19 Oktober 2021

DIDUGA ADA KECURANGAN DALAM PROSES SELEKSI CALON PERANGKAT DESA LANGENSARI, BERIKUT PENJELASAN KADES

investigasihukumkriminal.com – Cianjur
Ada peristiwa menarik di Desa Langensari, Kec.Karangtengah Terkait dengan proses seleksi calon perangkat desa, diduga panitianya melakukan kecurangan hingga para peserta yang tak lolos tes lakukan protes.

Proses Seleksi Calon Perangkat Desa Langensari, Karangtengah Cianjur yang dilaksanakan pada Senin,(30/08/2021) sebanyak 12 peserta mengikuti seleksi penyaringan Calon perangkat Desa dan berdasar hasil test telah diperoleh nilai akumulasi para peserta, namun pasca pengumuman hasil test ada beberapa peserta calon test yang mengajukan keberatan atas beberapa hal, salah satu diantaranya terkait soal test pilihan ganda dengan kunci jawaban yang tidak sesuai.

Panitia penjaringan dan penyaringan calon perangkat Desa Langensari turut memeriksa soal uji test pilihan ganda, ternyata memang benar adanya didapati beberapa soal uji test yang tidak pas dan tidak sinkron dengan kunci jawaban, selanjutnya panitia penjaringan dan penyaringan perangkat Desa pada hari ini Selasa,(31/08/202) langsung berkoordinasi dengan pihak pengawas dari PPM Kecamatan Karangtengah, dan berdasar hasil koordinasi tersebut maka diambil kesimpulan hasil uji test calon perangkat desa langensari pada hari senin (30/08/2021) ditangguhkan sambil menunggu surat rekomendasi tertulis hasil rapat koordinasi Tim Pengawas dari kecamatan untuk dibuatkan Berita Acara Keputusan panitia lebih lanjut.

“Kita sudah kordinasi sama pihak pengawas , kita pun mengakui itu ada kelalaian makanya kita tangguhkan dulu dan mengkaji kesalahannya dimana dan masalah soal itu pure adalah kesalahan kita dan kita tidak menjadi pengecut koq kalo kita salah pasti bilang salah” jelas Fajar Syuban Kepala Desa Langensari

“Kami mohon ma’af atas segala kesalahan dan kekurangan kami sehingga menimbulkan ketidak nyamanan bagi para peserta calon uji tes calon perangkat desa” jelas kades

Saat Di Konfirmasi ke Panitia/Kadesnya proses seleksi tersebut dilakukan secara murni dan tidak ada unsur nepotisme dan kecurangan. “Kami sadar dan mengakui adanya kesalahan dalam kunci jawaban soal dikarenakan soal dan jawaban tidak berurutan atau tidak sesuai”

“Sekaligus besok senin,(06/09/21) kami akan Kordinasi dengan kecamatan dan menjelaskan terkait adanya laporan kecurangan peserta dalam tahapan tes uji IT yakni adanya peserta ‘copy paste’ tes dan peserta pun sudah mengakuinya , apakah nanti proses seleksi calon perangkat desa akan diulang ataukah di revisi ulang dengan pengurangan poin ujian peserta” jelas Kades.