Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tingkatkan Pengaturan Lalu Lintas, Pastikan Arus Kendaraan Lancar dan Kondusif

investigasihukumkriminal, Jakarta Utara | Personel Satuan Samapta bersama Satuan Lalu Lintas Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (30/8/2026) sore.

Kegiatan dengan fokus pengaturan di Pos 1, Pos Payung, dan Pos Bahari IV. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan dan kehadiran kepolisian dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, personel Satsamapta yang terlibat yakni Brigadir Ito, Bripda Zidny, dan Bripda Dahrul. Sementara dari Satlantas, hadir Aiptu Durrohman, Bripka Eko, dan Brigadir Zam Zam.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa pengaturan lalu lintas dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

“Kegiatan pengaturan lalu lintas ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam membantu kelancaran arus kendaraan serta memberikan rasa aman kepada para pengguna jalan,” ujar AKBP Alrasyidin Fajri.

Selain mengantisipasi potensi kemacetan, kehadiran personel kepolisian di lapangan juga bertujuan untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas, termasuk kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor) serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya.

“Kami juga mengantisipasi potensi kemacetan, kejahatan 3C, maupun gangguan kamtibmas lainnya. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tambahnya.

Petugas juga memberikan perhatian terhadap kelancaran pergerakan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, termasuk masyarakat yang berangkat maupun pulang kerja serta tamu VIP yang melintas di kawasan tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan selama kegiatan berlangsung, arus lalu lintas terpantau lancar, sementara situasi secara umum dalam keadaan terkendali, aman, dan kondusif.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok akan terus mengoptimalkan kegiatan pengaturan dan pelayanan di lapangan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Hadirkan Layanan Kesehatan bagi Warga Terdampak Kebakaran Muara Angke

investigasihukumkriminal, Jakarta Utara | Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak kebakaran di kawasan Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Pelayanan Kesehatan dilaksanakan di Pos Pengungsian yang berlokasi di depan Musholla Sirojul Muslimin, Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (30/8/26).

Personel Sidokkes Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan kepada warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat kondisi pasca kebakaran.

Sebanyak 3 warga mendapatkan pelayanan kesehatan. Dari jumlah tersebut, tidak terdapat pasien yang harus dirujuk ke fasilitas kesehatan lebih lanjut.

Adapun warga yang mendapatkan pelayanan kesehatan, antara lain Siti Hawa (35) yang mengalami keluhan demam dan flu. Setelah dilakukan pemeriksaan dengan hasil tekanan darah 120/80 mmHg, pasien mendapatkan terapi berupa Paracetamol, Molexflu, dan Pritavit.

Selanjutnya, Dewi (49) mendapatkan pemeriksaan dengan keluhan gatal dan alergi. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 130/90 mmHg dan pasien diberikan terapi Cetirizine.

Sementara itu, Djarot (45) datang dengan keluhan asam lambung dan mual. Setelah dilakukan pemeriksaan dengan hasil tekanan darah 140/90 mmHg, pasien diberikan terapi Antasida.

Plt. Kasi Dokkes Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ipda Sri Puji Astuti, S.Farm., mengatakan bahwa pelayanan kesehatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang sedang menghadapi situasi pasca kebakaran.

“Kami terus menyiagakan tenaga kesehatan dan ambulance untuk memberikan pelayanan kepada warga terdampak. Selain memberikan pengobatan, kami juga melakukan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat serta menyampaikan laporan secara berkala,” ujar Ipda Sri Puji Astuti.

Dalam pelaksanaannya, Sidokkes Polres Pelabuhan Tanjung Priok menyiagakan tenaga kesehatan dan ambulance, memberikan pelayanan kesehatan kepada warga, serta melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi kesehatan para pengungsi.

Kehadiran Personel Sidokkes Polres Pelabuhan Tanjung Priok diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan kesehatan warga terdampak sekaligus memberikan rasa aman dan kepedulian kepada masyarakat selama masa pemulihan pasca kebakaran.

