Polres Pelabuhan Tanjung Priok Salurkan 2 Ton Beras GPM Untuk Masyarakat Pelabuhan

Jakarta, investigasihukumkriminal – Dalam rangka mendukung program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digagas oleh pemerintah melalui Bulog, Satbinmas, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok bersama Polsek Kawasan Sunda Kelapa melaksanakan kegiatan penyaluran beras murah kepada masyarakat di wilayah hukum masing-masing, Rabu (8/10/2025).

Kegiatan penyaluran dimulai pada pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Polsek Kawasan Sunda Kelapa. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasatbinmas AKP Sudirman Agus, S.H., M.H. dan Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa AKP Hitler Napitupulu, S.H., M.H., serta dihadiri oleh jajaran kepolisian lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain: Kaurbinops Binmas Iptu Agus Setiarto, Kanitbinmas Polsek Saka Iptu Mashudi, Panit Reskrim Ipda Deri, Aipda Tri Hari Santoso.

“Sebanyak 2.050 kg atau 410 pack beras GPM berhasil disalurkan kepada masyarakat pekerja dan komunitas sekitar Pelabuhan Tanjung Priok dan Sunda Kelapa,” ujar AKP Sudirman dalam keterangannya.

Beras yang disalurkan berasal dari stok distribusi dari Bulog, dengan rincian Polres Pelabuhan Tanjung Priok menerima 1.500 kg (300 pack) dari DO tanggal 6 Oktober 2025 dan Polsek Kawasan Sunda Kelapa menerima 530 kg (106 pack) dari DO tanggal 6 Oktober 2025. Pada kegiatan GPM hari ini, sebanyak 304 pack beras telah terjual kepada 150 warga sekitar dengan kisaran nilai penjualan beras mencapai enam belas juta lebih.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara Polri dan Bulog, dalam upaya menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan di wilayah DKI Jakarta, khususnya komoditas beras,” tambah Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Dr. Martuasah H. Tobing, S.I.K., M.H.

Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau serta mendukung stabilitas ketahanan pangan nasional.

Komitmen Polri Dan Petani Jagung Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Pemerintah Menuju Indonesia Emas 2045

Jabar, investigasihukumkriminal – Kepolisian Daerah Jawa Barat menegaskan komitmen kuatnya bersama para petani jagung dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045. Melalui kolaborasi antara Polri dan masyarakat tani, Polda Jabar berupaya memastikan ketersediaan pangan yang cukup, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.

Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan menyampaikan bahwa peran Polri saat ini tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam mendorong produktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sektor pertanian. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan pilar penting bagi pembangunan nasional menuju Indonesia maju.

“Polri akan terus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membantu, mendampingi, dan memastikan program pangan pemerintah berjalan efektif. Sinergi dengan petani menjadi salah satu langkah nyata kami untuk memperkuat fondasi ekonomi bangsa.” ujar Kapolda Jabar, Rabu (8/10/2025)

Melalui program panen raya jagung dan pemberian bantuan alat pertanian di berbagai daerah Jawa Barat, Polda Jabar mendorong peningkatan hasil produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Berbagai bantuan seperti vertical dryer, corn seed planter, arco, benih unggul  dan pupuk diberikan untuk membantu petani meningkatkan kualitas hasil panen.

Selain memberikan dukungan logistik, Polda Jabar juga aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga stabilitas pangan dan menghindari praktik spekulatif yang dapat merugikan petani maupun konsumen.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menegaskan bahwa komitmen Polri dalam mendukung petani merupakan bagian dari implementasi Transformasi Ekonomi Nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Polri berupaya menjadi mitra aktif pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan. Petani adalah pahlawan ekonomi bangsa, dan Polri akan terus berada di garda depan untuk memastikan mereka mendapatkan dukungan dan rasa aman dalam bekerja,” ungkapnya.

Kabid Humas juga menambahkan bahwa semangat kolaboratif antara Polri, pemerintah daerah, dan para petani mencerminkan wujud nyata Polri Presisi yang humanis dan produktif. Melalui sinergi ini, diharapkan ketahanan pangan Indonesia semakin kuat, kesejahteraan petani meningkat, dan cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat terwujud.

Dengan komitmen bersama ini, Polda Jabar optimistis Jawa Barat dapat menjadi salah satu provinsi penggerak utama ketahanan pangan nasional dan contoh nyata keberhasilan sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat untuk membangun bangsa yang berdaulat, makmur dan berkelanjutan.

Polda Jabar Resmikan Gudang Logistik Dan Tanam Jagung Serentak Kuartal IV Untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Jabar, investigasihukumkriminal – Kepolisian Daerah Jawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan penanaman jagung serentak Kuartal IV tahun 2025 dan peresmian gudang logistik ketahanan pangan Polda Jabar di Desa Pamanukan, Kabupaten Subang, Rabu (8/10/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., serta dihadiri oleh berbagai unsur forkopimda dan mitra strategis seperti perwakilan Gubernur Jawa Barat, Pangdam III/Siliwangi, DPRD Jabar, Bupati Subang, Bulog, Perhutani, dan Dinas Pertanian Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Kapolda Jabar menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar menanam jagung, tetapi juga menanam semangat gotong royong, kebersamaan, dan harapan baru bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Polri, khususnya Polda Jabar, dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan nasional,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan penanaman jagung serentak seluas 207 hektar, yang merupakan bagian dari target total 2.963 hektar pada Kuartal IV tahun 2025. Hingga saat ini, telah terealisasi penanaman seluas 1.377 hektardi berbagai wilayah Jawa Barat. Capaian ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, Bulog, dan para petani.

Selain penanaman jagung, Polda Jabar juga meresmikan dua gudang logistik ketahanan pangan berkapasitas 1.000 ton di Kabupaten Subang dan Indramayu. Gudang ini diharapkan dapat menjadi pusat penyimpanan hasil pertanian, khususnya jagung, sekaligus menjadi sarana penyangga pangan bersama Bulog di masing-masing kabupaten.

Tidak hanya itu, Polda Jabar bersama akademisi IPB juga berinovasi dengan meluncurkan “Solar Dryer Home Presisi”, yaitu alat pengering jagung berbasis tenaga surya yang ramah lingkungan, murah, dan efisien. Dengan alat ini, proses pengeringan jagung yang biasanya memakan waktu satu minggu kini dapat diselesaikan hanya dalam 3 hingga 4 hari.

Kapolda Jabar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program ini, terutama kepada para petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional.

“Polri akan senantiasa hadir, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui inovasi dan program ketahanan pangan yang berkelanjutan,” tutur Irjen Pol. Rudi Setiawan.

Kegiatan ini diakhiri dengan penanaman jagung secara simbolis dan peninjauan fasilitas gudang logistik, yang menjadi tonggak baru bagi Polda Jabar dalam membangun kekuatan ekonomi berbasis pertanian di wilayah Jawa Barat.

Polda Jabar Tegaskan Komitmen Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani Jagung

Jabar, investigasihukumkriminal – Kepolisian Daerah Jawa Barat terus menunjukkan komitmen besarnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional, salah satunya melalui program pemberdayaan dan pendampingan petani jagung di wilayah Jawa Barat. Program ini menjadi bukti nyata peran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Rabu (8/10/2025).

Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan  menyampaikan bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan pangan nasional. Melalui berbagai kegiatan seperti panen raya jagung serentak dan penyerahan bantuan alat pertanian (alsintan) kepada kelompok tani, Polda Jabar berupaya membantu petani meningkatkan hasil produksi sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor bahan pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jabar  menegaskan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, tetapi juga sebagai mitra kerja pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa petani di Jawa Barat bisa merasakan hasil kerja keras  secara maksimal. Dukungan alat, bibit, dan akses pasar akan terus kami dorong melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan lembaga terkait,” ungkap Irjen Pol. Rudi Setiawan, Rabu (8/10/2025)

Bentuk dukungan yang telah dilakukan antara lain penyerahan alat pertanian modern seperti vertical dryer, mesin pipil, corn seed planter, arco, pupuk, serta benih jagung unggul. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi kerugian akibat cuaca maupun keterbatasan alat pengolahan hasil panen.

Program ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial Polri terhadap masyarakat petani.
“Program ketahanan pangan ini adalah langkah strategis yang menunjukkan Polri bukan hanya hadir dalam penegakan hukum, tapi juga bagian dari solusi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kami ingin masyarakat melihat bahwa kehadiran polisi memberikan manfaat langsung dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan pemberdayaan petani ini juga sejalan dengan semangat Presisi Polri dalam membangun kemitraan yang produktif dengan seluruh elemen masyarakat. Polda Jabar berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan program pertanian, baik melalui edukasi, pendampingan, maupun pengawasan distribusi bantuan pertanian agar tepat sasaran.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengungkapkan bahwa dengan kerja sama antara Polri, pemerintah daerah, dan para petani, diharapkan Jawa Barat menjadi salah satu provinsi penopang utama ketahanan pangan nasional. Upaya ini bukan hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan.

Melalui langkah konkret ini, Polda Jabar berharap program pemberdayaan petani jagung dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk terus mengembangkan sektor pertanian berbasis kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat.

Cemburu Buta Berujung Tragis, Pria Di Subang Aniaya Mantan Istri Hingga Luka Parah

Jabar, investigasihukumkriminal – Aksi nekat seorang pria di Subang berakhir di tangan polisi setelah menganiaya mantan istrinya hingga mengalami luka serius di bagian leher. Pelaku, KS (28), menyerang korban Safitri (22) di tengah jalan, diduga karena dilanda cemburu dan emosi pribadi pasca perceraian.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis malam, 25 September 2025, sekitar pukul 21.30 WIB di Jalan Compreng–Pusaka, Dusun Sukaseneng, Desa Compreng, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Saat itu, korban tengah melintas sendirian dengan sepeda motor. Pelaku yang sudah menunggu di lokasi langsung memepet kendaraan korban hingga terjatuh, kemudian melukai leher korban menggunakan senjata tajam.

Korban yang terluka parah sempat diselamatkan warga sekitar, sementara pelaku melarikan diri dan menghilang selama satu hari penuh. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Compreng pada Jumat, 26 September 2025 pukul 10.00 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Resmob Sat Reskrim Polres Subang bersama Unit Reskrim Polsek Comprenglangsung melakukan penyelidikan intensif.

“Dalam waktu kurang dari 24 jam, pelaku berhasil ditangkap di Kampung Kertasmaya, Desa Kertasmaya, Kecamatan Kertasmaya, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu, 27 September 2025 pukul 09.25 WIB.” ujarnya.

Penangkapan berjalan tanpa perlawanan. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian korban yang berlumuran darah dan sepeda motor korban dalam kondisi rusak akibat insiden tersebut.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan, keberhasilan penangkapan pelaku merupakan hasil kerja cepat tim gabungan Polres Subang dan jajaran di lapangan. Ia juga menegaskan bahwa tindakan pelaku tergolong penganiayaan berat.

“Pelaku ini adalah mantan suami korban. Setelah melakukan penganiayaan, ia melarikan diri dan berusaha bersembunyi di wilayah Indramayu. Berkat kerja cepat tim Resmob, dalam waktu satu hari pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).

“Dari hasil pemeriksaan sementara, motifnya diduga kuat karena rasa cemburu dan masalah pribadi setelah perceraian. Kami masih mendalami apakah ada unsur perencanaan dalam aksi pelaku,” lanjutnya.

Hendra menambahkan, korban kini masih menjalani perawatan akibat luka robek cukup dalam di bagian leher. Pihak kepolisian juga tengah melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan Berat, dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun penjara,” tegasnya.

Ancaman Ledakan Besar Digagalkan,  Mahasiswa Itenas Perakit Bom Molotov Ditangkap Polisi

Jabar, investigasihukumkriminal – Seorang mahasiswa Itenas Bandung  berinisial Moch Sidik alias Acil, kelahiran 2005 asal Morowali, Sulawesi Tengah, resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah aparat Kepolisian Daerah Jawa Barat menangkapnya. Ia Adalah dalang dari peracik bom molotov sekaligus pelaku pembakaran dan pelecehan terhadap bendera Merah Putih, sebagaimana terekam dalam sebuah video yang sempat viral di media sosial.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Penangkapan dilakukan setelah penyidik menemukan berbagai barang bukti berbahaya yang dibawa tersangka. Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan empat bom molotov, satu bom gas portable, satu bom pilox, satu kaleng pilox tambahan, tiga petasan, serta satu botol air mineral berisi bensin pertalite. Seluruh barang bukti tersebut diduga dirakit untuk menciptakan ledakan dengan daya rusak tinggi.

Pihak kepolisian menegaskan, aksi Moch Sidik bukan hanya melanggar hukum tetapi juga meresahkan masyarakat. Kombinasi bom gas portable yang dicampur petasan dinilai sangat berbahaya karena dapat menimbulkan ledakan besar dan mengancam keselamatan lingkungan sekitar.

Menyikapi penangkapan tersebut, warga Bandung mengaku lega. Salah seorang warga, Ahmad (42), menyampaikan apresiasinya kepada aparat. “Kami sangat berterima kasih kepada Polda Jabar. Aksi pelaku ini benar-benar meresahkan, apalagi membuat bom dari kombinasi gas portable dan petasan. Kalau sampai meledak, dampaknya bisa berbahaya sekali. Dengan penangkapan ini, kami merasa lebih tenang,” ungkapnya, Selasa (7/10/2025)

Saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Jabar. Aparat tengah mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam aktivitasnya. Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran menyangkut tindakan perusakan simbol negara serta upaya menciptakan ancaman keamanan dengan bahan peledak rakitan.

Forkopimko Berikan Kejutan HUT TNI ke-80 Di Kodim 0502/Jakarta Utara

Jakarta, investigasihukumkriminal – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-80, Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara menggelar acara kejutan di Markas Komando Kodim 0502/Jakarta Utara pada Selasa (7/10) pagi.

Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dari berbagai instansi TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga tokoh agama. Kegiatan tersebut bertujuan mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan sinergitas lintas sektor demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Jakarta Utara.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Dr. Martuasah Hermindo Tobing, S.I.K., M.H., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan,

“Kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan kepada TNI, tetapi juga sebagai wujud nyata dari sinergi yang selama ini telah terjalin kuat antar institusi di wilayah Jakarta Utara. Kita ingin terus menjaga kebersamaan demi situasi yang aman dan kondusif.”

Rangkaian acara penuh keakraban dimulai dengan pembukaan oleh MC dan pembacaan doa, dilanjutkan sambutan dari Dandim 0502/Jakarta Utara Kolonel Inf. H. Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol. serta Walikota Jakarta Utara Bapak Hendra Hidayat.

Momen spesial terjadi saat Forkopimko menyerahkan tumpeng secara simbolis kepada jajaran TNI. Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol. Erick Frendriz, S.I.K., M.Si., juga turut menyerahkan potongan tumpeng kepada anggota TNI sebagai simbol persatuan.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Dr. Martuasah H. Tobing, S.I.K., M.H., kemudian menyerahkan kue ulang tahun kepada Dandim 0502/JU, Aster Pangkolinlamil, dan Dan Arhanud 6/Bay dalam suasana penuh kekeluargaan. Acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama, ramah tamah, serta hiburan yang turut menyemarakkan perayaan.

Tokoh-Tokoh Penting yang hadir dalam kegiatan ini antara lain: Dandim 0502/Jakarta Utara Kol. Inf. H. Dony Gredinand, Walikota Jakarta Utara Bpk. Hendra Hidayat, Aster Pangkolinlamil Kol. Laut Indra, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Erick Frendriz, S.I.K., M.Si.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Dr. Martuasah H. Tobing, S.I.K., M.Si.
Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra, S.I.K., M.H.
Kajari Jakarta Utara Dr. Yunto Safarillo H.T., Danpuspomal Letkol Arnaz, Danyon Arhanud 6/Bay Letkol M. Arifin.

Tokoh agama dan masyarakat seperti Ketua MUI, Muhammadiyah, dan PCNU Jakarta Utara juga nampak hadir memberikan ucapan HUT TNI ke 80 di Mako Kodim 0502/ Jakarta Utara.

Pesan damai dan harapan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat  dan lancar. Dalam catatannya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok menjelaskan bahwa perayaan ini juga merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga stabilitas kamtibmas di Jakarta Utara.

“Dengan sinergitas seperti ini, kami berharap hubungan antara unsur TNI, Polri, dan pemerintahan daerah semakin erat demi terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan harmonis,” tutup Kapolres.

Humas Polri Gelar Lomba Kreatif Terbuka Untuk Masyarakat Dalam Rangka Hari Jadi ke-74 Tahun 2025

Jabar, investigasihukumkriminal – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-74 Humas Polri Tahun 2025, Divisi Humas Polri menggelar Lomba Kreatif yang terbuka untuk masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, jurnalis, serta anggota Polri di seluruh Indonesia. Kegiatan ini mengusung tema besar “Polisi Humanis Harapan Masyarakat”, sebagai bentuk ajakan kepada publik untuk berpartisipasi aktif mengekspresikan pandangan positif tentang peran Polri dalam memberikan pelayanan yang humanis, transparan, dan dekat dengan masyarakat.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa lomba ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah kreativitas dan kolaborasi antara Polri dan masyarakat. “Melalui lomba kreatif ini, kami ingin membuka ruang bagi masyarakat untuk berkreasi, menyampaikan pesan positif, serta menunjukkan bagaimana Polri hadir sebagai sahabat masyarakat yang selalu siap melayani dan melindungi,” ujarnya, Senin (6/10/2025)

Adapun jenis lomba yang diselenggarakan meliputi Lomba Video Pendek, dengan subtema Ketahanan Pangan Polri, Gerakan Pangan Murah Polri, Makan Bergizi Gratis Polri dan Polisi Humanis Harapan Masyarakat, Lomba Desain Logo PoliceTube, yang terbuka untuk masyarakat umum dan Lomba Keaktifan Video Polri, yang ditujukan bagi anggota Polri aktif di seluruh Indonesia.

Pendaftaran dibuka mulai 1 hingga 25 Oktober 2025 melalui situs resmi www.policetube.com atau aplikasi PoliceTube. Seluruh peserta yang mendaftar akan mengunggah karya sesuai ketentuan lomba dan akan melalui tahap kurasi sebelum dinilai oleh dewan juri. Proses penjurian dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober 2025, dengan pengumuman pemenang dilakukan secara live streaming di media sosial resmi @Divisihumaspolri pada 27 Oktober 2025. Para pemenang akan diundang ke Jakarta pada 28 Oktober 2025 untuk menerima hadiah secara langsung.

Kombes Pol. Hendra menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Polri dalam membangun kemitraan strategis dengan masyarakat melalui pendekatan kreatif dan edukatif. “Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan karya-karya inspiratif yang memperkuat citra Polri sebagai institusi yang profesional, modern, dan humanis,” pungkasnya.

Melalui ajang ini, Humas Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menyuarakan semangat positif, mempererat hubungan antara Polri dan publik, serta meneguhkan bahwa Polisi Humanis adalah Harapan Masyarakat.

POLISI   AMANKAN TIGA PELAKU PENGEROYOKAN YANG MENGAKIBATKAN KORBAN MENINGGAL DUNIA

Jabar, investigasihukumkriminal – Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Kepolisian Resor (Polres) Subang melalui Tim Resmob Sat Reskrim berhasil mengamankan tiga orang pelaku tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia di wilayah Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, pada Sabtu (4/10/2025).

Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D. menyampaikan, peristiwa tersebut berawal pada Jumat (3/10/2025) sekitar pukul 12.20 WIB. Ketiga pelaku yang sebelumnya mengkonsumsi minuman keras jenis ciu mendatangi rumah seorang warga bernama Rendi. Karena merasa terganggu, korban bernama Herna (66) menegur para pelaku.

“Tidak terima dengan teguran itu, pelaku kemudian melempar batu ke arah korban hingga mengenai wajah dan pipinya, lalu melempari rumah korban dengan batu, bambu, dan kayu,” terang Kapolres.

Akibat penganiayaan tersebut, korban ditemukan meninggal dunia di ruang tamu rumahnya pada Sabtu dini hari (4/10/2025) sekitar pukul 02.00 WIB.

Adapun tiga pelaku yang berhasil diamankan adalah DS (28), MA (15), dan EK (39).

“Ketiganya merupakan warga Dusun Kedung Gede, Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, dan sehari-hari bekerja sebagai pengamen jalanan,” tambah Kapolres.

Dua pelaku berinisial DS dan MA diamankan di rumah masing-masing sekitar pukul 07.00 WIB, sedangkan pelaku berinisial ES sempat melarikan diri namun berhasil ditangkap pada pukul 14.30 WIB di wilayah Kasomalang, Kabupaten Subang.

Para pelaku dijerat Pasal 170 ayat (3) KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan meninggal dunia, dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun.

“Polres Subang berkomitmen untuk menindak tegas setiap bentuk tindak pidana yang meresahkan masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tegas Kapolres.

Polisi Bersama Relawan Nelayan Berhasil Temukan Korban Tenggelam Di Pantai Karangpapak

Jabar, investigasihukumkriminal – Personel Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Garut bersama relawan dan Nelayan akhirnya berhasil menemukan korban tenggelam atas nama Faujan (19), wisatawan asal Kabupaten Bandung, yang terseret arus laut di Pantai Karangpapak,  Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Sabtu (4/10/2025).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa  Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 12.09 WIB, ketika dua wisatawan asal Babakan Lapang, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, yakni Faujan (19) dan Iqmal Ramdani (16), tengah asyik berenang di bibir pantai.

Tanpa diduga, Iqmal tiba-tiba terseret arus kuat ke tengah laut. Melihat sahabatnya dalam bahaya, Faujan berusaha menolong, namun justru dirinya ikut terseret arus ombak besar dan hilang terbawa laut.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung melaporkannya kepada pihak berwenang. Iqmal berhasil diselamatkan dan segera dilarikan ke Puskesmas Cikelet untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, pencarian terhadap Faujan langsung dilakukan oleh personel Sat Polairud Polres Garut dibantu oleh relawan dan nelayan setempat.

“Karena kondisi gelombang laut yang tinggi, tim SAR gabungan memutuskan untuk tidak menggunakan kapal patroli Sat Polairud, melainkan menggunakan perahu nelayan demi keselamatan proses pencarian.” ujarnya.

Tim pencari memulai perjalanan dari Pelabuhan Santolo, Kecamatan Cikelet, menyisir perairan sekitar lokasi korban tenggelam.

Setelah melakukan pencarian intensif selama lebih dari tiga jam, tepat pada pukul 15.35 WIB, tim gabungan akhirnya menemukan tubuh korban terapung di perairan Gunung Sulah, Kecamatan Cikelet, sekitar 5 mil dari lokasi awal korban tenggelam.

“Begitu korban ditemukan, petugas langsung melakukan evakuasi dan membawanya ke RSUD Pameungpeuk untuk dilakukan pemeriksaan medis,” ujarKasat Polairud Iptu Aep Saprudin di lokasi.

Dari hasil pemeriksaan, pihak medis menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah Faujan akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Bandung.

Kabid Humas  mengimbau kepada seluruh masyarakat dan wisatawan untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di pantai, khususnya ketika berenang di area yang tidak memiliki pengawasan petugas.

“Perhatikan kondisi ombak dan cuaca sebelum memasuki perairan untuk menghindari peristiwa serupa.” tutupnya.