
investigasihukumkriminal JAKARTA – Ketua Umum H. Eka Jaya secara tegas mengumumkan langkah politik organisasinya untuk mendatangi berbagai partai politik di Indonesia. Agenda silaturahmi dan penegasan sikap ini dimulai dengan menyambangi Partai Gerindra pada hari ini, yang nantinya akan dilanjutkan ke Partai Golkar serta jajaran partai politik lainnya.
Dalam pernyataan pers yang disampaikan di hadapan awak media, Eka Jaya menekankan bahwa tekad bulat lembaganya telah bulat, yakni mendesak adanya proses pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, dengan merujuk pada keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dinilai sangat jelas, final, dan bersifat binding (mengikat), tidak ada lagi celah ataupun alasan bagi pihak manapun untuk menghindar dari penegakan aturan tersebut.
Didampingi sejumlah tokoh, termasuk Ustaz Khoirudin dan Ustaz Naja, Eka Jaya menyoroti bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa partai-partai politik memiliki tanggung jawab moral yang besar dalam menyelamatkan bangsa dan negara. Ia menilai, aksi-aksi demonstrasi berskala besar yang sebelumnya telah disuarakan oleh anak bangsa merupakan wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap perbaikan kondisi negeri ini.
Selain menyoroti isu politik kenegaraan, Eka Jaya juga mengkritik berbagai musibah dan persoalan nasional yang tengah melanda, termasuk masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilainya luar biasa masif. Ia menyayangkan sikap penanganan yang dinilai lemah terhadap sektor kehutanan, seraya mengingatkan bahwa para menteri terkait memegang tanggung jawab penuh atas persoalan personal dan struktural di kementerian masing-masing.
Lebih lanjut, Eka Jaya berharap para anggota dewan di parlemen dapat menggunakan nalar yang jernih, objektif, dan berpihak pada kepentingan rakyat banyak. Keputusan dari Mahkamah Konstitusi ditegaskan sudah menjadi keputusan mutlak lembaga tertinggi, sehingga saat ini ujian terbesar berada di pundak anggota DPR untuk menunjukkan keberanian moral dalam membela aspirasi masyarakat.
“Bangsa ini membutuhkan pemikiran yang cerdas dan visioner dari anak-anak bangsanya untuk keluar dari berbagai krisis, bukan sekadar berdiam diri,” pungkasnya. (86)