investigasihukumkriminal.com – Diduga akibat konsleting listrik, sebuah bangunan Pondok pesantren Darul Muhtar Arroissiah di Kampung Pasirsereh Rt.01 Rw.05 Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur ludes di lalap si jago merah, Sabtu, (05/07/2023) pukul 16.20 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, hanya saja bagian atap dan lantai dua yang terbuat dari bahan kayu itu habis tak terisisa.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Peristiwa itu terjadi sekitar Pukul 16.20 WIB. Api tiba-tiba muncul dari bagian atap bangunan dan langsung seketika membakar lantai dua yang terbuat dari bahan kayu. Beruntung saat kejadian, pondok pesantren tersebut sedang dalam keadaan kosong tidak ada penghuni.

Warga yang melihat api membumbung tinggi kemudian berteriak, dan bergegas berlarian menghampiri lokasi kebakaran dan berusaha untuk memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya. Namun upaya warga untuk menjinakkan amukan si jago merah dengan peralatan seadanya itu tidak banyak membuahkan hasil.

Beruntung tak lama kemudian petugas pemadam kebakaran dari WMK2 Ciranjang yang berhasil dihubungi via telpon segera datang ke lokasi dengan dua unit mobil Damkarnya, sehingga kobaran api dapat segera dipadamkan dan tidak sampai menjalar pada bangunan lain yang berada di dekatnya.

Sementara itu, pengasuh pondok pesantren Darul Muhtar Arroissiah tersebut, Ustadz Dandi M Jahidi yang juga merupakan Amil Desa Tanjungsari kepada tim investigasihukumkriminal.com menuturkan, bahwa saat kejadian pihaknya sedang berada di dalam rumah yang tidak jauh dari bangunan pondok pesantren itu.

“Saat kejadian saya ada di dalam rumah sedang ngobrol-ngobrol, dan itupun sempat mendengar ada bunyi letusan namun tidak curiga ada kebakaran dikira letusan itu suara petasan.” tutur Ustadz Dandi.

Ketua Rw. 05, Ayep yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi kebakaran mengatakan, terbakarnya bangunan pondok pesantren itu diduga berasal dari konsleting kabel listrik yang berada di lantai dua.

“Melihat kobaran api yang membumbung tinggi, saya khawatir merembet ke bangunan lain yang ada di dekatnya, karena lokasi kebakaran berada di area pemukiman padat penduduk. Tapi untungnya petugas Pemadam kebakaran segera datang ke lokasi dan dibantu wrga setempat akhirnya api dapat dipadamkan.” Aku Ayep.

Akibat peritiwa itu, kerugian ditaksir mecapai, Rp.100 Juta rupiah, sebab selain membakar bangunan permanen itu, api juga menghanguskan sejulah lemari dan pakaian milik santri, serta buku dan kitab kitab yang berada di dalam kobong. (AI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *