Polisi Tangani Kasus Persetubuhan Terhadap Anak Di Bawah Umur

Jabar, investigasihukumkriminal – Jajaran Polres Kuningan tengah menangani kasus dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang terjadi pada bulan Desember 2024 lalu di Desa Ciomas, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan. Kasus ini resmi dilaporkan pada 24 September 2025. Jumat(26/9/2025).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Berdasarkan keterangan, kejadian berawal ketika korban yang masih berusia 17 tahun mengalami pusing dan muntah, hingga akhirnya dilakukan pemeriksaan di sebuah klinik. Dari hasil pemeriksaan, diketahui korban tengah mengandung janin berusia sekitar tujuh bulan. Saat dimintai keterangan, korban mengaku telah menjadi korban persetubuhan yang dilakukan oleh seorang pria berinisial YS (42), warga Desa Ciomas, Kecamatan Ciawigebang.

“Kasus ini kemudian dilaporkan oleh pihak keluarga ke Polres Kuningan. Penyidik pun segera melakukan langkah-langkah hukum, antara lain memeriksa pelapor, memeriksa saksi-saksi, serta melakukan visum terhadap korban di RSUD 45 Kuningan. Sejumlah barang bukti juga telah diamankan berupa buku nikah dan akta lahir atas nama korban.” ujar Kabid Humas, Sabtu (27/9/2025)

Atas laporan tersebut, polisi menetapkan YS (42), seorang buruh harian lepas asal Desa Ciomas, sebagai tersangka. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan, termasuk keluarga korban dan warga sekitar.

Polres Kuningan memastikan akan menangani kasus ini secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku. Hingga kini, situasi berjalan aman dan kondusif, sementara korban mendapat pendampingan untuk pemulihan.

Kepedulian Polda Jabar Kepada Petani Jagung Untuk Meningkatkan Kesejahteraan

Kepedulian Polda Jabar Kepada Petani Jagung Untuk Meningkatkan Kesejahteraan

investigasihukumkriminal – Kepolisian Daerah Jawa Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang ketahanan pangan. Melalui program penanaman jagung yang telah berjalan konsisten, kini hasilnya tampak nyata dengan digelarnya Panen Raya Serentak Kuartal III Tahun 2025 di Jl. Letjen Mashudi Km 5, Kampung Tagog, Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukawening, Sabtu (27/9/2025).

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan didampingi Pejabat Utama Polda Jabar serta Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto ini menjadi bukti keseriusan jajaran Polda Jabar dalam mendukung program pemerintah mewujudkan swasembada pangan.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Jabar menyampaikan bahwa panen jagung dilakukan di lahan seluas 1,4 hektare dengan hasil produksi mencapai 7 ton jagung. Lebih jauh, secara keseluruhan Polda Jawa Barat melalui program pendampingan pertanian berhasil meraih panen raya jagung dengan total produksi mencapai 141 ton dari luas lahan 41 hektare yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat.

“Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa program pendampingan yang dilakukan Polda Jabar berhasil meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat. Keberhasilan panen jagung dalam skala besar ini bukan hanya memberikan manfaat bagi para petani, tetapi juga menjadi kontribusi nyata kepolisian dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat.” ujarnya.

Sejak awal program, Polda Jabar tidak hanya hadir memberikan pengawalan, tetapi juga aktif mendorong, membimbing, hingga memfasilitasi masyarakat dalam mengoptimalkan lahan pertanian untuk komoditas jagung. Upaya ini membuahkan hasil positif dengan meningkatnya produktivitas panen yang siap menopang kebutuhan pangan daerah bahkan nasional.

Kepedulian Polda Jabar tersebut merupakan peran strategis kepolisian yang tidak sebatas menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi langsung pada sektor ketahanan pangan.

“Panen raya ini menjadi momentum berharga yang menegaskan bahwa sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dapat menghasilkan dampak besar bagi kesejahteraan bersama, sekaligus menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu penopang utama swasembada jagung nasional 2025,” ujar Kapolda Jabar.

