Polri Lepas 140 Personel FPU 8 MINUSCA, Siap Jalankan Misi Perdamaian di Afrika Tengah


investigasihukumkriminal JAKARTA – Polri melepas Kontingen Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) 8 MINUSCA yang akan menjalankan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Afrika Tengah. Sebanyak 140 personel yang terdiri dari 114 polisi laki-laki (Polki) dan 26 polisi wanita (Polwan) akan bertugas selama 12 bulan di Bangui.

Pelepasan kontingen dilaksanakan di Gedung Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Kontingen FPU 8 MINUSCA rencananya diberangkatkan pada 10 Oktober 2026 untuk menjalankan rotasi dengan FPU 7 yang telah menyelesaikan masa tugas selama 12 bulan.

Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol. Dr. Untung Widyatmoko mengatakan, personel FPU 8 akan menjalankan tugas utama dalam perlindungan masyarakat sipil atau protection of civilians, sekaligus membantu menjaga stabilitas keamanan dan politik di Bangui.

“Fokusnya tentu saja menjadi tugas utama mereka untuk protection civilian, menjaga stabilitas keamanan politik di Bangui, yang saat ini masih belum stabil,” ujar Untung, Kamis (1/10/2026).

Menurut Untung, kondisi keamanan di Bangui masih menghadapi dinamika politik dan perkembangan situasi yang cukup tinggi. Dalam menjalankan tugasnya, personel Polri akan bergabung dengan FPU dari negara-negara lain di bawah misi perdamaian PBB.

“Kita harapkan semua dapat dilaksanakan oleh FPU 8 dengan baik. Berangkat 140 dan kembali 140, amin,” katanya.

Sebelum menjalankan penugasan, seluruh personel telah menjalani persiapan dan pelatihan praoperasi selama tujuh bulan di Pusmis Polri, Serpong. Dansatgas FPU 8 MINUSCA Kombes Pol. Alex F.L. Tobing mengatakan, tahapan keberangkatan akan diawali oleh 14 personel tim advance yang dipimpinnya bersama staf pada 3 Oktober 2026.

Tim tersebut akan berangkat lebih dahulu ke Bangui untuk melaksanakan serah terima serta melakukan koordinasi dan komunikasi awal dengan berbagai komponen di daerah misi. Selanjutnya, 126 personel main body akan menyusul sekitar satu pekan kemudian untuk melakukan rotasi secara penuh dengan FPU 7.

“Kami berharap doa dan restu dari seluruh masyarakat Indonesia. Kami 140 personel dapat mewakili Polri, melaksanakan penugasan di misi internasional dan dapat memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Alex.

Untung menambahkan, penugasan FPU 8 MINUSCA menjadi bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung keamanan dan perdamaian dunia. Indonesia juga tercatat sebagai salah satu negara kontributor terbesar kelima untuk pasukan perdamaian PBB.

“Semoga bisa memberikan insight bahwa kami, Polri, memberikan kontribusi pada situasi keamanan dan perdamaian dunia,” tuturnya.

Terbantu Becak Listrik dari Presiden Prabowo, Pengemudi Becak di Cianjur: “Sekarang Tidak Capek Lagi Mengayuh”

investigasihukumkriminal CIANJUR – Senyum sumringah terpancar dari wajah para pengemudi becak tradisional di Kabupaten Cianjur hari ini. Pasalnya, mereka secara resmi menerima bantuan unit becak listrik langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara langsung di Pendopo Kabupaten Cianjur dengan suasana penuh haru dan kebahagiaan. Di antara para penerima manfaat, terdapat dua pengemudi becak asal Kecamatan Ciranjang, yaitu Bapak Eman dan Bapak Junaedi.

Bagi Bapak Eman, bantuan ini menjadi sebuah anugerah yang sangat berarti dalam menjalani hari-hari sebagai pencari nafkah. Dengan becak konvensional yang digunakannya selama ini, ia kerap merasakan kelelahan yang luar biasa akibat harus mengayuh jarak jauh demi mendapatkan penumpang.