Polda Kaltim Sambut Satgas Edukasi Polri, Perkuat Upaya Pencegahan Karhutla di Masyarakat

investigasihukumkriminal, BALIKPAPAN | Polda Kalimantan Timur menyambut kedatangan Satgas Edukasi Polri yang akan melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026. Kegiatan penyambutan berlangsung di Ruang Posko Presisi Polda Kaltim, Jumat (28/8/2026) pukul 15.00 WITA.

Kegiatan tersebut dihadiri Karoops Polda Kaltim Kombespol Dedi Suryadi, S.I.K., M.Han., Dirbinmas Polda Kaltim Kombespol Arman, S.I.K., M.Si., pendamping Satgas Kombespol Anton Firmanto, S.H., S.I.K., M.Si., Kabagbinops Roops Polda Kaltim AKBP Fauzi Akhmad, S.E., M.M., serta para peserta Satgas Edukasi Polri.

Dalam sambutannya, Karoops Polda Kaltim Kombespol Dedi Suryadi menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada pendamping serta seluruh personel Satgas Edukasi Polri. Ia menjelaskan bahwa situasi karhutla di wilayah Kalimantan Timur saat ini tidak separah dengan informasi yang beredar di sejumlah media.

“Selamat datang kepada pendamping dan seluruh tim Satgas Edukasi Polri di Polda Kaltim. Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran untuk mencegah terjadinya karhutla,” ujar Kombespol Dedi Suryadi.

Lebih lanjut, Karoops menyampaikan bahwa Polda Kaltim telah melakukan langkah penegakan hukum terhadap sejumlah kasus karhutla. Hingga saat ini, terdapat lima kasus dengan lima orang tersangka yang telah ditangani.

“Kami terus melakukan langkah-langkah pencegahan sekaligus penegakan hukum terhadap pelaku karhutla. Namun, kami juga menekankan kepada Satgas agar lebih mengedepankan upaya edukasi dan pendekatan kepada masyarakat,” jelasnya.

Karoops juga mengingatkan personel Satgas agar tidak mendekati daerah yang memiliki potensi titik api tanpa koordinasi dan pertimbangan situasi keamanan. Menurutnya, fokus utama Satgas adalah memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat di wilayah yang menjadi sasaran kegiatan.

Sementara itu, Dirbinmas Polda Kaltim Kombespol Arman menekankan pentingnya pendekatan secara humanis dalam pelaksanaan edukasi kepada masyarakat. Personel Satgas diharapkan dapat membangun komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh adat, pemuka adat, serta pihak perusahaan.

“Pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan oleh Polri sendiri. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami mendorong para personel Satgas untuk melakukan penyuluhan dan pendekatan kepada tokoh adat, pemuka masyarakat maupun pihak perusahaan agar bersama-sama mencegah terjadinya karhutla,” kata Kombespol Arman.

Dalam kegiatan tersebut, pendamping Satgas juga memberikan sejumlah arahan kepada personel yang akan diterjunkan ke wilayah jajaran Polda Kaltim. Personel diminta terlebih dahulu mempelajari kondisi dan karakteristik wilayah yang rawan karhutla sebelum melaksanakan kegiatan edukasi.

Selain itu, personel Satgas diminta menyampaikan kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak pembakaran hutan maupun lahan serta melakukan pendekatan dengan cara yang baik dan persuasif. Koordinasi dengan Kasatbinmas di masing-masing wilayah juga menjadi bagian penting agar pelaksanaan tugas dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Satgas Edukasi Polri juga diminta segera menyiapkan rencana kegiatan masing-masing hingga pelaksanaan tugas berakhir pada 6 September 2026.

Dalam pelaksanaannya, personel Satgas Edukasi Polri akan ditempatkan di sejumlah wilayah hukum Polres jajaran Polda Kaltim yang menjadi sasaran kegiatan, yakni Polres Berau, Polres Kutai Timur, Polres Kutai Kartanegara, Polres Paser, dan Polres Kutai Barat.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Kaltim berharap kehadiran Satgas Edukasi Polri dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya karhutla serta mendorong keterlibatan seluruh pihak dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Upaya edukasi dan pencegahan tersebut diharapkan dapat berjalan secara berkesinambungan, sehingga potensi karhutla di wilayah Kalimantan Timur dapat ditekan dan masyarakat semakin memahami dampak hukum, lingkungan, kesehatan, serta sosial yang ditimbulkan akibat pembakaran hutan dan lahan.

Jaga Jakarta On The Spot, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Pengemudi Ojek Pangkalan dan Bajaj di Muara Baru

investigasihukumkriminal, Jakarta | Polres Pelabuhan Tanjung Priok melalui Polsek Kawasan Muara Baru melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot di kawasan Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Pelabuhan Muara Baru, tersebut dipimpin oleh Waka Polsek Kawasan Muara Baru IPTU Sukis Wibowo, S.H., bersama personel piket fungsi.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran kepolisian menyambangi dan berdialog langsung dengan para pengemudi ojek pangkalan dan pengemudi bajaj yang beraktivitas di kawasan Pelabuhan Muara Baru. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk mendengarkan aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam kesempatan itu, IPTU Sukis Wibowo menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para pengemudi agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan menciptakan suasana yang aman serta kondusif.

“Kami mengajak seluruh pengemudi ojek pangkalan dan bajaj untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas. Apabila menemukan atau mengetahui adanya gangguan keamanan maupun tindak kriminalitas, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” ujar IPTU Sukis Wibowo.

Petugas juga mengingatkan para pengemudi untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang serta tidak mengonsumsi minuman beralkohol yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban.

“Jangan sampai terlibat dalam penyalahgunaan obat-obatan terlarang maupun minuman beralkohol. Mari kita bersama-sama menjaga diri, keluarga, dan lingkungan agar tetap aman dan kondusif,” pesannya.

Selain itu, masyarakat diberikan pemahaman mengenai akses layanan kepolisian. Warga yang mengetahui adanya tindak kejahatan atau kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi dapat melaporkannya dengan mendatangi kantor kepolisian terdekat maupun melalui layanan kepolisian 110.

Kegiatan Jaga Jakarta On The Spot merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, personel kepolisian dapat mendengarkan secara langsung berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat sekaligus menyampaikan imbauan kamtibmas sebagai langkah preventif dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di kawasan Pelabuhan Muara Baru terpantau aman, kondusif, dan terkendali.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan kepolisian yang bersifat humanis dan preventif serta membangun sinergi bersama masyarakat dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang semakin baik di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Gelombang Penertiban Meta: Ribuan Akun Facebook Terancam Blokir Permanen Lewat Kebijakan Tinjauan Ketat

investigasihukumkriminal, JAKARTA | Platform media sosial besutan Meta, Facebook, tengah memperketat sistem keamanan secara masif. Langkah ini memicu gelombang peninjauan akun (account review) secara besar-besaran yang berujung pada ancaman penonaktifan secara permanen bagi para pengguna.


Kebijakan penertiban ini dirasakan oleh banyak pengguna dalam beberapa waktu terakhir. Sistem otomatis Meta dilaporkan secara agresif mendeteksi aktivitas yang dianggap tidak wajar, mulai dari pola interaksi yang mirip bot, penggunaan identitas atau nama samaran, hingga aktivitas login dari perangkat atau lokasi asing.


Sebagai bagian dari prosedur keamanan baru ini, pengguna yang terjaring dalam sistem pengawasan tidak hanya diminta memasukkan kode OTP melalui SMS atau email. Meta kini mewajibkan proses verifikasi yang jauh lebih ketat, yakni verifikasi identitas resmi menggunakan kartu identitas (seperti KTP atau SIM) hingga pemindaian data biometrik berupa swafoto video (video selfie) untuk mencocokkan keaslian fisik pengguna.


Kendati diklaim sebagai langkah perlindungan untuk memberantas akun bot, penipuan, dan disinformasi, kebijakan ini menuai beragam keluhan dari masyarakat luas. Sejumlah pemilik akun asli mengaku kesulitan memulihkan akun mereka karena proses verifikasi biometrik kerap mengalami kendala sistem atau ditolak oleh algoritma Meta. Akibatnya, tak sedikit akun personal maupun akun pengelola halaman bisnis (Fanpage) yang langsung dinonaktifkan secara permanen tanpa opsi banding lanjutan.


Pihak Meta sendiri terus mengimbau para pengguna agar senantiasa mematuhi Standar Komunitas, menghindari praktik spam, melengkapi data profil dengan informasi yang valid, serta mengaktifkan fitur autentikasi ganda guna mengantisipasi agar akun tidak terjaring dalam pembersihan massal tersebut.

Sambut Hari Jadi ke-78, Polwan Bantu Korban Kebakaran Muara Angke

investigasihukumkriminal, JAKARTA | Menyambut Hari Jadi ke-78 Polwan Republik Indonesia, Polwan Polda Metro Jaya bersama Bhayangkari Daerah Metro Jaya menggelar bakti sosial bagi warga terdampak kebakaran di Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat (28/8/2026).

Wakil Pakor Polwan Polda Metro Jaya Kompol Supjiyati mengatakan, peringatan Hari Jadi Polwan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat kepedulian dan kehadiran Polwan di tengah masyarakat.

“Memasuki usia ke-78, Polwan terus berupaya memberikan pengabdian terbaik. Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir, berbagi, dan memberikan dukungan kepada warga yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar Kompol Supjiyati.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan lokasi kebakaran untuk melihat kondisi terkini. Rombongan kemudian mengunjungi posko pengungsian dan posko kesehatan serta menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus menguatkan semangat warga untuk bangkit. Kehadiran kami juga merupakan bentuk kepedulian bahwa masyarakat tidak sendiri dalam menghadapi masa pemulihan,” tambahnya.

Kegiatan diikuti Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Metro Jaya beserta pengurus, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok bersama pejabat utama, Ketua Bhayangkari Cabang Pelabuhan Tanjung Priok beserta anggota, serta jajaran Polwan Polda Metro Jaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.

Bhayangkari Peduli dan Polwan Peduli, Korban Kebakaran Muara Angke, Salurkan Ratusan Paket Bantuan

investigasihukumkriminal, JAKARTA | Kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran di kawasan Muara Angke kembali ditunjukkan Bhayangkari Daerah Metro Jaya bersama Bhayangkari Cabang Pelabuhan Tanjung Priok serta Polwan Polda Metro Jaya. Melalui kegiatan Bhayangkari Peduli dan Polwan Peduli bantuan sosial disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak kebakaran di RT 011/RW 022, Tembok Bolong, Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat (28/8/2026).

Bakti Sosial dihadiri Ketua Bhayangkari Daerah Metro Jaya, Ibu Indah Asep Edi Suheri, beserta jajaran Pengurus Bhayangkari Daerah Metro Jaya. Turut hadir Ketua Bhayangkari Cabang Pelabuhan Tanjung Priok, Ibu Aurora Fajri, bersama pengurus, serta personel Polwan Polda Metro Jaya dan  Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Rombongan terlebih dahulu meninjau lokasi kebakaran dan menyambangi sejumlah posko pengungsian, di antaranya Posko Gabungan Kebakaran RT 011/RW 022 Tembok Bolong dan Posko Mushola Sirojul Muslimin.

Selain melihat langsung kondisi lokasi, rombongan juga berdialog dengan warga yang menjadi korban kebakaran untuk mendengarkan kebutuhan dan kondisi mereka pascamusibah.
Memberikan bantuan sosial secara simbolis diserahkan kepada warga terdampak kebakaran di Posko Gabungan Kebakaran RT 011/RW 022 Tembok Bolong, Pelabuhan Muara Angke.

Bantuan yang diberikan merupakan wujud nyata kepedulian Bhayangkari dan Polwan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Kegiatan Bhayangkari Peduli dan Polwan Peduli ini merupakan bentuk empati, solidaritas, dan kepedulian kami kepada masyarakat yang terdampak musibah kebakaran. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga dan memberikan manfaat bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar perwakilan Bhayangkari dalam kegiatan tersebut.

Adapun bantuan yang disalurkan Bhayangkari Peduli Daerah Metro Jaya berupa 100 paket sembako, susu kemasan, snack, pampers, serta pakaian anak.

Sementara itu, Paket Bantuan Sosial Polwan Polda Metro Jaya turut menyalurkan 100 paket sembako kepada masyarakat terdampak.

