WAKAPOLDA JABAR DAMPINGI AS SDM KAPOLRI DALAM PEMBUKAAN PELATIHAN TOT INSTRUKTUR DI PURWAKARTA

Jabar, investigasihukumkriminal – Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., M.S.M. mendampingi Asisten SDM (Ass SDM) Kapolri Irjen Pol. Anwar, S.I.K., M.Si. dalam Upacara Pembukaan Peningkatan Kemampuan Training of Trainer (TOT) Instruktur dengan tema “Polisi Sadar Berkarakter”, yang digelar di Lapangan Batalyon B Resimen IV Pasukan Pelopor, Kabupaten Purwakarta, pada Kamis (27/11/2025).

Kegiatan TOT instruktur ini merupakan bagian dari program strategis Polri dalam membangun SDM unggul, khususnya bagi para instruktur yang memiliki peran penting dalam proses pendidikan, pelatihan, serta pembinaan personel Polri. Tema “Polisi Sadar Berkarakter” dipilih sebagai wujud komitmen Polri dalam memperkuat nilai moral, integritas, serta profesionalisme setiap anggota kepolisian.

Dalam sambutannya, Ass SDM Kapolri Irjen Pol. Anwar menegaskan bahwa instruktur adalah ujung tombak pembentukan karakter personel Polri. Untuk itu, para instruktur harus mampu menjadi teladan yang baik, menguasai teknik pembelajaran modern, dan menyampaikan materi dengan pendekatan yang humanis serta adaptif terhadap perkembangan tugas kepolisian.

Irjen Anwar menambahkan bahwa pelatihan TOT ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas instruktur sehingga mampu menghasilkan personel yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki karakter kuat, sadar tugas, dan peka terhadap kebutuhan masyarakat. Beliau menegaskan bahwa pembentukan karakter adalah fondasi utama dalam membangun Polri yang presisi, responsif, dan berempati.

Upacara pembukaan berlangsung khidmat dan tertib, diikuti oleh para peserta TOT, pejabat utama, serta personel jajaran Brimob. Kegiatan TOT instruktur ini akan dilaksanakan secara intensif dengan rangkaian materi yang telah disiapkan sesuai standar pembinaan SDM Polri.

Wakapolda Jabar mengatakan bahwa dengan terselenggaranya pelatihan ini, Polri menunjukkan keseriusan dalam memperkuat kualitas instruktur sebagai pilar utama pembentukan SDM Polri yang profesional, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan tugas ke depan.

Polisi Amankan Puluhan Botol Miras Di Pasar Ciawitali

Jabar, investigasihukumkriminal – Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Satuan  Narkoba Polres Garut kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengamankan puluhan botol minuman keras (miras) dari seorang pelaku penjual miras ilegal. Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 23.00 WIB

Kasat Narkoba Polres Garut, AKP Usep Sudirman, S.H., menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan di di area Pasar Ciawitali, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Setelah petugas menerima informasi terkait aktivitas penjualan miras melalui sistem COD (Cash On Delivery) yang dilakukan oleh seorang pria berinisial SS (36), warga Desa Haurpanggung, Tarogong Kidul.

“Pelaku SS kami amankan saat melakukan transaksi dengan cara COD. Dari hasil operasi, kami berhasil menyita sebanyak 84 botol minuman beralkohol berbagai merek yang diduga akan diedarkan kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (27/11/2025)

Barang bukti miras tersebut kemudian diamankan ke Mapolres Garut untuk proses lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku. Petugas juga memberikan tindakan terhadap pelaku atas aktivitas penjualan miras tanpa izin, yang dinilai dapat memicu gangguan kamtibmas serta meresahkan masyarakat.

Kasat Narkoba menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan operasi miras dan narkoba untuk menjaga kondusifitas wilayah Garut.

“Operasi seperti ini akan terus kami lakukan untuk mencegah peredaran miras dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat,” tambahnya.

Dengan adanya penindakan ini, Polres Garut berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat semakin kondusif, serta dapat menekan peredaran miras ilegal di wilayah hukum Garut.

Kapolres Garut Terima Penghargaan Dari Kapolri Dalam Apel Kasatwil 2025

Jabar, investigasihukumkriminal – Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Polres Garut kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam Apel Kasatwil yang digelar di Mako Satuan Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Polres Garut berhasil meraih Penghargaan dari Kapolri sebagai Juara 1 Optimalisasi Layanan 110 dan Command Center.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Polres Garut dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya pada pelayanan aduan masyarakat melalui layanan darurat 110 serta pengelolaan Command Center yang dinilai responsif, profesional, dan berbasis teknologi.

Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto, S.I.K., M.A.P., menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran, mulai dari operator layanan 110, personel Command Center, hingga seluruh anggota Polres Garut yang terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam merespon cepat setiap aduan dan laporan masyarakat. Terima kasih kepada seluruh personel yang telah bekerja optimal,” ungkap Kapolres Garut, Kamis (27/11/2025)

Layanan 110 Polres Garut diketahui mengalami peningkatan signifikan dalam kecepatan respon dan validitas tindak lanjut di lapangan. Begitu pula Command Center Polres Garut yang telah digunakan secara maksimal untuk memantau situasi kamtibmas, mobilitas masyarakat, dan kejadian-kejadian di wilayah Garut melalui teknologi pemantauan berbasis CCTV serta sistem informasi terpadu.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Polres Garut diharapkan dapat terus menjadi role model dalam optimalisasi pelayanan publik berbasis teknologi di jajaran Polda Jawa Barat dan Polri secara nasional.

Prestasi ini juga diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, khususnya Polres Garut, dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan cepat, tepat, dan profesional.

POLRI GELAR PROGRAM TRAINING OF TRAINER UNTUK PENGUATAN KARAKTER ANGGOTA, SEMAKIN PRESISI, MODERN DAN HUMANIS

Jabar, investigasihukumkriminal – Polri terus berkomitmen memperkuat implementasi reformasi kepolisian dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sebagai langkah strategis, Polri menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) yang dilaksanakan selama 15 hari dengan fokus penguatan karakter dan kompetensi anggota dalam memberikan pelayanan yang lebih profesional, humanis, dan responsif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda besar reformasi kepolisian, khususnya pada pengembangan sumber daya manusia. Metode Training of Trainer dipilih agar proses transfer pengetahuan, nilai, serta standar perilaku dapat berlangsung lebih efektif, sistematis, dan berkelanjutan dalam seluruh struktur organisasi kepolisian.

Sebanyak 50 personel terpilih dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti program ToT angkatan pertama ini. Para peserta yang telah lulus pelatihan nantinya akan menjadi trainer di masing-masing wilayah tugasnya, sehingga proses peningkatan karakter dan kemampuan anggota Polri dapat dilakukan secara merata di seluruh Polda.

Irjen Pol. Anwar menekankan “Tujuan utama dari kegiatan ini adalah membentuk karakter anggota Polri yang semakin humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ini merupakan langkah percepatan reformasi internal Polri agar semakin adaptif dan sesuai dengan tuntutan publik,” Ujarnya Kamis (27/11/2025)

Program ini direncanakan berlangsung secara berkelanjutan dengan penyelenggaraan angkatan kedua, ketiga, dan seterusnya. Polri menargetkan seluruh Polda di Indonesia dapat menerapkan standar pelatihan dan nilai karakter yang sama guna mewujudkan Polri yang semakin Presisi, modern, dan humanis.

Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari arahan strategis pimpinan Polri dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi melalui pendekatan pelayanan yang lebih empatik dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

As SDM Kapolri Buka Peningkatan Kemampuan TOT Instruktur Polisi Sadar Berkarakter Di Purwakarta, Wujudkan Polri Yang Responsif Melayani Masyarakat

Jabar, investigasihukumkriminal – Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen. Pol. Anwar membuka acara Peningkatan Kemampuan Training Of Trainers (TOT) Instruktur Polisi Sadar Berkarakter, Pada Kamis, 27 November 2025.

Kegiatan upacara pembukaan yang digelar Markas Bataliyon B Resimen IV Pelopor Brimob di Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta itu dihadiri Wakapolda Jawa Barat, Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar dan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein.

Selain itu tampak hadir, Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, Ketua DPRD Purwakarta, Sri Puji Utami, Dandim 0619/Purwakarta, Letkol Inf Ardha Cairova Pariputra, Ketua MUI Purwakarta, KH. John Dien, Para PJU Polres Purwakarta dan Tamu Undangan lainnya.

Irjen. Pol. Anwar menyebut, kegiatan ini adalah kegiatan untuk melaksanakan implementasi dari Reformasi Kepolisian, sehingga untuk mempercepat itu melakukan Training Of Trainers (TOT) Instruktur Polisi Sadar Berkarakter.

“Kegiatan ini bakal dilaksanakan selama 15 hari dan diikuti 50 peserta dari seluruh Polda. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk menumbuhkan karakter dan watak Polri yang mempunyai sikap untuk melayani masyarakat dengan mengedepankan sisi-sisi humanis,” jelasnya.

Ia menyebut, kegiatan ini menjadi bagian kecil dari langkah nyata dan sistematis Polri untuk memperbaiki diri dengan membangun SDM yang unggul, profesional, dan berkarakter Bhayangkara Indonesia melalui pilar spiritual, intelektual, dan kultural.

“Nantinya, para peserta yang mengikuti kegiatan TOT Instruktur Polisi Sadar Berkarakter ini, akan menjadi pelatih lagi di wilayahnya masing-masing. Ini merupakan kegiatan dari internal kepolisian untuk menyikapi dalam mengimplementasikan Polisi Sadar Berkarakter,” Ungkapnya

As SDM Polri menambahkan, kegiatan ini untuk meningkatkan karakter kepolisian dalam pelayanan masyarakat. Sehingga hal ini kemudian membangun komitmen kolektif dan pada akhirnya, mewujudkan Polri yang responsif, berkarakter kuat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi.

Pelatihan Polisi Sadar Berkarakter Langkah Fundamental Transformasi Kultural Polri

Jabar, investigasihukumkriminal – Polri berupaya mempercepat transformasi melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) personilnya. Salah satunya dengan menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Peningkatan Kemampuan Instruktur Polisi Sadar Berkarakter Angkatan 1 Tahun 2025. Pelatihan ini diikuti oleh 50 Polisi terpilih yang berasal dari 10 Polda di Indonesia.

Asisten Kapolri bidang SDM, Irjen Pol. Anwar, memimpin upacara pembukaan pelatihan bertempat di Lapangan Mako Resimen IV Pelopor Parang Gombong, Jati Luhur, Purwakarta.

“Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama 15 hari kedepan di dua tempat yaitu di Basecamp Bangun Insan Nusantara Pasir Astap, Jati Luhur, Purwakarta dan di Pusmisinter Divhubinter Polri, Tanggerang, Banten. Kegiatan ini merupakan langkah perbaikan strategis Polri untuk meningkatkan kualitas dan masa depan SDM Polri ke depan.” Terang Anwar, Kamis (27/11/2025)

Irjen Pol. Anwar menekankan bahwa pelatihan ini berbasis kompetensi, yang berfokus untuk menjadikan polisi yang baik, santun dan rendah hati. Peserta pelatihan diharapkan menjadi fondasi awal sebagai agent multiplier effect. Agen-agen ini bertugas menyebarkan dan menanamkan bibit transformasi polisi berkarakter ke seluruh jajaran Polda, dari Sabang sampai Merauke. Para peserta ToT diharapkan mampu mentransfer ilmu, karakter dan jiwa Bhayangkara secara utuh kepada seluruh anggota Polri di Indonesia, sekaligus menjadi jembatan transformasi kultural Polri.

Sejalan dengan semangat transformasi Polri menuju institusi yang modern dan demokratis, Polri berkomitmen untuk mewujudkan sosok polisi harapan masyarakat, yaitu personel yang baik, santun, rendah hati dan mampu menjadi problem solver di tengah masyarakat. Tujuan ini diimplementasikan melalui penguatan Pemolisian Masyarakat (Polmas), di mana fungsi kepolisian ditingkatkan dengan mendorong polisi untuk aktif bersilaturahmi, berkomunikasi, bekerja sama dan berkolaborasi secara intensif dengan masyarakat. Polisi yang mampu “bersodaqoh” dengan cara menjalankan tugas dan fungsinya melayani masyarakat. Sebagai contoh nyata dari perubahan paradigma ini, dalam penanganan unjuk rasa, Polri tidak lagi menempatkan diri sebagai pihak yang hanya melakukan penjagaan atau pengamanan, melainkan fokus pada pelayanan unjuk rasa, memastikan hak warga tersalurkan dengan tertib dan damai, sekaligus menunjukkan wajah institusi yang melayani dan mengayomi.

“Polri saat ini juga dituntut untuk merespons cepat dinamika yang sangat kompleks, baik di tingkat domestik maupun internasional. Berada di tengah tarik-menarik geopolitik global, Polri harus berperan menjaga stabilitas internal, yang merupakan prasyarat utama penguatan ketahanan nasional. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi polisi sadar berkarakter adalah salah satu langkah percepatan Polri untuk merespon kebutuhan reformasi.” Urai Irjen Anwar.

Irjen Pol. Anwar menjelaskan bahwa semua upaya yang dilakukan harus saling terkait dan bertujuan sama, yaitu mewujudkan postur Polri yang ideal, di mana kualitas SDM Polri yang berkarakter kuat menjadi kunci utama keberhasilan transformasi.

Pengembangan kurikulum pembinaan karakter ini merupakan tindak lanjut dari transformasi Polri, yang berpedoman pada hasil riset “Rekonstruksi Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara untuk Mewujudkan Manusia Indonesia Seutuhnya.” Penelitian ini melahirkan tiga pilar utama kecerdasan Spiritual, Intelektual, dan Kultural (SIK) yang menjadi dasar dalam penyusunan kurikulum pembinaan karakter yang saat ini dilaksanakan pelatihan Angkatan 1. Secara spesifik, pelatihan yang dibuka hari ini memiliki output untuk mencapai tiga kompetensi kunci yaitu Kompetensi Etik, Kompetensi Teknis dan Kompetensi Leadership, yang akan ditempuh melalui empat tahapan, mulai dari pembentukan dasar dan kepribadian, tahap II ToT instruktur sadar berkarakter, hingga sertifikasi LSP.

“Pembangunan SDM Polri harus dilakukan secara holistik, mendalam dan fundamental. Visi kami di SSDM Polri adalah mewujudkan SDM Polri yang unggul, adaptif dan kolaboratif, yang pada akhirnya bermuara pada penguatan culture (budaya) institusi yang melayani dan mengayomi,” tutup Anwar.

Makna Logo Jaga Lembur Sauyunan Polda Jawa Barat

Jabar, investigasihukumkriminal – Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan melalui Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menyatakan bahwa Polda Jabar resmi memperkenalkan logo Jaga Lembur Sauyunan  sebagai identitas program penguatan keamanan berbasis komunitas (Comunity policing) di wilayah Jawa Barat.

“Logo ini dirancang dengan mengusung nilai budaya sunda, profesionalisme Polri serta komitmen pelayanan keamanan berbasis kemitraan bersama masyarakat.” ujar Kombes Hendra, Rabu (26/11/2025)

Logo ini disusun dengan sejumlah unsur yang memiliki filosofi  mendalam diantaranya :

1. Bentuk Perisai
Bentuk dasar logo menyerupai perisai, melambangkan perlindungan dan ketangg  uhan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat Jawa Barat. Perisai juga menjadi simbol siap siaga menghadapi segala ancaman.

2. Angka “24/7”
Angka ini bermakna siaga penuh selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
Menunjukkan bahwa personel Polda Jawa Barat selalu hadir kapan pun masyarakat membutuhkan, tanpa mengenal waktu.
Warna Hijau (2): Melambangkan ketenangan, harapan, dan kedamaian yang diupayakan melalui kehadiran polisi di tengah masyarakat.
Warna Kuning (4): Simbol energi, semangat, dan loyalitas dalam menjalankan tugas.
Warna Biru (7): Mewakili profesionalisme, kepercayaan, dan integritas aparat kepolisian.

3. Lambang Roda Bergigi
Roda melambangkan kerja sama dan sinergi antar satuan, juga menggambarkan pergerakan yang terus berputar tanpa henti, menandakan kesiapsiagaan berkelanjutan dalam menjaga keamanan.

4. Tulisan “SAUYUNAN”
Kata “Sauyunan” berasal dari bahasa Sunda yang berarti gotong royong atau kebersamaan.
Ini mencerminkan semangat solidaritas dan kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

5. Tulisan “JAGA LEMBUR” dan Kepala Macan Hitam
“Jaga Lembur” berarti menjaga kampung atau desa, menggambarkan kedekatan polisi dengan masyarakat di tingkat akar rumput.
Macan Hitam adalah simbol khas Jawa Barat yang melambangkan keberanian, kekuatan, dan ketegasan dalam menjaga wilayahnya.
Macan dengan mulut terbuka menunjukkan kesiapan bertindak cepat terhadap segala ancaman keamanan.

