Pelajar di Sukaluyu Cianjur Jadi Korban Pembacokan, Tiga Orang Terduga Pelaku Diamankan Polisi

investigasihukumkriminal CIANJUR – Seorang pelajar berinisial R (16) mengalami luka serius akibat dugaan pembacokan menggunakan senjata tajam di Kampung Babakanjati, Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Kamis (15/10/2026) malam. Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.


Peristiwa bermula saat korban sedang nongkrong sambil bermain telepon genggam bersama temannya di sebuah warung pinggir jalan sekitar pukul 20.15 WIB. Tak lama kemudian, dua unit sepeda motor yang masing-masing ditumpangi oleh dua orang berhenti di lokasi kejadian.


Salah seorang dari kelompok tersebut diduga langsung mengayunkan senjata tajam ke arah korban, mengakibatkan luka serius pada bagian kepala. Suasana di sekitar lokasi mendadak mencekam saat korban berteriak meminta pertolongan.


Sejumlah warga yang berada di sekitar warung mengaku kaget mendengar teriakan korban. Menurut kesaksian warga setempat, aksi penyerangan tersebut terjadi begitu cepat sehingga warga sempat kesulitan mengenali para pelaku secara jelas di tengah kondisi malam hari.


“Kami kaget dengar suara teriakan minta tolong dari arah warung. Warga yang melihat kejadian langsung berhamburan keluar untuk menolong korban dan mengejar para pelaku yang sempat panik,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.


Dalam pengejaran tersebut, berkat kesigapan warga bersama orang-orang di sekitar lokasi, tiga orang terduga pelaku berhasil diamankan. Sementara itu, dua orang lainnya melarikan diri menggunakan sepeda motor.


Anggota Trantib Kecamatan Sukaluyu, Asep Toni, mengungkapkan bahwa petugas bersama unsur terkait segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengamankan situasi sekaligus mengevakuasi korban.
“Korban kami evakuasi ke Puskesmas Sukaluyu. Karena mengalami luka serius, korban kemudian dirujuk ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujar Asep.


Polisi Dalami Dugaan Janjian via Media Sosial
Kapolsek Sukaluyu IPTU Mulyadi melalui Kanit Reskrim AIPDA Yudha Widianto menyampaikan, hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan adanya kesepakatan atau perjanjian melalui media sosial sebelum peristiwa terjadi.


“Untuk sementara, hasil interogasi singkat dengan terduga yang diamankan, ada perjanjian melalui media sosial, Instagram, antara sekolah di Cilaku dan Sukaluyu,” papar Yudha, Jumat (16/10/2026).


Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan motif maupun rangkaian peristiwa secara pasti. Penyidik masih mendalami keterangan dari berbagai pihak serta mengumpulkan alat bukti guna memastikan peran dan keterlibatan masing-masing terduga pelaku.


Korban diketahui merupakan pelajar SMK kelas X berusia 16 tahun. Sementara itu, tiga orang yang berhasil diamankan terdiri atas dua orang dewasa dan satu orang anak di bawah umur.


Ketiganya langsung digelandang ke Polsek Sukaluyu guna mengantisipasi potensi aksi massa serta mencegah terjadinya aksi lanjutan di sekitar lokasi kejadian.


“Pada malam itu, mereka langsung kami amankan ke Polsek karena ada aksi massa dan kami khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan,” tambah Yudha.


Kasus ini sempat ramai diperbincangkan di media sosial dan dikaitkan dengan aksi geng motor. Kendati demikian, pihak kepolisian menegaskan masih terus menelusuri kebenaran informasi tersebut dan mendalami dugaan provokasi yang bermula dari media sosial Instagram. (86)

Kebakaran Seluas 20 Hektare Hanguskan Kebun Sawit di Mandau Talawang Kapuas, Pekerja Sebut Dipicu Merembetnya Karhutla

investigasihukumkriminal KAPUAS | Kebakaran hebat melanda kawasan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Mandau Talawang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Sekitar 20 hektare lahan perkebunan sawit dilaporkan hangus terbakar setelah api merembet dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan sekitar akibat cuaca panas dan tiupan angin kencang.

Peristiwa yang terjadi pada pekan ini sempat membuat panik para pekerja dan pihak manajemen perusahaan. Berdasarkan keterangan sejumlah pekerja di lapangan, kobaran api awalnya terlihat membakar semak belukar di luar batas kebun yang diduga bersumber dari titik api kebakaran hutan di sekitar wilayah tersebut.

“Api mulanya terlihat cukup jauh dari area blok kebun. Namun, karena kondisi cuaca yang kering serta banyaknya ilalang kering, api dengan cepat membesar dan bergerak liar,” ujar salah seorang pekerja perkebunan yang meminta namanya disembunyikan.

Para pekerja menyebutkan bahwa hembusan angin yang cukup kencang membuat api melompat dengan cepat hingga masuk ke dalam area perkebunan sawit dan melahap sedikitnya 20 hektare tanaman serta lahan di bawahnya.

Mendapati api yang mulai mendekati kawasan produktif, para pekerja bersama tim tanggap darurat perusahaan langsung bergegas melakukan upaya pemadaman darurat. Dengan mengerahkan alat berat berupa ekskavator untuk membuat sekat bakar serta unit mobil tangki air, mereka berjibaku melokalisir api agar tidak terus meluas ke blok-blok tanaman sawit lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang bersama aparat kepolisian setempat dikabarkan masih memantau lokasi kejadian guna memastikan tidak ada lagi titik api tersisa (hotspot) yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam insiden ini, sementara kerugian materil akibat rusaknya puluhan hektare tanaman sawit masih dalam proses penghitungan oleh pihak manajemen.

Aparat keamanan dan instansi terkait terus mengimbau masyarakat serta pihak korporasi perkebunan di wilayah Kapuas untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi, mengingat potensi peningkatan titik api di tengah musim kemarau yang rawan memicu bencana karhutla di Kalimantan Tengah.