Popular Posts

Sensus Ekonomi 2026: Pendataan Digital Menyentuh Semua Lapisan Masyarakat

investigasihukumkriminal, Cianjur — Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 kini dilakukan secara digital melalui aplikasi FASIH, yang memuat seluruh pertanyaan terkait kondisi ekonomi rumah tangga. Petugas lapangan mendatangi rumah warga satu per satu untuk mengisi data mulai dari upah dan gaji, pengeluaran harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan, serta kepemilikan aset seperti emas, tanah, bangunan, dan kendaraan.

Namun, di balik kemajuan sistem digital ini, muncul tantangan di lapangan. Salah satu yang menarik perhatian adalah kolom pengeluaran pulsa atau internet. Petugas sensus mengaku bahwa meski responden berusia lanjut tidak memiliki ponsel, sistem tetap meminta nilai minimal Rp50.000. “Kalau diisi nol, sistem tidak menerima,” ujar salah satu petugas sensus ekonomi saat ditemui di lokasi pendataan.

Kondisi ini menimbulkan perbincangan di media sosial. Sejumlah warga mempertanyakan mengapa data tentang hutang masyarakat tidak turut dicantumkan dalam sensus kali ini. Padahal, bagi sebagian keluarga, beban cicilan atau pinjaman menjadi bagian penting dari kondisi ekonomi mereka.

Meski demikian, pelaksanaan sensus tetap berjalan lancar. Petugas lapangan bekerja dengan penuh dedikasi, mendatangi rumah-rumah warga di pelosok desa, memastikan setiap data tercatat dengan akurat. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi pijakan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *