Kebakaran Seluas 20 Hektare Hanguskan Kebun Sawit di Mandau Talawang Kapuas, Pekerja Sebut Dipicu Merembetnya Karhutla

investigasihukumkriminal KAPUAS | Kebakaran hebat melanda kawasan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Mandau Talawang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Sekitar 20 hektare lahan perkebunan sawit dilaporkan hangus terbakar setelah api merembet dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan sekitar akibat cuaca panas dan tiupan angin kencang.

Peristiwa yang terjadi pada pekan ini sempat membuat panik para pekerja dan pihak manajemen perusahaan. Berdasarkan keterangan sejumlah pekerja di lapangan, kobaran api awalnya terlihat membakar semak belukar di luar batas kebun yang diduga bersumber dari titik api kebakaran hutan di sekitar wilayah tersebut.

“Api mulanya terlihat cukup jauh dari area blok kebun. Namun, karena kondisi cuaca yang kering serta banyaknya ilalang kering, api dengan cepat membesar dan bergerak liar,” ujar salah seorang pekerja perkebunan yang meminta namanya disembunyikan.

Para pekerja menyebutkan bahwa hembusan angin yang cukup kencang membuat api melompat dengan cepat hingga masuk ke dalam area perkebunan sawit dan melahap sedikitnya 20 hektare tanaman serta lahan di bawahnya.

Mendapati api yang mulai mendekati kawasan produktif, para pekerja bersama tim tanggap darurat perusahaan langsung bergegas melakukan upaya pemadaman darurat. Dengan mengerahkan alat berat berupa ekskavator untuk membuat sekat bakar serta unit mobil tangki air, mereka berjibaku melokalisir api agar tidak terus meluas ke blok-blok tanaman sawit lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang bersama aparat kepolisian setempat dikabarkan masih memantau lokasi kejadian guna memastikan tidak ada lagi titik api tersisa (hotspot) yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam insiden ini, sementara kerugian materil akibat rusaknya puluhan hektare tanaman sawit masih dalam proses penghitungan oleh pihak manajemen.

Aparat keamanan dan instansi terkait terus mengimbau masyarakat serta pihak korporasi perkebunan di wilayah Kapuas untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi, mengingat potensi peningkatan titik api di tengah musim kemarau yang rawan memicu bencana karhutla di Kalimantan Tengah.