“Perasaan saya tentu sangat senang campur bahagia. Kalau dulu pakai becak biasa, badan terasa sangat capek dan pegal-pegal karena harus terus mengayuh. Alhamdulillah, dengan adanya becak listrik dari Bapak Presiden Prabowo ini, beban kerja saya sekarang jauh lebih terbantu dan ringan,” ungkap Bapak Eman dengan nada haru usai menerima kunci becak listrik di Pendopo Cianjur.

Hal senada juga dirasakan oleh Bapak Junaedi. Rekan seprofesi Bapak Eman asal Ciranjang ini mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah pusat terhadap nasib para pengemudi becak tradisional. Menurutnya, kehadiran becak ramah lingkungan ini tidak hanya meringankan tenaga fisik mereka saat bekerja, tetapi juga berpotensi menghemat tenaga untuk menempuh rute perjalanan yang lebih jauh di wilayah Cianjur.

Bantuan becak listrik ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan para pekerja sektor informal, sekaligus mendorong transisi penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan di tingkat lokal.

Dengan beralih menggunakan becak listrik, para pengemudi seperti Bapak Eman dan Bapak Junaedi kini dapat menarik penumpang dengan lebih efisien, tanpa harus khawatir kelelahan fisik di tengah jalan.

Kehadiran bantuan ini diharapkan mampu memberikan secercah harapan baru untuk meningkatkan taraf hidup para pengemudi becak tradisional di Kabupaten Cianjur.

Polsek Kawasan Kalibaru Gelar Jaga Jakarta On The Spot, Ajak Nelayan Bersinergi Jaga Kamtibmas


investigasihukumkriminal JAKARTA – Polsek Kawasan Kalibaru, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, menggelar kegiatan Jaga Jakarta On The Spot di Pos Nelayan Dermaga Timur Kalibaru, Jakarta Utara, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang dipimpin oleh Kapolsek Kawasan Kalibaru AKP Arga Arianda Sirgar, S.T.K., S.I.K., M.H., bersama sejumlah personel kepolisian dan diikuti oleh para nelayan Kalibaru.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Binmas Polsek Kawasan Kalibaru Iptu Mashudi, S.H., Panit Binmas Iptu Budi Alamsyah, personel piket Polsek Kawasan Kalibaru, serta para nelayan di kawasan tersebut.

Dalam kegiatan itu, personel kepolisian menyampaikan sejumlah imbauan terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pelabuhan. Para nelayan juga diajak untuk terus membangun sinergi dengan kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas.

“Kami mengajak para nelayan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar kawasan Pelabuhan Kalibaru. Apabila mengetahui atau mengalami adanya gangguan kamtibmas, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” demikian imbauan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, polisi memberikan penyuluhan mengenai kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, serta mengingatkan masyarakat agar menjauhi penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan perjudian online.

Personel juga mengingatkan para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut dan memperhatikan kondisi serta keamanan sebelum melakukan aktivitas di laut.

“Utamakan keselamatan saat melaut dan segera laporkan apabila mengalami atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas. Masyarakat dapat menghubungi layanan Call Center 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam,” ujar petugas.

Kegiatan Jaga Jakarta On The Spot tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk meningkatkan kehadiran personel di tengah masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan kelompok nelayan.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Kawasan Kalibaru berharap tercipta lingkungan pelabuhan yang aman dan kondusif serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan di wilayahnya.

Scream or Dance 2026 Tak Jadi Digelar di Ancol

investigasihukumkriminal JAKARTA – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk memastikan festival musik internasional Scream or Dance 2026 tidak jadi digelar di kawasan Taman Impian Jaya Ancol.

Kepastian tersebut disampaikan Ancol setelah pihaknya melakukan komunikasi dan koordinasi secara terbuka dengan promotor penyelenggara. Langkah itu dilakukan dengan menindaklanjuti aspirasi publik sekaligus melakukan evaluasi terhadap rencana penyelenggaraan festival musik elektronik tersebut.

