19 Oktober 2021

Wisata Keluarga Tokoh Alor Batam H.Basri Dihadiri Wagub Kepri

Investigasihukumkriminal.com BATAM – Acara silaturrahmi dan wisata keluarga bulanan keluarga H. Basri H Lewaimang, tokoh masyarakat Alor Batam, dihadiri Wagub Kepri yang diadakan di pulau Rahmad kelurahan Setokok. pada Sabtu(12/6/21)

Foto bersama di akhir acara

Agenda silaturrahmi bulanan keluarga H. Basri H Lewaimang merupakan rutinitas yang bertujuan lebih mempererat jalinan kekeluargaan.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Hj. Marllin Agustina beserta rombongan, tokoh masyarakat dan tokoh agama kelurahan Kabil, Ust. Abdul Karim, Safaat, Ust. Wahyudi, Kasmu Ramli, Khamsu Darmawan, Masrizal, Deni, Istiroha, Indrawati dan para tokoh setempat.

Nampak Hj Marlin beserta rombongan hadir dengan menggunakan dua kapal fery, yang bersandar sekira pukul 14.20 WIB di pelantar kelong(keramba ikan) di salah satu tempat usaha kuliner seafood
H. Basri. kehadiranya disambut langsung di pelantar(pelabuhan) oleh H Basri beserta istri, Ust Abdul Karim beserta keluarga lainnya dan tomas yang sengaja hadir sejak pagi.

SIMAK JUGA : 

Dua pengedar narkoba jenis shabu berhasil diringkus di wilayah muara Jaya desa bangun sari kecamatan kampar

Diduga Dalam Pengaruh Alkohol, Pengemudi Inova Oleng Ke Kanan Menabrak Motor Dan Warung

Dalam sambutannya, H. Basri mengucapkan terimakasih dan senang hati atas kehadiran ibu wagub beserta rombongan dalam acara silaturahmi keluarganya tersebut.

“Terimakasih ibu Hj Marlin beserta rombongan, yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir dalam acara kami ini. dan tentunya kehadiran ibu beserta rombongan tentu membuat acara kami lebih semarak dan penuh warna” Ucap H. Basri dengan dialek khas Alor NTT.

Selanjutnya, ia juga sedikit paparkan perihal hajatnya yang sedang progres pembangunan sebuah resort dan pantai buatan dengan beralaskan pasir putih, dengan harapan akan menjadi destinasi wisata terbaru di Kepri dengan konsep yang natural, aman, nyaman dan asri sebagaimana telah tertuang dalam site plan atau gambar.

Sebagaimana biasanya, dalam setiap acara bulanan keluarga H. Basri yakni selalu menyajikan aneka olahan seafood dan aneka masakan tumis sayur dll guna menjamu keluarganya dan para tamu undangan.

Nampak, wagub yang didampingi ibu sekda kota Batam dan rombongan makan bersama menikmati olahan seafood khas ala kelong H.Basri

Wagub Kepri, Hj.Marlin(kri), Erna Basri(sblh wagub) Ust Abdul Karim(tengah) H.Basri L Lewaimang (kanan) saat berbincang dengan penuh keakraban.

Ustadz Abdul Karim yang turut mendampingi H. Basri dalam kesempatan itu menjelaskan, bahwa area  resort yang akan dibangun tersebut meliputi tiga pulau yang letaknya berdekatan.  Dari tiga pulau tersebut, dua pulau bakal bisa ditempuh jalan darat(tanpa jembatan) dan satu pulau lagi nanti akan dibuat jembatan yang menarik sebagai penghubung, tentunya dengan jembatan yang unik dan menarik .

“Tentunya pak Basri dengan melirik bidang pariwisata ini adalah untuk memberikan warna yang lain sebagai destinasi pulau wisata baik untuk turis lokal ataupun asing, selain itu beliau juga turut serta mendukung program pemerintah setempat dalam memajukan pariwisata yang sedang di galakannya.” jelas Ust Karim kepada ibu wagub dan hadirin.

Dalam konsepnya, ia menjelaskan akan mengoptimalkan pepohonan bakau yang ada sebagai sarana wisata yang natural dengan dikelilingi villa-villa di tepian laut serta dilengkapi gazebo-gazebo yang unik. jadi tidak merusak tumbuhan bakau yang ada yang tentunya berguna mencegah intrusi laut, erosi dan abrasi, dimana secara letak lahan yang dikembangkan adalah pulau kecil yang dikelilingi lautan.

“Untuk sumber penerangan, alhamdulillah telah dipasang arus listrik dari PLN ini bu(Hj Marlin). jadi kami tarik(pasang) kabel itu dari darat sana(kamp.setokok) sampai kesini dengan posisi kabel di dasar laut yang berkedalaman sekira 25 meter dengan panjang kabel sekira 600 meter. dan tentunya semua sudah diperhitungkan mengenai safety nya(keamananya) dan untuk pemasangan gak nanggung-nanaggung ini bu, Pak Basri datangkan orang-orang  ahli selam dari Flores sana, yang tentunya sudah pengalaman di bidang diving.” Terang
Ustad Karim yang juga ketua Lasqi kecamatan Nongsa.

BACA JUGA :

Wujudkan Situasi Aman, Polresta Bandung Polda Jabar Gelar Razia Amankan Miras Saat Ops Pekat

Dan guna mencukupi kebutuhan air, di  buat sumur bor dengan kedalaman sekira 40 meter, dan hasil dari penyulingan air tersebut langsung diproses sterilisasi sehingga air yang keluar dari setiap kran sudah dapat di konsumsi langsung.

Dalam sambutannya, Wagub sampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya, yang semestinya hadir pada pagi hari sekira pukul 10.00 WIB. dan ia juga sampaikan permohonan maaf  atas ketidak hadiran Bapak(Rudi)

“Sebelumnya kami mohon maaf  ya pak Basri, pak ustad Karim kami mundurkan waktunya, sebab tadi ada agenda mendadak untuk mendampingi menteri perekonomian yang sedang berkunjung  ke Batam. dan bapak juga tidak bisa hadir pada kesempatan ini, beliau masih bersama pak menteri dan beliau titip salam buat pak Basri, pak Karim dan semua hadirin disini” Ucap Marlin dengan menyusun sepuluh jarinya depan dada.

Wagub mencoba menangkap ikan di keramba apung di kelong milik H. Basri.

lanjutnya, Hj.Marlin sangat apresiasi atas apa yang telah dipaparkan H.Basri dan ust.Karim, karena menurutnya untuk memajukan Kepri tentu harus melibatkan seluruh unsur dan stakeholder yang ada, yang diantaranya para pelaku swasta atau perorangan seperti pak H. Basri. ia sangat mendukung atas apa yang direncanakan dan semoga kelak dapat menjadi magnet para turis mancanegara untuk berduyun-duyun datang ke Kepri khususnya di Batam, namun tentunya setelah pandemi berakhir dan semoga pandemi ini segera berakhir serta kita semua di jauhkan dari virus Covid-19.

Nampak di lokasi, putri dari Hj. Marlin mencoba menunggangi jet ski yang telah tersedia dan  berputar-putar mengelilingi lautan sekitar kelong sembari mendokumentasikan aksinya. dan di akhir acara wagub meninjau kelong sebelum naik fery untuk kembali pulang serta mencoba untuk menciduk ikan kakap yang berada di keramba apung dengan didampingi H.Basri.

Acara ditutup sekira pukul 17.45 WIB, nampak acara berjalan dengan penuh keakraban, terlebih banyak diselingi banyolan dari ustad Karim yang membuat hadirin tergelak tawa.

Sebagai ungkapan penutup, pembawa acara, ustad Wahyudi berharap acara tersebut bukan kali pertama dan terakhir, namun insya alloh akan terus berjalan rutin selagi nyawa  masih di kandung badan.  (GAS)