Ranmor Sumbu 3 masih banyak beroperasi di jalan TOL, Kapolda Jabar Tegur pengawasan kurang ketat dan belum terkoordinir antar daerah

investigasihukumkriminal – Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan melakukan peninjauan langsung ke Pos Cipali dalam rangka op erasi lilin Lodaya 2025 untuk mengecek operasional kendaraan sumbu 3. Pasalnya, dalam operasi lilin Lodaya 2025 ini, kendaraan sumbu 3 berdasarkan peraturan di Indonesia saat ini (akhir 2025) ada pembatasan operasional di jalan tol dan arteri tertentu, utamanya saat liburan atau event besar, seperti natal dan tahun baru.

Kapolda Jabar, Irjen Rudi pun masih menemukan puluhan kendaraan sumbu 3 yang masih membandel beroperasi. Irjen Rudi menyebut, pembatasan operasional kendaraan sumbu 3 ini demi mencegah kemacetan dan kecelakaan.

“Kendaraan sumbu 3 dilarang beroperasi pada waktu tertentu. Yang diperbolehkan itu kendaraan angkutan logistik vital, seperti sembako, BBM, dan lain-lain dengan catatan dokumen lengkap. Sedangkan truk tambang atau bahan bangunan dibatasi secara ketat di jalur tertentu, semisal Pantura (Pemalang-Batang) atau jalan tol,” katanya, Selasa (23/12/2025).

Kebijakan ini diatur melalui surat keputusan bersama (SKB) kementerian/lembaga terkait, menyesuaikan dengan periode natal dan tahun baru 2025/2026 dengan puncak pembatasan di Desember 2025 dan Januari 2026.

“Kami tentunya akan berkoordinasi lintas sektoral untuk melakukan pembatasan sumbu 3 ini. Sebab, masih kami temukan puluhan sumbu 3 yang beroperasi lantaran tak adanya pengawasan,” katanya.

Adapun poin-poin penting dalam peraturan sumbu 3, antara lain pembatasan waktu dan lokasi di mana truk sumbu 3 ke atas dibatasi operasinya di ruas tol dan non-tol tertentu, terutama di Jawa (Jabar, Jateng, Jatim, Banten) selama periode ramai.

Kendaraan yang diperbolehkan, yakni kendaraan angkutan logistik penting, seperti BBM, BBG, pupuk, hewan ternak, pakan, bahan pokok, hantaran uang, dan penanganan bencana alam tetap boleh beroperasi dengan surat muatan resmi (SIK).

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan menambahkan terkait pembatasan sumbu 3 diberlakukan pada 19-20 Desember, 23-28 Desember 2025, dan 2-4 Januari 2026. Kemudian, jalur alternatif dan insentif, yaitu ada relokasi ke jalur tol (misal Pemalang-Batang) dengan diskon tarif tol untuk menjaga kelancaran logistik. 

“Untuk penegakan, polri dan dishub mengawasi, bahkan bisa mengkandangkan truk yang melanggar di area tol,” kata Hendra.

Iuran Rp50 Ribu Per Bulan, G 36 Diduga Dapat Perlindungan Oknum Polantas

investigasihukumkriminal Gowa, Sulsel – Dugaan praktik setoran yang melibatkan oknum anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres Gowa mencuat ke publik setelah pengakuan seorang anggota komunitas mobil travel G 36 beredar di media sosial. Informasi ini pertama kali dikutip dari salah satu kanal berita sosial media Sumsel.

Seorang anggota komunitas berinisial AN (28) mengungkap adanya iuran bulanan sebesar Rp50 ribu yang wajib dibayarkan oleh setiap anggota, terlepas dari ada atau tidaknya penumpang. Iuran tersebut, menurut AN, berujung pada perlindungan hukum di jalan raya.

“Dapat atau tidak penumpang, wajib bayar iuran anggota sebesar Rp50 ribu per bulan. Ketua G 36 itu Daeng RK asal Jeneponto. Total anggota 60 lebih, tandanya ada stiker G 36 di depan atau belakang mobil,” ujar AN, Senin (15/12/2025).

Dalam keterangannya, AN menyebut seorang oknum Polantas berinisial SFR diduga menerima setoran dari komunitas tersebut. Keberadaan SFR disebut menjadi “tameng” bagi anggota G 36 saat beroperasi di jalan.

“Kalau sebagai anggota komunitas tidak ditilang. Kalau ada yang ditilang, sisa telpon pak Ketua, lalu Ketua telpon Pak SFR agar diurus,” tambahnya.

AN juga menyinggung adanya perlakuan istimewa bagi anggota komunitas, termasuk pembiaran terhadap kendaraan yang melanggar aturan lalu lintas, khususnya terkait kelebihan muatan.

“Kalau bayar iuran, biar buka bagasi dan ada lagi muatan di atasnya mobil, aman itu pak. Biar full muatan karena ada pak SFR,” ungkapnya.

Selain itu, terdapat sanksi internal bagi anggota yang tidak membayar iuran, berupa pencabutan atribut komunitas.

“Tutup buku tiap tanggal 18. Kalau tidak mau bayar iuran, cabut stiker G 36,” jelas AN.

Lebih jauh, AN menuding adanya praktik intimidasi terhadap kendaraan travel yang tidak tergabung dalam komunitas tersebut.

“Kalau tidak ikut komunitas pak SFR, pasti pak SFR yang ambil (tilang),” tutupnya.


Menanggapi tudingan tersebut, oknum Polantas berinisial SFR membantah keras seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. Saat dikonfirmasi awak media, ia menegaskan tidak memiliki hubungan khusus dengan komunitas G 36 dan menolak disebut menerima setoran.

Operasi Zebra Lodaya 2025, Polda Jabar Tegaskan Komitmen Menuju Indonesia Emas 2045

investigasihukumkriminal – Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Polda Jawa Barat melalui Direktorat Lalu Lintas menggelar Apel Operasi “Zebra Lodaya-2025” dengan tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pukul 07.00 WIB di Halaman Ditlantas Polda Jabar dan diikuti oleh seluruh personel yang terlibat dalam operasi zebra tahun ini. Kamis (20/11/2025).

Pelaksanaan apel dihadiri oleh para Pejabat Utama Ditlantas Polda Jabar, Kasatgas Operasi Zebra Lodaya, serta seluruh personel Satgas Ops Zebra Lodaya 2025. Kehadiran mereka menjadi bentuk kesiapan dalam mendukung pelaksanaan operasi yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.

Apel dipimpin oleh Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Jabar, AKBP Gandi Jukardi, S.H., M.H., yang memberikan arahan terkait evaluasi dan langkah strategis selama pelaksanaan operasi. Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh Subsatgas yang menunjukkan peningkatan kinerja dibandingkan dengan pelaksanaan operasi tahun sebelumnya.

“Terima kasih kepada rekan-rekan Subsatgas. Tahun ini kita melihat adanya peningkatan kegiatan yang sangat baik dibanding tahun kemarin. Ini adalah bukti kerja keras dan dedikasi seluruh personel,” ujar AKBP Gandi Jukardi.

Kabid Humas Polda Jabar menghimbau kepada seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan yang sudah berjalan agar target operasi dapat tercapai secara optimal. Menurutnya, keberhasilan Operasi Zebra sangat bergantung pada sinergi dan konsistensi setiap subsatgas dalam menjalankan tugasnya.

“Mari kita tingkatkan kembali kegiatan di setiap Subsatgas. Pastikan seluruh target tahun ini dapat kita capai, demi mewujudkan masyarakat yang semakin tertib dan aman dalam berlalu lintas,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Gandi juga menegaskan pentingnya disiplin administrasi bagi seluruh subsatgas. Ia menekankan agar tidak ada lagi laporan kegiatan dengan angka nol, karena hal tersebut mencerminkan kurang optimalnya pelaksanaan tugas.

“Jadwalkan kegiatan secara terukur dan laksanakan dengan baik. Pastikan seluruh laporan menunjukkan progres nyata di lapangan,” tegasnya.

Kegiatan apel berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Seluruh personel Ops Zebra Lodaya 2025 menyatakan kesiapan untuk melaksanakan tugas secara profesional demi meningkatkan keselamatan berlalu lintas di wilayah Jawa Barat.

“Operasi “Zebra Lodaya-2025” menjadi salah satu langkah konkret Polda Jabar dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan mendorong budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat. Melalui operasi ini, diharapkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan secara signifikan.” tutup Kombes Hendra.

Polda Jabar Lakukan Langkah Mitigasi Kecelakaan Lalu Lintas di Cianjur

investigasihukumkriminal – Kendaraan tangki bermuatan bensin pertalite terbakar di Pasirhayam, Cianjur, Sabtu (1/11/2025) pukul 21.48 WIB. Tangki Pertamina ini melaju dari arah Bandung menuju Sukabumi dan saat menempuh tikungan Perintis Kemerdekaan, di depannya ada kendaraan truk mobil yang membawa Aqua grosir Yul Pasirhayam.

“Truk tangki kaget dan mengerem mendadak. Kemudian, kendaraan tangki ini tergelincir dan terguling ke kanan sehingga bahan bakar Pertalite tumpah ke jalan dan masuk gorong-gorong yang mengakibatkan kebakaran dan menyambar pos polisi 10 cepu juga membakar beberapa mobil kendaraan Patwal Polres Cianjur dan mobil derek,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan S.I.K., M.H , Minggu (2/11/2025).

Polisi pun memintai keterangan dari sejumlah saksi, seperti warga setempat, sopir truk ekspedisi Aqua, dan tukang ojeg.

Kabid Humas Polda Jabar menambahkan, tempat yang terdampak, antara lain pos polisi 10. C beserta empat unit kendaraan patwal (terbakar), grosir Yul yang dimiliki H Yulwarman (terbakar), fotokopi Pelangi (terbakar), toko mainan (terbakar), cahaya selatan gorden, mesin e-tilang, dan gardu listrik.

“Untuk korban tak ada yang meninggal hanya luka-luka, seperti sopir tangki yang mengalami luka patah kaki, karyawan Yul bernama Ripan (18) yang mengalami luka bakar dan dibawa ke RSUD Cianjur. Untuk kerugian dan korban masih dalam pendataan,” katanya.

Kombes Hendra menegaskan, api pertama muncul dilihat oleh saksi di selokan pinggir jalan depan Toserba Selamat dan merembet ke arah tangki juga sekitar lokasi yang ada aliran BBM sehingga membakar beberapa tempat termasuk pos polisi itu.

“Pematik sumber api belum diketahui sehingga membesar. Sampai pukul 01.00 WIB masih berlangsung pemadaman tangki BBM dan gedung Yul grosir oleh tim pemadam dan kendaraan AWC Shabara Polres Cianjur,” ujarnya.

Kabiro Investigasi Hukum Kriminal Indonesia Harapkan Humas Polri Terus Humanis di Usia ke-74

Cianjur,investigasihukumkriminal – Dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-74 Humas Polri, Kabiro Investigasi Hukum Kriminal Indonesia, Amril Chaniago, menyampaikan harapan agar fungsi kehumasan Polri semakin memperkuat perannya sebagai jembatan antara institusi kepolisian dan masyarakat.

“Semoga di usia yang ke-74 tahun ini, Humas Polri terus menjadi wajah Polisi yang humanis, terbuka, serta selalu dekat dengan masyarakat,” ujar Amril Chaniago dalam keterangan resminya, Kamis (30/10).

Humas Polri sebagai Wajah Keterbukaan

Amril menekankan bahwa Humas Polri bukan sekadar unit penyampai informasi, melainkan wajah pertama yang dilihat publik dalam menilai kinerja kepolisian. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, peran Humas Polri semakin strategis untuk menghadirkan komunikasi yang transparan, cepat, dan akurat.

Ia menambahkan, pendekatan humanis yang konsisten akan memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri. “Keterbukaan informasi dan sikap empati adalah kunci agar masyarakat merasa dilibatkan, bukan hanya sebagai objek, tetapi juga sebagai mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” jelasnya.

Momentum Refleksi di Usia ke-74

Peringatan HUT ke-74 Humas Polri tahun ini juga diwarnai dengan berbagai kegiatan sosial, mulai dari donor darah hingga pemberian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa Humas Polri tidak hanya hadir dalam ranah komunikasi, tetapi juga dalam aksi nyata kepedulian sosial.

Amril menilai, langkah-langkah tersebut sejalan dengan harapan agar Humas Polri terus menjadi “Polisi Pejuang Kemanusiaan”, sesuai dengan tema peringatan tahun ini.

Harapan ke Depan

Sebagai penutup, Amril mengajak seluruh jajaran Humas Polri untuk menjadikan momentum ulang tahun ini sebagai refleksi dan evaluasi diri, agar semakin profesional dalam menjalankan tugas. “Humas Polri harus mampu menjadi teladan dalam menyampaikan informasi yang menyejukkan, menenangkan, sekaligus membangun optimisme masyarakat,” pungkasnya.

Polisi Edukatif, Polisi Empatik: Bripka Arief Purwoko dan Gerakan Humanis di Magelang

Magelang, investigasihukumkriminal – Di tengah hiruk-pikuk tugas kepolisian yang kerap dianggap tegas dan formal, sosok Bripka Arief Purwoko dari Satuan Lalu Lintas Polres Magelang Kota justru tampil beda. Dengan tinggi badan 167 cm dan posisi barisan paling belakang saat pendidikan dulu, rekan-rekannya menjulukinya “Polpen” singkatan dari “Polisi Pendek”. Julukan yang kini menjadi identitas khas penuh kehangatan.

Namun, di balik panggilan itu, tersimpan semangat luar biasa untuk mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat. “Saya tidak pernah ditegur pimpinan karena gaya saya yang nyeleneh. Justru mereka mendukung agar saya tetap semangat dan terus edukatif,” ujar Bripka Arief.

Konten Humanis, Edukasi yang Mengena

Bripka Arief aktif membuat konten sosial dan edukasi yang menyentuh hati warga. Salah satu yang paling berkesan adalah aksi memberikan hadiah kepada anak-anak yang tertib berlalu lintas, seperti memakai helm. “Anak-anak itu bangga banget. Dapat hadiah dari Pak Polisi, dan itu jadi kenangan yang mungkin tak terlupakan,” katanya.

Sebaliknya, bagi pelanggar, pendekatan Bripka Arief tetap humanis. Ia menghindari cara-cara yang bisa menimbulkan kesan arogan. “Pernah ada ibu-ibu yang tidak pakai helm, dan saat ditegur malah melawan. Kalau ada yang ambil gambar lalu narasinya dipelintir, bisa-bisa kami dikira kasar,” ungkapnya.

Donasi dan Gerobak untuk Mbah Supinah

Kepedulian Aris tak berhenti di jalan raya. Saat bulan puasa, ia membuka donasi untuk membantu pedagang kecil. Salah satu kisah viral adalah tentang Mbah Supinah, penjual gorengan seharga Rp500 yang berjualan di tempat tak layak. “Ada yang komen, ‘Tolong bantu Mbah Supinah’. Akhirnya kami buat gerobak jualan dan sisanya kami berikan bantuan bulanan,” jelas Bripka Arief.

Pesan untuk Rekan dan Masyarakat

Melalui konten-kontennya, Bripka Arief ingin menyampaikan pesan kepada sesama anggota kepolisian agar tetap humanis dan tidak menjadikan seragam sebagai momok. “Kita harus bisa dekat dengan masyarakat, di mana pun tempatnya. Itu kebanggaan yang tak ternilai,” tegasnya.

Ia juga berkomitmen untuk terus membuat konten edukasi seputar keselamatan, seperti pentingnya memasang plat nomor, penggunaan helm, dan knalpot yang sesuai aturan. “Selama itu bermanfaat, saya akan terus buat. Tidak ada salahnya jadi polisi yang humanis dan bisa diajak makan bareng warga,” tutupnya sambil tersenyum.

Kecelakaan di Jalur Rel Leles, Polisi Evakuasi Korban Tertemper Kereta Api

Kecelakaan di Jalur Rel Leles, Polisi Evakuasi Korban Tertemper Kereta Api

investigasihukumkriminal – Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan rel kereta api, tepatnya di petak jalan 2-3 arah sinyal masuk Stasiun Leles, Kampung Sinyar, Desa Kadungora, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Selasa (9/9/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Seorang pria berinisial T (31), warga Kecamatan Kadungora, meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api Malabar-69 relasi Malang–Bandung.

Berdasarkan keterangan saksi, masinis telah membunyikan klakson panjang saat melihat korban berada di jalur rel dalam posisi jongkok.

Namun peringatan tersebut tidak di hiraukan korban hingga akhirnya kereta tidak dapat menghindar. Setelah tiba di Stasiun Leles, masinis melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan.

Polsek Kadungora yang mendapat laporan segera mendatangi lokasi kejadian, mengamankan TKP, mendata saksi-saksi, serta mengevakuasi korban ke RSUD dr. Slamet Garut. Identitas korban berhasil dipastikan melalui hasil pemindaian sidik jari.

Kapolsek Kadungora, Kompol Alit Kadarusman, S.Pd., M.Si., membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan perangkat desa serta keluarga korban yang kini sudah menuju rumah sakit.

“Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati saat berada di sekitar jalur rel kereta api, mengingat jalur tersebut merupakan area berbahaya dan tidak boleh di gunakan untuk aktivitas apapun.” ujarnya, Rabu (10/9/2025)

Reaksi Cepat Polisi Bantu Evakuasi Peristiwa Laka Lantas

investigasihukumkriminal – Quick response Personel Sat Samapta Polres Ciamis Polda Jabar bantu dan evakuasi peristiwa kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Ciamis. Peristiwa ini terjadi terhadap kendaraan roda 4 bak terbuka bermuatan buah yang mengalami laka lantas di Jalan Jenderal Sudirman No.271, Sindangrasa, Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (7/9/2025).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Peristiwa itu mengakibatkan korban luka-luka yang dialami supir dan penumpang yang masih berusia 6 tahun. Kedatangan personel Satuan Samapta dilapangan untuk evakuasi dan pertolongan pertama terhadap korban laka lantas di Jalan Jenderal Sudirman Ciamis, pagi tadi sekira pukul 05.30 WIB.

Kapolres Ciamis Polda Jabar AKBP H. Hidayatullah, SH., S.I.K., mengatakan anggota yang sedang melaksanakan piket di Makopolres mendengar dan mendapat informasi telah terjadi kecelakaan lalu lintas. Mengetahui hal itu, anggota langsung mendatangi TKP dan melakukan pengamanan, sekaligus evakuasi serta melakukan pertolongan pertama terhadap korban yang berada di kendaraan roda 4 jenis bak dengan muatan buah.

“Ini bagian dari pada respon cepat Polri, didalam merespon laporan, informasi atau persitiwa secara langsung yang dilihat anggota di masyarakat. Dimana Polri berusaha selalu hadir dan memberikan pelayanan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Polri sebagai pelindung dan pengayom serta pelayan masyarakat,” katanya.

“Respon cepat petugas sebagai wujud kepedulian dan kesiapsiagaan Polri dalam mejaga harkamtibmas di wilayah Kabupaten Ciamis. Kami berkomitmen akan terus memberikan pelayanan prima kepada masyarakat sehingga terwujudnya kondusifitas wilayah serta kedekatan Polri dengan masyarakat semakin erat,” ucapnya.

Korban mengalami sejumlah luka pada tubuhnya. Saat ini sedang menerima perwatan medis oleh petugas kesehatan di RSUD Ciamis.

“Anggota datang melaksanakan penanganan pertama dengan membawa yang bersangkutan ke pelayanan kesehatan terdekat di IGD RSUD Ciamis. Kami juga melakukan gatur lalu lintas di sekitar TKP,” katanya.

Kapolres menuturkan, untuk penanganan kasus laka lantas saat ini sedang ditangani oleh Satuan Lalu Lintas Polres Ciamis Polda Jabar. Satuan Lalu Lintas juga telah melakukan olah TKP awal serta mengamankan sejumlah barang bukti peristiwa kecelakaan yang terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Ciamis.

Program Makan Bergizi Gratis Mulai Jalan, Tapi Menu dan Pengawasan Tuai Sorotan

investigasihukumkriminal , JAKARTA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah sebagai “hadiah negara” untuk anak-anak Indonesia resmi bergulir sejak Januari lalu. Dengan target ambisius menjangkau 82,9 juta penerima manfaat dan anggaran Rp171 triliun tahun ini, program ini diharapkan menjadi solusi strategis untuk mengatasi stunting dan malnutrisi.

Namun, di balik semangat besar itu, suara-suara kritis mulai terdengar dari lapangan. Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan kualitas menu yang disajikan di sekolah. “Kalau cuma nasi putih, kerupuk, dan sayur bening tanpa lauk, itu bukan makan bergizi. Anak saya pulang malah lapar lagi,” ujar Rina, orang tua siswa SD di Bekasi.

Keluhan serupa muncul di berbagai daerah. Beberapa orang tua bahkan menyarankan agar dana program disalurkan langsung dalam bentuk uang tunai. “Mending kasih uangnya saja, biar ibunya yang masak. Lebih terjamin gizinya dan anak juga makan sesuai selera,” kata Budi, warga Tangerang.

Selain soal menu, pengawasan pelaksanaan program juga dipertanyakan. “Harusnya ada kontrol ketat dari pemerintah. Jangan sampai program sebesar ini jadi formalitas tanpa dampak nyata,” ujar Lilis, aktivis pendidikan lokal.

Pemerintah sendiri telah menyusun standar gizi dan makanan MBG melalui Badan Gizi Nasional, dengan porsi makan pagi menyumbang 20–25% dan makan siang 30–35% kebutuhan gizi harian. Namun, implementasi di lapangan tampaknya belum seragam.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Pandjaitan, menyebut digitalisasi MBG akan segera dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan transparan. Uji coba digitalisasi bansos akan dimulai di Banyuwangi pada September mendatang.

Meski masih banyak tantangan, pemerintah tetap optimis. Menteri PPPA Arifah Fauzi menyebut MBG sebagai “hadiah negara” untuk generasi emas Indonesia. Tapi seperti kata pepatah, hadiah terbaik bukan hanya niat baik—melainkan eksekusi yang tepat dan pengawasan yang ketat.

Kecelakaan di Jalan Raya Cibiuk: Diduga Akibat Kecepatan Tinggi dan Kelalaian

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengungkapkan bahwa Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Cibiuk, tepatnya di Kampung Cigembor, Desa Majasari, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Senin (11/8/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.

Peristiwa ini melibatkan sepeda motor Yamaha Vega R tanpa tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang dikendarai A (20), warga Desa Dunguswiru, Kecamatan Bl. Limbangan, dengan membonceng rekannya, M (20). Keduanya diketahui berstatus pelajar.

Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) Polsek Cibiuk, motor yang melaju dari arah Limbangan menuju Lewigoong itu diduga dikendarai dengan kecepatan tinggi. Saat melintasi jalan lurus dan datar, kendaraan tiba-tiba oleng hingga menabrak pilar pagar rumah warga.

Akibat benturan keras, kedua pelajar tersebut mengalami luka, Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kendaraan yang digunakan juga mengalami kerusakan cukup parah.

Kapolsek Cibiuk, Iptu Mahmudi mengatakan faktor utama penyebab kecelakaan diduga karena kelalaian pengendara yang kurang antisipasi dan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

“Selain tidak membawa SIM dan STNK, pengendara juga tidak menggunakan kelengkapan identitas diri. Kami sudah melakukan evakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat dan mengamankan barang bukti,” ujar Kapolsek.