Keputusan tersebut tertuang dalam press release Nomor 036/CS-PR/PJA/IX/2026 tertanggal 28 September 2026. Dalam keterangan resminya, Ancol menegaskan komitmennya untuk terus menjaga Taman Impian Jaya Ancol sebagai destinasi wisata dan rekreasi yang aman, nyaman, serta inklusif bagi seluruh masyarakat.

Hasil Kesepahaman Ancol dan Promotor
Melalui proses komunikasi dan koordinasi tersebut, Ancol bersama pihak promotor akhirnya mencapai kesepahaman bahwa Scream or Dance 2026 tidak akan diselenggarakan di kawasan Ancol.

Festival tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu acara musik elektronik internasional yang disebut berada di peringkat ke-71 dunia.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, menyampaikan apresiasi kepada pihak promotor atas keterbukaan dan profesionalisme selama proses komunikasi berlangsung.

> “Kami mengapresiasi keterbukaan, profesionalisme, dan itikad baik pihak promotor dalam proses komunikasi bersama. Kesepahaman ini merupakan hasil dialog yang saling menghormati dan mempertimbangkan berbagai aspek,” ujar Syahmudrian Lubis.

Menurut Ancol, keputusan tersebut merupakan hasil dialog antara kedua pihak dengan mempertimbangkan berbagai aspek serta aspirasi yang berkembang di masyarakat.

Ancol Lakukan Penataan Event

Selain memastikan Scream or Dance 2026 tidak diselenggarakan di kawasan Ancol, manajemen juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Ancol menyatakan akan terus melakukan penataan terhadap penyelenggaraan berbagai kegiatan maupun event yang berlangsung di kawasan Taman Impian Jaya Ancol.

Penataan tersebut salah satunya mencakup pengaturan penjualan minuman beralkohol dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku, karakter kawasan, serta aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Langkah itu menjadi bagian dari komitmen Ancol dalam mempertahankan kawasan Taman Impian Jaya Ancol sebagai destinasi wisata keluarga yang inklusif dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Ancol juga menyatakan upaya penataan tersebut dilakukan untuk mendukung Jakarta sebagai kota global yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh masyarakat.

Dengan adanya kesepahaman antara Ancol dan pihak promotor, rencana penyelenggaraan Scream or Dance 2026 di kawasan Ancol dipastikan tidak dilanjutkan.

Keputusan tersebut diambil setelah proses komunikasi dan koordinasi dilakukan secara terbuka antara pihak Ancol dan promotor, dengan mempertimbangkan aspirasi publik serta evaluasi terhadap rencana kegiatan.

Perkuat Sinergi Antarinstansi, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Kunjungi Bea Cukai

investigasihukumkriminal JAKARTA – Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok. (29/9/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antara Polres Pelabuhan Tanjung Priok dengan jajaran Bea dan Cukai dalam menjaga keamanan serta mendukung penegakan hukum di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok Kompol Yudi Permadi, S.S., S.I.K., Kasat Intelkam AKP Mix Dimas Respati, S.I.K., Kasat Reskrim AKP A.A. Ngurah Made Pandu Prabawa, S.Tr.K., S.I.K., M.H.Li., serta Kasie Propam AKP Stephanus Sukoco, S.H.

Sementara dari jajaran KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok hadir Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok Galih Elham Setiawan, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Ichlas Maradona, S.E., M.Si., Kasie Penindakan dan Penyidikan Hengki, serta Kasie Intelijen Didik Mujiyono.

Pertemuan tersebut diisi dengan koordinasi dan komunikasi antarpimpinan serta jajaran kedua instansi. Pembahasan diarahkan pada penguatan kolaborasi dalam pelaksanaan tugas, khususnya terkait keamanan, pengawasan, dan penegakan hukum di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari koordinasi rutin untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara Polres Pelabuhan Tanjung Priok dengan Bea dan Cukai. Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam menjaga keamanan dan mendukung penegakan hukum di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri.

Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran aktivitas di kawasan pelabuhan yang memiliki peran strategis bagi perekonomian.

“Dengan koordinasi yang baik dan komunikasi yang intensif, diharapkan setiap potensi permasalahan dapat ditangani secara bersama-sama sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing instansi,” tambahnya.

Kegiatan kunjungan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan lancar. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan koordinasi antara Polres Pelabuhan Tanjung Priok dengan KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok.

Respons Cepat Layanan 110, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Pulangkan Pemuda Hilang hingga ke Rumah Keluarga

investigasihukumkriminal JAKARTA – Respons cepat Kepolisian melalui Layanan 110 kembali memberikan hasil positif. Muhammad Kevin Deriansyah (21), warga Rusunawa Pinus Elok, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya, akhirnya berhasil ditemukan dan dipulangkan dengan selamat ke rumah orang tuanya.

Kevin sebelumnya berangkat bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) kapal ikan/cumi pada 29 Juli 2026 melalui pengurus bernama Casmono dan penyalur Leo Manalu dari wilayah Muara Baru.

Pada 29 Agustus 2026, Kevin sempat menghubungi keluarganya dan menyampaikan bahwa dirinya mengalami luka pada bagian kaki serta membutuhkan pengobatan. Setelah komunikasi tersebut, pihak keluarga semakin kesulitan menghubungi Kevin.

Khawatir dengan kondisi Kevin, keluarga kemudian melaporkan permasalahan tersebut ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok pada 18 September 2026. Laporan kehilangan tersebut juga diterima melalui Layanan 110 Polda/Mabes Polri.

Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran kepolisian melakukan koordinasi lintas wilayah. Dari hasil penelusuran, Kevin diketahui berada di Polres Baubau, Sulawesi Tenggara, setelah diturunkan dari kapal karena tidak memiliki tiket dan identitas.

Polres Baubau kemudian berkoordinasi dengan pihak keluarga, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Polres Pelabuhan Tanjung Priok untuk memastikan proses pemulangan Kevin berjalan dengan aman.

Setelah melalui proses koordinasi, Kevin kemudian diberangkatkan menggunakan KM Dobonsolo dari Baubau menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Pada Selasa, 29 September 2026 sekitar pukul 01.00 WIB, Kevin diperkirakan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok kemudian melakukan pendampingan dan mengantarkan Kevin menuju kediaman orang tuanya di wilayah Cakung, Jakarta Timur.

Sekitar pukul 03.10 WIB, Kevin akhirnya tiba di rumah dan bertemu kembali dengan keluarganya dalam keadaan aman.

Momen pertemuan tersebut menjadi akhir dari penantian keluarga yang sebelumnya cemas karena kehilangan komunikasi dengan Kevin.

“Kami memastikan yang bersangkutan tidak hanya ditemukan, tetapi juga dapat kembali dengan aman dan bertemu langsung dengan keluarganya. Ini merupakan bentuk pelayanan dan respons cepat Kepolisian melalui Layanan 110 dalam menangani laporan masyarakat,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si.

Ia menambahkan, penanganan kasus tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas wilayah dengan melibatkan jajaran kepolisian dan instansi terkait.

“Kami melakukan koordinasi dengan Polres Baubau, pihak keluarga, serta instansi terkait untuk memastikan keberadaan, keselamatan, dan proses pemulangan Kevin sampai benar-benar tiba di rumah orang tuanya,” jelasnya.

Pihak keluarga pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polres Pelabuhan Tanjung Priok atas respons cepat serta pendampingan yang diberikan hingga Kevin dapat kembali berkumpul bersama keluarganya.

Kepolisian menegaskan bahwa penanganan tersebut menjadi bagian dari komitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui Layanan 110, khususnya dalam situasi yang membutuhkan respons cepat dan koordinasi lintas wilayah.

“Kami berharap masyarakat tidak ragu memanfaatkan Layanan 110 ketika membutuhkan bantuan Kepolisian. Setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” pungkas Kapolres.

Dukung Rantai Pasok SPPG, Polda Metro Jaya Panen Raya di Muara Gembong


investigasihukumkriminal BEKASI — Polda Metro Jaya menggelar panen raya ikan dan udang di kawasan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Senin (28/9/2026). Panen ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem rantai pasok bahan baku untuk mendukung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Metro Jaya.

Panen dilakukan dari 20 kolam ikan nila dan mujair, dua kolam ikan lele, serta 10 kolam udang. Hasil panen mencapai sekitar 10 ton komoditas perikanan, terdiri atas 5.000 kilogram ikan nila dan mujair, 3.000 kilogram ikan lele, 1.000 kilogram udang vaname, serta 1.000 kilogram udang pancet.

Selain hasil perikanan, kegiatan tersebut juga menghasilkan 4.000 butir telur ayam. Komoditas yang dipanen menjadi bagian dari pengembangan rantai pasok bahan pangan untuk mendukung kebutuhan bahan baku SPPG Polda Metro Jaya.

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri mengatakan, pengembangan budidaya perikanan dan peternakan tersebut diarahkan untuk membangun ketersediaan bahan pangan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi yang ada di wilayah.

“Panen raya ini bukan sekadar melihat hasil budidaya, tetapi bagaimana kita membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan. Hasil dari sektor perikanan dan peternakan ini kita arahkan untuk mendukung rantai pasok bahan baku SPPG Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Menurutnya, keberlanjutan menjadi bagian penting dalam pengelolaan program tersebut, mulai dari proses budidaya, panen, hingga pemanfaatan hasilnya.

“Harapannya, ekosistem ini terus berjalan dan berkembang sehingga ketersediaan bahan baku dapat terjaga sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar lokasi budidaya,” pungkasnya.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Jaga Jakarta On The Spot di Muara Baru, Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Buruh

investigasihukumkriminal JAKARTA – Polres Pelabuhan Tanjung Priok melalui Polsek Kawasan Muara Baru melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot di kawasan Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Dermaga Barat Pelabuhan Muara Baru dan dipimpin Kapolsek Kawasan Muara Baru AKP Zikri Adlika, S.T.K., S.I.K., didampingi Wakapolsek serta personel piket fungsi.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran kepolisian menyambangi dan berdialog langsung dengan para buruh bongkar muat serta pengurus kapal di kawasan Pelabuhan Muara Baru.

Kapolsek Kawasan Muara Baru menyampaikan sejumlah pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mengajak para buruh dan masyarakat pelabuhan untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan agar tetap aman dan kondusif.

“Kami mengajak seluruh buruh bongkar muat dan masyarakat di kawasan Pelabuhan Muara Baru untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Apabila menemukan atau mengalami suatu kejadian, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” ujar AKP Zikri Adlika.

Selain menyampaikan pesan kamtibmas, personel kepolisian juga mengingatkan para buruh mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan dan turut menjaga kebersihan kawasan pelabuhan.

Dalam kesempatan tersebut, kepolisian turut memberikan imbauan agar para buruh bongkar muat maupun masyarakat lainnya tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang serta tidak mengonsumsi minuman beralkohol yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan berbagai kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan, baik dengan mendatangi kantor kepolisian secara langsung maupun melalui layanan kepolisian 110.

“Kami berharap masyarakat tidak segan untuk berkomunikasi dan menyampaikan setiap permasalahan yang terjadi di lingkungan pelabuhan. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas,” katanya.

Kegiatan Jaga Jakarta On The Spot merupakan salah satu upaya kepolisian untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, mendengarkan berbagai permasalahan yang dihadapi, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sebagai langkah preventif dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat semakin memperkuat komunikasi serta membangun kesadaran bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan pelabuhan.

Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sasar Sejumlah Kawasan Pelabuhan, Situasi Aman dan Kondusif


investigasihukumkriminal JAKARTA – Polres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya melaksanakan patroli cipta kondisi dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas) di sejumlah wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Minggu (27/9/2026) dini hari.

Kegiatan patroli yang melibatkan sebanyak 15 personel gabungan Polres Pelabuhan Tanjung Priok dengan menggunakan lima unit kendaraan roda empat dinas Polri.

