1
1
Cianjur, investigasihukumkriminal – Narasi tentang keberhasilan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Cianjur nampaknya berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Keresahan mendalam kini dirasakan warga dan pengguna jalan raya utama yang menuju kawasan wisata Jangari. Lubang-lubang besar yang menganga dan digenangi air kecokelatan kini menghiasi jalur tersebut, siap memakan korban kapan saja.
Berdasarkan pantauan langsung, kondisi jalan di KM Jalan Raya Jangari sangat memprihatinkan. Seperti yang terlihat, sebuah lubang besar di tengah jalan dipenuhi air keruh, memaksa pengendara, terutama roda dua, untuk ekstra waspada. Ironisnya, karena minimnya perhatian dari pemerintah, warga sekitar terpaksa menempatkan tumpukan peti kayu bekas di pinggir lubang tersebut sebagai tanda bahaya darurat bagi pengguna jalan.
Warga setempat, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan kekesalannya. “Pemerintah bilangnya jalan di Cianjur sudah diperbaiki, mulus. Mana buktinya? Di sini tiap hari ada saja yang jatuh, apalagi kalau malam dan hujan, lubangnya tidak kelihatan,” ujarnya dengan nada kecewa.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ayi Pegawai Pabrik Yang Sering Lewat Setiap Kali Berangkat Kerja. “Kami sudah muak dengan janji-janji. Jalan ini urat nadi ekonomi warga dan akses ke Jangari. Kalau dibiarkan terus begini, jatuhnya bukan perbaikan ekonomi, tapi malapetaka. Peti kayu itu satu-satunya peringatan yang kami punya, itu pun kalau pengendara tidak waspada tetap berbahaya,” keluhnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda adanya alat berat atau material perbaikan yang diturunkan oleh dinas terkait ke lokasi. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Cianjur dan dinas PU setempat untuk segera turun tangan melakukan perbaikan nyata, bukan hanya sekadar wacana di media massa. Keselamatan jiwa warga taruhannya.