6. Kujang di Sisi Kanan dan Kiri
Kujang adalah senjata tradisional khas Sunda, simbol kehormatan, keberanian, dan identitas budaya Jawa Barat. Kehadirannya menegaskan bahwa Polda Jabar berakar kuat pada nilai-nilai lokal sambil menjaga keamanan secara modern.

7. Warna Merah dan Kuning pada Pita
Merah: Keberanian, semangat juang, dan pengorbanan.
Kuning: Kejayaan, keadilan, serta niat baik dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Makna Keseluruhan
Logo ini mencerminkan semangat Polda Jawa Barat yang siap siaga 24 jam, bekerja secara bersama (sauyunan) dengan masyarakat untuk menjaga keamanan kampung dan daerahnya (jaga lembur) dengan semangat keberanian, profesionalisme, dan nilai-nilai budaya Sunda” tutur Kabid Humas.

Polda Jabar berharap program “Jaga Lembur Sauyunan” semakin mudah dikenali, diterima dan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Program.ini diharapkan dapat memperkuat peran Polri bersama masyarakat dalam mencegah potensi kerawanan , meningkatkan  kepekaan lingkungan  serta mempererat hubungan komunikasi antara aparat keamanan dan warga.

Polda Jabar Gelar Binrohtal Dan Doa Bersama Dalam Rangka Peringatan HUT KORPRI ke-54

Jabar, investigasihukumkriminal – Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Polda Jawa Barat melaksanakan kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) mingguan yang dirangkaikan dengan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun KORPRI ke-54 Tahun 2025. Kegiatan tersebut digelar di Masjid Al-Amman Polda Jabar,  Rabu (26/11/2025).

Pelaksanaan binrohtal kali ini menghadirkan penceramah Ustadz Dr. H. Agus Nur Kholik, S.Ag., M.A., yang memberikan tausiah bertema penguatan integritas, keikhlasan dalam bekerja, serta semangat pengabdian yang selaras dengan nilai-nilai KORPRI. Kehadiran para personel Polda Jabar memenuhi Masjid Al-Amman menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan rohani ini.

Dalam tausiahnya, Ustadz Agus Nur Kholik menekankan pentingnya menjaga hati, memperbaiki niat, dan menjunjung tinggi etika kerja sebagai aparatur negara. Ia mengajak seluruh personel untuk menjadikan momen HUT KORPRI sebagai sarana introspeksi dan peningkatan kualitas diri.

“Tugas kita bukan hanya menjalankan amanah kedinasan, tetapi juga menjaga amanah moral. Pengabdian tanpa keikhlasan tidak akan membawa keberkahan. Mari jadikan setiap langkah kita sebagai bentuk ibadah,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat rasa syukur dan memperbanyak doa dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian. Menurutnya, ketenangan batin dan keteguhan iman adalah modal penting dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Rangkaian acara diisi pula dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Agus, memohon kelancaran tugas, keselamatan personel, serta keberkahan bagi institusi Polri, khususnya Polda Jawa Barat. Doa bersama ini juga dipersembahkan untuk kesuksesan dan kemajuan Korps Pegawai Republik Indonesia yang memasuki usia ke-54.

Kegiatan berjalan dengan penuh khidmat dan memberikan nuansa spiritual yang mendalam bagi para peserta. Para personel yang hadir diharapkan dapat menerapkan pesan rohani yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

“Dengan diselenggarakannya binrohtal dan doa bersama ini, Polda Jabar menegaskan komitmennya untuk tidak hanya membina kemampuan teknis dan profesionalisme personel, tetapi juga memperkuat aspek mental dan spiritual sebagai pondasi penting dalam menjalankan tugas kepolisian secara berintegritas, humanis, dan penuh keikhlasan.” tutup Kabid Humas.

Polisi Berikan Tali Asih Dan Cek  Kondisi Kesehatan Anak Hidrosepalus

Jabar, investigasihukumkriminal – Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Polsek Margaasih melaksanakan kegiatan tali asih dan pengecekan kondisi kesehatan anak yang menderita Hidrosepalus di Kampung Cigugur, Desa Margaasih, Kecamatan Margaasih. Bhabinkamtibmas Aipda Ibnu, bersama dengan Ibu Sekdes dan Puskesos Desa Margaasih, mengunjungi Ananda Azzahra Aulia Nur Rahma, anak yang menderita Hidrosepalus, di rumahnya, Selasa (25/11/2025)

“Dalam kunjungan tersebut, Aipda Ibnu dan tim memberikan motivasi dan semangat kepada pihak orang tua agar tetap tabah dan bersabar dalam merawat putrinya. Mereka juga melakukan pengecekan kondisi kesehatan Ananda Azzahra dan memberikan saran serta dukungan kepada keluarga,” ungkap Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra

Kondisi Ananda Azzahra saat ini dalam keadaan sehat, dan keluarga sangat berterima kasih atas kunjungan dan perhatian dari Polsek Margaasih.       

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kasih sayang Polsek Margaasih kepada masyarakat, terutama kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan perawatan khusus,

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi bagi orang tua Ananda Azzahra untuk terus merawat dan memberikan yang terbaik bagi putrinya.

“Polisi akan terus melaksanakan kegiatan tali asih dan pengecekan kondisi kesehatan anak-anak yang membutuhkan perhatian dan perawatan khusus di wilayahnya,” tandasnya.

Polisi Bantu Warga Melahirkan Di Pinggir Jalan, Ibu Dan Bayi Selamat

Jabar, investigasihukumkriminal – Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Aksi heroik dilakukan oleh seorang anggota polisi dari Polsek Plered, Aiptu Sarim yang membantu proses persalinan seorang warga di pinggir Jalan Raya Plered, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Pada Sabtu, 22 November 2025.

Empati dan rasa kemanusiaan Aiptu Sarim yang tergugah saat melihat seorang perempuan meringis kesakitan melahirkan di pinggir jalan, tepatnya di depan Masjid Baiturrohim.

Meski tidak memiliki riwayat sebagai ahli medis, Sarim berhasil menolong persalinan perempuan yang diketahui bernama Asih (25) warga Kampung Cigedogan, Kelurahan Nargri Kidur, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta tersebut dengan selamat.

Awalnya, Asih menjerit secara tiba-tiba di pinggir jalan raya dan menyedot perhatian warga sekitar. Saat dicek oleh warga, ternyata perempuan tersebut hendak melahirkan.

Saat bersamaan, Aiptu Sarim yang berada tak jauh dari lokasi melihat kejadian tersebut dan langsung menghampiri.

Sebenarnya pada saat itu memang ada beberapa warga di lokasi. Tapi tidak ada yang berani mengambil tindakan sehingga Aiptu Sarim memutuskan mengambil tindakan diskresi dengan memberi pertolongan darurat kepada Asih sambil menunggu bidan dari Puskesmas Plered.

Bersama warga, Aiptu Sarim membantu persalinan sebelum petugas dari puskesmas tiba di lokasi.

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya  membenarkan anggotanya memberikan pertolongan kepada seorang ibu yang melahirkan di pinggir jalan di depan Masjid Baiturrohim Plered.

“Benar, kejadiannya itu pada Sabtu, 22 November 2025, sekiranya pukul 05.00 WIB setelah Aiptu Sarim melaksanakan kegiatan patroli di Wisata Kuliner Kampung Maranggi Plered,” ucapnya.

Kapolres  menceritakan, saat itu Aiptu Sarim hendak kembali ke Markas Polsek Plered untuk melaksanakan apel pagi. Namun, di tengah perjalanan, ia melihat Asih sedang membutuhkan pertolongan di pinggir jalan, tepatnya di depan Masjid Baiturrohim. Aiptu Sarim pun memutuskan berhenti dan menolong Asih.

“Saat dihampiri oleh Aiptu Sarim, dari informasi yang saya tahu, saat itu posisi kepala bayi sudah keluar, tapi belum ada pertolongan medis. Kami bersyukur, ibu dan bayi berjenis kelamin perempuan yang dilahirkan dalam keadaan sehat,” ungkapnya, Minggu (23/11/2025)

Petugas medis yang tiba di lokasi lantas mengevakuasi Asih dan bayi perempuan tersebut ke Puskesmas Plered.

“Kami mengapresiasi respon cepat personel Polsek Plered dalam membantu warga yang membutuhkan. Polri hadir guna memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Polisi bukanlah Profesi, melainkan sebuah janji untuk melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat,” Ungkapnya.

Tindakan sigap dan cepat dari anggota Polsek Plered tersebut mendapat apresiasi dari warga sekitar karena telah membantu menyelamatkan nyawa ibu dan bayinya.