Popular Posts

Suara Rakyat Jabar: Tangkap Begal Dapat Imbalan, Koruptor Bagaimana?

investigasihukumkriminal, Jawa Barat — Kebijakan sayembara yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk memberikan imbalan bagi masyarakat yang berhasil menangkap pelaku begal atau maling, menuai beragam tanggapan. Salah satu warga menyampaikan kritik dengan nada penuh hormat namun sarat pertanyaan.

Dalam sebuah pernyataan, warga tersebut membuka dengan salam: “Assalamu’alaikum. Bapak Gubernur yang saya cintai, yang saya idolakan, Bapak Dedi Mulyadi.” Ia kemudian mempertanyakan arah kebijakan tersebut. 

“Saya mendengar kabar Bapak membuat sayembara siapa saja yang bisa menangkap maling atau begal dapat imbalan, Pak. Bagaimana tentang yang maling-maling yang korupsi anggaran di desa itu, Pak? Oknum-oknum pengkhianat di desa itu, Pak? Sepertinya banyak juga itu, Pak.”

Kritik ini menyoroti bahwa fokus pada begal dan maling jalanan jangan sampai mengaburkan perhatian terhadap kasus korupsi anggaran di tingkat desa. Warga menegaskan bahwa praktik korupsi juga merugikan masyarakat luas, bahkan lebih besar dampaknya dibanding tindak kriminal jalanan.

“Bagaimana, boleh tidak, Pak, rakyat untuk menangkapnya, Pak? Dan dapat imbalan juga, kan Pak?” lanjutnya, sembari menutup dengan doa agar gubernur senantiasa sehat dan diberkahi rezeki.

Pernyataan ini mencerminkan keresahan masyarakat yang menginginkan keadilan ditegakkan secara menyeluruh, bukan hanya pada kasus kriminal jalanan, tetapi juga pada tindak pidana korupsi yang dianggap sebagai “pengkhianatan” terhadap rakyat.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *