Patroli Jaga Jakarta Jaga Priok di Pelabuhan Sambil Bagikan Masker

investigasihumkriminal Jakarta Utara | Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggelar patroli cipta kondisi (cipkon) Skala Besar bersama TNI dan Stakeholder sekaligus membagikan masker kepada masyarakat pelabuhan yang beraktivitas pada malam hari. Pembagian Masker ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian Polri menyikapi dampak letusan Gunung anak Gunung Krakatau yang menyebarkan debu abu vulkanik.

Patroli digelar pada Senin (7/9/2026) dini hari dengan melibatkan 21 personel yang dipimpin Pawas sekaligus Kasatlantas AKP Arif Fadil, S.E., M.M.

Polisi menyusuri sejumlah wilayah, di antaranya PLTU Indonesia Power, Pelabuhan Hinggom, Bimoli, Pelabuhan Nusantara, Pelabuhan Terminal Nusantara Pura. Polisi menyambangi titik-titik keramaian, obyek vital nasional, hingga kawasan pelabuhan terminal penumpang untuk membagikan masker sekaligus mengimbau masyarakat agar menggunakannya saat beraktivitas di luar ruangan.

Khusus di kawasan Terminal Penumpang Nusantara Pura, petugas memberikan perhatian karena aktivitas penumpang kapal meningkat menyusul penutupan sementara bandara. Masker dibagikan kepada penumpang yang tiba maupun masyarakat yang berada di sekitar pelabuhan.

Ditempat terpisah Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alarasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan patroli tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri untuk memberikan rasa aman sekaligus perlindungan kepada masyarakat.

“Kami tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan perlindungan kepada masyarakat. Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian kami agar masyarakat tetap aman dan nyaman dalam beraktivitas,” ujar AKBP Fajri.

Sementara itu, AKP Arif, yang memimpin patroli mengingatkan personel agar mengedepankan pendekatan humanis saat memberikan masker maupun menyampaikan imbauan kepada masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan ikuti informasi resmi terkait kondisi lingkungan. Kami dari kepolisian akan terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata AKP Arif.

Selain menjaga keamanan, personel juga memastikan diri menggunakan masker saat membagikannya kepada masyarakat. Warga yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi layanan Polisi 110.

Viral Ramalan Frankie MacDonald Sebut Indonesia Terancam Gempa Magnitudo 9,0 Sebelum Akhir 2026, Ini Faktanya


investigasihukumkriminal | Media sosial kembali dihebohkan oleh kemunculan sebuah ramalan kebencanaan. Seorang content creator asal Nova Scotia, Kanada, bernama Frankie MacDonald, memprediksi bahwa wilayah Indonesia berpotensi diguncang gempa bumi dahsyat dengan kekuatan magnitudo 7,0 hingga 9,0 sebelum tahun 2026 berakhir.

Dalam videonya yang viral di berbagai platform media sosial, Frankie menyebutkan bahwa potensi gempa besar ini dapat berdampak luas pada sejumlah wilayah utama di Indonesia, di antaranya Jakarta, Pulau Jawa, Sumatra, hingga Bali. Bahkan, guncangannya diklaim dapat dirasakan hingga negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Tidak hanya berhenti pada gempa bumi, Frankie juga menduga bahwa bencana tersebut berpotensi memicu rangkaian bencana susulan yang lebih besar, termasuk ancaman gelombang tsunami serta letusan gunung berapi di wilayah terdampak.

Nama Frankie MacDonald sendiri bukanlah sosok asing di dunia maya terkait prediksi cuaca dan bencana. Ia sebelumnya pernah mencuri perhatian publik global pada tahun 2016, ketika ia meramalkan terjadinya gempa besar berkekuatan magnitudo 7,0 atau lebih di Selandia Baru. Selang tiga minggu kemudian, tepatnya pada 14 November 2016, gempa berkekuatan magnitudo 7,8 benar-benar mengguncang kawasan Kaikõura, Selandia Baru. Akurasi masa lalunya ini sempat membuat ramalannya disorot oleh sejumlah media internasional ternama, seperti CBS News dan Global News Canada.

Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tidak panik menyikapi informasi tersebut. Hingga saat ini, komunitas ilmiah dan lembaga kegempaan resmi menegaskan bahwa prediksi gempa bumi dengan waktu, lokasi, dan magnitudo yang spesifik sama sekali tidak dapat dipastikan secara ilmiah.
Hingga detik ini, teknologi di seluruh dunia belum mampu memprediksi kapan dan di mana tepatnya gempa bumi akan terjadi secara akurat. Segala bentuk ramalan atau estimasi tanggal spesifik mengenai bencana alam yang beredar di media sosial tidak memiliki dasar ilmiah yang valid.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu menyaring informasi, tetap tenang, serta hanya merujuk pada informasi resmi seputar kebencanaan yang dikeluarkan oleh instansi berwenang seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Source:
YouTube frankie macdonald
Credits: mazyuswo

Suarakan pendapat Anda di kolom komentar!

Baca berita selengkapnya:
www.investigasihukumkriminal.com | www.investigasinews.web.id
📱 Follow @InvestigasiNews di Instagram | Facebook | YouTube & X

#investigasinews #kabarinvestigasi #investigasihukumkriminal #news #breakingnews #kabarberita #beritanasional #beritaviral #inews

Bea Cukai dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok Bersinergi Gelar Bakti Sosial, Ratusan Warga Terima Bantuan Sembako dan Anak-anak Dapat Pemeriksaan Gigi Gratis


investigasihukumkriminal JAKARTA | Bea Cukai Tanjung Priok bersama Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggelar kegiatan bakti sosial sebagai bentuk sinergi dan kepedulian terhadap masyarakat di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok Selain pembagian bantuan sosial, kegiatan juga diisi dengan layanan pemeriksaan dan perawatan gigi gratis bagi anak-anak.

Sebanyak 460 paket dibagikan kepada masyarakat, terdiri dari 230 paket sembako dan 230 paket bingkisan (goodybag) untuk anak-anak. Kegiatan tersebut juga menghadirkan tim dari RSGM (Rumah Sakit Gigi dan Mulut) Moestopo yang menurunkan dokter dan tenaga pemeriksa gigi untuk memberikan edukasi sekaligus pelayanan kesehatan gigi kepada anak-anak.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Adhang Noegroho Adhi, dalam sambutannya mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antarinstansi sekaligus meningkatkan kepedulian kepada masyarakat.

“Kegiatan ini kita selaraskan dalam rangka hari kemerdekaan sekaligus sebagai bentuk sinergi bakti sosial pemeriksaan gigi untuk anak-anak.”


Ia menambahkan, sinergi antara Bea Cukai dan kepolisian sangat penting dalam mendukung kelancaran aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok yang memiliki volume kegiatan bongkar muat cukup tinggi.

“Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan terbesar dengan volume yang cukup tinggi. Kita senantiasa selalu berkolaborasi agar kegiatan bongkar muat berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan pemeriksaan gigi gratis tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan merawat gigi sejak usia dini.

Sementara itu, Wakil Kepala Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara, Novel Baswedan, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan bakti sosial tersebut.

“Kepedulian seperti ini sangat positif atas kerja sama Bea Cukai Tanjung Priok dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan dan kepedulian ini bisa berkembang,” katanya.

Novel berharap kegiatan sosial semacam itu dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk nyata kepedulian sekaligus memperkuat kerja sama antarinstansi dalam menjalankan tugas.

Apresiasi serupa disampaikan Akreditor Utama Tingkat II Divpropam Polri, Brigjenpol Armaini, S.I.K. Ia menilai kegiatan bakti sosial tersebut merupakan kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Saya sangat apresiasi terhadap kegiatan ini dan sinergi antara Bea Cukai dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Saya mendoakan dan mendukung kegiatan ini dapat berkelanjutan sehingga anak-anak dapat memelihara dan merawat giginya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si. juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial yang melibatkan berbagai pihak.

Ia menekankan pentingnya semangat berbagi, kepedulian, serta sinergi antarinstansi dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Kegiatan ini mengingatkan kami bahwa sedekah, memberi, serta saling bersinergi dan bekerja sama merupakan kunci dalam mencapai hasil tugas yang maksimal.”

Menurutnya, bantuan yang diberikan kepada masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi manfaat sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari amal dan kepedulian yang terus memberikan manfaat.

“Kegiatan ini kami harapkan menjadi bentuk belas kasih dan kepedulian. Mungkin apa yang kita berikan hari ini akan terus hidup dan bermanfaat,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari para pejabat yang hadir, dilanjutkan dengan pembacaan doa serta peninjauan mobil pemeriksaan gigi. Anak-anak kemudian mendapatkan edukasi mengenai kesehatan gigi sebelum menjalani pemeriksaan secara langsung.

Selain layanan kesehatan gigi, masyarakat juga menerima paket sembako dan anak-anak mendapatkan bingkisan atau goodybag.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BNN Kota Jakarta Utara Kombes Pol Irwan Andi Purnamawan, S.I.K., M.H., jajaran pejabat KPU Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok, pejabat Polres Pelabuhan Tanjung Priok, tim RSGM Moestopo yang terdiri dari dokter dan 17 pemeriksa gigi, serta sekitar 100 masyarakat kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas dukungan dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Priok juga menyerahkan plakat atau cinderamata kepada Brigjenpol Armaini, Novel Baswedan, dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri.

Kegiatan bakti sosial berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan penuh kebersamaan. Sinergi antara Bea Cukai Tanjung Priok dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok diharapkan dapat terus diperkuat, tidak hanya dalam pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, kedua institusi menunjukkan bahwa kolaborasi antarinstansi tidak hanya penting dalam menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas di kawasan pelabuhan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial dan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Jumat Peduli, Polsek Kawasan Kalibaru Salurkan Sembako kepada Warga Kurang Mampu


investigasihukumkriminal Jakarta Utara | Wujud kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat terus ditunjukkan jajaran Polsek Kawasan Kalibaru, Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Melalui kegiatan “Jumat Peduli”, personel Polsek Kawasan Kalibaru menyalurkan bantuan sembako kepada warga masyarakat yang membutuhkan di wilayah hukum Polsek Kawasan Kalibaru, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jl. Kalibaru Selatan, dengan menyasar masyarakat kurang mampu sebagai bentuk kepedulian dan tali kasih Polri kepada warga.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Kalibaru AKP Arga Arianda Siregar, S.T.K., S.I.K., M.H., dan diikuti Wakapolsek AKP Mansyur, S.H., M.H., Kanit Reskrim AKP Supriyono, S.H., M.H., Kanit Binmas IPTU Mashudi, S.H., serta personel Polsek Kawasan Kalibaru dan warga masyarakat.


Kapolsek Kawasan Kalibaru AKP Arga Arianda Siregar mengatakan bahwa kegiatan Jumat Peduli merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan.

“Kegiatan Jumat Peduli ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian kami kepada masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari,” ujar AKP Arga.

Ia menambahkan, kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat terus mempererat hubungan dan komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat.

“Kami ingin kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat memberikan manfaat dan membantu masyarakat secara langsung. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” tambahnya.


Pemberian bantuan sembako tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menyampaikan apresiasi atas kepedulian jajaran Polsek Kawasan Kalibaru yang telah hadir dan memberikan perhatian kepada masyarakat di wilayahnya.

Melalui kegiatan “Jumat Peduli”, Polsek Kawasan Kalibaru menegaskan komitmennya untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

Patroli Skala Besar Gabungan TNI-Polri dan Stakeholder, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas


investigasihukumkriminal JAKARTA | Polres Pelabuhan Tanjung Priok bersama personel TNI dan stakeholder terkait melaksanakan patroli skala besar dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas) di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (4/9/2026) dini hari.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 01.30 WIB tersebut dipimpin oleh IPTU Suratman, S.H., selaku Perwira Pengawas (Pawas). Patroli melibatkan 16 personel Piket Opsnal Polres Pelabuhan Tanjung Priok, 6 personel Kodim 0502/Jakarta Utara, serta 4 personel PFSO dan Security.

Patroli dilakukan secara mobile dengan menyasar sejumlah objek dan kawasan yang menjadi bagian dari wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, di antaranya Indonesia Power PLTU, Pelabuhan Hinggom, Pelabuhan Nusantara, Terminal Penumpang Nusantarapura II, hingga area Get Out TPK Koja.


Dalam pelaksanaannya, personel gabungan melakukan dialogis dengan petugas keamanan di sejumlah lokasi. Para petugas Security diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, khususnya dalam melaksanakan tugas pada malam hari.

“Kami mengimbau kepada seluruh petugas keamanan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemeriksaan secara rutin serta selektif terhadap tamu maupun kendaraan yang keluar masuk area. Setiap aktivitas yang mencurigakan agar segera dilaporkan dan dikoordinasikan dengan pihak berwajib,” ujar IPTU Suratman, S.H.


Selain menyambangi objek vital dan kawasan pelabuhan, personel juga memberikan imbauan kepada para penumpang kapal laut. Masyarakat diminta mematuhi seluruh peraturan dan prosedur yang berlaku selama berada di lingkungan pelabuhan.

Petugas mengingatkan para penumpang agar tidak membawa barang-barang terlarang, selalu menjaga barang bawaan pribadi, serta tidak menerima maupun membawa titipan barang dari orang yang tidak dikenal.

“Kami juga mengimbau kepada para penumpang untuk selalu menjaga barang bawaan masing-masing dan tidak menerima titipan barang dari orang yang tidak dikenal. Bagi masyarakat yang membawa anak kecil, agar lebih memperhatikan keselamatan keluarga selama berada di lingkungan pelabuhan,” lanjutnya.

Personel gabungan juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan barang yang tidak dikenal, melihat aktivitas mencurigakan, maupun menemukan penumpang yang membutuhkan bantuan atau pertolongan.

Patroli cipta kondisi tersebut merupakan salah satu upaya preventif Polres Pelabuhan Tanjung Priok bersama TNI dan stakeholder dalam menjaga keamanan sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas di kawasan pelabuhan.

Kronologi Alfin Tewas, Rekening Rp560 Juta Diduga Dikuras

investigasihukumkriminal JAKARTA | Persidangan perkara dugaan pembunuhan berencana terhadap Alfin Maksalmina Windian di Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengungkap rangkaian peristiwa panjang yang bermula dari kerja sama bisnis dan modal sebesar Rp350 juta.

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), kasus ini berkembang menjadi dugaan penangkapan paksa, penguasaan akses rekening korban, pemindahan dana sekitar Rp560 juta, hingga pembunuhan dan penguburan jasad korban di wilayah Gunung Putri, Bogor.

Terdakwa utama, Mohammad Aditiya Pratama, didakwa bersama sejumlah orang lain yang perkaranya dituntut secara terpisah. Sidang dipimpin Hakim Ketua Dyah Retno Yuliarti bersama majelis hakim lainnya.
Hubungan terdakwa dan korban bermula Februari 2024, ketika Alfin menawarkan kerja sama bisnis penjualan narkotika jenis tembakau sintetis. Modal Rp350 juta diminta, dengan sertifikat rumah orang tua terdakwa dijadikan jaminan. Namun, barang yang dijanjikan tak kunjung datang, hingga muncul ketegangan.


Hubungan terdakwa dan korban bermula Februari 2024, ketika Alfin menawarkan kerja sama bisnis penjualan narkotika jenis tembakau sintetis. Modal Rp350 juta diminta, dengan sertifikat rumah orang tua terdakwa dijadikan jaminan. Namun, barang yang dijanjikan tak kunjung datang, hingga muncul ketegangan.
Pada Maret 2026, terdakwa bersama kelompoknya mulai merencanakan penangkapan korban. Perlengkapan seperti cangkul, borgol, airsoft gun, dan mobil dengan pelat palsu disiapkan. Nadya Anindita Permana, pacar korban, disebut ikut berperan dengan memberikan informasi pribadi korban.


Pada Maret 2026, terdakwa bersama kelompoknya mulai merencanakan penangkapan korban. Perlengkapan seperti cangkul, borgol, airsoft gun, dan mobil dengan pelat palsu disiapkan. Nadya Anindita Permana, pacar korban, disebut ikut berperan dengan memberikan informasi pribadi korban.


Korban ditangkap pada 11 Maret 2026 di kawasan Cipayung, lalu dibawa ke Gunung Putri. Ia dipaksa memberikan akses rekening, hingga terjadi transfer dana Rp560 juta. Setelah itu, korban diduga dibekap plastik hingga mati lemas. Jasadnya akhirnya dikubur di Kampung Telajung, Cikeas Udik, Bogor.


Kasus terungkap setelah polisi menelusuri transaksi rekening korban. Sejumlah orang ditangkap di berbagai daerah. Hasil visum RS Bhayangkara menyebut korban meninggal akibat jalan napas tertutup, dengan kondisi jasad sudah membusuk.


Sidang akan berlanjut pada 10 September 2026 dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Majelis hakim akan menilai fakta persidangan sebelum mengambil keputusan, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

Kasus ini menjadi sorotan karena berlangsung dalam rentang waktu panjang, dari kerja sama bisnis pada 2024 hingga dugaan pembunuhan dan penguburan korban pada Maret 2026.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Amankan Debarkasi KM Labobar, 787 Penumpang Tiba dari Surabaya


investigasihukumkriminal Jakarta | Polres Pelabuhan Tanjung Priok melalui jajaran Polsubsektor Pelni melaksanakan pengamanan proses debarkasi KM Labobar yang tiba dari Surabaya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Sebanyak 787 penumpang turun dari kapal dalam kondisi aman dan tertib. Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian proses debarkasi berjalan lancar sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada para penumpang.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Polsubsektor Pelni Iptu Ramli W. bersama personel melaksanakan pengawasan di area pintu keluar kapal. Petugas juga memberikan imbauan kepada para penumpang agar tetap berhati-hati saat turun dari kapal, menjaga jarak, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan dan ketertiban bersama.

“Kami mengimbau seluruh penumpang untuk tetap berhati-hati saat turun dari kapal, mengikuti arahan petugas, dan menjaga ketertiban agar proses debarkasi dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujar petugas pengamanan.

Setelah penumpang turun secara bertahap, personel kepolisian terus melakukan pengaturan dan mengarahkan para penumpang menuju pintu keluar dengan tertib. Pemeriksaan terhadap barang bawaan juga dilakukan melalui mesin X-Ray sebagai bagian dari upaya pencegahan masuknya barang-barang terlarang serta menjaga keamanan di kawasan pelabuhan.

“Pemeriksaan barang bawaan melalui mesin X-Ray merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan keamanan dan mencegah adanya barang terlarang yang dibawa oleh penumpang,” jelasnya.

Seluruh rangkaian pengamanan debarkasi KM Labobar dan pemeriksaan barang bawaan penumpang berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya gangguan yang menonjol.

Sementara itu, KM Labobar dijadwalkan kembali berangkat pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB dengan tujuan Surabaya. Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok akan terus melakukan pengamanan guna memastikan seluruh aktivitas keberangkatan dan kedatangan kapal di wilayah hukum Pelabuhan Tanjung Priok berjalan aman dan kondusif.

Patroli Gabungan TNI-Polri, Stakeholder di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jaga Kamtibmas Tetap Aman dan Kondusif


investigasihukumkriminal JAKARTA UTARA | Polres Pelabuhan Tanjung Priok bersama personel TNI dan Stakeholder melaksanakan patroli gabungan dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas) di sejumlah kawasan strategis di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (3/9/2026) dini hari.

Patroli dipimpin oleh Pawas, Iptu Ramli Wabula, yang juga menjabat sebagai Kapolsubsektor Kawasan Pelni Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kegiatan melibatkan sebanyak 19 personel gabungan, terdiri dari 14 personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan 5 personel Kodim 0502 Jakarta Utara. Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan kendaraan dinas roda empat dan roda dua untuk melakukan patroli secara mobile.

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran patroli di antaranya Indonesia Power PLTU, Pelabuhan Inggom, Pelabuhan Nusantara, Terminal Penumpang Nusantara Pura, hingga kawasan JICT.

Selain melakukan pemantauan situasi, petugas juga berdialog dengan petugas keamanan dan masyarakat. Di kawasan Indonesia Power PLTU, personel patroli mengingatkan petugas keamanan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat bertugas pada malam hari.

Petugas juga mengimbau agar pengamanan dilakukan secara bersama-sama dan mengedepankan pendekatan persuasif dalam menghadapi setiap permasalahan.

“Kami mengingatkan petugas keamanan agar selalu meningkatkan kewaspadaan, tidak bekerja sendirian, serta mengutamakan pendekatan persuasif apabila menghadapi suatu permasalahan. Jika menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan, segera berkoordinasi dan melaporkannya kepada pihak Kepolisian,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si.

Dalam patroli tersebut, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat dan para pekerja yang beraktivitas di kawasan Pelabuhan Inggom dan Pelabuhan Tanjung Priok agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terutama melalui media sosial, karena informasi yang tidak benar dapat memicu keresahan dan mengganggu situasi keamanan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan. Jangan mudah terpancing provokasi maupun isu yang belum jelas kebenarannya. Apabila menemukan potensi gangguan keamanan atau permasalahan lainnya, segera laporkan kepada pihak Kepolisian atau melalui layanan Polri 110,” tegasnya.

Petugas selanjutnya melakukan monitoring aktivitas masyarakat di Terminal Penumpang Nusantara Pura. Kepada calon penumpang, penjemput, dan pengguna jasa, petugas mengingatkan agar selalu menjaga barang bawaan untuk mengantisipasi kehilangan maupun barang tertinggal.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk membeli tiket kapal Pelni maupun Roro hanya melalui tempat atau kanal resmi guna menghindari aksi penipuan.

“Kami mengimbau masyarakat yang berada di area terminal untuk selalu waspada terhadap lingkungan sekitar, menjaga barang bawaan, serta membeli tiket melalui tempat resmi. Jangan mudah percaya kepada pihak yang menawarkan tiket secara tidak resmi,” tambah AKBP Alrasyidin.

Patroli gabungan TNI-Polri tersebut merupakan bagian dari kegiatan cipta kondisi yang dilaksanakan secara mobile sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Dari hasil kegiatan, situasi di sejumlah titik yang menjadi sasaran patroli terpantau aman, kondusif, dan terkendali.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok menegaskan bahwa sinergi antara TNI, Polri, stakeholder, petugas keamanan, dan masyarakat merupakan salah satu kunci dalam menciptakan situasi keamanan yang aman dan kondusif di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

“Dengan sinergi dan kepedulian seluruh pihak, kami berharap situasi kamtibmas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok senantiasa aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Pimpin Sertijab Tiga Pejabat Utama, Tekankan Integritas dan Profesionalitas

investigasihukumkriminal, Jakarta Utara | Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya, AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) tiga pejabat di lingkungan Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (3/9/2026).

Serah Terima Jabatan berlangsung di Lapangan Presisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan diikuti sebanyak 141 personel gabungan Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Tiga jabatan yang diserahterimakan yakni Kabaglog Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dan Kapolsek Kawasan Muara Baru.

Untuk jabatan Kabaglog, AKP Budi Hernawan, S.H., mendapat penugasan baru sebagai Kapolsek Seribu Utara Polres Kepulauan Seribu. Posisi tersebut selanjutnya diemban oleh AKP Parulian Siahaan, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat Kasubbagfaskon Baglog Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Sementara itu, jabatan Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok diserahterimakan dari AKP Ginanjar Tejasasmita, S.H., M.H., kepada AKP Arif Fadil, S.E., M.M. AKP Ginanjar selanjutnya mendapat penugasan sebagai Bhayangkara Adm Penyelia Bidang Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, diarahkan pada Paur STNK Samsat Bekasi Kota.

Adapun jabatan Kapolsek Kawasan Muara Baru diserahterimakan dari AKP Kurniawan, S.H., kepada AKP Zikri Adlika, S.T.K., S.I.K. AKP Kurniawan selanjutnya menjabat sebagai Wakasatsamapta Polres Metro Tangerang Kota Polda Metro Jaya, sedangkan AKP Zikri sebelumnya menjabat PS. Kanit 3 Subdit 2 Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Dalam amanatnya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian selama bertugas di Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang telah diberikan selama melaksanakan tugas di Polres Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar AKBP Fajri.

Menurutnya, berbagai pengalaman, kontribusi, dan capaian positif yang telah ditorehkan para pejabat lama merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kepada para pejabat yang baru, Kapolres meminta agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami karakteristik wilayah, mengenali personel, serta memetakan berbagai dinamika dan persoalan yang menjadi perhatian.

“Segera lakukan orientasi internal, kenali karakteristik wilayah, personel, serta dinamika permasalahan yang ada. Lakukan inventarisasi dan identifikasi terhadap berbagai permasalahan yang menjadi perhatian, kemudian susun langkah-langkah prioritas yang tepat, terukur, dan dapat segera diimplementasikan,” tegasnya.

Kapolres juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang baik dalam pelaksanaan tugas. Para pejabat baru diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, profesionalitas, integritas, dan loyalitas demi kemajuan organisasi serta pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pesan AKBP Alrasyidin Fajri.

Lebih lanjut, Kapolres mengajak seluruh personel untuk terus menjaga soliditas dan sinergitas dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian, khususnya di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok yang memiliki karakteristik kawasan pelabuhan dan aktivitas masyarakat yang dinamis.

“Mari bersama-sama kita tingkatkan soliditas, sinergitas, dan kinerja Polres Pelabuhan Tanjung Priok,” pungkasnya.

Ide Dapur Sekolah Berbasis Warga untuk Program MBG

Instruksi ini memicu beragam reaksi dari orang tua, terutama ibu-ibu. Ada yang berkomentar, “Bapak, biasanya anak saya nggak dimakan dan dibawa pulang buat adiknya.” Sementara yang lain menambahkan, “Bapak Ibu, anak saya sudah kenyang dan Gak Bakal Dimakan”

Sebuah gagasan yang pun muncul dari diskusi jurnalis investigasihukumkriminal.com tentang model “Dapur Sekolah Berbasis Warga” dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menarik dan sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi lokal serta prinsip transparansi.

Usulan ini menekankan agar dapur didirikan di setiap sekolah, atau minimal klaster sekolah terdekat, dengan pengelolaan langsung oleh warga sekitar—khususnya ibu-ibu rumah tangga di tiap RT yang bergilir setiap minggu.

Kelebihan Model Dapur Sekolah Berbasis Warga

  • Pengawasan Transparan
    Kualitas makanan lebih terjamin karena dimasak langsung di lingkungan sekolah. Orang tua dan komite sekolah dapat memantau kebersihan, kesegaran bahan, serta proses memasak setiap hari. Risiko kontaminasi juga minim karena distribusi makanan berlangsung cepat dari dapur ke piring siswa.
  • Pemberdayaan Ekonomi Lokal
    Melibatkan ibu-ibu sekitar sekolah melalui koperasi atau kelompok kerja warga memberi dampak ekonomi langsung. Anggaran MBG benar-benar berputar di masyarakat lokal, bukan hanya terkonsentrasi pada vendor besar.
  • Menu Fleksibel Sesuai Selera Lokal
    Dapur mikro lebih mudah menyesuaikan menu dengan preferensi kuliner anak-anak di wilayah tersebut, berbeda dengan dapur sentral yang menunya seragam untuk satu kabupaten/kota.
  • Pendidikan Karakter dan Gotong Royong
    Program ini dapat menghidupkan kembali budaya gotong royong di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.

Tantangan yang Perlu Diantisipasi

  • Standarisasi Higienitas
    Tidak semua sekolah memiliki fasilitas dapur sesuai standar sanitasi. Pelatihan keamanan pangan wajib diberikan kepada pengelola.
  • Pertanggungjawaban Keuangan
    Dana negara memerlukan laporan administratif yang akurat. Warga perlu pendampingan agar tidak kewalahan menghadapi birokrasi.
  • Kapasitas Infrastruktur
    Banyak sekolah tidak memiliki lahan atau bangunan memadai untuk dapur umum tanpa mengganggu kegiatan belajar.

Alternatif Solusi Penengah

Sebagai jalan tengah, sejumlah pihak menyarankan Model Dapur Klaster Komunitas. Konsep ini mirip dapur umum desa atau berbasis koperasi setempat, di mana satu dapur melayani 2–3 sekolah dalam satu zona kelurahan/desa. Dengan cara ini, skala ekonomi dan efisiensi tetap terjaga, sementara keterlibatan warga lokal dan pengawasan ketat oleh orang tua tetap bisa diwujudkan. Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah model dapur berbasis klaster desa lebih ideal diterapkan di wilayah kita dibandingkan dapur di setiap sekolah?