Patroli dipimpin oleh Pawas IPTU Sukis Wibowo, S.H., yang menjabat sebagai Wakapolsek Kawasan Muara Baru Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Adapun sejumlah lokasi yang menjadi rute patroli meliputi Dermaga Inggom, Pelabuhan Nusantara, Terminal Penumpang Nusantara Pura, hingga kawasan JICT 1.

Dalam pelaksanaannya, personel tidak hanya melakukan patroli secara mobile, tetapi juga melaksanakan patroli dialogis dengan petugas keamanan atau security di sejumlah kawasan pelabuhan.

Personel memberikan imbauan kepada petugas keamanan Dermaga Inggom serta Security Pelabuhan Nusantara 01 dan 06 agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, khususnya pada malam hari.

Petugas keamanan juga diingatkan untuk melaksanakan pemeriksaan secara rutin dan selektif terhadap tamu maupun kendaraan yang keluar-masuk kawasan pelabuhan.

“Kami mengimbau seluruh petugas keamanan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari. Pemeriksaan terhadap orang maupun kendaraan yang keluar masuk agar dilakukan secara rutin dan selektif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan,” ujar IPTU Sukis Wibowo.

Selain menyampaikan imbauan kepada petugas keamanan, personel patroli juga memberikan edukasi kepada para pekerja dan pengguna jasa Pelabuhan Nusantara 01 dan 06.

Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan keselamatan diri dan barang bawaan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas atau keadaan yang mencurigakan.

“Apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban, kami meminta masyarakat maupun pengguna jasa pelabuhan segera melaporkannya kepada pihak Kepolisian,” tambahnya.

Patroli cipta kondisi tersebut dilaksanakan secara mobile sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa kegiatan patroli cipta kondisi akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di kawasan pelabuhan.

“Kegiatan patroli ini merupakan langkah preventif Kepolisian untuk memastikan situasi keamanan tetap terjaga serta memberikan rasa aman kepada pekerja dan pengguna jasa di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar AKBP Alrasyidin Fajri.

Polsek Sunda Kelapa Mediasi Kesalahpahaman ABK di Muara Angke hingga Damai

investigasihukumkriminal JAKARTA – Kepolisian Sektor (Polsek) Kawasan Sunda Kelapa, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, berhasil menyelesaikan perselisihan antarwarga melalui pendekatan problem solving dan mediasi secara kekeluargaan pada Sabtu (26/9/2026).

Insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman yang terjadi di jembatan pintu masuk Jalan Muara Angke, Jakarta Utara, pada Kamis (24/9/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat itu, Rahmad Dwi Lutfianto (24) sempat meneriaki Agung Sanjaya (22) dengan sebutan “maling” karena khawatir yang bersangkutan melarikan diri dari rekrutmen Anak Buah Kapal (ABK).

Aksi teriak tersebut membuat warga sekitar sempat mengamankan Agung sebelum akhirnya dibawa ke Polsubsektor Muara Angke dan dirujuk ke Polsek Kawasan Sunda Kelapa untuk penanganan lebih lanjut.

Proses mediasi dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Kawasan Sunda Kelapa IPTU Sumarjono, S.H., bersama Bhabinkamtibmas AIPDA Achmad Affandi.

Kanit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa, AKP Ery Suroto, membenarkan bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut tanpa menempuh jalur hukum.

“Dari hasil mediasi, diperoleh beberapa poin kesepakatan bersama yakni kedua belah pihak menyadari adanya kesalahpahaman serta saling memaafkan,” kata AKP Ery.

Kemudian, lanjut AKP Ery, Agung Sanjaya sepakat mengundurkan diri dari rekrutmen ABK dan memilih untuk pulang ke daerah asal tanpa mengajukan tuntutan apa pun.

Kedua belah pihak sepakat secara sadar bahwa kejadian tersebut merupakan kekhilafan murni dan mufakat menyelesaikannya secara kekeluargaan.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan bersama yang ditandatangani di atas materai serta disaksikan oleh para saksi tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Apabila salah satu pihak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari, mereka bersedia diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.