Inflasi Oktober 2026 Diproyeksi Bervariasi, Tantangan Harga Pangan dan Distribusi Jadi Sorotan Utama

investigasihukumkriminal JAKARTA – Kalangan ekonom dan otoritas moneter kembali menyoroti dinamika perekonomian nasional seiring masuknya penghujung bulan Oktober 2026. Proyeksi inflasi untuk bulan ini menunjukkan tren yang bervariasi di tengah tantangan fluktuasi harga komoditas pangan serta pergerakan harga emas.

​Sebagian ekonom memproyeksikan inflasi secara bulanan maupun tahunan pada Oktober 2026 akan cenderung landai, salah satunya dipicu oleh pergerakan harga emas yang mengalami koreksi. Kendati demikian, sejumlah pengamat lain memperkirakan potensi kenaikan inflasi bulanan akibat tekanan pada sektor pangan.

​Tantangan Harga Pangan dan Distribusi

​Kepala Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Irman Faiz, memperkirakan inflasi bulanan pada Oktober 2026 berada di kisaran 0,45 persen, dengan inflasi tahunan yang meningkat dibanding bulan sebelumnya. Pendorong utama kenaikan ini berasal dari komoditas pangan bergejolak (volatile food), khususnya kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit. Kendala pasokan serta distribusi di tengah tantangan cuaca menjadi faktor dominan yang mempengaruhi harga di tingkat pedagang.

​Senada dengan hal tersebut, pihak Bank Indonesia melalui Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti, sebelumnya juga telah mengingatkan bahwa inflasi harga pangan yang fluktuatif masih menjadi tantangan yang perlu diwaspadai. Selain cabai, harga beras dan beberapa komoditas kebutuhan pokok lainnya turut mendapat perhatian khusus. Meskipun cadangan beras pemerintah dilaporkan berada pada level yang cukup besar, masalah rantai pasok dan distribusi di lapangan masih kerap memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

​Stabilitas Ekonomi dan Penguatan APBN

​Di sisi fiskal dan makroekonomi, pemerintah bersama otoritas terkait terus memperkuat instrumen penjagaan stabilitas nasional. Momentum peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) ke-80 yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, APBN Kuat” menegaskan kembali pentingnya pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sehat, kredibel, dan akuntabel guna menopang kedaulatan ekonomi bangsa di tengah ketidakpastian global.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mengoptimalkan sinergi lintas sektor, baik dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan, efisiensi rantai distribusi, maupun pengendalian inflasi daerah, agar daya beli masyarakat tetap terjaga dengan baik hingga akhir tahun 2026.

About The Author

Tinggalkan komentar