Polri Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla Di Seluruh Wilayah

Investigasihukumkriminal Jakarta – Polri memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi masih adanya praktik pembukaan lahan dengan cara membakar yang dapat berdampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas sosial dan ekonomi.

Penguatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1895/VIII/OPS.1.2./2026 tanggal 31 Agustus 2026 yang ditujukan kepada seluruh Kapolda. Melalui telegram tersebut, jajaran Polda diperintahkan mengambil sejumlah langkah strategis dan terpadu dalam mencegah serta menanggulangi karhutla di wilayah masing-masing.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika kebakaran telah terjadi, tetapi harus dimulai melalui langkah pencegahan dan kesiapsiagaan sejak dini.

“Polri memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian karhutla dengan mengedepankan kesiapsiagaan, sinergi lintas sektor, serta keterlibatan masyarakat. Pencegahan menjadi langkah utama agar potensi kebakaran dapat diminimalkan dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas,” ujar Trunoyudo.

Dalam telegram tersebut, jajaran Polda diminta menetapkan kebijakan daerah yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar, termasuk melakukan moratorium terhadap peraturan yang masih memberikan ruang terhadap praktik tersebut.

Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kehutanan, TNI, perusahaan perkebunan, serta pihak terkait lainnya diperkuat untuk melaksanakan langkah pencegahan dan penanggulangan karhutla.

“Koordinasi dan kolaborasi seluruh pihak sangat diperlukan. Pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi,” katanya.

Langkah pencegahan juga dilakukan melalui pembangunan embung dan sekat kanal di sekitar lahan perusahaan, serta mempersiapkan relawan tanggap api yang akan dibina dan dilatih dalam pengendalian karhutla.

Di sisi kesiapsiagaan, Polri menginstruksikan pelaksanaan apel siaga di masing-masing Polres untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana. Pelatihan bagi anggota Satbrimob dan Samapta juga dilakukan sebagai bagian dari kesiapan menghadapi karhutla, termasuk pembentukan Satgas Aman Nusa II maupun pelaksanaan operasi kontinjensi sebagai power on hand Polda.

Trunoyudo menuturkan, upaya penanganan karhutla juga memperhatikan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk terhadap aktivitas pendidikan dan kondisi psikologis warga terdampak.

“Polri juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui Satgas Karhutla, pembentukan kelas aman asap bagi pelajar agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan, serta pendampingan psikologis bagi masyarakat yang terdampak. Penanganan karhutla harus memperhatikan keselamatan dan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, patroli terpadu terus dilakukan di wilayah yang rawan terjadi kebakaran maupun pembakaran hutan dan lahan. Jajaran Polda juga diperintahkan melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) guna mencegah, mengantisipasi, dan menanggulangi karhutla.

Terhadap setiap pelanggaran, Polri akan melakukan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku, baik melalui sanksi administratif, denda, maupun pidana secara tegas dan terukur terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.

“Penegakan hukum tetap menjadi bagian dari upaya Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dan lingkungan. Setiap pelanggaran akan ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, secara profesional, proporsional, dan terukur,” kata Trunoyudo.

Penguatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri untuk memastikan pencegahan dan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu, mulai dari kesiapan personel dan sarana prasarana, pemetaan serta patroli di wilayah rawan, pelibatan masyarakat, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Hadirkan Layanan Kesehatan bagi Warga Terdampak Kebakaran Muara Angke

investigasihukumkriminal, Jakarta Utara | Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak kebakaran di kawasan Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Pelayanan Kesehatan dilaksanakan di Pos Pengungsian yang berlokasi di depan Musholla Sirojul Muslimin, Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (30/8/26).

Personel Sidokkes Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan kepada warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat kondisi pasca kebakaran.

Sebanyak 3 warga mendapatkan pelayanan kesehatan. Dari jumlah tersebut, tidak terdapat pasien yang harus dirujuk ke fasilitas kesehatan lebih lanjut.

Adapun warga yang mendapatkan pelayanan kesehatan, antara lain Siti Hawa (35) yang mengalami keluhan demam dan flu. Setelah dilakukan pemeriksaan dengan hasil tekanan darah 120/80 mmHg, pasien mendapatkan terapi berupa Paracetamol, Molexflu, dan Pritavit.

Selanjutnya, Dewi (49) mendapatkan pemeriksaan dengan keluhan gatal dan alergi. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 130/90 mmHg dan pasien diberikan terapi Cetirizine.

Sementara itu, Djarot (45) datang dengan keluhan asam lambung dan mual. Setelah dilakukan pemeriksaan dengan hasil tekanan darah 140/90 mmHg, pasien diberikan terapi Antasida.

Plt. Kasi Dokkes Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ipda Sri Puji Astuti, S.Farm., mengatakan bahwa pelayanan kesehatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang sedang menghadapi situasi pasca kebakaran.

“Kami terus menyiagakan tenaga kesehatan dan ambulance untuk memberikan pelayanan kepada warga terdampak. Selain memberikan pengobatan, kami juga melakukan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat serta menyampaikan laporan secara berkala,” ujar Ipda Sri Puji Astuti.

Dalam pelaksanaannya, Sidokkes Polres Pelabuhan Tanjung Priok menyiagakan tenaga kesehatan dan ambulance, memberikan pelayanan kesehatan kepada warga, serta melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi kesehatan para pengungsi.

Kehadiran Personel Sidokkes Polres Pelabuhan Tanjung Priok diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan kesehatan warga terdampak sekaligus memberikan rasa aman dan kepedulian kepada masyarakat selama masa pemulihan pasca kebakaran.

Polda Kaltim Sambut Satgas Edukasi Polri, Perkuat Upaya Pencegahan Karhutla di Masyarakat

investigasihukumkriminal, BALIKPAPAN | Polda Kalimantan Timur menyambut kedatangan Satgas Edukasi Polri yang akan melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026. Kegiatan penyambutan berlangsung di Ruang Posko Presisi Polda Kaltim, Jumat (28/8/2026) pukul 15.00 WITA.

Kegiatan tersebut dihadiri Karoops Polda Kaltim Kombespol Dedi Suryadi, S.I.K., M.Han., Dirbinmas Polda Kaltim Kombespol Arman, S.I.K., M.Si., pendamping Satgas Kombespol Anton Firmanto, S.H., S.I.K., M.Si., Kabagbinops Roops Polda Kaltim AKBP Fauzi Akhmad, S.E., M.M., serta para peserta Satgas Edukasi Polri.

Dalam sambutannya, Karoops Polda Kaltim Kombespol Dedi Suryadi menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada pendamping serta seluruh personel Satgas Edukasi Polri. Ia menjelaskan bahwa situasi karhutla di wilayah Kalimantan Timur saat ini tidak separah dengan informasi yang beredar di sejumlah media.

“Selamat datang kepada pendamping dan seluruh tim Satgas Edukasi Polri di Polda Kaltim. Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran untuk mencegah terjadinya karhutla,” ujar Kombespol Dedi Suryadi.

Lebih lanjut, Karoops menyampaikan bahwa Polda Kaltim telah melakukan langkah penegakan hukum terhadap sejumlah kasus karhutla. Hingga saat ini, terdapat lima kasus dengan lima orang tersangka yang telah ditangani.

“Kami terus melakukan langkah-langkah pencegahan sekaligus penegakan hukum terhadap pelaku karhutla. Namun, kami juga menekankan kepada Satgas agar lebih mengedepankan upaya edukasi dan pendekatan kepada masyarakat,” jelasnya.

Karoops juga mengingatkan personel Satgas agar tidak mendekati daerah yang memiliki potensi titik api tanpa koordinasi dan pertimbangan situasi keamanan. Menurutnya, fokus utama Satgas adalah memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat di wilayah yang menjadi sasaran kegiatan.

Sementara itu, Dirbinmas Polda Kaltim Kombespol Arman menekankan pentingnya pendekatan secara humanis dalam pelaksanaan edukasi kepada masyarakat. Personel Satgas diharapkan dapat membangun komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh adat, pemuka adat, serta pihak perusahaan.

“Pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan oleh Polri sendiri. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami mendorong para personel Satgas untuk melakukan penyuluhan dan pendekatan kepada tokoh adat, pemuka masyarakat maupun pihak perusahaan agar bersama-sama mencegah terjadinya karhutla,” kata Kombespol Arman.

Dalam kegiatan tersebut, pendamping Satgas juga memberikan sejumlah arahan kepada personel yang akan diterjunkan ke wilayah jajaran Polda Kaltim. Personel diminta terlebih dahulu mempelajari kondisi dan karakteristik wilayah yang rawan karhutla sebelum melaksanakan kegiatan edukasi.

Selain itu, personel Satgas diminta menyampaikan kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak pembakaran hutan maupun lahan serta melakukan pendekatan dengan cara yang baik dan persuasif. Koordinasi dengan Kasatbinmas di masing-masing wilayah juga menjadi bagian penting agar pelaksanaan tugas dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Satgas Edukasi Polri juga diminta segera menyiapkan rencana kegiatan masing-masing hingga pelaksanaan tugas berakhir pada 6 September 2026.

Dalam pelaksanaannya, personel Satgas Edukasi Polri akan ditempatkan di sejumlah wilayah hukum Polres jajaran Polda Kaltim yang menjadi sasaran kegiatan, yakni Polres Berau, Polres Kutai Timur, Polres Kutai Kartanegara, Polres Paser, dan Polres Kutai Barat.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Kaltim berharap kehadiran Satgas Edukasi Polri dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya karhutla serta mendorong keterlibatan seluruh pihak dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Upaya edukasi dan pencegahan tersebut diharapkan dapat berjalan secara berkesinambungan, sehingga potensi karhutla di wilayah Kalimantan Timur dapat ditekan dan masyarakat semakin memahami dampak hukum, lingkungan, kesehatan, serta sosial yang ditimbulkan akibat pembakaran hutan dan lahan.

Jaga Jakarta On The Spot, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Pengemudi Ojek Pangkalan dan Bajaj di Muara Baru

investigasihukumkriminal, Jakarta | Polres Pelabuhan Tanjung Priok melalui Polsek Kawasan Muara Baru melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot di kawasan Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Pelabuhan Muara Baru, tersebut dipimpin oleh Waka Polsek Kawasan Muara Baru IPTU Sukis Wibowo, S.H., bersama personel piket fungsi.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran kepolisian menyambangi dan berdialog langsung dengan para pengemudi ojek pangkalan dan pengemudi bajaj yang beraktivitas di kawasan Pelabuhan Muara Baru. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk mendengarkan aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam kesempatan itu, IPTU Sukis Wibowo menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para pengemudi agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan menciptakan suasana yang aman serta kondusif.

“Kami mengajak seluruh pengemudi ojek pangkalan dan bajaj untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas. Apabila menemukan atau mengetahui adanya gangguan keamanan maupun tindak kriminalitas, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” ujar IPTU Sukis Wibowo.

Petugas juga mengingatkan para pengemudi untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang serta tidak mengonsumsi minuman beralkohol yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban.

“Jangan sampai terlibat dalam penyalahgunaan obat-obatan terlarang maupun minuman beralkohol. Mari kita bersama-sama menjaga diri, keluarga, dan lingkungan agar tetap aman dan kondusif,” pesannya.

Selain itu, masyarakat diberikan pemahaman mengenai akses layanan kepolisian. Warga yang mengetahui adanya tindak kejahatan atau kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi dapat melaporkannya dengan mendatangi kantor kepolisian terdekat maupun melalui layanan kepolisian 110.

Kegiatan Jaga Jakarta On The Spot merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, personel kepolisian dapat mendengarkan secara langsung berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat sekaligus menyampaikan imbauan kamtibmas sebagai langkah preventif dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di kawasan Pelabuhan Muara Baru terpantau aman, kondusif, dan terkendali.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan kepolisian yang bersifat humanis dan preventif serta membangun sinergi bersama masyarakat dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang semakin baik di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Polisi Borong Tahu Pedagang, Dibagikan ke Warga di Tengah Pengamanan DPR

investigasihukumkriminal, JAKARTA – Ada momen ringan di tengah pengamanan kegiatan penyampaian pendapat di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Sejumlah personel kepolisian membeli dagangan seorang penjual tahu yang berada di sekitar lokasi, lalu membagikannya kepada warga.

Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Instagram Matabebas. Dalam rekaman, petugas terlihat menghampiri pedagang dan membeli tahu yang masih tersisa.

Setelah dibeli, tahu tersebut dibagikan kepada masyarakat di sekitar lokasi. “Warga silakan, boleh makan, silakan,” terdengar suara dalam rekaman saat warga dipersilakan mengambil makanan.

Bagi pedagang, momen itu membuat dagangannya habis terjual. Sementara warga yang berada di sekitar kawasan DPR ikut menikmati tahu yang dibagikan.

Kegiatan tersebut berlangsung di sela-sela pelaksanaan pengamanan, dengan personel tetap menjalankan tugas di sekitar lokasi penyampaian aspirasi.

Interaksi sederhana antara petugas, pedagang, dan warga itu menjadi salah satu suasana yang terlihat di tengah dinamika kegiatan di kawasan DPR/MPR RI.

Polri Evakuasi Dua Warga Palue Lewat Jalur Udara Lansia Korban Reruntuhan dan Ibu Hamil

Investigasihukumkriminal Maumere — Polri bersama unsur terkait terus mempercepat penanganan warga terdampak gempa bumi di wilayah Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah keterbatasan akses darat dan laut pascabencana, jalur udara dimanfaatkan untuk mengevakuasi dua warga yang membutuhkan penanganan medis segera, Kamis (20/8/2026).

Dua warga yang dievakuasi yakni Maria Noni (71), warga Cawalo, Desa Rokirole, yang mengalami patah tulang paha kiri bagian bawah akibat tertimpa reruntuhan rumah, serta Maria Angela Ngei (30), warga Desa Rokirole, yang sedang hamil dan dalam kondisi siap bersalin.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, proses evakuasi dilakukan sebagai bentuk respons cepat Polri bersama seluruh unsur terkait untuk memastikan warga terdampak yang membutuhkan pertolongan medis dapat segera mendapatkan penanganan.

“Polri terus melakukan langkah-langkah kemanusiaan untuk memastikan masyarakat terdampak bencana, khususnya mereka yang membutuhkan penanganan medis segera, dapat dievakuasi dengan aman dan cepat. Dalam kondisi akses darat dan laut yang terbatas, jalur udara menjadi salah satu upaya untuk mempercepat korban mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 10.28 WITA di Lapangan Futsal Karang Mas, Dusun Mudemi, Desa Reruwairere, Kecamatan Maumere. Dua armada udara dikerahkan, yakni Helikopter BNPB Airbus H125 9292 dan Helikopter PK-CAY BEII429, untuk mendukung proses pemindahan kedua korban menuju Maumere.

Maria Noni membutuhkan penanganan medis lanjutan akibat patah tulang paha yang dialaminya setelah tertimpa reruntuhan bangunan rumah. Sementara Maria Angela Ngei dievakuasi karena kondisi kehamilannya yang sudah siap bersalin sehingga membutuhkan pemantauan dan pelayanan kesehatan lebih lanjut.

Jajaran Polres Sikka turut terlibat dalam proses evakuasi untuk memastikan seluruh tahapan pemindahan korban berjalan aman, tertib dan terkendali, sekaligus memberikan pendampingan selama proses menuju armada udara.

Trunoyudo menegaskan, keterlibatan Polri dalam penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga memastikan proses evakuasi dan pelayanan kemanusiaan dapat berjalan optimal.

“Kehadiran personel Polri di lapangan merupakan bagian dari upaya bersama dalam penanganan bencana. Kami membantu memastikan proses evakuasi berlangsung aman, tertib dan lancar, serta memberikan dukungan kepada masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menangani warga yang membutuhkan pertolongan,” jelasnya.

Setelah seluruh persiapan selesai, kedua korban kemudian diterbangkan menuju Maumere untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut. Rangkaian proses evakuasi selesai sekitar pukul 11.35 WITA dan berlangsung aman, lancar serta kondusif.

Evakuasi tersebut menjadi bagian dari respons cepat terhadap masyarakat terdampak gempa di Palue, terutama warga dengan kondisi rentan yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan secara segera.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Polri akan terus bersinergi dengan BNPB, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan seluruh unsur terkait untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan bantuan serta penanganan yang dibutuhkan,” pungkas Trunoyudo.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Edukasi 80 Siswa SMK Al Jihad tentang Pemanfaatan AI dan Bahaya Cybercrime

investigasihukumkriminal, Jakarta Utara – Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok melalui Program Paham AI (Artificial Intelligence) memberikan edukasi dan pembelajaran mengenai kecerdasan buatan kepada para pelajar tingkat SMA/SMK sederajat di wilayah hukum Polda Metro Jaya. (19/26).

Kegiatan tersebut bertempat di SMK Al Jihad, Papanggo, Jakarta Utara, yang merupakan wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Sebanyak 80 siswa mengikuti kegiatan pelatihan yang menghadirkan trainer dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok, yakni Iptu Daffa Raihantara Budiman, S.Tr.K., M.Sc., Brigadir Aditia Juniardi W., S.H., M.H., Briptu Dimas, dan Bripda Alfian Awaludin.

Dalam pelatihan tersebut, para siswa mendapatkan materi mengenai pengenalan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, termasuk pemahaman dasar tentang perkembangan dan pemanfaatan AI dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia pendidikan.

Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti pretest dan posttest AI, kegiatan Cerita Jeda, serta memperoleh sertifikat otomatis Program Paham AI bagi siswa yang telah menyelesaikan rangkaian evaluasi tersebut.

Para peserta juga diperkenalkan dengan Website Senopati Academy sebagai salah satu sarana pendukung pembelajaran dan pengembangan pengetahuan mengenai teknologi.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan edukasi kepada generasi muda agar dapat memahami perkembangan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

“Program Paham AI ini tidak hanya memberikan wawasan kepada para pelajar mengenai kecerdasan buatan, tetapi juga mendorong mereka agar mampu menggunakan teknologi secara positif, cerdas, dan bertanggung jawab,” ujar AKBP Alrasyidin Fajri.

Menurutnya, pemahaman terhadap teknologi digital juga perlu diimbangi dengan kesadaran terhadap berbagai risiko yang dapat muncul di ruang siber.

“Kami juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keamanan dan etika dalam menggunakan teknologi digital, termasuk sebagai upaya pencegahan terhadap berbagai bentuk cybercrime yang dapat menyasar kalangan pelajar,” tambahnya.

Kegiatan Program Paham AI bagi siswa SMA/SMK sederajat tersebut diharapkan dapat meningkatkan literasi digital generasi muda sekaligus membangun kesadaran mengenai penggunaan teknologi secara aman, produktif, dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, Polres Pelabuhan Tanjung Priok terus mendorong terciptanya generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan perkembangan kecerdasan buatan untuk mendukung proses pembelajaran dan kegiatan positif lainnya.

JJOS Pelayanan & Pengamanan Embarkasi KM Bukit Raya Tujuan Kijang Berlangsung Aman dan Lancar, 228 Penumpang Terlayani

investigasihukumkriminal, JAKARTA — Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan JJOS Pelayanan, Pengamanan dan Pengawasan kegiatan embarkasi penumpang KM Bukit Raya yang akan berangkat menuju Kijang, pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Kegiatan pengamanan  dengan jumlah penumpang yang melakukan embarkasi sebanyak 228 jiwa.

Dalam pelaksanaan pengamanan tersebut, Kapolsubsektor Pelni Iptu Ramli W. bersama personel melaksanakan pengawasan sekaligus memberikan imbauan kepada para calon penumpang yang hendak memasuki ruang tunggu terminal.

Petugas mengarahkan calon penumpang agar memasuki ruang tunggu secara tertib, berbaris, serta menjaga jarak demi kelancaran dan keselamatan bersama.

“Kami mengimbau seluruh calon penumpang agar tetap tertib, mengikuti arahan petugas, serta memperhatikan keselamatan selama berada di area terminal maupun saat proses naik ke kapal,” ujar IPTU Ramli.

Selanjutnya, setelah para penumpang memasuki ruang tunggu dan secara bertahap menuju kapal, personel tetap melakukan pengawasan serta mengarahkan penumpang untuk memasukkan barang bawaan ke dalam mesin X-ray.

Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan terhadap masuknya barang-barang terlarang sekaligus memastikan proses pemeriksaan tiket dan boarding berjalan sesuai prosedur.

Seluruh rangkaian kegiatan embarkasi dan pemeriksaan penumpang KM Bukit Raya tujuan Kijang berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

KM Bukit Raya dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok pada Rabu, 19 Agustus 2026, sekitar pukul 21.00 WIB, dengan tujuan Kijang.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok memastikan kegiatan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan secara optimal guna menciptakan situasi yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut.

Polsek Kawasan Kalibaru Polres Priok, Gelar Jaga Jakarta On The Spot, Perkuat Sinergi Keamanan di Pelabuhan Marunda

investigasihukumkriminal, Jakarta Utara –  Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, jajaran Polsek Kawasan Kalibaru, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot di kawasan Pelabuhan Marunda, PT KCN, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang tersebut dipimpin oleh Kapolsek Kawasan Kalibaru AKP Arga Arianda Sirgar, S.T.K., S.I.K., M.H. dan diikuti oleh Kanit Binmas Polsek Kawasan Kalibaru IPTU Mashudi, S.H., Kapolsubsektor Marunda IPTU Giyono, personel piket Polsek Kawasan Kalibaru, serta para karyawan swasta di kawasan Pelabuhan Kalibaru.

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian hadir secara langsung di tengah para pekerja dan masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dengan pihak swasta dalam menjaga keamanan lingkungan pelabuhan.

“Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh karyawan dan masyarakat di kawasan pelabuhan untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas,” ujar jajaran Polsek Kawasan Kalibaru dalam kegiatan tersebut.

Selain memberikan imbauan terkait keamanan, petugas juga mengingatkan para karyawan agar menjauhi penyalahgunaan narkoba, minuman keras, serta perjudian online yang dapat merusak diri sendiri maupun lingkungan.

Personel kepolisian turut mengingatkan seluruh pekerja agar selalu mematuhi aturan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, khususnya dalam melaksanakan pekerjaan di area proyek dan pelabuhan. Kepatuhan terhadap SOP dinilai penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban melalui Call Center Polisi 110, yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam.

Kegiatan Jaga Jakarta On The Spot ini merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus upaya preventif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tercipta komunikasi dan kerja sama yang semakin baik antara kepolisian, para pekerja, perusahaan, dan masyarakat sehingga keamanan serta kenyamanan di kawasan Pelabuhan Marunda dan Kalibaru dapat terus terjaga.

“Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif,” demikian laporan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si.

JJOS Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Polisi Pastikan Situasi Kamtibmas di Kawasan Pelabuhan Tetap Aman dan Kondusif

investigasihukumkriminal, JAKARTA – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya melaksanakan Jaga Jakarta Patroli Cipta kondisi di sejumlah wilayah yang menjadi titik aktivitas masyarakat dan kawasan vital pada Rabu (19/8/2026) dini hari.

Kegiatan patroli dengan menyasar sejumlah lokasi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Patroli tersebut dipimpin oleh Pawas IPTU Dwi Dodot, yang juga menjabat sebagai Kasium Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dengan melibatkan sebanyak 17 personel gabungan.

Dalam pelaksanaannya, personel menggunakan empat unit kendaraan roda empat dinas Polri. Adapun rute patroli meliputi PLTU Indonesia Power, Pelabuhan Hinggom, Pelabuhan Nusantara, Terminal Penumpang Nusantara Pura II, hingga JICT 1.

Di PLTU Indonesia Power, personel patroli berdialog dengan petugas keamanan sekaligus memberikan sejumlah imbauan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melaksanakan tugas pada malam hari.

Petugas keamanan juga diingatkan untuk melaksanakan pemeriksaan secara rutin terhadap tamu maupun kendaraan yang masuk, serta menghindari pelaksanaan tugas seorang diri. Selain itu, personel mengimbau agar setiap permasalahan di lapangan dihadapi secara persuasif dan tidak menggunakan tindakan kekerasan.

“Utamakan pendekatan persuasif dalam menangani setiap permasalahan. Apabila menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” ujar petugas patroli dalam imbauannya.

Patroli kemudian dilanjutkan dengan monitoring aktivitas masyarakat di Terminal Penumpang Nusantara Pura II. Personel memberikan imbauan kamtibmas kepada calon penumpang, penjemput, maupun pengguna jasa agar selalu menjaga barang bawaan masing-masing untuk mencegah terjadinya kehilangan ataupun barang tertinggal.

Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan menggunakan kapal juga diimbau agar membeli tiket Pelni maupun Roro melalui tempat atau kanal resmi. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap aksi penipuan yang dapat merugikan calon penumpang.

Selain itu, personel mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai potensi tindak kriminalitas serta bersama-sama menjaga ketertiban selama berada di kawasan terminal.

Kegiatan patroli cipta kondisi tersebut dilaksanakan secara mobile sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi berbagai bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas) di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

“Selama kegiatan berlangsung, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok terpantau aman, kondusif, dan terkendali,” demikian laporan kegiatan tersebut.

Patroli cipta kondisi akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan di kawasan pelabuhan tetap kondusif.