Jumat Peduli, Pererat Silaturahmi dan Dengarkan Aspirasi Warga, Kapolres Tanjung Priok Gelar Jum’at Curhat di Rusun Muara Angke

Kapolres Tanjung Priok Gelar Jum’at Curhat di Rusun Muara Angke

JAKARTA, investigasihukumkriminal – Dalam upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Dr. Martuasah Hermindo Tobing, S.I.K., M.H., memimpin langsung kegiatan Jum’at Curhat bersama warga Rumah Susun Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.

Acara tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara warga dan aparat kepolisian, guna menciptakan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang aman, tertib, dan kondusif.

Jum’at Curhat ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat utama Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan tokoh masyarakat setempat, antara lain: Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Dr. Martuasah Hermindo Tobing, S.I.K., M.H., Wakapolres KOMPOL Yudi S.S., S.I.K., Kasat Binmas AKP Sudirman, S.H., M.H., Kasiprovam IPTU Sukoco, S.H., Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa AKP Hitler Napitupulu, S.H., M.H., Wakapolsek AKP Yudi Hermawan, S.H., Kanit Samapta AKP Abdul Kholiq, S.H., Kanit Binmas IPTU Mashudi, Kanit Lantas IPTU Aguk Widodo, Kasium IPTU Fritz K. Tupetu, Kapolsubsektor Muara Angke IPTU Sardi, Kasatpel Rusun Muara Angke, Ibu Murni, Para Ketua RT/RW serta warga Rumah Susun Muara Angke

Rangkaian Kegiatan dan Dialog Warga, Acara dibuka dengan sambutan dari Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa AKP Hitler Napitupulu, S.H., M.H. yang menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif warga dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan berbagai keluhan dan masukan, terutama yang berkaitan dengan keamanan lingkungan,” ujarnya.

Kapolres AKBP Dr. Martuasah kemudian memimpin sesi curhat dan menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat komunikasi dua arah antara Polri dan masyarakat.

“Kami ingin hadir sebagai mitra masyarakat, mendengar langsung apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan warga di lapangan,” tegasnya.

Dalam sesi tanya jawab, beberapa warga menyampaikan berbagai permasalahan:

Ketua RT Sanjaya mengeluhkan maraknya keributan antar remaja yang berujung pada konflik antar orang tua.

Ketua LMK Ibu Musdalifah menyampaikan adanya kegiatan pengajian rutin yang diinisiasi oleh pemuda, namun berharap ada pendampingan dari pihak kepolisian.

Ketua RT Dery mengkhawatirkan pergaulan bebas di sekitar kafe yang diduga menjadi tempat rawan penyalahgunaan narkoba. Ia mengusulkan agar patroli rutin ditingkatkan.

Kapolres AKBP Dr. Martuasah Hermindo Tobing memberikan tanggapan dan solusi konkret terhadap aspirasi warga:

“Terkait perkelahian antar remaja, kami mendorong penyelesaian secara kekeluargaan, namun tetap dalam koridor hukum. Bhabinkamtibmas dan tokoh masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam meredam konflik sosial.”

“Untuk kegiatan pengajian, kami akan menerbitkan Surat Perintah (Sprint) agar anggota Polsek dapat ikut mendampingi secara rutin, demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.”

“Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melapor apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba. Kami akan tindaklanjuti melalui Satresnarkoba secara tertutup.”

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Kapolres membagikan paket sembako kepada warga Rumah Susun Muara Angke. Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban, tertib, dan lancar.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, karena menjadi sarana efektif untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat,” tutup Kapolres.

Dengan semangat kebersamaan, Jum’at Curhat ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum dalam menjaga wilayah Jakarta Utara, khususnya kawasan Pelabuhan Muara Angek Pelabuhan Tanjung Priok, tetap dalam suasana yang aman dan damai.

30 Siswa SD di Cianjur Diduga Alami Keracunan Usai Konsumsi Makanan Bergizi Gratis

Cianjur, investigasihukumkriminal – Sebanyak 30 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Taruna Bhakti, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (25/9/2025).

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H  menyampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Sebelumnya, dapur SPPG Sarampad telah mendistribusikan 247 porsi makanan ke sekolah tersebut. Menu yang diberikan berupa ayam tepung, kentang goreng, sayur buncis, tempe goreng, dan pisang.

“Sekitar pukul 09.50 WIB, 30 siswa mengeluhkan mual, pusing, dan muntah setelah menyantap makanan. Mereka segera dilarikan ke Puskesmas Cugenang untuk mendapat penanganan medis,” ungkap Hendra, Jum’at (26/9/2025)

Salah satu korban, Devi Novianti (10), sempat dirawat namun sudah diperbolehkan pulang sekitar pukul 14.30 WIB dalam kondisi membaik.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, SPPG Sarampad yang menjadi lokasi dapur produksi makanan MBG ditutup sementara. Keputusan penutupan dilakukan bersama Ketua SPPI Kabupaten Cianjur dengan didampingi Sat Reskrim Polres Cianjur dan Polsek Cugenang.

Kombes Hendra menambahkan, hingga pukul 17.00 WIB, seluruh siswa yang sebelumnya mengalami gejala keracunan sudah kembali ke rumah masing-masing dan tidak lagi menjalani perawatan medis.

Pihak kepolisian bersama dinas terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab dugaan keracunan massal tersebut.

Karo Ops Polda Jabar Buka Rakernis SPKT 2025, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Prima

Jabar, investigasihukumkriminal – Kepala Biro Operasi Polda Jabar secara resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jabar Tahun 2025 yang digelar di Aula Moeryono Mapolda Jabar,  Kamis (25/9/2025).

Rakernis tahun ini mengusung tema “Dengan Rakernis SPKT Polda Jabar Kita Wujudkan Fungsi Pelayanan Prima yang Semakin Berkualitas, Profesional, dan Berintegrasi Guna Mendukung Program Asta Cita”. Dalam sambutannya, Karo Ops Polda Jabar menegaskan bahwa SPKT merupakan garda terdepan Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga kualitas pelayanan yang diberikan akan sangat menentukan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri.

“Pelayanan prima bukan sekadar cepat, mudah, dan transparan. Lebih dari itu, harus profesional, akuntabel, terintegrasi dengan teknologi informasi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai humanis,” ujarnya.

Sejalan dengan program Asta Cita Pemerintah dalam mewujudkan reformasi pelayanan publik yang inklusif, ada  beberapa langkah strategis yang akan diperkuat, antara lain memastikan kompetensi personel SPKT tidak hanya dalam teknis kepolisian, tetapi juga soft skill seperti komunikasi efektif, empati, serta kemampuan mengelola konflik.

Selain itu, Karo Ops Polda Jabar menekankan pentingnya digitalisasi layanan, penerapan standar pelayanan yang sama di seluruh jajaran Polres dan Polsek, serta evaluasi berkelanjutan agar setiap kekurangan dapat segera diperbaiki.

“Saya ingin menekankan bahwa pelayanan prima bukan hanya tentang kecepatan, melainkan juga ketulusan dan integritas. Masyarakat membutuhkan kehadiran Polri yang peduli, mengayomi, dan memberikan rasa aman,” tambahnya.

Karo Ops juga berpesan agar Rakernis ini dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai wadah bertukar pikiran dan merumuskan langkah inovatif yang dapat diimplementasikan dalam tugas sehari- hari.

Bantah Isu Negatif,  Polda Jabar Pastikan Penanganan Tahanan Humanis Dan Transparan

Jabar, investigasihukumkriminal – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat membantah tuduhan adanya praktik penyiksaan terhadap para tahanan yang ditangkap dalam aksi demonstrasi 29 Agustus hingga 1 September 2025 di Kota Bandung. Bantahan ini disampaikan menyusul beredarnya siaran pers dari “Tim Advokasi Bandung Melawan” yang menuding adanya pelanggaran hak asasi manusia dalam proses penangkapan dan penahanan.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar. Menurutnya, seluruh proses penanganan terhadap para tersangka dilakukan sesuai prosedur standar operasional (SOP) kepolisian, termasuk dalam hal pemberian akses bantuan hukum.
“Apa yang disampaikan oleh tim advokasi Bandung itu tidak benar. Jadi ketika mereka ditahan di kepolisian, sejak pemeriksaan awal sudah kami berikan akses untuk pendamping hukum mereka. Selama pemeriksaan pun kami perlakukan mereka secara baik dan sesuai SOP,” ujar Kombes Pol. Hendra, Kamis (25/9/2025)

Ia juga menepis isu adanya penganiayaan terhadap para tahanan. Kabid Humas Polda Jabar, memastikan bahwa tidak ada bentuk kekerasan atau penyiksaan sebagaimana dituduhkan.
“Yang dikatakan mereka selama ditahan di kepolisian ada penganiayaan, itu tidak ada. Kami yakinkan hal itu bisa langsung dikonfirmasi kepada pengacara- pengacara mereka.” tegasnya.

Polda Jabar mengklaim bahwa kelompok anarko merupakan biang kerok dari ricuhnya demonstrasi dan mereka yang ditangkap ini mayoritas terlibat pengrusakan hingga provokasi yang menimbulkan kerusuhan bahkan kerusakan.

Mereka ditangkap pada umumnya diatas pukul 21.00 Wib malam dan sebagian ditangkap karena diakunnya sering melakukan provokasi kekerasan saat demo dan langsung mengupload tindakan anarkhis.

Lebih lanjut, Polda Jabar menyampaikan bahwa proses hukum terhadap para tersangka berjalan sesuai ketentuan. Setiap kendala dalam pemeriksaan, menurut Kabid Humas Polda Jabar, dilakukan dengan metode konfrontasi sesuai aturan demi kepentingan pengembangan kasus, bukan dengan cara-cara di luar hukum.

Polda Jabar pun meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak terverifikasi, serta menegaskan komitmennya dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia dalam setiap proses penegakan hukum.

Polda Jabar Pastikan Kesiapan Logistik Dalam Penanganan Unjuk Rasa

Jabar, investigasihukumkriminal – Kepolisian Daerah Jawa Barat melalui Biro Logistik (Rolog) menegaskan komitmennya dalam memastikan kesiapan logistik untuk mendukung personel saat pengamanan unjuk rasa (Unras). Hal tersebut disampaikan dalam paparan resmi Karo Logistik Polda Jabar, Kombes Pol. Asep Akbar Hikmana, S.I.K., M.H., yang menekankan pentingnya kesiapan logistik sebagai salah satu kunci keberhasilan operasi pengamanan.

Dasar hukum pelaksanaan tugas pengamanan unjuk rasa mengacu pada UU No. 9 Tahun 1998, Perkap No. 7 Tahun 2012, Perpol No. 3 Tahun 2024, dan Perkap No. 1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian. Rolog memiliki peran penting dalam membina dan menyelenggarakan manajemen logistik, mulai dari perbekalan umum, peralatan, kendaraan, hingga jasa angkutan dan pemeliharaan fasilitas.

Karo Loogistik Polda Jabar menjelaskan strategi logistik terbagi dalam tiga tahapan, yakni pra, pelaksanaan, dan pasca-unjuk rasa. Pada tahap pra-unjuk rasa, Rolog memastikan kesiapan seluruh materiil logistik dengan melakukan pengecekan, servis rutin, serta penyimpanan senjata api dan amunisi di gudang Sat Brimob Polda Jabar.

Saat pelaksanaan unjuk rasa, Rolog melakukan koordinasi intensif dengan Dit Intelkam terkait jumlah massa, Biro Ops untuk jumlah personel, serta Biro Rena dan Bidkeu dalam hal kesiapan anggaran. Tak hanya itu, dukungan logistik berupa makanan juga dipastikan melalui pihak ketiga maupun dapur lapangan.

“Adapun strategi distribusi logistik dilakukan dengan bantuan Dit Lantas atau Dit Samapta. Jika situasi di lapangan berkembang anarkis, distribusi akan menggunakan kendaraan non-branding Polri demi keamanan personel maupun barang yang dibawa.” katanya.

Pasca-unjuk rasa, Rolog melakukan inventarisasi ulang seluruh logistik, pendataan kerusakan, perbaikan atau penghapusan barang yang rusak, serta mengajukan penggantian kepada Slog Polri agar kesiapan operasional tetap terjaga.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol
Hendra Rochmawan S.I.K., M.H  menegaskan bahwa logistik adalah salah satu aspek vital dalam mendukung keberhasilan operasi. “Kami memastikan seluruh kebutuhan logistik bagi personel pengamanan terpenuhi dengan baik. Kesiapan ini bukan hanya soal peralatan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran tugas Polri di lapangan,” ungkapnya, Rabu (24/9/2025)

Ia menambahkan, koordinasi dengan berbagai satuan kerja dan stakeholder terkait akan terus diperkuat untuk menghadapi dinamika unjuk rasa yang semakin kompleks. “Logistik yang memadai berarti memberikan perlindungan maksimal, baik bagi personel maupun masyarakat. Prinsip kami jelas, semua harus berjalan dengan aman, tertib, dan humanis,” tutup Kombes Pol. Asep.

AGRA Pangalengan Peringati Hari Tani Nasional, Dihadiri Polisi, Forkopimcam Dan Ratusan Petani

Jabar, investigasihukumkriminal – Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Cabang Pangalengan menggelar acara syukuran dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2025. Rabu, 24 September 2025.

Acara yang berlangsung di Lapangan Sampalan, Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, ini dihadiri oleh sekitar 150 orang anggota AGRA serta sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) setempat.

​Kapolsek Pangalengan Kompol Edi Pramana yang turut hadir menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif internal organisasi AGRA Pangalengan yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan syukuran atas hasil perjuangan petani.

“Kegiatan ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar Kompol Edi Pramana.

​Menurut Kompol Edi, kegiatan syukuran ini menjadi bukti sinergi antara aparat keamanan dengan masyarakat, khususnya para petani di Pangalengan.

“Kehadiran kami, bersama Camat dan Danramil, menunjukkan dukungan dan perhatian pemerintah terhadap aspirasi para petani,” jelasnya.

​Selain Kapolsek, acara ini juga dihadiri oleh Camat Pangalengan Vena Andriawan, Danramil Pangalengan Kapten Tedi Sopian, dan Kepala Desa Margamekar Ade Wahyu.

Turut hadir juga para pengurus AGRA, di antaranya Ketua AGRA Cabang Pangalengan Abah Ugus, Ketua Anak Cabang Tarman, serta Ketua Ranting Sukamanah Nandang, yang juga bertindak sebagai penanggung jawab acara.

Polisi Hadiri Doa Bersama, Perangati Hari Tani Nasional 2025

Jabar, investigasihukumkriminal – Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2025, Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar kegiatan doa bersama yang berlangsung khidmat di Aula Setda Ciamis, Rabu, (24/9/2025).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol
Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Kegiatan ini menjadi momentum reflektif sekaligus ungkapan syukur atas peran penting para petani dalam menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional.

Acara dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan, mulai dari unsur Forkopimda Ciamis, pimpinan organisasi, kelompok tani, asosiasi pertanian, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para pegiat sektor pertanian lainnya, menunjukkan soliditas dalam mendukung sektor vital ini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Ape Ruswandana, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni. “Melainkan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dan keberkahan yang telah dirasakan oleh masyarakat Ciamis, khususnya para petani,” ujarnya.

Ape juga menambahkan bahwa kegiatan ini adalah sarana mempererat silaturahmi antar semua pihak yang terlibat dalam pembangunan pertanian. “Alhamdulillah, acara ini bisa terselenggara dengan baik berkat dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. Semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Ciamis,” harapnya.

Sementara itu, Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., dalam sambutannya menekankan pentingnya Hari Tani Nasional sebagai momentum refleksi terhadap kontribusi besar para petani dalam pembangunan bangsa. “Petani adalah garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Kami dari pihak Kepolisian siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pengembangan sektor pertanian, baik dalam budidaya jagung, beras, maupun komoditas unggulan lainnya, demi menjadikan Ciamis sebagai daerah pertanian yang maju dan mandiri,” tegas Kapolres.

Dalam diskusi yang berkembang, terungkap potensi besar Kabupaten Ciamis dalam mencapai swasembada pangan, khususnya untuk komoditas jagung dan padi. Kebutuhan jagung per hari di Ciamis mencapai 114 ton, namun saat ini baru dapat dipenuhi sekitar 60-70 ton per hari. Ini menunjukkan peluang yang sangat bagus untuk mendongkrak para petani guna melaksanakan swasembada pangan.

Meski Ciamis terkenal dengan pertaniannya yang luar biasa, namun masih menghadapi tantangan dalam hal branding produk lokal. “Data yang kami punya, kita belum punya brand sendiri. Brand beras Ciamis, jagung Ciamis belum ada,” ungkap salah satu peserta diskusi. Selama ini, masyarakat lebih mengenal beras Cianjur, padahal penyuplai besar beras tersebut banyak berasal dari kelompok tani di Ciamis.

Ditekankan bahwa perlu adanya kolaborasi aktif antara pemerintah daerah dan seluruh stakeholder untuk menciptakan brand beras Pandan Wangi Ciamis atau brand jagung “Lapong”, atau nama lain yang dapat mengangkat identitas produk lokal. Langkah ini diharapkan dapat memajukan Ciamis di masa depan dan memberikan nilai tambah bagi petani.

Kegiatan doa bersama ini juga diisi dengan tausiah dan ceramah keagamaan yang disampaikan oleh KH. Nonop Hanafi, yang menekankan pentingnya keberkahan dalam setiap usaha di sektor pertanian serta perlunya sinergi spiritual dan teknis dalam membangun kemandirian pangan.

Acara ditutup dengan doa bersama, dipanjatkan untuk kemajuan sektor pertanian Ciamis dan kesejahteraan para petani yang selama ini menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat di Kabupaten Ciamis. Dengan semangat Hari Tani Nasional 2025 dan tema “Petani Kuat, Ekonomi Hebat”, Kabupaten Ciamis kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan pertanian sebagai sektor strategis demi terwujudnya kemandirian pangan dan kesejahteraan petani yang berkelanjutan, didukung dengan upaya penguatan identitas produk lokal.

Polisi Hadiri Peringatan Hari Tani Ke-64 Tingkat Kabupaten Cianjur

Cianjur, investigasihukumkriminal – Kapolres Cianjur AKBP Rohman Yonky Dilatha, S.I.K., M.Si., M.H. menghadiri undangan dari Bupati Cianjur dalam rangka peringatan Hari Tani ke-64 tingkat Kabupaten Cianjur yang diselenggarakan di Sub Terminal Agribisnis Desa Ciherang, Kecamatan Pacet serta di kawasan Perkebunan Teh Maleber, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Rabu (24/9/2025).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Kegiatan peringatan Hari Tani ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Cianjur, unsur pemerintahan daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok tani. Rangkaian acara meliputi sambutan Bupati Cianjur, peninjauan hasil pertanian lokal, hingga kunjungan lapangan ke area perkebunan teh yang menjadi salah satu komoditas unggulan Cianjur.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Cianjur menyampaikan dukungan penuh Polri terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. “Kami siap bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang merupakan salah satu pilar penting bagi perekonomian daerah,” ujar AKBP Rohman Yonky Dilatha.

Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Peringatan Hari Tani ke-64 ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan serta kesejahteraan petani di Kabupaten Cianjur.