroli dengan dukungan kendaraan dinas berupa 4 unit kendaraan roda empat (KR4) dan 2 unit kendaraan roda dua (KR2).

Patroli dilaksanakan secara stasioner dengan menyasar sejumlah titik strategis, di antaranya Perempatan Jalan Pelabuhan Nusantara dan Terminal Penumpang Pelni Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan razia stasioner terhadap pengendara roda dua maupun roda empat guna mengantisipasi tindak kriminalitas jalanan seperti begal, pencurian dengan pemberatan, serta pencurian dengan kekerasan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Pemeriksaan dilakukan secara selektif, humanis, dan profesional dengan memeriksa kelengkapan surat kendaraan, identitas pengendara, serta barang bawaan guna mencegah masuknya barang berbahaya maupun barang ilegal ke kawasan pelabuhan.

Selain melakukan pemeriksaan, personel juga memberikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat agar senantiasa waspada terhadap tindak kejahatan jalanan, menjaga keselamatan saat berkendara, mematuhi peraturan lalu lintas, serta segera melaporkan apabila menemukan adanya gangguan keamanan kepada pihak kepolisian melalui layanan Call Center Polri 110 yang aktif selama 24 jam dan bebas pulsa.

Petugas turut melaksanakan pemantauan situasi di sekitar lokasi kegiatan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat serta aksi kriminalitas lainnya, sehingga tercipta situasi yang aman, tertib, dan kondusif di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau dalam keadaan aman, kondusif, dan terkendali.

“Demikian kegiatan Patroli Cipta Kondisi dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam menjaga stabilitas keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tutup AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., selaku Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya.

30 Bungkus Teh China Berisi Sabu Digagalkan di Perairan Asahan

investigasihukumkriminal, Asahan – Aparat gabungan Bea Cukai dan Polda Sumatera Utara berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat sekitar 30 kilogram yang diduga berasal dari Malaysia melalui jalur laut di perairan Tanjung Api, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Senin (18/05/2026).

Pengungkapan tersebut dilakukan dalam Joint Operation Gugus Tugas Operasi Jaring Sriwijaya Tahun 2026 yang melibatkan Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai, Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara, Kanwil Khusus Bea Cukai Kepulauan Riau, Bea Cukai Teluk Nibung, dan Tim Khusus Ditresnarkoba Polda Sumut.

Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, R. Syarif Hidayat mengatakan, operasi gabungan dimulai pada 17 Mei 2026 menggunakan kapal patroli BC 1508 milik Bea Cukai Teluk Nibung.

“Kemudian pada 18 Mei 2026, tim gabungan mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan dari sebuah sampan yang diduga berasal dari Malaysia dengan satu orang di dalamnya,” ujar Syarif, Rabu (28/05/2026).

Petugas lalu melakukan penghentian dan pemeriksaan terhadap sampan tersebut. Dari hasil pemeriksaan ditemukan 30 bungkus teh Tiongkok merek Guan Yin Wang yang diduga berisi narkotika jenis metamfetamina atau sabu dengan total berat sekitar 30.000 gram.

Setelah dilakukan pengujian menggunakan alat uji narkotika Rigaku, barang tersebut dinyatakan positif mengandung sabu.

Selain barang bukti narkotika, petugas juga mengamankan satu unit sampan nelayan tanpa nama berwarna silver yang digunakan untuk mengangkut barang haram tersebut. Seorang pria berinisial TH alias Wak NO (54), warga Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai, turut diamankan dalam operasi itu.

Saat ini tersangka telah menjalani proses hukum di Ditresnarkoba Polda Sumut. Ia diduga melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Menurut Syarif, keberhasilan pengungkapan jaringan penyelundupan lintas negara tersebut menjadi bukti pentingnya sinergi antarinstansi dalam memberantas peredaran narkotika internasional.

“Peredaran narkotika merupakan ancaman nyata bagi masa depan masyarakat dan generasi muda. Karena itu, penguatan kerja sama antarinstansi serta dukungan masyarakat menjadi kunci untuk memutus rantai penyelundupan narkotika dari luar negeri,” tegasnya.

Ia menambahkan, jalur laut hingga kini masih menjadi salah satu titik rawan yang dimanfaatkan sindikat internasional untuk menyelundupkan narkotika ke Indonesia. Pengawasan di wilayah perairan pun akan terus diperketat.

Dari penindakan tersebut, Bea Cukai dan Polda Sumut diperkirakan berhasil menyelamatkan sekitar 150 ribu jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika. Selain itu, negara juga diperkirakan dapat menghemat anggaran rehabilitasi hingga Rp239,844 miliar.

Seluruh barang bukti dan tersangka kini telah dibawa ke pangkalan patroli laut Bea Cukai Teluk Nibung sebelum diserahkan kepada Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara untuk pengembangan jaringan dan penyidikan lebih lanjut.

PWI Kabupaten Bogor Sembelih Sepuluh Hewan Kurban, Wujud Nyata Kepedulian Sosial Insan Pers

investigasihukumkriminal, BOGOR – Di tengah semarak perayaan Hari Raya Idul Adha 1446 H, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor membuktikan bahwa peran insan pers tidak berhenti hanya di ruang redaksi.

Kamis, 28 Mei 2026, mulai pukul 08.30 WIB, PWI Kabupaten Bogor menggelar penyembelihan hewan kurban di Gedung Graha Wartawan, Sekretariat PWI Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor.

Sepuluh ekor hewan kurban, yakni satu ekor sapi dan sembilan ekor kambing disembelih dalam kegiatan yang menjadi agenda tahunan organisasi profesi wartawan tersebut.

Hewan-hewan kurban itu merupakan titipan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, mitra kerja, serta anggota PWI Kabupaten Bogor yang mempercayakan penyembelihannya kepada organisasi.

Dalam keterangannya, Ketua PWI Kabupaten Bogor, Dedy Firdaus, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan cerminan kepedulian sosial yang nyata dari komunitas jurnalis di Bumi Tegar Beriman.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Pemda Kabupaten Bogor, mitra kerja, dan rekan-rekan anggota PWI Kabupaten Bogor yang telah mempercayakan pemotongan hewan kurbannya kepada PWI Kabupaten Bogor,” ujar Dedy.

Menurutnya, penyembelihan hewan kurban tahun ini sekaligus menjadi wujud rasa syukur insan pers atas perjalanan organisasi selama ini.

Dedy berharap momentum Idul Adha ini memperkuat citra PWI Kabupaten Bogor sebagai organisasi yang tidak hanya memberikan dampak positif melalui pemberitaan, tetapi juga hadir secara langsung memberikan manfaat sosial keagamaan bagi masyarakat luas.