Dari Bhayangkari Peduli Cabang Pelabuhan Tanjung Priok, bantuan yang diberikan meliputi 100 paket sembako, 100 paket beras masing-masing 5 kilogram, air mineral, mi instan, selimut, pakaian, dan biskuit.

Kehadiran Bhayangkari dan personel Polwan di tengah warga diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan dukungan moril bagi para korban yang tengah berupaya bangkit setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.

“Kami ingin warga mengetahui bahwa mereka tidak sendiri. Di tengah musibah yang terjadi, masih ada kepedulian dan perhatian dari berbagai pihak. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan membantu memenuhi kebutuhan warga untuk sementara waktu,” ungkapnya.

Bhayangkari Peduli dan Polwan Peduli tersebut menjadi bagian dari aksi sosial untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya warga yang terdampak musibah kebakaran di kawasan Pelabuhan Muara Angke.

Polisi Borong Tahu Pedagang, Dibagikan ke Warga di Tengah Pengamanan DPR

investigasihukumkriminal, JAKARTA – Ada momen ringan di tengah pengamanan kegiatan penyampaian pendapat di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Sejumlah personel kepolisian membeli dagangan seorang penjual tahu yang berada di sekitar lokasi, lalu membagikannya kepada warga.

Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Instagram Matabebas. Dalam rekaman, petugas terlihat menghampiri pedagang dan membeli tahu yang masih tersisa.

Setelah dibeli, tahu tersebut dibagikan kepada masyarakat di sekitar lokasi. “Warga silakan, boleh makan, silakan,” terdengar suara dalam rekaman saat warga dipersilakan mengambil makanan.

Bagi pedagang, momen itu membuat dagangannya habis terjual. Sementara warga yang berada di sekitar kawasan DPR ikut menikmati tahu yang dibagikan.

Kegiatan tersebut berlangsung di sela-sela pelaksanaan pengamanan, dengan personel tetap menjalankan tugas di sekitar lokasi penyampaian aspirasi.

Interaksi sederhana antara petugas, pedagang, dan warga itu menjadi salah satu suasana yang terlihat di tengah dinamika kegiatan di kawasan DPR/MPR RI.

Polri Berangkatkan 403 Personel Satgas Edukasi Karhutla Hari Ini

investigasihukumkriminal, Jakarta – Polri mengerahkan 403 personel Satgas Penyuluhan dan Edukasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ke delapan wilayah Polda sebagai langkah memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi langsung kepada masyarakat.

Pemberangkatan Satgas Edukasi tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden RI kepada Kapolri untuk memperkuat langkah pencegahan Karhutla, khususnya melalui penyuluhan dan pemberian pemahaman kepada masyarakat di wilayah rawan kebakaran.

Delapan wilayah yang menjadi lokasi penugasan meliputi Polda Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si., mengatakan ratusan personel tersebut akan diberangkatkan secara bertahap mulai hari ini dan selanjutnya ditempatkan sesuai kebutuhan serta kondisi di masing-masing wilayah.

“Sebanyak 403 personel kita dorong ke delapan Polda untuk melaksanakan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat. Ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Presiden agar Polri memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui edukasi langsung kepada masyarakat,” ujar Komjen Pol. Panca dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (26/8/2026).

Menurutnya, pelaksanaan tugas Satgas Edukasi akan dikoordinasikan oleh masing-masing Polda. Personel nantinya akan bekerja dalam tim dan didampingi personel kewilayahan untuk memberikan edukasi di berbagai lokasi yang membutuhkan penguatan langkah pencegahan Karhutla.

“Kami berharap, selain langkah penegakan hukum, upaya pencegahan melalui edukasi ini dapat berjalan secara terintegrasi. Berdasarkan evaluasi, salah satu penyebab kebakaran hutan dan lahan adalah faktor kelalaian manusia. Karena itu, masyarakat perlu terus diberikan pemahaman mengenai pentingnya mencegah terjadinya Karhutla,” jelasnya.

Kalemdiklat Polri menambahkan, Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan kesehatan, mengganggu aktivitas ekonomi, hingga berdampak lebih luas terhadap hubungan antarwilayah dan internasional.

Dalam pelaksanaan tugasnya, personel Satgas telah dibekali berbagai sarana edukasi, termasuk perangkat presentasi, laptop, layar, serta materi sosialisasi berupa brosur dan flyer. Materi tersebut akan disebarluaskan dan ditempatkan di sejumlah ruang publik untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla, dampaknya, serta ketentuan hukum yang mengatur larangan pembakaran hutan dan lahan.

“Para siswa dari jajaran Lemdiklat Polri ini juga kami harapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang telah mereka terima dengan turun langsung ke masyarakat. Tujuannya agar masyarakat memahami arti penting menjaga kelestarian lingkungan dan bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing,” tutur Komjen Pol. Panca.

Dari total 403 personel, sebanyak delapan personel merupakan pendamping, sementara 395 lainnya merupakan peserta didik dari program S2 STIK, Setukpa, dan Sespimma.

Personel tersebut akan disebar ke delapan Polda dengan jumlah terbesar ditempatkan di Polda Kalimantan Barat sebanyak 79 personel. Selain itu, Polda Kalimantan Tengah dan Polda Riau masing-masing menerima 49 personel, Polda Sumatera Selatan dan Polda Jambi masing-masing 48 personel, serta Polda Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara masing-masing 38 personel.

Melalui pengerahan Satgas Edukasi ini, Polri berharap upaya pencegahan Karhutla dapat semakin diperkuat melalui keterlibatan aktif masyarakat, sehingga potensi kebakaran dapat diminimalisir sejak dini.

Apel Sabuk Kamtibmas, Sinergi Polri dan Satpam Perkuat Kamtibmas di Pelabuhan Tanjung Priok

investigasihukumkriminal, Jakarta – Polres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya melaksanakan Apel Sabuk Kamtibmas bersama jajaran satuan pengamanan (Satpam) di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Presisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., serta dihadiri EGM Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra.

Apel Sabuk Kamtibmas diikuti sekitar 270 personel gabungan, terdiri atas Pejabat Utama Polres Pelabuhan Tanjung Priok, pejabat Pelindo, serta personel satuan pengamanan dari sejumlah perusahaan dan terminal di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam amanatnya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok menekankan bahwa keamanan merupakan faktor utama dalam mendukung kelancaran seluruh aktivitas di kawasan pelabuhan.

“Keamanan merupakan produk yang utama dalam pelaksanaan kegiatan. Kalau tidak aman, kegiatan tidak akan berjalan. Oleh karena itu, kita harus bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar AKBP Alrasyidin Fajri.

Ia juga menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dukungan seluruh elemen masyarakat, khususnya Satpam yang bertugas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, sangat diperlukan.

“Polri tidak akan dapat bekerja sendiri tanpa bantuan dan dukungan dari unsur masyarakat, terutama satuan pengamanan di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Satpam merupakan garda terdepan sekaligus kepanjangan tangan Polri dalam menjaga keamanan di lingkungan kerjanya,” jelasnya.

Kapolres juga mengingatkan pentingnya mengedepankan langkah-langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan. Menurutnya, dinamika situasi keamanan ke depan akan semakin berkembang sehingga diperlukan sinergi dan komunikasi yang kuat antara Polri, Satpam, pengelola pelabuhan, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Keamanan tidak datang secara tiba-tiba. Lebih baik kita mencegah daripada mengobati. Karena itu, upayakan yang terbaik dalam melakukan pencegahan. Ke depan dinamika akan semakin berkembang, sehingga kita wajib bekerja sama dalam menjaga keamanan. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dalam melaksanakan tugas menjaga keamanan,” ungkapnya.

Adapun peserta apel terdiri dari 10 personel Pejabat Utama Polres, 16 pejabat Pelindo, 14 personel Security Regional Pusat, 38 personel Security TPK, 23 personel Security IKT, 26 personel Security TPK Koja, 40 personel Security PTP, 53 personel Security Regional 2 Tanjung Priok, 27 personel Security MTI, 10 personel Security Rukindo, dan 13 personel Security MMI.

Kegiatan Apel Sabuk Kamtibmas tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Polri dan satuan pengamanan dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Sebagai salah satu pintu gerbang utama perekonomian nasional, kondisi keamanan dan ketertiban di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran aktivitas transportasi, distribusi barang, serta kegiatan perekonomian.