1
1
investigasihukumkriminal, JAKARTA – Ratusan warga memadati Masjid Jami’ Sabilal Muhtadin, Kelurahan Pisangan Baru, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, dalam rangka memperingati Haul ke-220 ulama besar Nusantara, Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Bandung dan Surabaya.
Kehadiran mereka menjadi bukti kuatnya kecintaan umat terhadap ulama sekaligus semangat menjaga tradisi keagamaan.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tawasul dan tartibul fatihah yang dipimpin KH Muhammad Rosyid, tokoh ulama Betawi. Selanjutnya, pembacaan Surah Yasin dan tahlil dipimpin Ketua DKM Masjid Sabilal Muhtadin, H. Madani.
Suasana religius semakin terasa saat doa dipanjatkan oleh para habaib, di antaranya Al-Habib Umar bin Toha Al-Hadad dan Al-Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsy.
Kekhusyukan jamaah tampak saat seluruh hadirin larut dalam lantunan doa dan dzikir.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan maulid oleh grup Maulid Al-Banjari pimpinan Anang Abdul Wahab Sya’roni dari Bandung.
Lantunan shalawat yang menggema menambah suasana haru sekaligus memperkuat ikatan spiritual di antara jamaah.
Selain itu, tausiah melalui pembacaan manakib oleh Al-Ustadz Qusyairi Bezi turut menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Dalam penyampaiannya, ia mengulas perjalanan hidup serta keteladanan sahibul haul, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Mewakili panitia, Ustadz Muhammad Bazzar Zubaidi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara, mulai dari para ulama, habaib, tokoh masyarakat, hingga para donatur dan jamaah.
Ia juga mengapresiasi dukungan aparat setempat seperti Kapolsek Matraman, Babinsa, dan Mitra Jaya yang telah membantu menjaga kelancaran dan keamanan acara.
Tak lupa, panitia menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan.
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga memaparkan sejumlah program rutin Masjid Sabilal Muhtadin, seperti pembacaan Maulid Simtud Duror dan taklim mingguan setiap malam Jumat yang dipimpin KH Maulana Kamal Yusuf, pembacaan Dalailul Khairat dua pekan sekali, serta wirid salaf yang rutin dilaksanakan selepas salat Subuh.
Selain kegiatan rutin, panitia juga menginformasikan perkembangan pembangunan Pondok Pesantren Annur Sabilal Muhtadin yang kini telah memasuki tahun kedua pembukaan pendaftaran santri.
Dukungan doa dari para ulama dan jamaah diharapkan dapat membawa keberkahan serta melahirkan generasi santri yang saleh, berilmu, dan berakhlak sesuai ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.
Acara haul ini turut dihadiri sejumlah habaib dan ulama terkemuka, di antaranya Habib Hamid bin Ahmad Assegaf, Al-Habib Umar bin Idrus Al-Attos, Al-Habib Abdul Khadir bin Gozi Al-Bahar, serta para kiai dan ustadz lainnya.
Peringatan haul ini tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa dan perjuangan ulama besar, tetapi juga sebagai sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan semangat menuntut ilmu di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan umat Islam semakin termotivasi untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta terus melanjutkan perjuangan para ulama dalam menebarkan kebaikan di tengah kehidupan bermasyarakat.